
Setelah semua pekerjaan selesai,Luara bergegas untuk pulang,Andrew masih dsana lelaki itu tertidur menghadap kipas angin.
Ana dan Lulu sudah pulang duluan setelah mengisi penuh baterai hapenya.
Laura tak habis pikir bagaimana Ana dan Lulu bisa berpikiran bahwa habis bensin bisa diganti dengan air hal hasil motor mereka pun merajuk tak mau hidup hingga membuat Ana dan Lulu terpaksa mendorong cukup jauh.
Kedua anak sultan itu kehabisan beterai ponsel untuk menghubungi orang tuanya sedangkan tak ada bengkel terdekat untuk memperbaiki.
Laura menatap pria itu dengan senyum mengembang,ntah mengapa wajah Andrew dan perlakuan pria itu membuat mental Laura naik turun.
Lelaki itu kadang ketus kadang baik,kadang juga sangat menjengkelkan,tapi Laura bisa menerima dengan lapang dada.
" Emh...." Lenguh Andrew bergerak perlahan.
Laura masih menatap pria itu dengan nanar.
Andrew membuka mata dan kaget melihat Laura begitu dekat dengan dirinya.
" Kamu ngapain ?" Tanya Andrew langsung terduduk.
" Hah em ak aku em aku kepanasan " Kata Laura kelabakan.
" Kipasnya menghadap kesana bukan kesini,kamu menghalangi nya " Kata Andrew heran.
" Hah hehe iya haha maaf Bang " Kata Laura salah tingkah.
Gadis itu pun menyingkir dari sana dan duduk di lantai.
" Kamu udah selesai ?" Tanya Andrew kembali memasangkan bajunya yang sempat terbuka saat Ana pulang.
" Udah,Abang masih mau disini ?" Tanya Laura mengulum senyum.
" Ya ngak lah,ngapain,ayo pulang " Ajak Andrew bangkit dari duduknya.
" Iya " Kata Laura tersenyum.
Andrew pun membantu gadis itu berberes beres.
Saat pintu ruko sudah tertutup,Andrew sudah siap dengan motor gedenya.
" Ayo cepetan,kita cari makan dulu ya " Kata Andrew menatap datar gadis itu.
" Tapi aku ngak bawa helm " Kata Laura menunduk.
" Ck,naik aja cepetan " Kata Andrew dingin.
" Iya2 " Laura mengangguk dan duduk dibelakang pria itu.
" Pegangan,kalo jatuh ngak tanggung jawab " Ujar Andrew dingin.
Laura mengangguk dan melingkarkan tangannya di pinggang lelaki itu.
" Aku peluk ya Bang " Kata Laura malu.
" Hem " Jawab Andrew berdehem.
Mereka pun melaju dijalanan,Andrew membawa gadis itu kesebuah restoran tempat ia sering makan.
Saat mereka sampai sana,suasana Restoran cukup ramai dipenuhi orang2 berduit.
" Bang aku malu " Kata Laura sembunyi dibelakang pria itu.
" Ngapain malu,aku bawa uang tenang aja " kata Andrew memainkan alisnya.
" Ya bukan itu,liat baju aku,ngak selaras banget sama cewek2 itu " Kata Laura menunjuk gadis2 yang berpakaian waw.
Andrew melihat dan tersenyum.
__ADS_1
" Ngak papa,gini aja cantik kok " Kata Andrew mengusap kepala gadis itu.
Deg....
Seketika Laura mengerjap2kan matanya merasa terkejut dengan ucapan pria itu.
" Ak aku cantik ?" Tanya Laura berbinar.
" Jelek,udah yuk masuk laper nih " Kata Andrew menyeret gadis itu masuk.
Laura mengkrucut kan bibirnya dan masuk kedalam mengejar langkah lebar lelaki itu.
Para gadis2 menatap Andrew tak berkedip,bagaimana tidak Andrew benar2 membius siapa saja yang melihatnya,meski baru bangun tidur tapi tak menyurutkan ketampanan lelaki itu.
" Mereka kenapa sih liat2 Bang Andrew " Cicit Laura kesal.
Laura melototkan matanya kepada gadis2 cantik itu.
" Kamu mau apa ?" tanya Andrew menoleh.
" Hah,terserah aku ikut Abang aja " Kata Laura bergelayutan manja dilengan Andrew.
" Kamu kenapa sih ?" Tanya Andrew tersenyum heran.
" Mereka lesbian Bang,aku takut " Kata Laura berbohong sambil maniknya melihat kearah gadis2 itu.
" Hah beneran ?" Tanya Andrew kaget dan melihat kearah mereka.
Gadis2 itu seketika girang melihat Andrew juga menatap mereka.
" Ih ngerii,sini dempetan sama Abang " Kata Andrew menarik pinggang gadis itu.
Laura tersenyum senang dan melingkarkan tangannya dipinggang lelaki itu.
