
Justin terus menunggu jawaban kekasihnya yang masih terdiam.
Laura terlihat bimbang membuat harapan lelaki itu melemah,Justin tau bukan lah hal mudah bersama pria yang harus memulai semuanya dari nol.
Justin sangat berharap Laura bersedia mendampinginya.
" Gimana sayang ? kamu mau kan ?" Tanya Justin tak sabaran.
" Iya,tapi aku mau kita segera menikah " jawab Laura tegas.
" Beneran ?" pekik Justin kaget dan langsung menutup mulutnya takut ketahuan.
Laura mengangguk tersenyum.
" Baiklah,aku akan segera menikahi mu " Kata Justin semangat.
" Tapi bagaimana dengan orang tua mu ?" Tanya Laura lesu.
" Gampang,aku bisa urus soal itu,aku juga ingin segera menikahi mu sayang,bukankah aku sudah bilang aku akan melamarmu malam ini " Ucap Justin terkekeh.
" Iya tapi lamarannya ah sudah lah,sepertinya aku yang barusan melamar mu " kata Laura sendu.
" Hahaha sama saja,aku juga tak pandai romantisan " Kata Justin tertawa.
" Bagaimana dengan perusahaan mu yang diluar negeri ?" Tanya Laura mulai serius.
Justi kembali menyendokkan makanannya dengan cepat agar ia bisa mengobrol intens dengan wanita itu.
Laura pun paham dan membiarkan Justin makan dengan tenang.
Setelah semua selesai,mereka berjalan keluar dan duduk diayunan yang biasa Cila dan David pakai untuk pacaran.
Mereka pun duduk bersampingan saling menjaga keseimbangan.
" Disini enak,jauh dari keramaian aku suka " Ucap Justin menghirup udara.
" Ya karna Mama suka teriak2 jadi Papa beli tanah agak jauh dari warga " kata Laura terkekeh.
Justin mengangguk paham karna ia sudah melihat tingkah Cila secara langsung tadi.
" Oh iya yang masalah perusahaan tadi aku akan menjualnya dalam waktu dekat " Kata Justin membuka cerita.
" Terus bagaimana ?" tanya Laura kaget.
" Jika benar kami jatuh miskin mungkin aku akan mencari pekerjaan di kantor2 atau dimana saja " Kata Justin tersenyum.
" Kau tidak malu ? selama ini Kakak hidup dalam gelimang harta ?" Tanya Laura menyelisik.
" Malu ? aku serius ingin hidup bersama mu Laura aku akan membuang rasa malu itu sejauh mungkin agar kita hidup damai nantinya " Jawab Justin merengkuh wanita itu.
Laura bersemu merah meski tak kelihatan karna lampu luar Cila matikan.
" Jika orang tua mu tak setuju bagaimana ? Kakak tau kan aku juga pengangguran " kata Laura sedih.
" Ngak papa,setuju atau tidak mereka aku akan tetap memilih mu " Kata Justin yakin.
" Kak " Panggil Laura menghadap lelaki itu.
" Jangan,aku tidak mau mendengar kamu meminta ku memilih !" kata Justin sudah bisa menebak.
__ADS_1
" Kau anak satu2nya dan hanya Kakak yang diharapkan orang tua Kakak " kata Laura lembut.
" Aku juga harus bahagia Laura,aku tak ingin hidup penuh pengekangan " Kata Justin tegas.
" Iya aku tau tapi kan Kakak juga harus mengimbangi mereka " kata Laura lembut.
" Kau meragukan ku ?" Tanya Justin nanar.
" Bukan seperti itu " kata Laura menghela nafas.
" Kau hanya perlu disamping ku mendukung ku,selebihnya urusan orang tua ku,aku akan melakukan sendiri " kata Justin tegas.
" Aku juga akan ikut andil disana,kita juga butuh restu mereka" ucap Laura perhatian.
Justin diam,ucapan ibunya ingin menikahnya dengan perempuan lain tadi membuat lelaki itu kesal bukan kepalang.
Justin tak mau diatur,lelaki itu ingin menentukan hidupnya sendiri.
" Jika Kakak bahagia aku pun akan ikut bahagia " Kata Laura pelan.
Justin menggeleng dan menggenggam tangan gadis itu.
" Kau kebahagiaan ku Laura,aku mohon percaya lah " Kata Justin memelas.
" Aku ini yatim piatu,jika aku tidak bertemu Mama dan Papa aku tidak tau akan jadi apa hidup ku,karna itu aku sangat menyayangi mereka " kata Laura sedih.
