
Beberapa hari kemudian,Sofia diajak Vero ikut dirinya bekerja karna tak ada yg menemani gadis itu.
Cila dan Laura pergi keluar negeri mengikuti suami mereka.
Awalnya Sofia juga ingin ikut tapi dilarang Vero dengan alasan tak punya teman dirumah dan Sofia juga harus menyelesaikan sekolahnya karna beberapa bulan lagi ia sudah masuk sekolah dasar..
Gadis itu duduk dikursi kebesaran Papanya sedangkan Vero duduk disofa menghadap laptop.
" Huh aku bosan " Ucap gadis itu berpangku dagu.
Sudah 2 jam sejak ia pulang sekolah tadi berada dikantor,tak ada yg bisa ia lakukan selain menunggu Vero selesai.
" Pa " Panggil Sofia lesu.
Vero tak menjawab,lelaki itu terlihat begitu sibuk mengerjakan tugasnya.
" Ck gak kedengeran lagi " Kata Sofia gemas.
Gadis itu turun dari kursi dan berjalan mengendap mendekati pintu.
Saat akan sampai sebuah intruksi menghentikan langkahnya
" Mau kemana ?" tanya Vero membuka kaca mata.
Sofia menoleh dan cengengesan kecil.
" Mau keluar Pa,Via bosen ngantuk " Jawab Sofia jujur.
" Tidur disini gak mau ?" tanya Vero.
" Gak ah,Via gak mau tidur " Jawab Sofia.
" Terus maunya apa ?" tanya Vero lagi.
" Mau lihat keluar cari temen " Jawab Sofia asal.
" Mana ada temen seusia kamu disini Nak " Kata Vero terkekeh.
" Terserah deh mau tua muda,Via bosen Pa " Kata Sofia mengkrucut.
" Ya udah,nih jajan ke minimarket sebelah " Kata Vero mengeluarkan dompetnya.
Sofia berlari mendekati lelaki itu,Vero memberi uang 100 ribu.
" Jangan jajan aneh2 ya " kata Vero tegas.
" Iya Pa " Jawab Sofia mengerti.
Gadis itu pun berlari lagi dan membuka pintu untuk keluar.
Vero mengambil ponselnya dan meminta staff untuk memantau sang anak.
" Jangan dilarang,biarkan saja dia maunya apa,anak saya tau suatu hal yg berbahaya " Ucap Vero tegas.
" Baik Pak " Jawab Staff mengerti.
Tut...
Panggilan terputus,Vero menaruh lagi hapenya dan lanjut bekerja.
Diluar,Sofia sudah dihadang salah satu wanita cantik dengan rok pendek.
Sofia melihat wanita itu dari ujung kaki hingga kepala..
" Mau kemana anak manis ?" Tanya Staff tersenyum.
" Minimarket " Jawab Sofia.
" Tau jalannya ?" Tanya Staff lagi.
" Tau Tante,tapi Via ga bisa pencetin Lift " Jawab Sofia lesu.
" Oh ya udah,Tante bantu ya " Kata Staff gemas.
__ADS_1
Sofia mengangguk,mereka pun masuk lift.
Gadis kecil itu terlihat sangat tenang dan damai.
Staff tersenyum kecil,ia merasa anak itu mudah diatur dan pintar.
Tak lama bunyi ting terdengar tanda lift akan terbuka.
Sofia berjalan duluan dan diikuti staff lagi.
" Sudah Te sampe sini aja,Via tau jalannya " Kata Sofia sopan.
" Beneran ?" tanya Staff khwatir.
" Iya Te,nanti kalo Via gak tau bisa minta tlong sama bapak itu " Ucap Sofia menunjuk Satpam yg sudah melihat dirinya dari kejauhan.
" Ya udah,kamu hati2 ya kalo ada apa2 teriak aja minta tlong " Kata wanita itu tegas.
Sofia mengangguk tersenyum,detik berikutnya gadis itu berlari.
" Ckck anaknya Pak Vero hebat banget,masih kecil udah pinter kayak Kakek dan Papanya " ucap wanita bernama Santi itu takjub.
Beberapa karyawan sedikit keheranan melihat gadis kecil itu berkeliaran dikantor.
Ada yg sudah tau,ada juga yg bertanya tanya itu anak siapa.
Sofia berjalan sendirian ke minimarket,gadis itu terlihat sangat tenang dan tak takut sama sekali.
Satpam melihat dari jarak yg tak terlalu jauh takut2 ia keserempet motor atau mobil.
Beruntung minimarket tersebut tepat disamping perusahaan jadi Vero tak terlalu khwatir anaknya berjalan jauh..
Sofia membuka pintu dan langsung disambut pegawai.
" Cari apa Dek ?" tanya seorang kasir.