Mereka pun memesan makanan dengan tenang.
" Yes berhasil hahaha,Bang Andrew polos banget sih " Batin Laura terpekik senang.
Yap,ternyata Justin juga ada disana sedang berkencan bersama wanita yang ia pesan untuk malam nanti.
Tatapan tajam lelaki itu membuat takut wanita didepannya.
Justin meremas tisu dengan kuat hingga urat2 tangannya menyembul keluar.
" Kamu kenapa ?" Tanya Wanita itu heran.
Justin diam saja maniknya masih melihat kedepan.
" Makan lah yang cepat habis ini kita ke hotel !" Kata Justin tegas.
" Tapi bukannya nanti malam ?" Tanya Wanita itu terkejut.
" Atau lo mau sekarang !" Bentak Justin emosi.
Wanita itu menelan ludah kasar dan menggeleng.
" Baiklah,aku makan sekarang " Kata wanita bayaran itu takut.
Nafas Justin terasa tercekik,apalagi ia melihat jelas bagaimana Laura tersenyum bahagia bersama pria yang ia bawa.
Ditempat Laura,gadis itu sangat bahagia melihat Andrew memotong stick untuk dirinya.
" Segini udah ?" Tanya Andrew menyodorkan piring Laura.
" Kecilin lagi " Kata Laura manja.
Andrew mendengus dan kembali memotong.
__ADS_1
Laura mengeluarkan ponselnya dan memfoto pria itu diam2.
" Mau gaya apapun Bang Andrew memang tampan " Batin Laura takjub.
Perpaduan wajah Reno dan Nisa tercetak jelas diwajah lelaki itu,manik keabuan Andrew yang paling mengikat,pria itu seperti pakai soflen jika dilihat sekilas.
" Nih makan,jangan lupa bismillah " Kata Andrew menyodorkan lagi piring Laura.
Gadis itu mengangguk tersenyum dan mulai makan.
Mereka pun makan dengan tenang sesekali Laura mereceh dàn hanya mendapat senyuman kecut dari Andrew,meski rada kecewa dengan sikap pria itu tapi Laura masih bahagia karna ia tau mendekati Andrew bukan lah hal mudah.
Justin sudah kebakaran jenggot melihat Laura yang terus tersenyum,pria itu bingung mengapa dirinya sangat marah melihat Laura bahagia dengan pria lain.
" Gue kenapa sih,kok jadi panas gini " Batin Justin merasa gerah.
" Aku udah selesai " kata wanita didepannya.
Justin mengangguk mengerti dan bangkit dari duduknya.
" Ayo kita pergi " kata Justin tegas.
wanita itu mengangguk dan mengikuti langkah lebar Justin.
Saat pintu kaca terbuka,manik Laura dan Justin bertemu.
Seketika,Laura yang sedang mereceh pun terdiam melihat pria itu.
" Kak Justin " Gumam Laura pelan.
Justin menatap Laura tajam seolah memberitau bahwa dirinya tak suka.
" Kenapa Kak Justin liat aku gitu amat ya ?" Batin Laura takut.
" Kok diam ?" Tanya Andrew yang mendengar setengah recehan gadis itu.
" Hah eh iya Bang,em apa ya lanjutannya " Kata Laura menggaruk kepala bingung.
Justin langsung berlalu dengan cepat dari sana.
Jantung Laura berdegub kencang,gadis itu merasa tak enak hati,apalagi Justin melihatnya dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Duh,kok aku kayak ketahuan selingkuh gini sih " Batin Laura masih terngiang2 dengan raut wajah pria itu.
Andrew melihat Laura diam,lelaki itu pikir Laura sedang mencari topik receh selanjutnya,jadi Andrew pun ikut diam sambil memakan makanannya.
Di hotel saat mereka sampai dikamar,Justin langsung mendorong wanita bayarannya tadi keranjang.
" Aauuuu pelan2 " kata wanita itu kesakitan.
Justin tak memperdulikan,lelaki itu sudah dikuasai oleh emosinya.
Dengan cepat Justin membuka bajunya dan mendekati wanita itu.
" Cepat !" Geram Justin dengan wajah memerah.
" Iya,aku ganti baju dulu " Kata wanita itu takut.
Justin menggeleng,dengan sekali sentakan lelaki itu merobek baju wanita bayarannya dan langsung menuntaskan hasratnya dengan brutal.
Justin benar2 dikuasai oleh amarahnya sendiri,saat dirinya membuat wanita itu mendesah kenikmatan,Justin mencabut miliknya dan berlalu kekamar mandi.
Wanita itu berteriak kesal karna Justin meninggalkan dirinya begitu saja sedangkan dirinya sudah mendekati klimaks.
Justin tak perduli,pria itu bermain sendiri dikamar mandi menyegarkan isi kepalanya yang terasa panas.
" Shit!!" Umpat Justin teringat senyuman Laura kepada pria lain.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya.