Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Salah Paham


__ADS_3

Saat keluar dari rumah Andrew dan Laura berpapasan dengan Bara yang juga baru turun dari mobil.


Bara mengernyit melihat gadis itu tersenyum cerah kepadanya.


" Abaaaanggg " Pekik Laura menghambur memeluk Bara.


Bara yang tak siap pun terhuyung kebelakang menahan tubuh gadis itu.


" Siapa ?" Tanya Bara tak mengenali Laura.


" Ihhh,Abang udah lupa sama aku ya !" Tuduh Laura mengkrucut.


Gadis itu melonggarkan pelukan mereka dan menatap Bara kesal.


" Hehe lupa " Kata Bara menggaruk kepalanya sambil cengengesan.


Lelaki itu baru pulang bekerja lengkap dengan setelan jas dan juga tas laptop.


" Ini aku Laura Bang " Kata Laura mengkrucut.


Andrew langsung berlalu mengambil motornya dibagasi.


" Eh mau kemana ?" Tanya Bara kepada adiknya yang dingin.


" Ambil kuda " Kata Andrew cuek.


" Hah " Pekik Bara kaget.


Andrew berlalu saja tanpa memperdulikan 2 orang itu.


" Hehe Bang Andrew bisa aja " Kata Laura tertawa.


" Adik jahanam " Umpat Bara kesal.


Laura semakin tertawa dan mencubit gemas perut lelaki itu.


" Kamu makin cantik Dek " Puji Bara mencubit pipi Laura.


" Yang bener ?" Tanya Laura bersemu merah.


" Iya,jaga diri baik2 ya jangan nakal " Nasehat Bara lembut.


" Hm,oh iya Abang baru pulang kerja ya ?" Tanya Laura menelisik.


" Iya nih,Abang lembur tadi makanya pulang malam,kamu udah mau balik ?"


" Iya,aku lupa ngabarin orang dirumah,pasti sekarang lagi panik " Kata Laura tertawa.


" Huh kamu ini bikin Papa dan Mama kamu khawatir aja " Kata Bara ikut tertawa.


Tin tin...


Andrew sudah siap dengan motor uniknya mengklakson 2 anak manusia yang sedang mengobrol itu.


" Gih sana pulang,hati2 kamu sama kulkas 4 pintu itu nanti kamu membeku dijalan " Kata Bara menyinggung Andrew.


Andrew cuek saja dengan wajah datarnya.


" Iya Bang,aku pulang dulu ya " kata Laura menyalami Bara.


" Hm,hati2 dijalan peluk yang erat tuh kulkas biar mencair dikit " Olok Bara melirik Andrew.


Andrew hanya mencebik tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Bara memeluk Laura pelan dan mencium kening gadis itu.


Bara masih menganggap Laura sebagai adik kecilnya yang sangat penurut,makanya pria itu selalu menunjukkan kasih sayangnya kepada Laura.


" Aku pulang dulu Bang " kata Laura membeku.


Bara mengangguk tersenyum dan mendekati Andrew.


" Awas kamu bawa Laura belok,pulang2 nanti jadi peyek kamu sama Abang !" Ancam Bara tajam.

__ADS_1


" Emang aku ngapain ?" Tanya Andrew tak terima.


" Udah sana pergi,hati2 jangan ngebut " Titah Bara tegas.


" Iya2 " Kata Andrew malas.


Laura tersenyum dan mulai naik keatas motor lelaki itu.


" Pegangan Laura,Andrew bawa motor kayak orang mau ketemu sama Tuhan " Titah Bara ngeri.


Laura kaget menelah ludah kasar.


" Jangan ngebut2 ya Bang,aku belum nikah " Kata Laura pelan.


Bara mengulum senyum,wajah Andrew semakin datar layaknya jalan tol.


" Hm " Jawab Andrew dingin.


Laura tersenyum bahagia dan berpegangan di jaket pria itu.


" Dah Bang,Assalamualaikum " Kata Laura saat motor Andrew akan melaju meninggalkan Bara.


" Waalaikumsalam " Sambut Bara melambaikan tangan.


2 anak manusia itu pun melaju keluar rumah besar.


Selama dijalan tak ada yang mereka obrolkan,Andrew tetap lah Andrew yang dulu tak banyak bicara.


Laura yang jarang menikmati angin malam pun membuat gadis rumahan itu berkali kali menguap.


" Pegangan " Titah Andrew menarik tangan Laura yang sudah lemas.


" Ah iya Bang " Kata Laura tersentak dan memeluk erat pinggang lelaki itu dengan sebelah tangan.


" Kalo tau ngantuk gini mending pake mobil tadi " Kata Andrew menghela nafas.


" Aku ngak ngantuk kok Bang,hoaaam " Kata Laura tak sesuai kenyataan.


