
David bersiap siap untuk berangkat bertanding basket hari ini,pria itu mengikat tali sepatu yang baru dibeli Cila beberapa hari yang lalu.
" Udah dong Beb,mukanya nya dibenerin dulu " Kata David menghela nafas melihat Cila mengkrucut kesal..
" Iya,tapi besok janji ya kita harus kerumah Kak Nisa " Kata Cila kesal..
" Iya,aku kan udah ngasih tau kamu kalo aku ada tanding basket "
" Ya tapi kan ah sudahlah " Kata Cila malas debat.
Pria itu menghampiri istrinya dan memegang tangan Cila..
" Aku kan udah izinin kamu buat pergi kesana " Kata David lembut.
" Tapi aku mau nya bareng kamu " Kata Cila berkaca kaca.
" Kamu kan tau waktu aku mepet banget "
" Makanya kamu ngak usah kerja disana lagi,kamu kerja bantuin aku aja Mas,kita urus usaha kita sendiri " Kata Cila kesal.
" Cila,aku ngak mau lagi debat sama kamu ! " Kata David berubah tajam.
Manik perempuan itu berkaca kaca,Cila beberapa hari ini selalu memaksakan kehendaknya hingga David sering dibuat kesal oleh istrinya itu.
" Udahlah,aku ngak mau marah2,kalo kamu mau pergi hayuk,kalo ngak mau ya udah " Kata David cuek berjalan keluar.
Perempuan itu langsung menangis mengasal dilantai.
" Huhuhu Mas David jahat,aku benci sama kamu !! " Pekik Cila kesal.
" Jangan kekanak kanakan dong Beb,Ya Tuhan !!! " Kata David mengusap wajahnya kasar.
Pria itu sudah diburu waktu,tapi istrinya malah bersikap seperti anak kecil..
" Bangun ngak,atau aku tinggal beneran nih " Ancam David tajam.
Cila seketika langsung bangun dan berlari kearah pria itu..
" Naik cepetan !! " Titah David menepuk jok motornya..
Perempuan itu menurut dengan wajah mengkrucut.
David dengan sabar memasangkan helm dikepala Cila,meski wajah Cila membuat pria itu ingin sekali tertawa..
" Huuuffttt sabar Vid,lo harus tenang " Gumam David pelan.
Mereka pun melaju dijalan raya,David sedikit mempercepat lajunya karna pertandingan mulai sebentar lagi.
" Pegangan Beb " Pekik David.
Cila masih diam bersedekap dada,masih kesal dengan pria itu.
Nggeeeeeeenggggg....
Motor itu pun melaju kencang dijalan raya..
Wajah Cila terasa ditampar2 oleh angin yang kencang, ditambah kepala nya berat diterpa angin,hingga terkadang membuat perempuan itu hampir terjungkal karna tak berpegangan..
David terlihat cuek saja,memang Cila 2 hari ini lebih banyak marah,protes hal2 kecil,dan banyak permintaannya hingga David dibuat bingung dengan sikap perempuan itu.
" Pegangaaaan donggg " Pekik David menarik tangan Cila memeluk pinggang nya..
" Ngak mauuu !!! " Teriak Cila marah..
__ADS_1
Pria itu menghela nafas,jika saja dirinya tak dikejar waktu sudah dipastikan, perempuan itu pasti berada dibawah kungkungannya saat ini..
Beberapa menit kemudian mereka sampai,David kaget melihat wajah Cila berantakan.
Maskara perempuan itu sudah luntur terbawa angin dan baju atas Cila terbuka.
David menggeleng pelan mengambil tas Cila,dan membukanya.
Cila diam saja melihat David mengobrak abrik tas selempang itu.
" Ini dia " Gumam David tersenyum menemukan tisu basah disana.
Lelaki itu dengan pelan membuka helm istrinya dan mengelap sisa maskara yang jatuh kebawah mata Cila.
Perempuan itu hanya diam bersedekap dada melihat David mengusap wajahnya dengan lembut.
Pria itu tersenyum kecil melihat wajah Cila yang masih datar..
David kembali mencari barang tas perempuan itu dan mengeluarkan sisir kecil disana.
Pria itu menyisir rambutnya di spion.
Cila mengulum senyum melihat David yang sangat percaya diri..
" Nah sekarang giliran kamu " Kata David lembut dan menyisir rambut Cila.
" Alamak " Kata David kaget sisir itu tersendat.
Pria itu sedikit memaksa menyisir rambut berantakan Cila..
" Aaaaa sakitt " Pekik Cila kaget dan langsung menampar kepala pria itu.
Plakkk
" Kamu mau bikin kulit kepala aku lepas apa !" Kata Cila marah..
