Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sekolah


__ADS_3

Hubungan Cila dan Vero sedikit merenggang,Cila kini tak banyak bicara begitu pun Vero.


Keduanya sama2 diam jika saling berhadapan,seperti malam ini Vero pulang kerja langsung mandi dan bersiap siap.


Cila yang sudah memasak mengintip anak bujangnya yang sedang menyisir rambut dilemari depan.


Laura dan Justin sudah pindah pagi tadi,pasangan itu akan mulai tinggal dirumah baru yang Justin beli dengan uang dari usaha Ayahnya.


Abraham pun ikut pindah karna hanya Justin tempat ia kembali.


" Ma " panggil David keluar kamar.


Pria itu terdiam melihat Cila layaknya seorang pencuri bersembunyi dibalik tabir.


Pria itu mendekat dan ikut mengintip membuat Cila kaget.


" Mas !" Kata Cila kesal.


" Kamu ngapain ngintip Vero ?" Tanya David heran.


" Hah siapa yang ngintip Vero,orang lagi bersihin tabir " Kata Cila mengelak seraya mengusap usap tabir rumahnya.


David terkekeh,lelaki itu bukan anak kecil yang bisa dikibuli.


" Ayo makan,udah laper " Ajak David berjalan duluan.


" Iya " Jawab Cila mengekori suaminya.


Vero masih menata rambutnya dengan hati2,malam ini lelaki itu akan makan bersama dengan Hani dikontrakan karna Hani sudah berjanji akan membuat menu kesukaannya.


" Hmm gue ternyata ganteng banget,pantesan Hani kelepek2 " Gumam Vero bangga dengan bentuk badannya.


Lelaki itu terkekeh sendiri dan berjalan kedapur dengan riang untuk melancarkan tenggorokannya yang sudah kering.


Saat masuk dapur,terlihat David sedang dilayani dengan Cila mengambil nasi serta lauk dipiring lelaki itu.


" Mau kemana ? tumben pake jeans ?" tanya David melihat penampilan anaknya.


" Hehe mau dinner Pa " Jawab Vero semangat.


" Diner ? sama siapa ?" tanya David terkejut.


" Ya sama calon istri hehe " Jawab Vero malu.


" Loh bukannya kamu jomblo ?" tanya David polos.


Vero mengkrucut lelaki itu secara tidak langsung mematahkan harga dirinya sebagai pria tampan.


" Hehe,kan kamu gak pernah lagi bawa cewek kerumah " kata David menggaruk kepala malu.


" Sekarang udah ada Pa,restuin ya " Kata Vero terkekeh.


Cila yang sedang mengambil sayur terdiam melirik anaknya.


Vero melihat kearah lain membuat David heran.


Wanita itu menghela nafas pelan dan kembali mengambil sayur.


" Mana ? kok Papa gak pernah liat ?" tanya David polos.


" Restuin dulu baru aku kasih liat " Kata Vero berharap.


" Ya mana bisa lah,masa iya beli kucing dalam karung " Kata David terkekeh.


" Papa pasti suka sama pilihan aku " kata Vero yakin.


David mengangkat bahu acuh.


" Kamu tau Yank Vero punya pacar ?" Tanya David kepada istri montoknya.

__ADS_1


Cila diam tak menjawab.


" Yank " Panggil David.


" Gak tau " Jawab Cila ketus.


David mengernyit mendengar jawaban wanita itu.


Vero mendengus kesal,Cila terlihat masih belum menerima pilihannya


" Ya udah,aku mau jalan dulu " Kata Vero minum sekali tegukan.


" Gak makan disini ? Mama udah masak banyak " Kata David heran.


" Nanti aja " Jawab Vero cuek.


Lelaki itu pun keluar,Cila menghela nafas duduk dibangkunya.


David menoleh menatap raut sedih perempuan itu.


" Kamu sama Vero gak akur ?" tanya David hati2.


" Gak tau Mas " Jawab Cila lesu.


" Kok gak tau ?" tanya David mulai menyendokkan nasinya.


" Aku tuh kesel Mas " Kata Cila menggebrak meja.


David terkaget kaget dengan suara keras wanita itu.


" Kekeesel kenapa ?" Tanya David dengan susah payah menelan makanannya.


" Vero minta aku nikahin dia sama anak dibawah umur !" Kata Cila kesal.


" Apa !" Pekik David terbelalak.


" Iya,mungkin tu bocah baru 16 tahun " kata Cila memegang kepalanya pusing.


" Iya gila ngak tu,sedangkan Vero udah masuk 25 !" Kata Cila tak habis pikir.


David mulai menghitung jarak keduanya dan hal itu membuat Cila makin kesal.


