Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Saudara


__ADS_3

David bekerja seperti biasa,dirinya berusaha sekeras mungkin melupakan rasa kecewa mendalam dihatinya.


" Lo kenapa ?" Tanya Rehan bingung melihat wajah David pucat.


" Ngak papa,cuma ngak enak badan dikit " Kata David tersenyum.


" Udah makan ?"


" Belum,gue ngak selera " Kata David tersenyum simpul.


" Ngak bisa,lo harus makan dulu " Kata Rehan menarik tangan pria itu.


David hanya mengikut saja karna badannya memang lemas belum makan semalamam.


" Nih makan " Kata Rehan menyodorkan tempat nasinya.


" Tapi ini kan makan siang lo " Kata David terkejut.


" Udah ambil aja,ntar gue beli " Kata Rehan tersenyum dan membuka kotak makan sederhana itu.


Didalam kotak itu ada nasi putih,sayur kangkung diplastik dan telur dadar.


David merasa hati nya teriris2 melihat menu disana,ternyata bukan dirinya saja yang kekurangan tapi Rehan sahabatnya juga bernasib sama.


" Em sorry ya lauknya ngak menggugah selera ya ?" Tanya Rehan menggaruk tengkuknya malu.


" Ngak kok,gue cuma sedih aja sama nasib kita berdua " Kata David jujur.


Rehan menepuk pelan pundak pria itu dan memberikan senyum termanis nya.


" Ini sudah garis takdir kita,ngak usah sedih kita masih dikasih badan sehat sama tulang kuat aja udah bersyukur banget sama Tuhan,kita bisa kerja cari nafkah untuk keluarga " Kata Rehan tersenyum.


David mengangguk pelan dan ikut tersenyum merangkul sahabatnya.


" Makasih ya lo udah mau jadi temen gue " Kata David pelan.


" Iyaaa sesama orang miskin duit kita ngak boleh sombong " Kata Rehan mencoba melawak.


David tertawa renyah dan mengangguk setuju.


David pun mengambil kotak makan itu dan mulai memakan isi didalamnya.


Rehan menatap sahabatnya itu dengan iba,dirinya tak bisa membayangkan hidup sebatang kara seperti David.


Setelah selesai makan dan tenaga David mulai terisi,mereka kembali bekerja giat mencari pundi2 rupiah.


Didalam rumah,Cila sedang sibuk menghubungi Siti memberitau bahwa dirinya tak bisa datang hari ini.


" Maaf ya Bu,hari ini kita libur dulu karna saya lagi ngak enak badan " Kata Cila berbohong.


" Iya ngak papa Non,saya juga kebetulan hari ini ada orang nganter baju buat dicuci " Kata Siti diseberang.


" Alhamdulillah,besok insya Allah saya masuk lagi Bu "


" Iya Non,cepat sembuh ya "


" Iya makasih "


Panggilan pun terputus,Cila menghela nafas merasa sesak tak hilang2 dari rongga dada nya.


" Ya Tuhan maafkan hamba yang telah berbuat dosa ini " Gumam Cila menadahkan tangannya miminta ampunan kepada Rabbnya.


" Huuufffttttt,aku harus selesaikan masalah ini secepatnya agar pernikahan aku selamat " Gumam Cila semangat.

__ADS_1


" Assalamualaikum " Salam seseorang dari luar.


Cila kaget dan langsung keluar kamar.


" Waalaikum salam "


" Zaiiivaaaaaa " Pekik Cila terkejut melihat seorang gadis mungil berhijab panjang tersenyum cerah di depan pintu.


" Halo Ontyyyy " Sapa Zaiva hangat.


" Hay sayang ayo masuk " Kata Cila menggendong anak itu.


" Aku ngak disapa nih ?" Tegur Clara mengkrucut kesal.


" Hehe,udah emak nya kan bisa jalan sendiri,apa mau aku gendong juga ?" Goda Cila tertawa renyah.


Pletak...


Clara menyentil kening Cila dengan kesal.


" Aduhh Mama kamu ini jahat banget sih,sakit nih kepala onty " Adu Cila kepada Zaiva.


" Hehe,emang akhir2 ini emang lagi galak Onty,Papa aja disuruh tidur diluar kemarin " Adu Zaiva.


Rendi dan Clara melotot kaget,begitu pun Cila ikut terkejut.


" Hehehe Iva harus jujur kan Paa " Kata Zaiva cengengesan kepada Rendi.


" Hemmm " Jawab Rendi malu kepada Cila.


" Anak ini bener2 ya,bongkar aib aja kerjaan nya " Batin Rendi gemas.


Pria itu mencolek pinggang Clara yang memasang wajah garang..


Cila terkekeh pelan dan membiarkan sepasang suami istri itu berdebat.


Terlihat Rendi sangat takut dengan istri kecil nya itu.


" Emang gitu Onty kalo Papa dirumah tuh ya kayak anak kucing,takut banget sama Mama yang sering berubah jadi Mama singa " Kata Zaiva polos..


