
Setelah mereka turun dari pesawat,Justin langsung menarik tangan Laura mengikutinya.
" Eh eh mau kemana ?" Pekik Laura mengibaskan tangannya.
" Ikut aku !" Kata Justin dingin.
" Ngak,aku ngak mau ikut kamu !" kata Laura mundur.
" Jangan membuat aku marah Laura,ikut sekarang " Kata Justin pelan penuh ancaman.
Laura menggeleng dan celingak celinguk ingin mencari bantuan.
" Aku akan membunuh keluarga mu jika berani berteriak !" Ancam Justin.
Deg...
Laura terdiam dan terbelalak mendengar ancaman mau Justin.
" Jangan " Kata Laura menggeleng cepat.
" Ikut aku sekarang jika ingin keluarga mu selamat,atau aku tidak segan2 membunuh mereka " Kata Justin melototkan matanya.
Laura menelan ludah kasar mendongak menatap wajah geram pria itu.
" Jangan sakiti mereka " Mohon Laura berkaca kaca.
Justin mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu ke Laura.
" Apa ini ?" Tanya Laura bingung.
" Ini adalah data rahasia pabrik Papa mu,aku bisa saja langsung menghancurkan usaha orang tua mu jika aku mau " Kata Justin santai.
Laura terbelalak dan merebut ponsel pria itu,Justin memberinya dan bersedekap dada melihat Laura panik.
Sesekali pria itu melihat sekitar yang cukup ramai.
" Papa !" Pekik Laura melotot sempurna melihat foto David sedang berada diruang meeting bersama seorang pria yang tidak ia kenali.
" Apa ini,kamu apakan Papa ku !" Pekik Laura melempar hape pria itu.
Justin berhasil menangkapnya dan menaruh dikantong jas yang ia pakai.
" Jangan main2 sama aku Laura,kamu harus menurut jika ingin keluarga mu selamat !" Kata Justin dengan emosi tertahan.
" Kamu penjahat Kak !" teriak Laura keras.
Justin melotot dan langsung membekap mulut gadis itu.
" Jangan berisik !" Titah Justin mendesis.
Laura mulai menangis,gadis itu tak menyangka Justin yang ia kenal kini sudah berubah.
" Aku mohon Laura,menurutlah " Bisik Justin lembut.
Laura semakin terisak,hatinya kembali sakit.
Gadis itu kembali masuk kelubang kegelapan.
" Ayo ikut aku sayang,kamu akan selamat " Ajak Justin melepaskan tangannya di mulut Laura.
Laura menunduk dalam dengan air mata yang terus menetes.
Justin menghela nafas dan menarik tangan Laura menjauh dari sana.
Laura hanya diam menurut,gadis polos itu tak tau harus bagaimana lagi sekarang,jika ingin kabur pun Laura tak tau harus kemana karna ia juga baru pertama kali datang ke kota itu.
Justin membawa Laura ke rest area,pria itu harus bergerak cepat karna waktunya tak lama.
" Duduk disini " Kata Justin menarik kursi.
Laura diam dan menurut,Justin sedikit menampakkan senyum kecilnya melihat wajah lugu sang kekasih.
" Tunggu disini,aku akan memesankan kamu minuman " Kata Justin pelan seraya mengusap kepala Laura.
Gadis itu diam tak menjawab.
Pria itu berjalan menuju tempat memesan,Laura menatap pria itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Apa aku harus ikut Kak Justin pergi dari sini ? jika aku menolak,Kak Justin tidak akan tinggal diam,dia akan mencelakai Papa,dan jika itu terjadi Mama dan Vero pasti akan sangat sedih,aku tidak ingin mereka terluka.
Apa yang harus aku lakukan ?" Batin Laura menatap punggung Justin yang gagah.
Gadis itu berperang dengan isi kepalanya sendiri,Laura sangat prustasi apalagi tadi ia melihat foto Cila sedang dipasar dan juga Vero yang sedang duduk diteras rumah,foto itu baru karna Cila dan Vero memakai baju yang sama saat ia masih dirumah tadi.
