
Rumah terasa sepi,Suci tak sekolah hari ini lantaran Salsa tak ingin anaknya kehilangan moment.
Gadis itu banyak diam,bahkan saat disuruh menjaga sang adik pun Suci tak banyak protes seperti biasanya.
Suara tangisan sang adik terdengar,gadis kecil itu menghela nafas panjang menoleh melihat sang bayi kecil disampingnya.
" Cup cup adik ganteng jangan nangis " Ucap Suci menepuk pelan.
" Huaaa huaaaa " Tangisan sang adik makin besar.
Gadis itu diam lagi dan mencari akal.
" Adik mau apa ? " tanya Suci.
Bocah lelaki itu tak menjawab
" Maaa " Panggil Suci.
Salsa tak menjawab juga,Suci tak tau kemana ibunya pergi.
" Huaa huaaa " suara tangis makin besar.
Bayi kecil berumur bulanan itu menerjang2 seolah ingin sesuatu.
Suci tersentak,gadis itu melihat botol susu adiknya yg sudah habis.
" Mau ini ?" tanya Suci mengancung.
Bayi kecil itu bergerak seolah ingin menyampau tangan sang kakak.
" tunggu bentar ya " kata Suci bangun.
Gadis itu berlari kedapur meninggalkan adiknya yg menangis diruang tengah.
" Mama mana ya kok gak ada didapur sih ?" Tanya Suci heran.
" Hua huaaa....
Tangis adiknya kembali terdengar.
Suci bergegas mendekati meja dan mengambil susu.
Dengan gerakan cepat,gadis kecil itu membuatkan susu untuk adik tersayangnya.
Suci tak perlu khwatir dengan air panas karna ia sudah biasa membuat susu sendiri untuk dirinya..
Tak berselang lama susu pun jadi,Suci kembali berlari.
" Ini susunya jangan nangis lagi " Kata Suci memamerkan botol bening itu kepada sang adik.
Bocah lelaki itu terlihat antusias,Suci menyipinya sedikit untuk memastikan aman atau tidak untuk lambung sang adik.
Setelah dirasa pas dan tak terlalu hangat baru lah ia menyerahkan botol itu untuk diminum.
Bocah lelaki itu seketika diam menikmati susu buatan kakaknya.
" Maaaa " Panggil Suci lagi.
Hening...
Tak ada jawaban
Suci merasa heran kenapa Ibunya tak ada dirumah padahal tadi ada bersama dirinya.
__ADS_1
Suci dan Salsa tak mengantar Yuni dan Romi,hanya Serkan dan Alexi saja yg mewakili orang tuanya.
Suci ingin keluar mencari sang ibu,tapi gadis itu tak tega jika harus meninggalkan adiknya sendirian.
" Mama kemana sih " Gumam Suci mulai kesal.
Kesabaran gadis itu sangatlah tipis,bahkan lebih tipis dari benang dibagi 2.
Diluar rumah,Salsa terdiam saat maniknya melihat sosok lelaki yg sudah sangat lama sekali tak ia temui.
" Bagaimana Paman tau aku disini ?" tanya Salsa mencoba tenang
" Aku melihat Alexi beberapa hari yg lalu " Jawab lelaki tua itu.
Salsa kembali diam.
" Sa,kamu kan sekarang udah jadi orang kaya,tolong bantu Paman " Ucap lelaki itu tanpa malu.
Salsa mengernyit mendengar permintaan tersebut.
" Anak paman mau lulus kuliah Sa,uang semester nya nunggak dan harus dibayar dulu " Lanjut Lelaki itu melas..
" Kenapa harus aku ?" tanya Salsa heran.
" Lalu Paman mau minta tolong sama siapa Sa,hanya kamu yg paman punya " Jawab lelaki itu sedih.
Salsa terkekeh,wanita itu masih ingat bagaimana dirinya diperlakukan dulu.
" Maaf Paman,ini bukan Salsa yg dulu,aku gak punya apa2 " Ucap Salsa tenang.
" Maksud kamu ?" tanya lelaki itu bingung.
" ini memang tempat tinggal aku,tapi bukan rumah ku " Jawab Salsa.
" Aku memang istri pengusaha,tapi itu bukan milik ku itu milik Alexi,aku hanya menumpang hidup " Balas Salsa..
