Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pendekatan


__ADS_3

Kebesokan paginya,seperti keinginan Angel Daniel datang kerumah besar untuk menjemput gadis tersebut.


Kedatangan Daniel membuat isi rumah cukup terkejut karna sudah lama sekali Daniel menghilang dari hadapan mereka.


" Aku baik aja Bu " Ucap Daniel saat Nisa menyapanya.


" Udah punya istri baru ?" Tanya Nisa tersenyum.


" Hehe belum Bu,belum kepikiran kesana " Jawab Daniel malu.


" Hmm iyaa,harus tepat menurut kamu ya " Balas Nisa paham.


Daniel mengangguk kecil,meski sudah lama tak berjumpa tapi mertua Prito tersebut begitu ramah.


Tak heran,Prito tak terlalu ngebet ingin pindah rumah karna disana pasti lelaki itu diterima baik.


Dikamar,seorang pria bersedekap dada melihat seorang gadis yg masih saat berdandan depan cermin.


" Jadi kamu beneran mau jalan sama Om itu ?" Tanya Arshad tak percaya.


" ihh dia bukan Om2 Syad,masih abang2 " Balas Angel tak terima.


" Hadehh Njel,sadar ga sih dia seumuran siapa ?" Tanya Arshad heran.


" Eh sekarang cinta ga mandang umur ya !" Kata Angel sewot.


" Idihhh,lebay " Cibir Arshad.


Angel tak mengubris,gadis itu masih asik memasangkan mascara dibulu matanya agar lebih cetar.


Dirumah itu hanya Arshad yg bisa mengerti apa yg Angel inginkan karna keduanya memang saling terbuka dengan kisah asmara dan kehidupan sehari2.


Arshad hanya terbuka dengan Angel meski terkadang lelaki itu ketar ketir takut Angel ember,tapi sejauh ini gadis itu terpantau aman.


" Dah sana kamu siap2,hari ini mau nemenin Sania cek up kan ?" Tegur Angel lagi melihat Arshad malah berguling dikasurnya.


" Hm " Jawab Arshad memejamkan mata.


" Kamu harus temenin,kasihan Sania sendirian ga ada temen " Balas Angel iba.


Arshad menghela nafas panjang.


" menurut kamu,kalo aku nikah sama orang asing itu apa Sania akan terkejut ?" Tanya Arshad hati2.


" Ya iyalah,terus ngapain kamu nikah sama orang yg ga kamu kenal Syad " Jawab Angel heran.


" Aku juga diminta datang kerumahnya hari ini,aku bingung " Balas Arshad.


Angel melepas lipstik ditangannya dan mendekati Arshad yg galau.


" Kamu dah dewasa Syad,bahkan lebih dari yg orang2 pikirin,jadi keputusan semuanya di kamu " Kata Angel serius.


" Ntar kalo cewek itu cakep banget terus bikin aku jatuh cinta gimana ?" tanya Arshad cengengesan


" Ya bagus,ga ribet jadi urusannya " Balas Angel santai.


" Terus si..." ucap Arshad menggantung.


" Dah ah,aku dah telat,kamu pikir aja sendiri byeee " Kata Angel bergerak cepat berlari keluar.


Brakkk....


Pintu kamar tertutup rapat,pria yg ditinggal tersebut menarik nafas panjang dan kembali berbaring.


Diluar,Angel turun dengan cepat menghampiri Daniel yg kini sedang dikrumuni warga Salders.


" Ayo Om " Ajak Angel semangat.


Daniel berbalik badan dan terdiam.


Angel yg dilihat pun ikut terdiam.


" Ada apa ?" tanya Angel melihat orang2 malah menatapnya.

__ADS_1


" mau kemana ?" tanya Nisa mengernyit.


" Kerja Nek,mau kemana lagi ?" tanya Angel gemas..


" Pake bokser gitu ?" tanya Jack terkekeh.


" Hah " Pekik Angel kaget.


Gadis itu merunduk dan terbelalak.


" oh Noo " ucap Angel menutup mulutnya.


Tanpa bicara,gadis tersebut berlari terbirit menaiki anak tangga.


" eehh Njelll " Pekik Ana dari arah dapur.


Angel tak menoleh,gadis itu terus berlari dengan kencang.


" Astaga,apa yg dipikirkannya " Gumam Nisa sakit kepala.


Daniel menggeleng pelan seraya cengengesan geli melihat tingkah anak temannya tersebut.


" Maaf ya Daniel hehe " Kata Nisa tak enak.


" Ga papa Bu " Jawab Daniel tersenyum.