" Aaaaaaa " pekik David kesakitan saat Cila menarik rambutnya kesal.


" Ihhh kesel akuu tuh " teriak Cila.


" Hebat bener tuh anak bisa dapat daun muda " Gumam David tak percaya.


Cila terlihat frustasi memikirkan anaknya tersebut.


" Bearti dia masih sekolah dong Yank ?" Tanya David hati2.


" Harusnya iya,tapi putus sekolah dari kecil !" Jawab Cila geram.


David terdiam,lelaki itu mulai menebak gadis seperti apa pilihan anaknya.


" Aku gak mau tau,kamu harus urus anak mu itu,aku dah cape liat nih sampe turun se Ons badan aku gara2 mikirin percintaannya Vero " Kata Cila kesal.


" Hah se Ons ?" Pekik David melongo.


" Iya,gak bohay lagi kan uhh aku harus makan banyak lagi mulai sekarang " Kata Cila mengambil centong nasi dan menaruh banyak dipiringnya.


Glek...


David menelan ludah kasar,tapi jika hanya se Ons David pikir itu bukan lah masalah yang serius.


" Iya nanti aku urus " Kata David berusaha tenang.


Keduanya pun makan dengan lahap,sesekali David melirik istrinya yang terlihat rakus tapi tetap menggemaskan.

__ADS_1


" Pelan2 dong Yank" Kata David mengambil nasi sisa di bibir perempuan itu dan memakannya.


Cila menunduk malu dengan perlakuan lelaki itu.


Keduanya pun malah malu2 meong saling curi2 pandang.


David ingin tertawa melihat tingkah ajaib perempuan yang ia nikahi dengan terpaksa tersebut.


Ditempat lain,Vero baru sampai dikontrakan kekasihnya.


Terlihat sebuah mobil terparkir disana.


" Ada siapa didalam ?" Gumam Vero heran.


Lelaki itu pun dengan cepat masuk dan terdiam melihat iparnya sedang makan bersama sang Kakak.


" Ehh Vero dah sampe " Kata Justin terkejut.


" Kok bisa ada disini ?" Tanya Vero mendekat.


" Tadi sore ngak sengaja ketemu Hani lagi belanja diwarung sayur,jadi Kakak kamu mau lihat tempat tinggal pacar kamu" Jelas Justin tersenyum.


Vero melihat 2 perempuan yang sedang sibuk didepan kompor,keduanya terlihat kompak.


" Udah sini duduk,ayo makan kita diner sama2 " Kata Justin menggoda.


Vero menunduk malu,pria itu ketahuan akan diner bersama Hani malam ini.


" Maaf Om " Kata Hani merasa bersalah melihat Vero.


" Gak papa,kali ini double date " Jawab Laura terkekeh.


Vero mengangguk memasang wajah pasrah.


Laura dan Justin saling melirik mengulum senyum melihat wajah malu2 pasangan itu.


Kini Laura mulai mengetahui kenapa Vero menyukai gadis tersebut,meski Hani terbilang masih remaja tapi pemikiran gadis itu bisa diancungi jempol.


Mendengar cerita pahit calon adik iparny itu,Justin ikut merasa iba dengan kehidupan Hani.


Laura pun begitu,wanita itu merasa lebih beruntung dari Hani karna ia cepat diselamatkan oleh orang tua angkatnya sebelum hidup dijalanan seperti yang Hani alami.


" Ver,lo udah cari sekolahan buat Hani ?" Tanya Justin pelan.


" Hah " Kata Vero kaget.


" Ya,dia masih bisa sekolah,kasihan Hani dia punya bakat tapi gak bisa salurin karna gak punya ijazah " kata Justin iba.


" Tapi Hani mau gue nikahin " Kata Vero menggaruk telinganya.


" Ya sabar dulu nunggu dia lulus sekolah baru dikawinin " Kata Justin mengulum senyum.


Vero diam,Hani memang mungkin punya bakat terpendam tapi jika ia menyekolahkan Hani berarti Vero harus menunggu lagi sedangkan umurnya tak bisa ditawar.


" Masih bisa masuk umum tuh,ntar gue bantuin " Bisik Justin


Vero menghela nafas panjang dan mengangguk pasrah.


" ya udah,cariin sekolah yang gak banyak anak cowoknya " Kata Vero nanar.


" Ppffttttt " Justin ingin tertawa ngakak dengan riquest lelaki itu.


" Pesantren aja gimana ?" tanya Justin menggoda.


" Ogah,ntar dikira gue bapaknya lagi pas jenguk dia disana " Kata Vero merinding.


Justin langsung terbahak membuat kedua wanita itu terkejut.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2