" Masag sih sayangg ?" Tanya Cila


" Iya Onty,liat tuh Papa pasang wajah lugu terus " Kata Zaiva menunjuk Rendi yang menunduk di omeli Clara.


" Memang nya Papa kamu bikin salah apa ?" Tanya Cila penasaran.


" Em Papa hampir bikin dapur Mama meledak Onty,terus Papa pecahin toples yang baru Mama beli sama Bunda Nisa " Kata Zaiva mengingat ingat kesalahan Papa nya.


Cila menganga lebar tak percaya..


" Beneran kamu ?


" Iya Onty,Mama sampe hampir pingsan liat api udah gede di dapur " Cerita Zaiva menggebu gebu.


Cila bukannya iba malah tertawa melihat gadis soleha itu berbicara.


" Udah2,ngak usah kisah aib Papa kamu terus " Kata Clara menegur anak itu.


Zaiva cengengesan dan langsung mangkatupkan mulut nya.


" Kok kesini ngak ngabarin ?" Tanya Cila.


" Iya,Bang Rendi ada kerjaan disini,jadi sekalian mampir gitu "

__ADS_1


" Nemu alamatnya dari mana ?


" Kak Reno " Kata Clara tersenyum melihat2 isi rumah Cila.


" Em suami kamu mana ?" Tanya Rendi mendekati mereka ber3.


" Kerja Bang " Kata Cila menunduk.


" Kamu kenapa ?" Tanya Clara terkejut melihat raut wajah Cila berubah sendu.


" Clara " Panggil Cila langsung memeluk perempuan itu.


Cila langsung menangis tersedu sedu mengingat hubungannya dan David sedang tak baik2 saja.


Rendi membawa Zaiva keluar membiarkan 2 saudra itu mencurahkan isi hati nya.


" Kenapa ? cerita sama aku" Titah Clara lembut.


" Aku aku mengecewakan Mas David La huhu "


" Maksud nya gimana ?" Tanya Clara bingung.


Cila menceritakan semua nya kepada Clara,tentang pertemuannya dengan Bryan dan olshop yang dia buka tanpa sepengetahuan pria itu.


" Kenapa kamu melakukan itu ?" Tanya Clara terkejut.


" Aku hanya bertemu sebentar dengan Kak Bryan,karna dia butuh teman untuk cerita "


" Lalu kenapa kamu ngak cerita juga sama David ?"


" Aku tak bisa menjelaskan nya karna Mas David sangat marah dan pergi dari rumah huhuhu."


Clara menghela nafas mengusap lembut kepada saudranya.


" Apa yang harus aku lakukan La,Mas David mau melepaskan aku,aku ngak mau cere sama Mas David huhuhu " Kata Cila menangis terisak.


" Kamu yang tenang ya,David pria yang baik,aku kan udah bilang sama kamu David itu sebatang kara,dia ngak punya siapun yang dapat dia percaya,kamu kan juga denger semua penjelasan tentang suami kamu dari Kak Reno " Kata Clara pelan.


" Iya,tapi aku mematahkan kepercayaan nya,aku mengecewakan suami ku La hiks hiks."


" Selesaikan masalah kalian baik2,jelaskan semuanya dari awal sebelum semua nya terlambat,karna David itu pria nekad " Kata Clara memberitahu.


" Aku ngak mau pisah sama Mas David La,bantu aku La." Kata Cila memegang tangan Clara.


" Ini masalah rumah tangga kamu,jadi jangan libatkan siapapun,selesaikan masalah kalian berdua dengan kepala dingin,aku yakin kamu bisa,dan satu lagi jangan meminta bantuan Ayah atau Kak Reno,karna kamu tau sendiri mereka bagaimana." Kata Clara tegas.


Cila mengangguk patuh dan kembali memeluk saudaranya.


Karna Rendi masih banyak kerjaan Clara pun terpaksa harus ikut dengan suami nya meninggalkan Cila yang masih bersedih hati.


" Kamu bisa,aku yakin aku dulu pernah salah paham dengan Bang Rendi,dan itu fatal banget,tapi aku berusaha mempertahankan rumah tangga aku,hingga akhirnya aku berhasil,dan kamu juga pasti akan berhasil jika kamu bersungguh2,David pria yang baik Cila,dia pria bertanggung jawab,berjuanglah " Kata Clara membisiki Cila saat mereka berpelukan.


Rendi dan Zaiva tersenyum hangat meski tak tau ada masalah apa dengan mereka berdua.


" Kami pergi dulu,Assalamualaikum " Kata Clara tersenyum hangat.


" Waalaikum salam " jawab Cila tersenyum lirih.


Keluarga kecil itu pun masuk kedalam mobil yang baru berapa bulan Rendi beli dengan kerja kerasnya,mereka membawa mobil dari rumah, karna Rendi tak mau Clara kecapean dijalan,apalagi Clara saat ini sedang mengandung buah hati mereka yang kedua meski baru masuk bulan ke3.


❤❤❤


Hay guyssss jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT.

__ADS_1


Biar author semangat Up.


__ADS_2