
Malam harinya David pulang dengan keadaan lelah,pria itu sungguh terlihat sibuk akhir2 ini hingga waktu bersama keluarga pun berkurang.
" Mas,kamu ngak mandi dulu ?" Tanya Cila heran melihat David diam di meja makan.
" Nanti lah,masih panas " Jawab David tenang.
Cila mengangguk dan mengambil air.
" Kenapa melamun sendiri ?" Tanya Cila duduk disamping pria itu.
Vero sudah tertidur karna kelelahan bermain seharian.
" Emang kalo aku ajak kamu,kamu mau ?" Tanya David balik.
Cila terkekeh pelan dan menampar gemas lengan suaminya.
" Ya ngak juga sih,kalo sama2 melamun ntar kesambet siapa yang nolongin coba " Kata Cila tertawa.
" Paling Vero yang teriak minta tolong sama tetangga " Ujar David ikut tertawa.
Cila menggeleng pelan dan menatap manik suaminya.
" Lelah banget ya hari ini ?" Tanya Cila merapikan rambut David.
" Hm,lumayan sih " Jawab David lesu.
" Mandi dulu gih,ntar aku pijitin " Kata Cila bersemu malu.
" Beneran ?" Tanya David girang.
" Iya,makanya mandi "
" Ya udah,aku mandi dulu ya " Kata David semangat.
Pria itu langsung berdiri dan berjalan kekamar mandi.
" Tolong ambilin handuk ya " Pinta David cengengesan.
" Iya cinta ku " Gombal Cila.
David tertawa dan masuk kedalam kamar mandi.
Selesai mandi dan berbenah,kini David sudah tengkurap di kasur bersama putranya.
Wajah damai Vero membuat lelaki itu tersenyum haru.
David tak menyangka berjalannya waktu ia bisa menghidupi Cila dan putranya dengan layak,tak seperti dirinya dulu saat bujang selalu kekurangan.
" Udah siap nih " Kata Cila membawa obat urut.
David mengangguk dan tersenyum hangat.
Cila naik keranjang dan mulai membuka baju suaminya.
Dengan sabar perempuan itu mulai memijit David dari tangan hingga kaki.
David begitu menikmati meski pijatan Cila tak terlalu kuat.
" Duh cape juga ternyata " Gumam Cila mulai merasa lelah.
Perempuan itu melihat Vero dan David bergantian,senyum hangat pun terukir indah di wajah Cila.
" Kalian begitu mirip Mas " Gumam Cila pelan.
Waktu semakin larut,David pun mulai memejamkan mata karna memang lelaki itu sudah lelah.
Cila berhenti ketika David sudah tidur.
Perempuan itu membersihkan tubuhnya sebentar dan berbaring bersama anak serta sang suami.
" Meski sekarang waktu kita ketemu ngak kayak dulu lagi,aku harap kamu ngak berubah Mas " Gumam Cila mengusap lembut wajah polos David.
" Entah mengapa saat pertama bertemu hingga kini,rasa cinta aku ngak berubah sama kamu,meski dulu kamu cuek sama aku tapi itu membuat aku semakin gencar ingin mendapatkan kamu " Curhat Cila.
__ADS_1
David tiba2 membuka mata,pria itu ternyata tak tidur otomatis David mendengar semua perkataan istrinya.
" Ciee yang sayang suami " Goda David terkekeh.
Cila yang asik bercerita pun kaget bukan main,dirinya menyangka David tidur karna sudah tak bergerak.
Pria itu memiringkan tubuhnya menghadap Cila dan menatap lembut gadis itu.
" Kamu tenang aja,walaupun banyak yang suka sama aku,tapi aku tetap tau jalan pulang " Kata David lembut.
" Aku takut kamu berpaling Mas " Kata Cila berkaca kaca.
Ntah mengapa mood perempuan itu sedikit kacau malam ini.
" Emang aku ada tampang2 mau selingkuh gitu ?" Tanya David heran.
" Em,aku ngak tau diluar kamu ngapain aja,ketemu sama siapa aja '' Kata Cila jujur.
" Kamu ngak percaya sama aku ?" Tanya David.
" Bukan ngak percaya,tapi aku cuma khawatir aja kamu ketemu yang lebih cantik dari aku " Kata Cila mengkrucut.
" Tapi hanya kamu yang bisa ngasih anak setampan dan selincah Vero " Kata David mengulum senyum.
Cila kaget dan langsung bersemu merah.
" Kenapa diam ?" Tanya David menggoda.
" Ngak kenapa2 " kata Cila sangat malu.
" Hahaha,meski pun aku tampan pari purna,aku bakal setia kok kamu tenang aja " Kata David bangga.
" Heleh,sombol sekali anda Ferguso " Cibir Cila.
David tertawa geli dan menarik Cila mendekat.
" Kamu ucul banget sih,kan aku makin sayang jadinya " Kata David memeluk gemas Cila.
David kembali tertawa merengkuh istrinya.
" Kalo terjadi apa2 sama kamu,kamu janji ya harus jagain Vero sebaik mungkin " Kata David lembut.
" Jangan aneh2 kamu Mas " Kata Cila tak suka.