David menggeleng lemah dan memasang tampang polos nya.
" Aku cuma mau sisirin rambut kamu doang kok Beb,tapi rambut kamu em kusut jadi susah " Kata David menunduk takùt.
" Potong jatah!! " Kata Cila tajam.
Jedddeeeerrr...
Kaki pria itu langsung lemas,hal yang dia takutkan pun terjadi.
" Jangan dong Beb,aku kan ngak sengaja " Kata David memelas..
" Hayyy Kak David ya,wah makin ganteng sekarang " Kata seorang gadis tiba2 menghampiri mereka berdua dan bergelayutan di lengan pria itu.
Cila menganga lebar begitu pun David yang kaget bukan main..
" Kak David apa kabar ?" Tanya gadis cantik tersebut.
" Hehe baik " Kata David menelan ludahnya kasar melihat Cila mengepalkan tangannya.
" Em dia siapa Kak,adik ya ?" Tanya gadis itu polos.
Deg...
David mematung dan melirik Cila..
Perempuan itu sudah sangat emosi,tapi Cila masih diam menatap tajam pria yang sudah pucat pasi itu.
__ADS_1
" Hehe em dia..
" Viddddd buruannnn " Teriak teman se tim David tiba2 nongol.
" Oh mau mulai Kak,ayo bersiap " Kata gadis itu girang dan menarik tangan David.
Cila mengangkat tangan nya dan memberi tatapan maut kepada pria itu.
" Selamat anda tidak akan dapat jatah malam ini !!!!" Kata Cila tanpa suara..
Jeddeeeeeeerrrr....
Dunia lelaki itu serasa runtuh melihat Cila pura2 mengelek lehernya..
" Nasib2 " Kata David pasrah saat tangannya terus ditarik gadis itu yang merupakan fans nya di tim.
Diluar sana Cila mengamuk sendirian,gadis itu sangat kesal melihat suaminya di pegang2 perempuan lain.
" Awas aja kamu Mas,tunggu pembalasan aku " Kata Cila penuh emosi.
" Aaaaakhh " Pekik Cila kesal menghentak2kan kaki nya dilantai.
Banyak orang menatap nya aneh,tapi perempuan itu tak perduli,Cila masih dikuasai rasa cemburu nya saat ini.
" Liat aja kamu Mas,aku bakal bikin burung kamu ngak bisa masuk sangkar " Kata Cila berapi api.
Dengan langkah kesal perempuan itu masuk kedalam aula pertandingan.
Cila duduk ditengah2 penonton,pertandingan akan dimulai sebentar lagi.
" Ayooo Kak semangaaatttt go go go David go " Teriak suporter heboh memanggil nama suami nya.
" Astaga ternyata suami ku populer juga,bahaya nih " Kata Cila panik sendiri..
" Aaaaaaaaaaa Kak Daviiidddd semangaaat Kak,tembakkkk dooorrr " Pekik gadis lain tak kalah heboh.
Cila menganga lebar melihat para gadis itu,ingin rasanya Cila menyumpal mulut gadis2 itu dengan bom agar berhenti menyanjung suami nyaa..
Tak lama David pun keluar bersama tim2 nya,suara gemuruh mulai menggelegar diaula tertutup itu.
Pria itu terlihat tersenyum saat gadis2 memanggil namanya memberi semangat.
" Gawat nih bakal kalah saing aku kalo gini caranya " Gumam Cila ketakutan.
David terkekeh pelan melihat istrinya yang duduk tak tenang melihat kearah gadis2 yang meneriaki namanya.
Pria itu melambaikan tangannya kearah Cila,perempuan itu melihatnya dan tersenyum kecil.
Baru saja Cila mau membalas lambaian suaminya, seorang gadis tiba2 berdiri dan melambaikan tangannya pada suami nya itu.
" Ck kayak nya aku butuh bantuan nih,untuk menyingkirkan gadis2 gatel ini " Gumam Cila teringat seseorang.
David tertawa geli melihat istrinya,tanpa sadar pria itu sangat semangat untuk memenangkan pertandingan kali ini.
Priiittttttt....
Bunyi pluit dimainkan pria itu pun langsung merebut bola dari lawan mainnya.
Di kursi tunggu Cila masih sibuk meminta bantuan seseorang diseberang sana,dengan manik nya selalu menatap suaminya yang menembak dari kejauhan.
" Goooolll yeeeeee semangat Bebbb " Teriak Cila heboh saat David dengan sekali tembakan bisa memasukkan bola ke ring.
Gadis itu heboh sendiri dengan memanggil David dengan kata suami,para suporter itu menatap Cila aneh menganggap wanita itu gila kepada idola mereka.
__ADS_1