
Pagi ini David bersiap siap untuk berangkat bekerja,Cila sangat antusias membantu suaminya bersiap pagi ini.
" Yank,ngak usah pake dasi " Kata David terkekeh pelan melihat Cila sibuk mengambil dasi yang di beri Reno semalam.
" Aku bagian cleaning service Yank,bukan kantor,pake dasi buat apaan " Kata David tertawa.
Cila terkekeh pelan dan langsung bersemu malu.
" Iya Mas,aku terlalu semangat sampe lupa profesi kamu " Kata Cila ikut tertawa.
" Haha ntar ya,aku harus mulai dari Nol dulu supaya kalo udah sukses ngak tinggi hati " Kata David lembut.
" Iya Mas ku,aku ngerti kok,ya udah pake hitam putih gini aja kamu udah keren kok " kata Cila tersenyum.
" masak sih,mau dibayar berapa nih atas pujiannya ?" Olok David.
" Bayar pake cinta kamu aja hehe " Kata Cila bersemu malu.
David tertawa geli dan mencubit gemas pipi Cila.
" Kamu makin hari makin gemesin deh " Kata David lucu.
" Masag sih Mas,aku gendutan ya ?" Tanya Cila merengut.
" Ngak kok,sumpah kamu tuh langsing banget kek gitar spanyol " Kata David mengangkat 2 jarinya.
" Masag sih,bohay dong " Kata Cila malu.
David mengangguk cepat.
" Kalo gue bilang dia gendut bisa ngak dapat jatah nih " Batin David ngeri.
Dirinya tak bisa membayangkan jika Cila menolak untuk bercinta karna dirinya sudah kecanduan dengan perempuan itu.
" Ya udah turun yuk " Ajak Cila semangat.
David mengangguk dan menggandeng tangan istrinya.
Mereka menemui keluarga yang lain,yang ternyata sudah bersiap dimeja makan.
Terlihat Ana sedang ngobrol serius dengan Laura dan Zaiva,ntah apa lagi rencana mereka,pihak orang tua pun tak mengerti.
Nisa duduk merengut dengan Reno yang terus memelas memohon ampun.
" Yank,jangan ngambek dong " Melas Reno memegang tangan Nisa.
" Apaan sih Mas,ngak usah pegang2 " Kata Nisa marah.
Rendi dan Clara mengulum senyum melihat kelakuan Reno dan Nisa,layaknya Abg yang sedang marahan.
" Waaahh Bang David ganteng banget " pekik Aktam heboh.
Cila berjalan bangga mengandeng suaminya dan duduk didepan mereka.
" Iya Vid,gila kamu pake ginian gantengnya nambah " Kata Rendi menimpali.
" Lihat2 tuh Cila suami mu,ntar kecantol gadis di perusahaan Kakak " Kata Clara memancing.
Cila melotot tajam kearah David,pria itu langsung menunduk takut.
Rendi menyenggol lengan istrinya yang jahil mengerjai Cila yang sensitve.
__ADS_1
" Tenang aja Cctv Kakak 24 jam,kalo suami mu macam2 ntar Kakak buang ke kandang harimau " Kata Reno santai.
Degg...
David menelan ludahnya kasar,pria itu teringat akan anak asuh Reno yang tersembunyi selama ini.
" Iya Kak,kalo dia lirik2 wanita cantik lempar aja kekandang buaya atau ngak macan,harimau atau apalah " Kata Cila menimpali.
Gadis itu tak tau apapun bahwa Reno memang mempunyai binatang2 lucu itu.
" Iya,tenang aja serahin semuanya sama Kakak " kata Reno mengedipkan matanya kearah David.
David langsung pucat ketakutan,meski terdengar bercanda tapi David tak main2 dengan ucapan Reno yang memang benar adanya,bahwa dia punya hewan2 seperti itu.
" Tenang aja Bang,Ana bakal bantu selamatkan Abang " kata Ana menimpali.
" Makasih Ana " kata David menghela nafas.
Kini giliran Reno yang kaget,dirinya tak bisa membayangkan jika putri kecilnya itu akan nekad jika dia benar melempar David kesana.
" Kok sekarang kamu yang pucat Mas ?" Tanya Nisa heran.
" Hah emn ngak kok,aku cuma laper Yank " Kata Reno ngeles.
" Masalah kita belum selesai ya,ngak usah macem2 kamu " Ancam Nisa garang.
Reno menelan ludahnya kasar dan langsung menunduk takut.
" Sayang,tolongin Papa dong " Rengek Reno kepada Ana.
" Sorry Pa,aku sibuk mengajari Zaiva dan Laura tugas baru " Kata Ana sombong.