" Jajan Te " Jawab Sofia menunjukkan uangnya.
Gadis kecil itu mulai berkelana,ia mengambil apa saja yg ia mau.
" Papa udah makan belum ya ?" tanya Sofia teringat.
Gadis itu melihat uangnya dan mulai mencoba berhitung.
Tangan kecilnya terus mengambil snack dan minuman hingga keranjang itu mulai penuh.
Sofia dengan susah payah mendekati kasir lagi dan dibantu oleh pegawai.
" Te sisain uang kembalian ya,Via mau beli nasi bungkus buat Papa " Ucap Sofia tersenyum.
" Hah ?" Tanya Kasir kaget.
Sofia diam memperhatikan,kasir berpikir sejenak dan mulai mengerti.
Belanjaan pun mulai dihitung,Sofia tak banyak bunyi ia diam menunggu pembayaran.
" Uangnya mana Dek ?" tanya kasir.
Sofia memberikan uang selembar merah tersebut dan diam lagi.
Tak lama totalan pun disebut,beberapa snack dipisah karna harganya terlalu tinggi apalagi gadis kecil itu minta disisakan.
" Ini ada 25 ribu,kamu mau beli apa ?" Tanya kasir ingin membantu.
" Beli nasi bungkus dimana Te ?" Tanya Sofia bingung.
" Didepan sana ada,mau dianterin gak ?" tanya kasir lagi.
" Boleh,tapi Via gak dibolehin nyebrang sama Papa dan Nenek " Jawab Sofia lesu.
" Biar Tante yg bantu sebrangin " Jawab Kasir.
Sofia mengangguk setuju,belanjaan mereka pun ditaruh disana dulu.
__ADS_1
Sofia berjalan beriringan bersama wanita baik tersebut.
Dari jauh Satpam terbelalak melihat anak bosnya dibawa orang asing.
" lah itu bocah mau kemana ?" tanya Satpam kaget.
Keduanya menyebrang jalan,Satpam berlari dan berusaha mengejar tapi langkahnya terhenti saat kedua perempuan itu masuk warung.
" Oh beli nasi padang " Ucap Satpam menghela nafas.
Pria itu menggeleng pelan,Sofia membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
Diwarung,gadis itu mulai memilih makanan dibantu mba2 kasir.
" Yakin Papa kamu mau makan kepala ikan ?" Tanya Kasir ngeri.
" Iya Te,Papa suka kepala ikan,kalo makan dirumah Nenek biasanya nasi nambah terus " Jawab Sofia membongkar aib Vero.
" Tapi ini gede banget loh " Kata kasir tak percaya.
Sofia terkekeh geli,gadis itu seolah tak percaya bahwa Vero makan sangat rakus.
" Ya udah Bu bungkus ini satu " Kata Kasir kepada penjual.
" Iya Neng,harganya 30 ribu " Jawab si ibu tersenyum.
" Yaaahh uangnya kurang Te " Kata Sofia ingat uang tadi.
" Emang uangnya berapa Neng ?" tanya Si Ibu lagi.
" 25 ribu Bu,ini dia beli buat Papanya " Jawab Kasir menghela nafas.
Si Ibu melihat Sofia,gadis itu terlihat sangat lugu.
" Ya udah Neng,25 aja gak papa " Kata si Ibu merasa kasihan.
" Beneran Bu ?" Tanya kasir kaget.
" Iya Neng,kasihan dia mikirin Papanya,gak tega saya " Kata si Ibu mengira Sofia anak kurang mampu.
Sofia masih memasang tampang lugu,kasir menghela nafas dan mengusap kepala gadis mungil itu.
Ia juga kasihan dan takjub dengan Sofia yg memikirkan perut Bapaknya.
" Nah ini saya tambahin lauk sama nasinya ya,kamu juga makan nanti ya Nak " Kata si ibu sudah memberi bungkusañ.
" Wahh beneran Bu ?" tanya Sofia melotot.
" Iya,jadi anak yg rajin dan berbakti ya " Jawab si ibu lembut.
" Makasih Bu " Balas Sofia girang.
Kasir tersenyum cerah,ia merasa damai melihat kebaikan hati wanita penjual tersebut.
Mereka pun keluar dari lokasi,Sofia masih mengintip plastik yg ada ditangannya.
Bugh..
" Ehh maaf2 saya gak sengaja " Ucap kasir tak sengaja menabrak seseorang didepannya.
" Gak papa " Jawab wanita dengan jaket abu tersebut masuk kedalam.
Sofia tak melihat,mereka kembali menyebrang jalan.
" Bu nasi ayam satu ya " Ucap wanita tadi sopan.
" Siap Bu polwan " Jawab si Ibu semangat.
" Ah si ibu bisa aja " Kata si gadis malu.
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1