Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Panggilan


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian,kehidupan Hani dan Vero berjalan lancar.


Hani berusaha melepaskan semua rasa sakitnya mencintai lelaki yg dulu begitu mendambakan dirinya.


Hani tak tau harus berbuat apalagi,Vero begitu dingin tak tersentuh.


Ia berusaha tegar dan mencoba tetap tenang seperti biasanya.


" Hani " Panggil seorang lelaki.


Hani yg sedang menunggu angkot menoleh kesamping dan mendapati sahabatnya berlari dengan nafas ngos2an.


" Kamu terlambat " Ucap Hani datar.


" Iya Han,aku ketiduran " Jawab Reka menyeka keringatnya.


" Angkot belum datang ya ?" tanya Reka.


" Belum nih dah dari tadi nungguin " jawab Hani lesu.


" Huh motor aku gak hidup lagi,kita hampir telat nih " ucap Reka melihat jam.


Hani mengangguk,ia sudah menunggu dari 10 menit lalu tapi tanda2 angkot belum juga hadir.


" Gimana kalo kita jalan dulu,mungkin dijalan sana angkotnya ada " ajak Reka mmeberi solusi.


" Boleh,disini juga udah panas " Kata Hani melihat matahari pagi.


Reka mengangguk,keduanya pun berjalan beriringan menyusuri tapak pejalan kaki.


Ditempat lain,seorang pria terlihat tenang menikmati sarapan paginya.


Seperti biasa tak ada drama yg menghebohkan karna Cila sudah punya pekerjaan baru yaitu mengurusi para anak didik dikandang kesayangan.


" Papa gak kerja ?" tanya Vero melihat David masih berleha2.


" Gak,mau nemenin nyonya shoping " Jawab David seraya menggigit gorengan keras sisa semalam.


" Ck ngabisin duit " cibir Vero.


" Daripada kamu cari duit tapi gak ada yg ngabisin !" Celetuk seseorang dari belakang.


Vero menoleh dan mendapati ibunya berjalan mendekat seraya mengepit bakul berisi telur diketek.


" Waah banyak banget Ma " Kata David takjub akan hasil istrinya.


" Ya dong,sapa dulu yg urus " kata Cila bangga.


" Hehe Mama dong,kalo Vero yg urus yg ada jadi ayam goyeng " Kata David terkekeh.


" Nih ayam goyeng " Kata Cila menunjukkan gepalan tangannya.


Vero berdecak kesal,pasangan itu sangat hoby mengkritik orang lain meski nyatanya ayam Cila memang ia jadikan steak dan kawan2.


David tertawa geli dan kembali melanjutkan makannya yg tertunda.


Tak banyak berubah,pasangan itu masih sederhana seperti saat mereka baru menikah.


Makanan sisa semalam pun tak dibuang jika masih layak makan,bukan tak mampu beli tapi David tau arti seonggok makanan karna ia sudah merasakan asam pahit kehidupan.


Bahkan nasi sisa pun tak menjadi sampah lantaran Cila selalu memberikan kepada anak didiknya dikandang yg selalu kelaparan.


" Kamu gak kerja Vero ?" tanya Cila mulai menghitung telur ayam dan bebek.


" Kerja " Jawab Vero datar.


" Terus kenapa masih dirumah ?" tanya Cila menoleh.

__ADS_1


" Ya isi perut dulu lah Ma " jawab Vero kesal.


" Terus habis isi perut ?" Tanya Cila lagi.


" Baru cari duit buat isi perut " Jawab Vero gemas.


" Hahaha anak pintar " kata Cila tertawa ngakak.


David ikut tertawa,Cila sangat hoby menjahili sang putra yg mudah emosian.


" Dah ah aku berangkat dulu " Kata Vero bangkit.


" Nanti siang jangan lupa temuin Mama dan Papa direstoran " Kata Cila mengingatkan.


" Iya iya " Jawab Vero malas.


Lelaki itu berjalan keluar meninggalkan orang tua gesreknya.


" Pa nanti temenin Umi beliin bh baru ya " Kata Cila mengedipkan sebelah matanya.


" Idihh Umi geli banget " Kata David merinding.


" Ck kan gak ada Vero yg dengar,kalo dia dengar bisa dihujat sekabupaten " Kata Cila terkekeh.


" Geli Ma,gak cocok jadi Umi " Kata David ngeri.


" Ck,kan aku wanita solehot " Balas Cila mengkrucut.


" Iya iya Umi " Kata David mengalah.


Cila terkekik geli,wanita itu menaruh bakul dan Deg...


Seketika maniknya melotot melihat sang putra berdiri didepan tabir dapur dengan wajah berbeda..


" U umi ??" Ulang Vero melongo.