Laura tersenyum dan merengkuh lelaki itu dengan kedua tangannya.


" Abang nyetir aja yang bener,aku bisa pegangan sendri " Kata Laura semangat.


" Hm,jangan tidur ya bahaya nanti kamu jatuh,bentar lagi kita sampe " Pinta Andrew lembut.


" Iya Bang " Kata Laura patuh.


Laura pun memasukkan tangannya ke dalam kantong jaket pria itu.


Andrew menambah laju kendaranya saat merasa Laura sudah aman.


Disebuah rumah sederhana,seorang wanita menangis sesegukkan..


" Gimana ini Mas,Laura ada dimana hiks hiks " Kata Cila terlihat sangat kacau.


" Aku ngak tau sayang,no hapenya ngak bisa dihubungi " Kata David yang baru pulang bekerja.


Bahkan baju David pun belum sempat diganti,pulang2 pria itu sudah mendapati istrinya menangis ketakutan,hal hasil David ikut panik saat tau sang putri tak pulang dari siang tadi.


" Vero kamu kemanain Kakak kamu hah ?" tanya David garang.


" Ngak tau Pa,tadi pas pulang dari sekolah dia bilang mau kuliah " Kata Vero mengacak acak rambutnya frustasi.


1 rumah dibuat kacau karna Laura tak kunjung datang.


" Kamu sih bikin ulah,kalau Kakak mu dibully lagi gimana !" Oceh Cila kesal.


Deg....


David tersentak kaget begitu pun Vero yang baru teringat akan nasib gadis itu.


" Ya Tuhan,kamu bener Cil astagaa " Kata David mondar mandir tak jelas.


" Kamu udah cari dikampusnya ?" Tanya David kepada Vero.

__ADS_1


" Udah Pa,kata temen2 Kakak,mereka ngak ada liat Kak Laura masuk hari ini,terus jam pembelajaran pun cuma sampe jam 3 " Lapor Vero detail.


" Kamu ngak cari dulu tadi,kenapa ngak ada yang ngasih tau Papa sih kalo Kakak kamu ngak pulang " Kata David marah besar.


" Mama yang ngak mau ngasih tau " Cicit Vero melirik Cila yang masih menangis.


" Anu Mas,aa aku ngak mau bikin kamu khawatir " Kata Cila kelabakan.


" Sekarang gini kan jadinya Laura ngak tau ada dimana,kalo terjadi sesuatu siapa yang mau tanggung jawab " Bentak David emosi.


Cila dan Vero terdiam,ibu dan anak itu terlihat ketakutan..


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar.


Mereka semua terkejut dan saling melihat.


" Siapa Ma ?" Tanya David kaget..


" Ngak tau " Kata Cila menggeleng.


David dengan cepat berjalan keluar dan membuka pintu.


Ceklek...


Tampil lah seorang pria dengan gadis disampingnya yang sudah oleng.


" Laura...!! " Pekik David kaget melihat putrinya berdiri diambang pintu.


Laura tersadar dan membuka lebar matanya yang mengantuk.


" Kamu apakan anak saya hah !!!" Bentak David menarik kerah baju Andrew.


" Hah tenang Bang,aduh2 " Kata Andrew kelabakan.


Mendengar suara berisik2,Cila dan Vero pun keluar rumah.


" Masss " Pekik Cila kaget melihat suaminya hampir mengkoyak baju pria itu.


" Kamu kemana kan anak saya " Teriak David emosi.


" Bang,tenang Bang aku aku Andrew Bang " Kata Andrew ketakutan.


" Papa aduh Pa " Pekik Laura langsung memisahkan 2 pria itu..


" Andrewww !!" Pekik Cila melihat lelaki itu.


" Aaa Kakak " Rengek Andrew ingin menangis.


David melepas lelaki itu dan mundur.


" Papa ih,dia Bang Andrew Pa !" Kata Laura marah.


" Ya Papa ngak tau,mukanya udah berubah " Kata David menggaruk kepala.


" Ihh,Papa mah ngak liat2 dulu,main kroyok aja " Gerutu Laura kesal.


Nyali David menciut melihat putrinya masuk kerumah dengan wajah merajuk.


David menghampiri Andrew yang masih memasang wajah terluka disamping Cila.


" Hehe maafin Abang ya,Abang ngak kenal tadi sama kamu " Kata David cengengesan.


" Abang ih,untung aja ngak kena tinju,coba kalo kena memudar wajah tampan aku Bang " Gerutu Andrew kesal.


Vero dan Cila mengulum senyum melihat suaminya di marahi kedua anak itu.


" Iya maaf,ayo masuk dulu " Kata David cengengesan.


Andrew mengangguk meski dirinya masih kesal dituduh yang bukan2..


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2