Ana mendekati kedua orang itu dan menyapa Daniel hangat.


" Angel kenapa Bun ?" Tanya Ana.


" Ga tau,pusing pala bunda liat tingkah putri kamu " Jawab Nisa memegang kepalanya.


Ana diam dan cengengesan malu.


Nisa pun berjalan menjauh.


" Oh iya Mba,hari ini boleh bawa Angel ?" Tanya Daniel.


" Hehe iya Mba,makasih ya " Balas Daniel bersyukur.


" Tolong dijaga ya Niel,Angel banyak tingkahnya " Kata Ana tak enak.


" Iya Mba,siap " Balas Daniel hormat.


Ana mengangguk setuju,wanita itu pun berlalu.


Tak lama,Angel turun lgi dengan pakain lengkap.


Gadis itu terlihat santai meski rasanya sangat malu diakui.


" Ayo Om " Ajak Angel happy.


" Udah ?" tanya Daniel mengulum senyum.


" Hehe udah " Jawab Angel malu.


Daniel mengangguk,keduanya berjalan keluar rumah.


Tak lama Angel keluar,Arshad juga keluar dari kamar.


Pria itu masih memakai pakain biasa tak rapi seperti biasanya.


" Loh baru sarapan Syad ?" Tanya Ana melihat lelaki itu.


" Iya Bi,tadi masih kenyang " jawab Arshad.


" ya udah,gih sana kedapur " Balas Ana tersenyum.


" Angel udah pergi ?" tanya Arshad melihat kiri kanan.


" Udah tuh " Jawab Ana.


Arshad mengangguk paham dan berjalan kedapur.

__ADS_1


Rumah besar tersebut tidak terlalu ramai lagi karna para cucu sudah berangkat sekolah.


Arshad makan dengan tenang tanpa gangguan.


Siang hari,lelaki itu pergi kerumah Histi.


Disana terlihat Sania sudah menunggu diatas kursi rodanya.


Beberapa perban sudah mulai terlepas dan meninggalkan bekas yg cukup membuat merinding bulu kuduk.


" Itu Arshad sudah sampai " Tegur Histi menunjuk keluar.


" Apakah dia mau menemani ku ?" Tanya Sania pelan.


" Apa kau tidak melihatnya saat ini ?" Tanya Histi lagi.


Sania menunduk,lelaki itu makin mendekat membuat jantung Sania berdegub sangat kencang.


" Maaf,apa sudah menunggu lama ?" tanya Arshad menghadap kedua wanita itu.


" Ga,kamu datang tepat waktu syad " Jawab Histi.


Arshad tersenyum dan melirik Sania.


Gadis itu masih menunduk tak berani menatap manik keabuan yg dimiliki lelaki tersebut.


" Ya udah,sana pergi nanti dokternya pulang " Suruh Histi.


" Kakak ga ikut ?" tanya Arshad mengernyit.


" hehe kamu aja ya,Kakak mau beres2 rumah nih " Jawab Histi cengengesan.


" Mama " Ucap Sania tak terima.


" udah kamu sama Arshad aja,dia bakal lindungi kamu,iya kan Syad ?" Tanya Histi menatap Arshad penuh harapan.


Arshad mengangguk pelan.


Deg....


Jantung Sania makin berdebar melihat jawaban lelaki itu.


" Aduhhh aku kenapa sih,aku ga boleh suka sama Bang Arshaddd " Batin Sania membrontk.


" Ya udah sana " Kata Histi lagi.


Arshad mengangguk dan mulai mengambil posisi dibelakang Sania.


Keduanya pun berjalan keluar dengan hati2.


Histi melihat dari kejauhan dengan wajah penuh syukur.


Sebagai seorang ibu,wanita itu merasa terharu dengan perlakuan baik Arshad kepada anak angkatnya.


Meski Sania bukanlah gadis kecil lagi,tapi Histi masih menganggap gadis tersebut ia temuni belasan tahun silam yg menemaninya disaat kesusahan.


Dimobil,Arshad mau tak mau menggendong Sania masuk.


Sania berpegang dipundak lelaki itu membuat keduanya sangat dekat.


" Sakit ?" tanya Arshad melihat Sania memejamkan mata sambil mencengkram bajunya.


Gadis itu menggeleng pelan


Arshad tersenyum dan membenarkan duduk lalu memasangkan sabuk pengaman.


" Tahanlah,kita tak akan lama." Balas Arshad mengusap kepala gadis itu dengan lembut.


Sania mengangguk dengan perasaan campur aduk.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2