Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Lanjutan


__ADS_3

Rania melepas sandalnya perlahan dan merayap masuk ke mushola.


Gadis itu terlihat begitu hati2 dan waspada dengan keadaan sekitar.


Teman Papanya hanya melihat dari kejauhan,lelaki itu tidak ikut membangunkan Denis.


" Papa " Ucap Rania lirih saat maniknya menatap seorang lelaki dewasa meringkuk diatas sajadah.


Jantung Rania seeakan berhenti saat itu juga,bagaimana tidak moment saat ini seperti mencabik hati dalam gadis pilu tersebut.


" Maafin Rania Pa " Batin Rania menahan tangisnya.


Denis tak menyadari kedatangan sang anak,lelaki itu asik tidur tanpa selimut dan bantal.


Sekuat tenaga Rania menahan dirinya,air mata tetap memaksa untuk jatuh.


Cepat2 Rania menyeka tangisannya tersebut dan mencoba tegar.


" Aku kangen Pa,aku sangat sayang sama Papa " Ucap Rania menjangkau Denia dari kejauhan.


Lama terdiam Rania meratapi nasib dirinya dan orangtuanya tersebut.


Rania sangat ingin memeluk Denis,tapi gadis itu juga sadar tindakannya nanti akan merusak semua hal.


Rania merasa dirinya masih tak pantas menjadi Anak Denis dan Miska.


Rasa bersalah kembali menghantam dada gadis itu saat ia ingin melawan ego dalam dirinya.


" Papa sehat2 ya,jangan pikiran Ran,anggap aja aku udah ga ada Pa " Ucap Rania sambil meneteskan air mata.


" Aku sayang Papa,maaf jika harus seperti ini Pa,jangan pernah mencari ku lagi " Lanjut Rania lirih.


Gadis itu menarik nafas panjang dan mulai menjauh.


" Ran " Panggil Denis tibaa2 membuat langkah Rania terhenti.


Gadis itu terlihat sangat terkejut dan menelan ludah kasar.


Hening..


Tak ada suara lagi.


Rania perlahan membalik badannya dan melihat Denis masih meringkuk.


Gadis itu diam terus menatap punggung Denis yg kokoh.


" Raniaaa " Ucap Denis lagi dengan suara lirih.


Tes...


Air mata Rania kembali terjun bebas,gadis itu segera membungkam suaranya agar tak terdengar.


" Jangan tinggalin Papa Nak,hiks hiks " Igauan Denis semakin menjadi.


Rania langsung berlari dari sana tak sanggup menahan gejolak hatinya.


Rania melewati pos membuat teman Denis segera keluar.


" Raniaa tunggu " Pekik lelaki itu mencoba menahan.


Rania terus berlari tanpa menoleh,bahkan sandalnya pun tidak dipakai hanya ditentang saja.


" Raniaaaaa " Pekik pria itu kuat.


" Denissss,Denisss anak kamu Nissss " Teriak lelaki itu menghadap mushola.


Denis yg sedang tidur lelap langsung terbangun mendengar teriakan.

__ADS_1


" Raniaaaaaa tunggu " Teman Denis berusaha mengejar tapi Rania terus berlari dengan sangat cepat.


Denis mendengar nama anaknya langsung terbelalak dan keluar dengan tergesa.


" Ayo pergiii " pekik Denis kepada Hiro yg menunggu disebuah jalan kosong.


Lelaki itu kelabakan dan langsung berlari mengejar Rania apalagi ia melihat seorang lelaki mengejar sang teman.


Keduanya mendekati mobil yg terparkir cukup jauh.


" Ayo jalan Syaddd " Pekik Rania kepada Arshad yg sedang tertidur.


" Hah hoh " kata Arshad terkejut.


" Jalan Syadd mereka ngejar " Kata Rania panik bukan main.


" Hah iya " Jawab Arshad kelabakan dengan setengah nyawanya.


Mobil pun langsung tancap gas meninggalkan lokasi.


Di pos,Denis melihat temannya sudah kembali dengan nafas ngos2an.


" Kenapa ada apa ?" tanya Denis beruntun.


" Rania,tadi anak kamu kesini " Jawab pria bernama Sandri tersebut.


" Apa !" Pekik Denis syok.


" Ya Nis,dia ngunjungi kamu " Kata Sandri tegas.


Deg...


Denis tersentak dengan mata melototnya.


