Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perhatian


__ADS_3

Laura menidurkan Justin diranjang,terlihat Justin menurut saja perintah gadis imut itu.


Mama Justin mengintip sedikit dan terkejut melihat Justin sangat tenang bahkan tersenyum melihat Laura mengambil piyama anaknya.


" Gadis itu benar2 berguna " Gumam Sandra menghela nafas lega.


" Mama " Gumam Justin terkejut melihat ibunya dibalik pintu.


Laura menoleh kebelakang dan terkejut sampai melepaskan baju Justin dilemari.


Sandra masuk kedalam mendekati anaknya,Justin bangun dan menyender dikepala ranjang.


" kamu ngak papa ?" tanya Sandra lembut.


" Ngak papa Ma,terima kasih sudah membawa Laura kesini " Ucap Justin bersyukur.


" Semua ini karna Daddy mu,dia yang meminta Laura untuk merawat mu " Kata Sandra mengusap kepala pria itu.


" Aku akan menelfon Daddy nanti " Kata Justin tersenyum.


Sandra mengangguk.


" Besok art rumah mu akan berhenti bekerja dan Mama pun harus menemani Daddy mu,kasihan dia juga butuh perhatian " Kata Sandra pelan.


" Iya,aku akan baik2 saja bersama Laura " kata Justin melihat gadis itu.


Laura menunduk tak enak kepada Sandra yang juga melihatnya.


" Baik,hubungi Mama jika sesuatu terjadi dan jangan membuat masalah karna Daddy mu menjadi taruhannya " kata Sandra tegas.


" Apa yang terjadi ?" tanya Justin bingung.


" Daddy mu membuat banyak persyaratan kepada orang tua Laura " Kata Sandra jujur.


Justin melotot kaget,Laura hanya diam menunduk.


" Baiklah " Ucap Justin tenang.


Sandra tersenyum dan mendekati Laura.


" Kau tau kan apa yang harus kamu kerjakan setiap hari,mulai besok Art berhenti bekerja " Kata Sandra tegas.


" Iya Bu,saya mengerti " Kata Laura mengangguk lemah.


Sandra langsung berjalan keluar.


Hening....


Justin dan Laura sama2 terdiam,Laura kembali bergerak mengambil baju Justin.


" Aku kira kamu kesini karna kemauan mu sendiri " Ucap Justin sedih.


" Aku masih punya orang tua " Jawab Laura tenang.


" Ya aku tau,tapi aku pikir kamu sudah...


" Ayo berganti pakaian " Potong Laura cepat.


Gadis itu mendekat dan membantu membuka selimut Justin.


" Aku sangat malu Laura,aku tidak segagah dulu " Kata Justin menunduk.


" Tak apa " Balas Laura pelan.


" Bahkan aku butuh bantuan untuk berpindah tempat " kata Justin menghela nafas.


" Jangan menyerah Kak,aku akan membantu mu " Ujar Laura tak suka.

__ADS_1


Justin mengangguk dan membuka kaosnya.


Laura melihat kearah lain,Justin tersenyum melihat wajah malu2 gadis itu.


" Kamu akan terbiasa Laura " Ucap Justin terkekeh.


" Ya tapi aku sangat malu " kata Laura bersemu.


" Ayo pakaikan aku piyama " Pinta Justin.


Laura mengangguk dan melihat lelaki itu seketika Laura menelan ludah kasar.


Sudah lama tak terlihat ternyata tubuh Justin semakin putih membuat kulit kecoklatan Laura minder melihatnya.


Gadis itu berusaha tenang meski tangannya gemeteran.


Dengan cepat Laura memasangkan baju Justin meski sebenarnya lelaki itu masih bisa melakukan sendiri.


Justin terlihat bahagia melihat wajah Laura yang diam2 menatapnya.


" Kau harus bekerja keras Laura " Kata Justin terkekeh.


" Selesaikan sendiri " Kata Laura melepas tangannya.


" Hei kau tak lihat kaki ku,bagaimana aku bisa melakukannya " Kata Justin kaget.


" Ya aku tidak mungkin melakukannya Kak " kata Laura kesal.


" Kau sudah bersedia mengurus ku,apa hanya segini saja nyali mu ?" Tantang Justin.


" Astaga ini membuat ku sulit " Gumam Laura mengusap wajahnya.


" Besok kau harus 24 jam bersama ku " Kata Justin tegas.


" Baik2 terserah,lakukan sekarang " Kata Laura kesal.


" Aku seperti ini saja " Kata Justin menarik selimut.