" Helehhh,sok2an merendah,bilang aja gak mau bantu paman,kamu itu gak punya siapa2 lagi Sa selain Paman,kalo kamu ditinggal Alexi,mau lari kemana kamu hah !" Ucap lelaki itu geram.
Salsa mengepalkan tangannya,wanita itu mulai merasa panas meladeni ucapan pria tua didepannya saat ini.
" Terserah paman saja " Kata Salsa membalas dengan senyuman.
Pria itu menatap nyalang,ia masih tak terima Salsa menolak membantunya.
" Kalau begitu aku masuk dulu Paman,anak ku kesepian " Ucap Salsa menunduk sopan.
" Kau pikir paman akan melepas mu begitu saja ?" Ucap lelaki itu membuat langkah Salsa terhenti
" Paman tau apapun tentang keluarga mu,jangan main2 dengan paman Sa " Lanjut Lelaki itu lagi.
" Kau bisa menikahi Alexi pun itu karna paman "
Jantung Salsa berdegub kencang,wanita itu merasa ancaman Pamannya bukan main2 apalagi dulu ia juga pernah jadi korban.
Salsa kembali melangkah dan meninggalkan pria tersebut.
Sang paman tersenyum smirk,tak lama pintu tertutup sebuah mobil memasuki pekarangan.
Alexi dan Serkan sampai dari bandara,Alexi mengernyit melihat seorang pria tua berdiri tak jauh dari pagar rumahnya.
" Itu siapa Lex ?" tanya Serkan.
" gak tau Kak " Jawab Alexi.
__ADS_1
Keduanya turun dari mobil,Alexi melihat sejenak dan manik keduanya saling bertemu.
Lelaki tua itu menunduk dengan senyum kecil.
" Ayo masuk " Tegur Serkan
Alexi mengangguk,kedua lelaki tampan itu pun masuk kedalam rumah.
" itu siapa ?" Gumam Alexi pelan.
Diruang tengah,Salsa berusaha mendiamkan putranya yg terus menangis.
Bocah lelaki itu terlihat ketakutan,ntah ada apa sedangkan Suci ngomel2.
" Ada apa ini ?" tanya Alexi heran.
" Nih Mama,tadi ntah pergi kemana adik nangis2 " Jawab Suci kesal.
Alexi melihat Salsa,sang istri diam sambil menyusui anaknya.
Serkan memilih menghindar,lelaki itu masuk kedapur mencari air.
" Suci masuk kamar " Ucap Alexi kepada sang anak.
Suci langsung melongos pergi tapi bukan kekamar malah berbelok kedapur membuat Alexi menggelutukkan gigi.
" Nih anak bener2 ya !" Kata Alexi gemas.
Salsa dan Alexi diam,putra mereka pun diam menikmati asi dari ibunya.
" Kamu kenapa ?" tanya Alexi tenang.
" Gak papa " Jawab Salsa.
" kalau ada masalah cerita Sa " Kata Alexi lagi.
Salsa mendongak dan segera menghapus air mata yg menetes dipipinya.
Baru saja sang mertua pergi tapi masalah sudah bertamu kerumah mereka.
" gak ada apa2 " Ucap Salsa sedikit getir.
" Ibu dan Ayah udah berangkat,jadi kita berdua harus kompak mengurus kita sendiri dan anak2 " Kata Alexi lembut.
" Iya Lex " Balas Salsa mengerti.
Wanita itu memunggungi Alexi,ia tak berani menghadap suaminya takut Alexi tau ia sedang tak baik2 saja.
Alexi bangun,lelaki itu masuk kedapur menyusul Serkan dan Suci..
" Ya Tuhan,aku harus apa sekarang ? Bagaimana caranya aku beritahu Alexi ?" Gumam Salsa takut.
Wanita itu ngeri memberitahu Alexi apa yg terjadi barusan apalagi memberitahu bahwa sang paman telah mengancam mereka,tapi jika tak diberitahu Salsa juga takut terjadi hal2 yg buruk.
" Aku akan bicara,tapi nanti aku harus menenangkan diri dulu " Ucap Salsa mencoba tenang.
Diluar rumah,pria tadi belum juga pergi.
Ia masih mengintai dari luar,rumah minimalis tersebut.
" Kamu jangan serakah Salsa,aku ini masih keluarga mu dan pengganti ayah mu,jadi apa yg menjadi milik mu,itu juga ada milikku disana " Gumam lelaki itu tersenyum smirk.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.