" Minumlah,aku akan sedikit sibuk " Kata Justin memberi gelas minum terisi penuh didepan gadis itu.
Laura diam menatap wajah serius pria yang mengancamnya tadi.
__ADS_1
" Jangan menatap ku seperti itu " kata Justin dingin seraya memainkan ponselnya.
Laura menunduk dalam.
Justin terlihat cuek,pria itu berselancar dengan ponselnya,ntah apa yang dilakukan Justin Laura pun tak tau.
Tak lama,Justin bangkit merapikan setelan jasnya dan menadahkan tangan.
" Ayo berangkat " Ajak Justin tegas.
Laura mendongak dan menatap pria itu aneh.
" Berangkat kemana ?" Tanya Laura polos
" Amerika " Kata Justin tenang.
" Hah ! am am merika ?" Tanya Laura terbelalak.
" Iya,kita akan tinggal disana " kata Justin menatap wajah syok gadis itu.
Laura menelan ludah kasar dengan jantung berdegub kencang.
" Kam mu tau kan Amerika itu jauh " kata Laura polos.
Justin tersenyum kecil dan mengangguk lemah.
" Aku tidak mungkin kesana " Kata Laura ketakutan.
" Mungkin,jika kamu bersama ku " kata Justin tegas.
Laura menggeleng cepat dan bangkit dari duduknya.
" Aku mau pulang aja !" kata Laura bergegas mengambil kopernya.
Justin terkejut dan menarik tangan gadis itu.
" Jangan membantah ku Laura !" Bentak Justin tertahan.
" Aku tidak mau Kak,kamu gila !" kata Laura tajam.
" Aku ngak mau kesana,itu bukan tempat ku !" Kata Laura geram menantang lelaki itu.
Justin mencengkram dagu gadis itu menghadapnya.
" Jangan membantah !" kata Justin berdesis.
" Aku tak perduli,aku tak mau ikut !" kata Laura susah payah.
Laura terlihat kesakitan memegang dagunya menghadap lelaki itu.
" Pergi lah " Usir Justin.
" Iya,aku akan pergi " Kata Laura sedikit ngeri.
" Selangkah kamu berjalan,maka mayat Ibu mu akan tergeletak didepan rumah saat ini " Kata Justin dingin.
Jeddeerrrr...
Laura yang ingin melangkah pun langsung tersentak kaget dan menoleh kebelakang.
" A a apa ?" Tanya Laura hampir runtuh.
Justin menampilkan vidio kepada Laura.
Laura melotot sempurna melihat Cila diikat dengan tali dan mata nya di tutup dengan kain hitam.
" Mama " Gumam Laura terkejut bukan main.
" Aku tidak pernah main2 dengan ucapan ku Laura " kata Justin tajam.
" Lepaskan Mama Kak,aku mohon " kata Laura memegang tangan pria itu.
" Aku akan melepaskan keluarga mu jika kamu ikut dengan ku sekarang " Kata Justin tenang.
" Iya aku akan ikut dengan mu,tapi aku mohon lepaskan mereka jangan sakiti keluarga ku aku mohon !" Kata Laura berderai air mata.
Justin tersenyum dan menghapus air mata gadis itu dengan lembut..
" Baiklah sayang,ayo kita pergi " kata Justin lembut.
" Lepaskan Mama dulu " Kata Laura terus menangis
Justin mengangguk dan menelpon anak buahnya.
" Lepaskan wanita itu " Titah Justin tegas.
Tut.
__ADS_1
Panggilan terputus sepihak.
" Sudah selesai " kata Justin mengangkat tangannya.
Laura mendongak menatap wajah pria itu,Laura tak tau apa yang ada dipikiran Justin saat ini.
Justin tak mau membawa Laura dengan kekerasan,pria itu ingin bermain2 sedikit agar Laura mau secara suka rela ikut dengan nya.