" Papa panggil Mama Umi ?" Ulang Vero menelan ludah kasar.


" Aduhhh " Kata David menepuk wajah malu.


" Iya emangnya kenapa ?" tanya Cila berkacak pinggang.


" Ueeekkkkkkkkk,gak cocokkkkkk " Kata Vero mual.


" Ck sialan nih anak " Gumam Cila merasa malu.


" Ganti2,jangan bikin malu deh sama panggilan kayak gitu " kata Vero tak sanggup.


" Ya terserah kita dong mau panggilan sayangnya apa,kenapa kamu yg sewot " kata Cila kesal.


" Aku geliii Maaaaa,Umii aduhhh gak banget " Kata Vero merinding seketika.


Cila melihat David,pria itu bukannya membela malah bangkit dan berjalan keluar mencari aman.


" Ppaaaaa belain Umi napa " Kata Cila merengek.


" Gakkk ikutan " Kata David melesat kabur.


Vero yg melihat wajah malu Papanya menahan senyum,apalagi Cila sudah memasang wajah kesal yg meledak2 dicampur malu sekebon.


" Ganti ya gak cocok jadi Umi,cocoknya jadi Emak aja atau Mbok hahahahah " Kata Vero tertawa ngakak.


" Apa kamu bilaanggg " Teriak Cila menggelegar.


" Paaaaaaaaaaaa " Teriak Vero berlari memanggil David.


Cila terlihat begitu kesal,ia kalah telak oleh putranya sendiri.

__ADS_1


" Apa salahnya panggil Umi ? kan bagus kedengeran sama orang " Gumam Cila mencoba berpikir keras.


Wanita itu melihat penampilannya,biasanya seorang Umi berpakaian gamis panjang dengan hijab panjang juga,tapi oufit wanita itu berbeda.


Cila hanya mengenakan daster yg diikat lagi dengan kain,ditambah rambut cepol khas emak2 jaman doloe.


" Haissttt aku gak perduli,pokoknya aku harus dipanggil Umi titik !" Ucap Cila tegas.


Wanita itu berjalan cepat kedepan meminta anak dan suaminya mengganti panggilan..


Ditrotoar,sudah setengah jam menunggu tapi angkot belum juga sampai.


Reka sudah mengapar dipinggir jalan dan Hani masih melihat2 dari kejauhan.


" Duhhh dah telat banget nih Rek " Kata Hani lesu.


" Iya Han,ya udah lah gak papa " Jawab Reka ikut lesu.


" Jadi ini kita kerja atau gak ?" Tanya Hani.


" Kayaknya gak aja deh,angkotnya pada libur apa gimana sih kenapa gak ada satupun yg lewat ?" Tanya Reka heran.


" Iya aku juga bingung,kalo naik taksi kemahalan " Kata Hani menghela nafas.


Reka mengangguk setuju..


Ini akhir bulan,uang kedua remaja beranjak dewasa itu tak cukup jika harus membayar taksi yg harganya 2x lipat dari angkot.


Mereka harus bisa berhemat agar makan dan minum terpenuhi.


Reka bangun dan menepuk bahu Hani lembut.


" Ya udah,yuk balik ke kost aja " ajak Reka tersenyum..


" Iya,tapi nanti dimarahin bos gak ya kita gak masuk dua2nya ?" tanya Hani khawatir.


" Ya gimana kalo gak ada angkot,kita gak mungkin jalan kesana " Jawab Reka.


Hani mengangguk mengiyakan,dengan sangat terpaksa keduanya pun balik pulang.


" Ke kost aku aja ya perbaikin motor " Ajak Reka semangat


" Iya Rek,sejak motor kamu rusak kita susah berangkat kerja " Balas Hani terkekeh.


" Haha iya " Kata Reka menggaruk kepala.


Keduanya terus menyusuri jalanan kota yg ramai akan pemotor dan mobil pribadi.


" Itu seperti Hani " Ucap seseorang didalam mobil.


Pria dengan setelan jas kerja rapi tersebut mengernyit melihat pejalan kaki yg asik bercengkrama dengan lawan jenisnya.


" Ya itu Hani,dia mau kemana ?" Ucap Lelaki itu bingung.


Dengan cepat si pria menghentikan mobilnya dan parkir pinggir jalan.


" Haniiiiii " Panggil pria itu turun dari mobil.


Hani yg merasa ada yg menyebut namanya langsung berbalik badan.


" Kakak " Ucap Hani kaget.


❤❤❤❤❤


Hay Guyss author kembali nih mau lanjutin kisah,yuk pada mampir dan pantengin...


Jangan lupa bantu Vote,Like,Coment juga yg banyak ya biar author semangatt

__ADS_1


__ADS_2