" Aku tidak perduli akan itu,aku tidak perduli kau anak siapa lahir dimana atau mungkin bekas orang lain,aku tidak perduli,aku hanya melihat mu yang sekarang,aku tidak melihat masa lalu mu " Kata Justin tegas.
Laura menatap lelaki itu berkaca kaca,sungguh Laura tak menyangkan Justin akan segitu menerima nya.
" Terima kasih " Ucap Laura sedih.
Laura membalas pelukan lelaki itu dengan erat hingga suara motor menyinari mereka.
Brum brummm....
Suara motor king Vero terdengar garang,lelaki itu mendekati dan menaruh motornya di samping mobil sang Papa.
Justin melepaskan pelukannya dan menatap pria itu tenang.
" Sudah pulang ?" Tanya Laura tersenyum
" Hm " Jawab Vero santai.
Vero langsung masuk tanpa bersapa dengan Justin yang melihat dirinya.
" Maafin Vero ya,dia masih trauma sama kamu " kata Laura tak enak.
" Ngak papa " Balas Justin tersenyum.
" Dia sebenarnya ngak gitu " kata Laura kembali duduk bersama pria itu.
" Jika aku terlambat sedikit saat itu mungkin kau sudah menjadi janda " Olok Justin.
" Apa !" pekik Laura kaget.
" Hehe iya,aku dengar saat dia kembali ingat,Vero tak menganggap mu " Kata Justin terkekeh.
Laura mendengus kesal membuat Justin semangat menjahili gadis itu.
__ADS_1
" Aku juga dengar kamu mencintai adik mu itu " Goda Justin.
" Hentikan !" kata Laura menutup telinganya.
" Dan kau kabur dari rumah karna Vero tak mau membalas cinta mu,benar bukan hahah " kata Justin makin menjadi.
" Ihhh jangan bahas lagi napa " kata Laura kesal.
" Dan kau hmmpppttttt...." Pekik Justin karna mulutnya dibungkam oleh gadis itu.
" Jangan diomongin lagi " Kata Laura sekuat tenaga menahan mulut Justin yang masih menggodanya.
" Kau hmmpptt " kata Justin berusaha lepas sambil tertawa.
Justin terbaring diayunan dengan Laura yang terus membungkam lelaki itu.
Tak ingin kehilangan moment,pria itu pun menarik Laura bersamanya dan memeluk gadis itu dengan erat.
Kini giliran Laura yang memekik karna tubuhnya dikunci oleh lelaki itu.
" Kakak lepasin " Pekik Laura berusaha keluar.
" Ngak mau " kata Justin menahan pinggang Laura dengan kakinya.
" Eh malu diliatin orang " kata Laura menampar gemas wajah lelaki itu.
" Biarin aja,biar kita cepet dinikahin " kata Justin santai.
" Aaaa ngak mauuuu " rengek Laura menampar dada Justin.
" Sini sayang biar Kakak cium " kata Justin memajukan bibirnya.
" Ihhh ngak mauuuuu " pekik Laura menutup bibir nakal lelaki itu.
Justin terus memaksa membuat Laura terus melawan,pasangan itu pun berkelahi didalam ayunan.
Vero menghela nafas kesal,lelaki itu terlihat sangat depresi bagaimana tidak,di luar suara Kakak nya sedang beradu debat dengan Justin sedangkan dikamar sebelah suara sang Mama terpekik kesenengan yang Vero yakini orang tuanya juga dalam proses pembuatan anggota baru.
" Jomblo gini amat ya,sedih banget idup gue " Gumam Vero berjalan gontai kedapur.
Dikamar David,lelaki itu terlihat kesenenangan karna sang istri sedang memijitnya penuh gaya.
Bahkan Cila meliuk2 bagaikan seperti ikan lele sambil mengurut punggungnya.
" Gimana Om pijitan saya enak kan ?" Tanya Cila membisiki David sensual.
" Enak Dek,lanjut " Jawab David terkekeh.
" Ngak gratis loh Om " kata Cila memberi kode.
" Iya,apa pun yang Adek mau,Om turutin tapi puasin Om dulu ya " kata David bercosplay menjadi sugardady
" Iya Om " Kata Cila semangat dan kembali meliuk2 membuat David ingin ngakak guling2.
Pasangan sengklek itu pun menghabiskan malam mereka dengan penuh canda tawa dan tak lupa olahraga rutin yang membuat David selalu ceria dan semangat bekerja agar dapat membeli sebongkah berlian untuk istri tercintah.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1