Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Cerita


__ADS_3

Ridho duduk disofa sambil mengurut jidatnya.


Lelaki itu terlihat lelah dan pusing,Angel yg tadinya eñjoy tanpa beban kini harus menjaga image didepan lelaki itu.


" Kamu kenapa Do ?" tanya Ibu Daniel melihat sang putra.


" Gak papa Bu " Jawab Ridho tenang.


" Sakit ?" tanya wanita tua itu lagi.


Ridho diam tak menjawab.


" Suntik aja Bu,mumpung dirumah sakit " Celetuk Angel tiba2.


Deg....


Ridho melotot begitupun Ibunya yg juga kaget.


" Alamakkk " Cicit Angel menepuk bibirnya sendiri.


" Duh kenapa aku bisa kelepasan sih " Batin Angel merutuki dirinya.


Gadis itu melirik Ridho dan langsung kelabakan saat manik tajam lelaki itu menghunus matanya.


" Daniel mana ?" tanya sang Ibu mengalihkan.


" Bentar lagi sampe " Jawab Ridho mulai berbaring.


Angel bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


" Mau ana ?" tanya Zini ingin menangis.


" Bentar,Kakak cuci tangan dulu " Jawab Angel berbalik badan.


" Iya,gak kemana mana kok " kata Ibu Daniel membantu menenangkan.


Zini mengangguk dan kembali diam.


Ridho melihat gadis itu berjalan melewati dirinya tanpa ragu.


Angel menghilang dibalik pintu,Ridho bangkit dan melihat sang Ibu.


" Dia siapa sih Bu ?" tanya Ridho penasaran.


" Temannya Abang kamu " Jawab Sang ibu.


" Teman ?" Ulang Ridho mengernyit.


" Iya,Papanya Angel temenan sama Daniel,jadi mereka sering ketemu " Jawab Wanita tersebut.


" Cihh masih bocah Bu " Cibir Ridho.


" Iya tapi Zini suka sama dia,Angel anaknya ceria " Kata Ibu Ridho tersenyum manis.


Ridho memutar mata dan kembali menghempas tubuhnya ke sofa.


Hari ini pria itu sangat sibuk,banyak sekali pekerjaan yg harus ia lakukan apalagi Ridho juga menerima Job editan.


" Gimana kabar keluar negerinya ?" tanya Ibu Daniel serius.


" Sudah,tinggal Bang Daniel tanda tangan aja " Jawab Ridho.


" Huh Ibu rasanya gak tega bawa Zini jauh2 " kata Wanita itu nanar.


" Ya mau gimana lagi Bu,Zini harus sembuh " Balas Ridho.


Ceklek...


Pintu ruangan tiba2 terbuka,mereka menoleh ke pintu dan mendapati Daniel sudah pulang bekerja.


" Kamu datang " Ucap sang Ibu dengan senyum hangat.


" Iya Bu,gimana Zini ?" tanya Daniel membuka kerah bajunya.


" Aman,dia nangis siang tadi tapi gak terlalu rewel " Jawab Sang Ibu.


Daniel menghela nafas dan mendekati anaknya.


" Zini sayang " Sapa Daniel lembut.

__ADS_1


" Papa " Sambut Zini merentangkan tangan.


" Eet jangan sayang,Papa belum mandi " Tolak Daniel lembut.


" Ini eneng " ucap Zini dengan cadelnya.


" Kenapa ?" tanya Daniel antusias.


Zini menunjuk kamar mandi,Daniel mengernyit bingung dengan tingkah sang anak.


" Ada apa Bu ?" tanya Daniel penasaran.


Ibu Daniel tersenyum membuat lelaki itu makin bingung.


Daniel berbalik badan dan terbelalak melihat seorang gadis sedang mengibas tangannya.


" Loh kok kamu ...." Ucap Daniel menggantung.


" Hay " sapa Angel dengan senyum manisnya.


" Kapan kamu kesini Jel ?" tanya Daniel heran.


" Udah dari sore dia disini " Jawab Angel.


" Astaga " Kata Daniel syok.


Angel mendekat dengan wajah cengengesannya.


" Kenapa kesini gak bilang2 ?" Tanya Daniel gemas.


" Buat apa bilang,aku mau ketemu Zini bukan Om " Jawab Angel santai.


" ya kan setidaknya Om bisa pulang cepet atau bawain sesuatu gitu " Kata Daniel menghela nafas.


" Gak usah,tadi aku beli nasi diwarung depan,aku gabut Om dirumah " kata Angel mengkruvut.


" Gabut kenapa ?" tanya Daniel mengernyit.


" Gabut aja,mau main tapi gak ada temen " Jawab Angel.


" Lah itu si gadis satu mana ?" Tanya Daniel.


" Iya " jawab Daniel.


" Huh gak dibolehin Kak Serkan keluar rumah,disuruh isi Pr " Jawab Angel ketus.