Laura menghela nafas panjang dan mengangguk lemah.
" Maafkan Laura Ma,Pa,Laura akan pergi jauh dari kalian,Laura menyayangi kalian,aku harap kalian baik2 saja,maafkan Laura hiks " Batin Laura menangis pilu.
" Waktu kita tidak lama " Kata Justin berubah dingin.
Laura mengangguk lemah dan berjalan mengikuti langkah lebar pria itu.
Ditempat lain,seorang wanita terlihat berusaha membuka ikatan talinya,Cila bingung kenapa dirinya di culik saat akan mencari angkot.
" Kenapa kalian menculik saya hah !" Bentak Cila emosi saat para penculik itu membuka lakban dimulutnya.
" Anda bebas " Kata pria berbadan tegap itu tenang.
" Siapa yang menyuruh kalian,saya akan laporkan kalian ke polisi !" Ancam Cila menggebu..
" Lakukan saja jika anda ingin melihat mayat putra anda " Kata penculik santai.
Cila terbelalak kaget dan langsung merogoh tasnya mencari hape.
" Jangan melakukan tindakan bodoh wanita tua " Ucap lelaki itu merebut hape Cila.
" Sialan,aku masih muda !" Umpat Cila tak terima.
" Heh terserah,ayo ikut saya akan mengantarkan kamu pulang " Kata penculik itu menarik tangan Cila.
" Hah,pulang ?" Pekik Cila kaget.
" Ya,,kau mau selamanya tinggal disini ?" Tanya Lelaki itu garang.
Cila melihat sekitar dan langsung merinding ketakutan melihat bangkai manusia dan hewan ada disana..
Wanita itu menggeleng cepat memasang wajah takut.
" Menyusahkan !" Kata lelaki itu kesal.
" Sudah tau menyusahkan,kenapa kamu malah menculik saya !" Sahut Laura kesal.
Penculik itu diam denganlangkah lebar mereka pun keluar dari sana,Cila langsung berlari mengejar lelaki tersebut dan tak lupa membawa belanjaannya.
Cila naik kedalam mobil dan diantar pulang,wanita itu sangat terkejut dan tak habis pikir mengapa dirinya bertemu dengan penculik aneh seperti pria tersebut.
" Siapa yang menyuruh mu ?" Tanya Cila takut2.
Si pria tak menjawab dan fokus mengemudi.
" Apa aku tidak boleh melaporkan kamu ke polisi ?" Tanya wanita itu polos.
" kamu mau mati atau diam !" Kata lelaki itu gemas.
" Eh,i iya aku diam,tapi tolong jangan sakiti anak dan suami ku " kata Cila ketakutan.
Pria tersebut diam kembali,tak lama mereka pun sampai didepan rumah Cila.
Wanita itu kembali terkejut karna pria tersebut tau rumahnya.
" Turunlah,anak mu sudah menunggu " Kata pria garang itu menatap aneh Cila yang juga memperhatikannya.
Cila tersentak dan menolèh kedepan terlihat Vero mengernyit dengan obeng ditangan sedang memperbaiki motor.
" Kamu berbohong !" Kata Cila kesal kepada pria itu.
" Apa perlu aku membuktikannya sekarang ?" Tanya lelaki itu santai.
" Eh jangan " kata Cila melotot,detik berikutnya wanita itu langsung turun dengan cepat.
Pria asing tersebut langsung menancap gas keluar dari pekarangan rumah Cila.
" Mama sama siapa ?" tanya Vero mendekat melihat Cila melongo.
" Eh kamu ngak papa ?" tanya Cila kepada anaknya.
" Ngak,aku baik2 aja,itu siapa ?" tanya Vero lagi.
" Uh untung lah,itu penculik " Kata Cila menghela nafas.
" Hah penculik !" Kata Vero terbelalak.
" Iya,ayo masuk " Ajak Cila menarik tangan anaknya sambil celingak celinguk melihat apakah ada yang mengintai mereka atau tidak..
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya