Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tragedi


__ADS_3

Pulang bekerja Sania dijemput oleh sang Papa yg begitu menyayangi dirinya.


" Maaf Pa,sudah lama nunggu ya ?" tanya Sania melihat kearah lelaki dengan kemeja putih didepan stir.


" Nga ko,udah selesai ?" tanya Serkan balik.


" Hm,apa kita langsung pulang ?" Tanya Sania lagi.


" Kamu mau kemana ?"


" Aku belum mau pulang Pa,gimana kalo kita beli sesuatu ?" Ajak Sania malu2.


" Beli apa ?" tanya Serkan mengernyit.


" Hehe aku ingin dipinggiran jalan gitu Pa,atau kita ketaman ?" Ajak Sania semangat.


Serkan diam memperhatikan gadis ceria disampingnya.


" huuufttt jika Sutar tau dia pasti akan ngomelin kamu " Kata Serkan terkekeh.


" Hah kenapa ?" tanya Sania syok.


" Ya karna kamu main gak ajak dia " Jawab Serkan membenarkan sabuk pengamannnya.


Sania diam sejenak lalu tertawa geli.


" hahah iya juga Pa,pasti marah tuh "


Serkan mengusap kepala gadis itu dan melajukam mobilnya.


Bapak dan anak itu pun melaju memecah jalanan yg cukup padat.


Sania tak banyak bicara lagi,gadis itu begitu tenang menikmati sinar matahari yg menebus ke kaca mobil.


Beberapa menit kemudian mereka sampai disebuah taman yg begitu ramai anak2.


" Jangan main jauh2 " Tegur Serkan melihat Sania bersiap keluar.


" iya Pa " jawab Sania mengangguk.


Keduanya keluar dari mobil,Sania mendekati Serkan dan mengalungkan tangannya dilengan pria dewasa tersebut.


" ehh " Kata Serkan kaget.


" Hehe kali ini boleh ?" tanya Sania memasang wajah lugu.


" Huffttt gatel " Kata Serkan mencubit pipi gadis tersebut.


" hehe Papa ihh " Ucap Sania mengkrucut.


" Ayookkk " Ajak Serkan mulai melangkah.


Sania kembali tersenyum cerah,keduanya menyusuri jalan setapak dengan pemandangan taman yg cukup indah.


" Itu ada pentol,mau ?" tanya Serkan.


" Mau " Jawab Sania cepat.


Serkan mengangguk dan menarik tangan gadis itu mendekati grobak.


Tanpa basa basi pria tersebut mengeluarkn uangnya dan membeli apa yg gadis itu inginkan.


Sania terus tersenyum,hatinya begitu bahagia dimanjakan oleh lelaki yg begitu berjasa dalam hidup.


Gadis kecil yg penuh kekurangan dulu kini tak merasa pahit lagi.


Secangkir pentol sudah terisi penuh,kaki keduanya melangkah lagi menuju tempat lain.


" Duduk disini " Kata Serkan menunjuk kursi taman yg kosong.


" Papa mau kemana ?" tanya Sania mendongak


" Udah tunggu aja " Jawab Serkan


Dengan wajah polos Sania mengangguk pelan dan Serkan pun kembali melangkah.

__ADS_1


Sania tak tau Serkan akan kemana,tapi gadis itu yakin bahwa sang Papa tidak akan pernah meninggalkannya sendirian.


Dari kejauhan Serkan melihat gadis itu duduk diam sambil mencomot makanan yg sudah dibeli.


" Huuufttt gadis itu begitu polos " Gumam Serkan pelan.


" Apa ada laki2 yg tega menyakiti hatinya,dia begitu percaya dengan orang2 disekeliling dia " Ucap Serkan lagi.


Serkan memang sengaja menjauh agar bisa melihat Sania jika berada dikrumunan orang ramai.


" Aku akan membelikannya bunga,aku rasa dia pasti akan sangat menyukainya " ucap Serkan tersenyum tipis.


Bapak 2 anak tersebut pun meninggalkan lokasi dan mencari orang jualan.


Dari arah kejauhan,Sania melihat seorang wanita sedang berjalan mencurigakan.


" Dia kenapa ?" Gumam Sania pelan.


Gadis itu terus memperhatikan ibu2 muda tersebut dengan gerak gerik aneh.


" Numpang duduk " Ucap wanita dengan jaket hijau lusuh.


" Iya Bu " balas Sania sopan.


Sania menggeser bokongnya dan memberi tempat wanita itu untuk duduk disampingnya.


" Mau Bu ?" tanya Sania menawarkan pentol.


Ibu itu menggeleng pelan dengan wajah anehnya.


Sania tersenyum tipis dan kembali makan.


" Papa mana ya ?" Gumam Sania melihat kiri kanan.


Suara sirine mobil polisi dan ambulance terdengar.


Para pengunjung dibuat panik dan bingung dengan ramainya para polisi yg turun.


" ada apa ??" tanya Sania ikut bingung.


Wanita disamping Sania juga panik dan langsung pucat.


Sania melotot dan kebingungan sendiri.


" Ada apa ?" tanya Sania makin panik.


Gadis itu melihat wanita disebelahnya dan seketika melotot saat wanita tersebut membuka jaket dan melihat banyaknya Bom yg menempel dikaos.


" Lariiiiiiiiiiii " Teriak Polisi ingin menjangkau Sania.


Sania seketika berlari dan Buaaaaaarrrrrrrrrrr.....


Taman tersebut seketika meledak dan Sania terpental cukup jauh.


Hening sesaat....


Beberapa detik kemudian suara tangis anak2 terdengar.


" Ada apa ?" tanya Serkan yg berada didalam toko bunga yg cukup jauh dari taman.


Suara hiruk pikuk terdengar ramai diluar membuat lelaki itu keluar dengan cepat sambil memegang seikat mawar putih yg cantik.


" ada Bom bunuh diri " Pekik orang2 dijalanan.


" Apa !" Ucap Serkan syok.


" Di taman,Bom bunuh dirinya ditaman " Kata bapak2 dengan setelan gojek.


" Taman ?" ulang Serkan melotot.


Taman yg tadinya ramai dengan keceriaan kini keluar dengan tangisan anak2 yg ketakutan.


" Ya Tuhan anak ku " ucap Serkan seketika lemas.


Bunga putih ditangan pria itu seketika terlepas dan kakinya langsung berlari.

__ADS_1


" Pak jangan !" Larang pemilik toko yg berdiri bersama Serkan.


Serkan diam dengan mata yg sulit dimengerti.


" Jangan kesana Pak,nanti ada bom susulan " ucap pria itu masih menahan.


Serkan mengibas tangannya dan seketika berlari tanpa pikir panjang.


" Sania " Ucap Serkan dalam hati.


Pria itu terus melangkah menabrak orang2 yg keluar dari area taman seperti mabuk.


" Sania dimana kamu Nak " Ucap Serkan gemetar.


Maniknya celingak celinguk mencari gadis yg ia sayangi tersebut.


" Pak,mau kemana ?" Tahan seorang polisi yg langsung berjaga dilokasi.


" Anak saya dimana ?" tanya Serkan.


" Anak bapak berada disini ?" tanya Polisi kaget.


" ya dia duduk ditaman ini " Jawab Serkan menoleh.


Glek...


Polisi menelan ludah kasar,apalagi melihat raut Serkan yg sulit diterjemah.


Tidak menerima jawaban,Serkan kembali berlari dan menuju tempat dimana anak angkatnya duduk tadi.


" Ya Tuhannn " Ucap Serkan seketika jatuh ketanah.


Beberapa mayat tergeletak tak jauh dari tempat duduk Sania dan kursi tersebut hancur berantakan.


" Harap mundur,ini bahaya " ucap polisi menegur Serkan.


" Sania " Ucap Serkan masih terduduk lemas.


" Apa anak anda menjadi korban ?" tanya polisi tersebut menduga.


" Dia duduk disana " Jawab serkan menunjuk dengan gemetar.


Polisi melihat dan seketika diam.


" Ada Bom bunuh diri disini dan tepat dikursi itu " Ucap Polisi hati2.


Serkan memejamkan matanya dan menjambak rambut tebalnya sendiri.


" I itu siapa ?" Tanya Serkan menunjuk mayat yg tak berbentuk.


" Pelaku " Jawab polisi.


" Bearti gadis tadi...?" Ucap polisi menggantung.


" Dia masih duduk disana ?" tanya Serkan menoleh.


" Sempat berlari tap....." Jawab Polisi menggantung.


Brughh....


Serkan melemah seketika.


Para petugas ambulance berdatangan dan langsung mengevakuasi para korban.


" Ayo kerumah sakit " Ucap Polisi mencoba menenangkan.


" Sania " Lirih Serkan sendu.


" Ayo Pak,mungkin dia masih selamat " Kata Polisi mengangkat tubuh Serkan.


Serkan masih diam,pria itu pun digotong oleh 2 orang polisi yg merasa iba.


Suara mobil ambulance menggema dijalanan,pria dengan penuh cinta tersebut menjatuhkan air matanya pertama kali untuk sang anak angkat.


❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys,maaf banget baru update sekaranggg....


Mohon dukungannya ya,jangan lupa terus Vote,like dan coment🥰


__ADS_2