" Tak mau pake celana tidur ?" Tanya Laura pelan.


" Tidak aku bisa kepanasan,kau tau kan aku suka tidur dengan tubuh terbuka " Kata Justin cuek.


" Baiklah terserah " Kata Laura pasrah.


" kau mau kemana ?" tanya Justin melihat Laura melangkah keluar.


" Ini sudah malam,kau harus tidur " Kata Laura datar.


" Tidur lah bersama ku " Ajak Justin.


" Kau gila,diluar sana ada ibu mu !" Kata Laura melotot.


" Mama tidak akan marah " Kata Justin tenang.


" tidak,aku tidak mau " kata Laura tegas.


" Lalu kau mau tidur dimana ? kamarnya hanya ada 2 dan semuanya terisi " kata Justin tenang.


Laura diam berpikir sejenak..


" Aku akan tidur disofa " kata Laura cepat.


" Sudah ada bibi " Balas Justin.


Laura kembali diam menatap lelaki itu tajam.


" Sudahlah,aku juga tak bisa menyentuh mu sayang,kaki ku tak akan kuat jika menaiki mu " Kata Justin santai.

__ADS_1


" Apa !" Pekik Laura terbelalak.


" Haha aku hanya bercanda,ayo kemarilah " Kata Justin tertawa pelan.


" Aku tidur dilantai saja kau punya selimut tebal bukan !" kata Laura tersenyum miring.


Justin terdiam lelaki itu ingin menghalang tapi naas Laura sudah membuka lemarinya dan tersenyum cerah menunjuk selimut tebal di lemari atas.


" Ya ya kau menang " kata Justin lesu.


Laura terkekeh dan mengeluarkan barang tersebur lalu menghamparnya di lantai.


" Aku akan mencucinya nanti " kata Laura tersenyum cerah.


" Hm terserah kau saja " kata Justin pasrah.


Lelaki itu mengambil remot dan mematikan lampu.


Seketika ruangan menjadi gelap gulita,Laura yang belum siap pun menggerutu kesal dan menghidupkan lampu nakas.


" Aku tidak bisa tidur dalam terang " Kata Justin tak jadi memejamkan mata.


" Tunggu sebentar,aku belum selesai " Ucap Laura dengan cepat mengambil bantal dan menata di selimut tebal itu.


Justin mengangguk dan memejamkan lagi matanya.


Tekkk....


Suasana langsung gelap gulita hanya diterangi cahaya bulan yang masuk lewat jendela balkon.


Laura mulai memejamkan matanya karna cukup kelelahan mengurus Justin hari ini.


Kebesokan paginya,saat matahari terbit Laura langsung menjalankan aktifasnya seperti biasa.


Art Justin pamit pulang meski Justin belum bangun dari tidurnya.


Sandra pun harus bersiap2 untuk pulang juga ke ibu kota.


" Saya titip Justin sama kamu,tolong rawat dia dengan baik " Ucap Sandra melihat Justin yang masih meringkuk di ranjang.


" Iya Bu,saya akan berusaha " Kata Laura tersenyum kecil.


" Hanya dia harapan kami Laura,Justin segalanya bagi saya dan suami saya " kata Sandra sedih.


Laura hanya diam menatap wanita tua itu tak tega melihat kondisi anaknya.


" Baiklah,saya pamit ya kalian hati2 " Kata Sandra memegang pundak Laura.


" Hati2 dijalan " Ucap Laura pelan.


Sandra mengangguk dan berjalan keluar..


Meski Mama Justin belum menerima Laura tapi wanita itu cukup bersyukur karna Laura berbaik hati mau merawat Justin tanpa pamrih.


Disurat perjanjian Laura tidak meminta bayaran,gadis itu ikhlas menolong,keluarga nya pun menyetujui asal Laura baik2 saja disana.


Seorang gadis yang sangat langka berada dizaman sekarang,tapi karna didikan Laura dari ibu kandung sampai orang tua angkatnya tak pernah hitung tenaga menjadikan Laura sosok malaikat tak bersayap bagi siapa pun yang membutuhkannya.


Setelah kepergian Sandra,Laura mulai berberes didapur membuatkan Justin makanan yang sering ia buat dulu meski sarapan sandwich sudah ada dimeja makan.


Tanpa gadis itu sadari Justin terbangun dari tidur dan berusaha bangkit meski harus jatuh dari ranjang dan kesakitan.


Justin merangkak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karna Justin tau Laura pasti tak akan enak hati memandikannya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2