Daniel terkekeh pelan,memang kedua gadis ingusan itu begitu membuat orang khwatir apalagi Byanca yg kini mulai beranjak dewasa dan ingin kehidupan bebas.


" Kamu udah kenyang Njel ?" Tanya Ibu Daniel mendekat.


" Udah Bu " Jawab Angel tersenyum.


" Hm Zini mau main sama kamu " Ucap ibu itu tak enak.


" Oh ayokkk,mau main apa ? Lari2an ?" Tanya Angel mendekati si bocah yg diam memperhatikan dirinya.


" Pffftttt " Suara tawa terdengar membuat Angel berhenti melangkah dan menoleh kesamping.


Ridho yg sedang tiduran langsung memasang wajah datar saat terciduk menertawai Angel.


Gadis itu menatap Ridho nyalang seolah mengibar lagi bendera perang yg sempat turun.


" Apa ?" tanya Ridho menoleh.


Angel diam dan membuang muka.


Daniel dan Ibunya saling melihat dengan gelengan pelan.


Dari awal Ridho dan Angel memang tak pernah akur hingga kini.


" Zini mau main apa ?" tanya Angel duduk dipinggiran Brangkar.


Zini tersenyum dan menunjuk mainannya yg berada dilantai.


" Kuda lagi ?" tanya Angel.


Zini menggeleng.


" Berby ?" Tanya Angel lagi.

__ADS_1


Zini mengangguk pelan.


" Hm tadi kita sampe mana ya ?" Gumam Angel mengingat.


Zini mengikuti gaya Angel yg sedang memegang dagu,kedua gadis itu terlihat serasi.


Hati Daniel terenyuh,senyum manis anak tunggalnya terlihat begitu indah.


Lelaki itu sangat bahagia dan rasa lelahnya terasa hilang seketika.


" Kamu bersih2 dulu gih " Bisik sang ibu pelan.


" Iya Bu,aku mau mandi dulu " Balas Daniel tenang.


Wanita tua itu mengangguk pelan dan mendekati putra satunya yg asik main hape.


Ridho yg tau ibunya mau duduk langsung bangun dan duduk tegak.


" Ibu seneng liat Zini punya semangat hidup gini " Ucap wanita itu pelan.


" Iya Bu " Jawab Ridho melihat Angel yg mulai menjadi babysitter.


" Anak kamu gimana ?" Tanya sang ibu lagi.


" Aku udah lama gak ketemu dia,Vero membatasi aku " Jawab Ridho menghela nafas.


" Bukannya dia dipenjara ?" tanya sang ibu mengernyit.


" iya tapi Papa dan Iparnya menjauhkan aku dari Zini,sulit untuk ketemu " Jelas Ridho lesu.


Sang Ibu diam sejenak,ia mencoba berpikir positif dengan hal tersebut.


" Disekolahnya juga gak bisa ketemu ?"


" Gak Bu,guru sekolahnya udah diancam sama Justin " Jawab Ridho kesal.


" Astaga mereka sangat ketat " Kata sang ibu ngeri.


" Ya mungkin karna Sofia kini sendiri,Yuna dan Vero gak ada disamping dia " Kata Ridho mencoba mengerti.


" Tapi sebenarnya kamu punya hak atas Sofia karna itu anak kandung kamu bukan Vero " Kata Sang Ibu hati2.


" iya Bu,tapi aku belum berani lawan mereka,Pak David itu bukan orang sembarangan,dia punya the king yg sangat kuat " Kata Ridho jujur.


" Emang Vero sekaya itu ya ?" Tanya Sang ibu penasaran.


" Ntah lah,tapi Yuna gak bisa nolak Vero kemarin karna ya hartanya Vero banyak,apalagi Vero anak tunggal " Jawab Ridho menerka.


" Huhhh tapi kasihan juga sama Vero Nak,dia dikhianati sama Yuna " Balas Sang Ibu iba.


" Gitu lah Bu,pasti ada plus minusnya " Kata Ridho tersenyum smirk.


" Huuuueeeeeeekkkkk...." Suara muntahan terdengar.


Kedua orang tersebut langsung menoleh dan terbelalak melihat Zini memuntahi baju Angel.


" Ya Tuhan " ucap wanita tua itu langsung bangun.


" Aduhhhhhh " Ringis Angel seketika mundur menatap bajunya yg langsung kotor.


" Huaaaa huaaaaa " Zini langsung menangis takut dan kesakitan memegang kepalanya.


" Astagaa sini " kata Ridho menarik tangan Angel mundur.


" Kamu gak papa ?" tanya Ridho sedikit panik.


" Zini kenapa ?" tanya Angel seketika pucat.


Ridho menelan ludah kasar dan membawa Angel duduk disofa.


" Buka baju mu " Titah Ridho sambil mengambil sesuatu dalam tas.


" Hah !" Pekik Angel terbelalak.


Tangisan Zini makin kencang membuat suasana yg awalnya tentram menjadi kacau.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.

__ADS_1


__ADS_2