" Ya kita mana tau hidup Cila " Kata David pelan.
" Jangan ngomong gitu ih,ngak suka tau kayak mau pergi aja " Hujat Cila.
" Emang mau pergi guys haha " Kata David melucon.
" Mau kemana ?" Tanya Cila heran.
" Biasalah "
" Keluar kota lagi,kan kamu baru balik Mas " Kata Cila serius.
" Ya mau gimana lagi sayang,tadi aku udah ngomong sama orang yang bersangkutan,mereka minta dianterin langsung supaya bisa ngedealin produk " Jelas David hati2.
" Ih,ngak enak banget sih ditinggal2 mulu " Kata Cila merajuk.
David menghela nafas,pria itu juga berat untuk meninggalkan Cila dan Vero sendirian dirumah,apalagi Cila sangat manja.
" Aku ikut ya " Pinta Cila memelas.
" Jangan lah,kasihan Vero " Tolak David.
" Terus kami gimana,kamu dalam sebulan udah berapa kali loh Mas bolak balik keluar kota,aku khawatir tau " Kata Cila mengungkapkan isi hatinya.
" Kamu ngak tau aja aku tiap malam nangisin kamu "
David terdiam,ini lah yang membuat lelaki itu bimbang.
David ingin tetap menemani anak istrinya,tapi pekerjaan seolah meminta waktu lebih untuk dibereskan.
__ADS_1
" Aku juga baru nyadar loh jadi Kak Nisa ternyata sangat berat " Kata Cila lesu.
" Kenapa ?" Tanya David bingung.
" Gimana ngak berat,Kak Reno kalo dah kerja berhari2 ngak pulang,apalagi kalo harus keluar negeri,kasihan triplet sama Bara dulu " Kata Cila mengingat2.
David mengangguk setuju.
" Kalo ngak kayak gitu dari mana Ana dapat pakaian dan fasilitas tiada dua nya,terus gimana Bara bisa kuliah enak tanpa pikir biaya,kalo 2 bocah kembar laki2 itu dari mana mereka bisa makan enak?" Tanya David.
Cila terlihat berpikir keras.
" Iya juga ya Mas,kalo Bara Aktam dan Andrew masih mending,bocah paling bontot itu yang paling banyak maunya " Kata Cila mulai mengerti.
" Iya,Bang Reno itu kerja makan waktu banget loh " Kata David mengingat kakak iparnya.
Cila mengangguk setuju,karna dia memang sedikit tau banyak tentang Reno.
"Emm btw kamu beli apaan tadi siang ?" Tanya David dengan wajah slengekan nya.
" Huh,kamu mau tau ngak Mas,tadi aku mau beli baju kayak jaring itu di Mall " Lapor Cila.
" Terus ?"
" Astaga,harganya nyekek leher Mas,untung aku masih bisa nafas " Kata Cila lesu.
" Hahaha semahal apa sih baju kayak tarzan gitu ?" tanya David tertawa renyah.
" Harganya ngalahin mahar kamu Mas buat halalil aku " Kata Cila kesal.
" Apa !!!" Pekik David kaget.
" Ngeri ngak tuh,mana anak kamu main cilubba loh tadi,kalo sobek bisa stroke aku " Kata Cila ngeri.
David menelan ludah kasar,menurut David mahar yang ia beri ke Cila dulu cukup besar meski menurut orang kaya tak seberapa indah,karna ia mencari uang dengan susah payah.
" Jadi dibeliin ngak ?" Tanya David was2.
" Gila aja mau beli,mau makan apa Vero besoknya,terus pampers nya gimana,masa iya digantiin kain gandum " Ujar Cila.
" Wahahahahahahahaha " David tertawa ngakak.
Jika dirinya bersama disana mungkin pria itu harus memasang wajah tebal karna tak jadi beli.
" Ya udah,yang lama kan masih ada,ntar aku jahitin " Kata David santai.
" Hahahahaha,apa yang mau dijahitin coba udah belah dua gitu,masa benang jahit benang " Cibir Cila.
David terdiam,memang itu kesalahannya yang tak hati2 saat mencuci.
" Ya udah,kamu pake apa aja cantik kok,apalagi ngak pake baju,uhhh cantiknya nambah " Goda David mencuil dagu Cila.
" Heleh,kamu nya enak aku yang encok,rugi banyak aku " Hujat Cila.
" Aaaaa cayang2,cini peyuk Mas David dulu bial aula nya kelual " Kata David mengusel wajahnya di dada perempuan itu.
" Udah ah,ujung2 nya kamu minta jatah " Kata Cila menjauhkan kepala pria itu.
" Heheh kamu mah tau aja,hayuk gas mumpung Vero tidur ngak sadar " Bisik David lirih.
" Hm,ya udah hayuk mumpung cuaca dingin wkwk " Kata Cila ikut menggoda.
" Yeesss,otw bikin baru " Pekik David girang dan langsung membuka baju Cila.
Cila tertawa renyah melihat kegilaan David.
Mereka pun melakukan percintaan yang eksotis dimalam hari,disamping sang anak.
Meskipun sebenarnya Cila ngeri Vero tiba2 bangun dan menyaksikan adegan 21+ orang tuanya.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1