" Rania menemui ku ?" Tanya Denis nanar.


Denis menutup wajahnya dengan sebelah tangan,ntah mengapa tiba2 lelaki itu merasa sangat sedih.


" Aku pikir dia akan membangunkan kamu tadi " Kata Sandri duduk dengan tenang.


" Dia lama kesini ?" Tanya Denis.


" Ya cukup lama,apa kau tidak melihatnya ?"


Denis menggeleng pelan.


" Aku rasa dia hanya melihat dari jauhan " Jawab Sandri iba.


Denis tersenyum pilu,pria itu merasa hatinya sakit dan sesak dengan sikap Rania.


" Apa dia datang sendiri ?" Tanya Denis lagi.


" Iya,tadi sendiri,tapi waktu aku kejar kayaknya ada teman lelaki yg menunggu " Jawab Sandri.


Deg...


Denis tersentak,pria itu mengernyit siapa teman Rania tersbebut.


" Apa mungkin Reka ?" Batin Denis menerka


Stau Denis yg dekat dengan Rania hanya Reka saja,karna permasalahan kembar tersebut juga karna Reka.


Tanpa tunggu lama,Denis mengambil hapenya dan menelfon seseorang.


Tutttttt....


Panggilan tersambung,Denis menunggu jawaban tak sabaran.

__ADS_1


" Halo " sapa seseorang disebrang.


" Mana Rania ?" tanya Denis tanpa basa basi.


" Hah " Ucap Reka kaget.


" Mana Rania Reka ? Tadi kamu sama dia kan " Tuduh Denis.


" Om kecapean ya ? Aku dirumah lagi tiduran " Jawab Reka heran.


" Ga usah bohong kamu !" Kata Denis kesal.


Reka diam,tak lama vidio call pun masuk.


Denis menerima pengalihan telefon tersebut dan nampaklah wajah Reka yg sedang menguap lebar.


Denis mengernyit.


" Udah ?" Tanya Reka malas.


" Rania ga ada disitu ?" Tanya Denis mulai melemah.


" Nih lagi tiduran sama aku " Jawab Reka sambil memeluk gulingnya.


" Jangan kurang ajar kamu Reka !" Kata Denis tegas.


" Ya lagian Om ada2 aja deh,malam2 ganggu orang tidur cuma buat nuduh doang " Kata Reka gemas.


Denis diam,tak lama telfon pun mati.


Denis meletak asal hapenya dimeja membuat sang teman menghela nafas.


" Sabar Nis " Ujar Sandri menenangkan.


" Kenapa nasib aku jadi gini ya San,ditinggalin anak ga enak banget " Kata Denis menyugar rambutnya.


" Aku ga mau ikut campur urusan rumah kalian,tapi melihat Rania gini aku juga sedih dan ga bisa bayangin jadi kamu gimana " Kata Sandri menghela nafas.


" Aku juga bingung,mau menyalahkan istri,dia juga terluka,menyalahkan Rania,dia juga korban " Ucap Denis bingung.


" Kamu harus kuat Den,mungkin ujian dari sang penguasa " kata Sandri menepuk bahu Denis.


Denis mengangguk,dirinya memang berusaha untuk tenang selama ini,tapi lama kelamaan Denis jadi arogan dan menyalahkan dirinya sendiri.


" Aku pikir kamu harus minta bantuan " Kata Sandri serius.


" Kalo minta bantu kakak aku,kayaknya bakal riweh " Kata Denis tau maksud sang teman.


" Ga papa,daripada terus gini,kasihan juga mereka selalu kamu bohongi "


Yap,selama ini Denis sudah berbohong kepada orang tua dan kakaknya.


Cila serta Beno tau Rania berada diluar kota uñtuk bekerja,jadi mereka tak khwatir dengan keadaan anak Denis tersebut.


Bukan sekali dua kali Beno meminta Rania pulang bahkan sering ingin menelfon sang cucu,tapi Denis dan Miska selalu berusaha menutupi dengan kebohongan mereka.


Dan ya,jika rindu Rania,maka Tania yg akan maju menggantikan karna wajah keduanya mirip.


Denis diam memikirkan saran Sandri.


" Aku gak maksa sih,cuma ya mereka juga keluarga kamu Nis,orang tua malah,ga baik bohong terus " Ujar Sandri.


Denis mengangguk,keduanya pun diam berpikir dengan jalannya sendiri2.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2