Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Wisuda


__ADS_3

Hari ini cukup spesial bagi Laura karna tepat hari ini gadis itu menyelesaikan kuliahnya,meski gadis itu diterpa banyak masalah tapi Laura tak berleha leha dalam mengejar pendidikannya,gadis itu tak mau uang David terbuang sia2 menyekolahkan dirinya.


Acara wisuda digelar begitu khidmat,saat nama gadis itu dipanggil David dan Cila tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bahkan Cila memfoto Laura saat gadis itu mengenakan toganya.


" Alhamdulillah ya Mas perjuangan Laura ngak sia2 " kata Cila kepada David.


" Iya,meskipun kondisi sedang berantakan tapi Laura mampu menghadapinya " Kata David tersenyum lembut.


Cila mengangguk dan menoleh kearah putranya yang hanya diam.


" Kamu seneng ngak liat Laura lulus ?" Tanya Cila kepada Vero.


" Seneng " jawab Vero tersenyum.


" Beneran ?" tanya Cila semangat.


" Iya dia gadis yang pintar " Puji Vero.


Pria itu kini mulai bisa berdamai dengan dirinya,meski sedikit ingatan mulai menetap diotaknya perlahan tapi pasti ingatan Vero mulai kembali.


Vero sering sakit kepala malam atau dipagi hari,memorinya mulai muncul dan itu membuat orang tuanya cukup bahagia tapi tak tega melihat pria itu kesakitan.


" Dia kakak mu sayang " Kata Cila mengusap kepala putranya.


Vero mengangguk tersenyum.


Setelah gadis itu mendapat gelarnya kini tibalah sesi foto2.


Cila menghela nafas melihat hanya beberapa orang saja yang menyapa Laura dan memberi selamat kepada gadis itu,bahkan ada yang terang terangan menolak Laura untuk berfoto bersama.


Cila dan David sangat geram melihat para gadis itu menolak anak mereka tapi Laura terlihat biasa dan masih bisa memberikan senyum hangat,bahkan gadis itu tak menolak saat teman2nya meminta Laura untuk memfoto mereka.


" Ya Tuhan,mereka jahat sekali Mas " Kata Cila sedih.


" Laura begitu menderita " kata David sedih.


Vero hanya diam menatap nyalang gadis2 yang menolak Laura secara terang terangan.


Karna rasa geramnya semakin menjadi jadi pria itu pun berjalan tegap kearah para krumunan gadis itu dan menarik Laura dari sana.


" Vero " Gumam Laura kaget.


" kalau ngak mau foto sama Kakak saya,ngak perlu mencibir dia,jika kalian tidak tau apa2 diam saja !" Kata Vero kesal.


" Eh siape lu ?" Tanya sèorang gadis disana menyelisik.


" Gue adiknya,kenap lu pada hah ?" Kata Vero garang.


" Vero udah Dek " Kata Laura menahan adiknya.


" ih Kakak sama aja,sama2 kampungan " kata gadis disana melihat mereka jijik.


" Sialan lo,ngebacot mulu,lo pikir lo udah ke kota2an gitu hah,dasar cewek kampung !" Hujat Vero judes.


Laura melotot sempurna dan menarik lelaki itu menjauh.


" sialan Lo,sini lo bangsat !" kata Gadis itu kesal.


" udah Vero " kata Laura menarik Vero ditempat sepi.

__ADS_1


Vero mengibas tangannya dan menatap tajam Laura.


" Lo gadis yang bodoh,jangan memberi hati kepada mereka kalau lo cuma dijadiin bulan2an !" kata Vero tajam.


" Vero,itu ngak seperti yang kamu pikirkan Dek " kata Laura menenangkan.


" Apa ? lo motoin mereka kek orang ngak punya kerjaan !" kata Vero tersulut.


Laura menghela nafas dan menepuk pelan lengan pria itu.


" Kakak juga mau foto bareng temen wisuda Kakak biar nanti ada kenangan foto bersama " kata Laura tersenyum getir.


" heh,astaga kenapa masih ada gadis bodoh seperti ini di dunia yang sudah modern seperti sekarang !" Kata Vero tak habis pikir.


" Kakak ngak papa,ayo kesana " kata Laura menarik tangan Vero menemui orang tua mereka.


" serah " kata Vero berjalan duluan.


Laura tersenyum,secara tidak langsung Vero mulai menunjukkan sifat melindunginya yang dulu sering ia lakukan,Laura percaya pelan2 Vero akan ingat segalanya.


" Kamu ngak papa ?" tanya Cila memeriksa tubuh putrinya.


" Ngak papa Ma,ayok foto bareng " Ajak Laura tersenyum gembira.


Cila mengangguk,mereka pun keluar dari gedung mencari spot foto.


" Lauraaaaa " Teriak 2 orang gadis melengking.


" Kak Ana,Kak Hanin " Gumam Laura terbelalak melihat 2 gadis itu berlari kearahnya.


" Selamat ya La,duh kamu hebat banget loh " kata Ana terlihat bangga dengan gadis itu.


" Oh iya,ini buat kamu " Kata Ana memberi bucket bunga kecil.


" Cih,gayaan anak sultan ngasihnya cuma mawar 3 biji " Cibir Cila.


" Ck,ini mawar bukan mawar biasa Kak " kata Ana berdecak.


" Heleh,bilang aja kamu ngak modal " kata Cila tertawa.


" Beh ngeremehin anak sultan nih orang " Kata Ana menggeleng pelan.


Tak lama terlihat ketiga pria gagah berjalan tegap mengenakan setelan Jas yang sangat keren hingga membuat para gadis disana terdiam.


" Wawwwwwww " Gumam Cila terbelalak melihat salah satu pria membawa bucket bunga mawar sangat lebar hingga menutupi sebagian tubuhnya.


" Waaahhh " Gumam Laura terbelakak.


Seorang anak kecil terlihat menyusul dengan membawa boneka seukuran dirinya.


" ini buat kamu " Kata Andrew membuka kaca matanya dan mengusap kepala Laura dengan lembut.


" Abaaang " Rengek Laura berkaca kaca.


" Jangan nangis dong Dek,ini Abang bawain khusus buat kamu " Kata Aktam cengengesan dibalik bunga.


" Dan ini untuk Onty dari aku dan Mama Hanin " Kata Radit tersenyum.


Seketika Cila dan David kaget dan melihat gadis itu.

__ADS_1


" Ehm ada yang kode keras nih " Kata Cila terkekeh.


" ih Kakak apaan sih " Kata Hanin malu.


" Doain ya " Kata Rifki bersemu.


" Beh Duren ini mah " kata David tertawa.


Rifki ikut tertawa dan merangkul pinggang gadis itu.


Hanin dan Rifki mulai terbuka dengan hubungan mereka,meski belum tau kapan tapi Hanin mencoba untuk menerima pria itu.


" Makasih Bang,ini bagus banget " Kata Laura terharu.


" Selamat ya,semoga ilmunya berkah " Kata Andrew memeluk gadis itu.


" Iya Bang " Kata Laura memeluk Andrew hangat.


" Abang juga mau dipeluk " kata Aktam menaruh bunga itu ditangan Ana.


" Waaakkk berat bang " Pekik Ana kaget dan sempoyongan.


David dengan cepat menahan gadis itu agar tak jatuh ke tanah.


" Biar Abang aja " kata David lembut.


" Aaah makasih Bang " kata Ana centil.


Cila memutar bola mata malas melihat kelakuan gadis nakal itu.


Aktam memeluk Laura dan mencium kening gadis imut itu,Laura bagaikan adik untuk mereka semua.


" Selamat ya La " kata Hanin dan Ana memeluk Laura.


" Makasih Kak " Ucap Laura menitikkan air mata.


Bisik2 mulai terdengar,Vero menatap tajam gadis2 yang menolak Kakaknya tadi kini melihat Laura dengan tatapan iri.


" Gilak si Laura dari mana punya temen2 sekeren itu " Kata gadis disana merasa tersaingi.


" Ngak nyangka ya Laura yang cupu ternyata punya teman orang kaya semua " Kata yang lain ikut menimpali.


" paling juga dia ngemis perhatian sama mereka2 itu makanya dikasihani karna ngak punya temen " kata musuh terbesar Laura yang sering membuli Laura dikampus.


Laura dan keluarganya pun berfoto ria disana tanpa memperdulikan orang2 menatap mereka aneh.


Tanpa mereka sadari,seorang pria mendengar semua percakapan gadis2 itu,pria tinggi itu pun telihat sangat geram dan marah karna kekasihnya di jelek2an.


" Buat gadis yang menghina calon istri ku merasakan apa yang Laura rasakan dulu " Titah Justin tajam kepada seorang pria disampingnya.


" Siap bos " Jawab lelaki itu langsung berpamitan.


Justin tersenyum melihat wajah ceria Laura dikelilingi keluarga yang perduli kepadanya.


" Mulai saat ini,aku yang akan melindungi kamu sayang " Kata Justin tersenyum hangat.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2