" Jangan aneh2 kamu,Zaiva itu sudah ketularan sengklek nya kamu " Kata Clara kesal.
" Tenang Ma,Iva bisa tangani " Kata Zaiva santai.
" Kamu jadi anak buahnya Non Ana ?" Tanya Siti pelan kepada anaknya.
" Iya Bu,aku jadi ansiesenten aduh apa ya namanya " Kata Laura menggaruk kepalanya lupa.
" Asisten " Kata Ana bangga.
" Apa !!!" Pekik Mereka semua kaget.
" Jangan macem2 kamu Dek,jangan mau Dek Laura " Kata Bara protes.
" Tenang kok kerjaan nya ngak berat,dia sambil belajar " Kata Ana tenang.
Andrew dan Aktam saling melihat,bingung maksud adiknya itu.
" Maksud kamu apaan ?" Tanya Nisa.
" Hehe ada deh Bunda,tenang aja aku ngak nyakitin dia kok,iya ngak ?" Kata Ana meminta pendapat Laura.
" Iya Ante,aku cuma diajali menulis sama Bos Ana " Kata Laura polos.
" Astagfirullahalazim " Kata mereka semua serempak.
Reno menepuk jidatnya kelu,begitu pun David dan Rendi langsung tertawa terbahak.
" Heheh biar dia bisa nulis terus sekolah yang pinter kayak aku,ngak papa kan Bi " Kata Ana kepada Siti.
__ADS_1
" Iya Non,ngak papa " Kata Siti tersenyum haru.
" Ya Allah Mas,anak mu belum apa2 udah dipanggil Bos " Kata Nisa tak percaya.
" Aku aja baru dipanggil Bos saat udah jadi pemimpin loh Nis,lah ini baru seumur kencur udah dipanggil Bos " Kata Reno menggeleng pelan.
" Bos Ana " Kata Cila tertawa geli.
Ana menunduk malu dan mengambil rotinya mulai makan.
" Bang,aku harus kalem lagi deh mulai sekarang " Kata Clara pelan.
" Kenapa ?" Tanya Rendi kaget.
" Aku gini aja Zaiva udah gitu loh,gimana kalo aku bar2 kayak Cila coba ?" Bisik Clara pelan.
Rendi melihat Cila yang duduk diseberangnya,terlihat perempuan itu tertawa mengolok Ana.
Rendi menelan ludahnya kasar.
" Kayaknya aku juga harus kalem deh Yank,biar anak kita kalem juga " Kata Rendi menimpali.
" Wahahaha " Tawa Cila tiba2 langsung meledak mendengar cerita Ana yang menjahili teman sekolahnya.
Mereka menggeleng pelan,Ana,Cila,Zaiva,ditambah lagi Laura sudah kombinasi yang pas untuk meramaikan rumah besar itu.
" Yank,ketawa nya di rem,nanti gigi kamu lepas " Tegur David.
" Hehe iya Mas,aku khilaf " Kata Cila tersenyum malu.
Mereka menggeleng pelan,acara sarapan itu pun dipenuhi canda tawa.
" Terus teman kamu jadi nyontek ngak ?" Tanya Cila penasaran.
" Iya lah,kalo ngak nyontek ngak bisa dapat nilai besar " Kata Ana santai sambil menggigit rotinya.
" Jadi kamu dapat nilai besar selama ini dari hasil contekan ?" Tanya Cila
" Ngak juga sih,aku tuh sebenernya pinter Kak,tapi ya kepinteran aku udah diambil sama 2 pria itu,jadi ya,aku tinggal sisanya deh karna aku anak terakhir " Kata Ana menuduh Aktam dan Andrew.
" Dasar kamu nya aja yang males belajar,makanya jadi goblok " Kata Aktam tak terima.
" Iya,ngitung 3 + 2 aja mikirnya lama " Hujat Andrew.
" Mtk itu harus pake teknik ngitungnya Bang,ngak bisa asal2 " Kata Ana membela diri.
" Heleh,bilang aja kamu ngak tau " Kata Aktam menimpali.
Melihat Ana yang diserang langsung oleh 2 saudaranya,Laura berinisiatif untuk membela,tapi belum juga mulut gadis itu mangap Cila sudah menyumpal mulut Laura dengan roti.
" Dah jangan ikut campur,nanti kamu ikut2an di hujat 2 jantan itu " Bisik Cila lirih.
Laura melihat Andrew,dan benar saja manik tajam Andrew menatap Laura dengan tatapan membunuh.
" Hehe pis Bang " kata Laura menciut.
David dan Cila langsung tertawa melihat tingkah Laura yang kini tak sangat malu2 lagi berkat tingkah Ana yang mau menjadikan dia sebagai teman.
❤❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1