
Pagi ini membuat Hani bosan,ia tak bisa kemana pun karna belum tau lokasi tempat ia berada.
" Duhh bosan " Ucap Hani lesu.
Suasana sepi,tak ada siapapun disana bahkan tak ada barang juga selain kasur dan lemari.
Gadis itu benar2 seperti seorang perantau yg tak punya tujuan.
" Huh mending aku telfon Reka dulu " Ucap Hani teringat.
Gadis itu mengambil hapenya dan menelfon sang sahabat.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Halo Rek,kamu dah bangun ?" tanya Hani semangat.
" Hm " Jawab Reka lesu.
" Kamu gak kerja ?" Tanya Hani lagi.
" Kerja,jam berapa ini ?" tanya Reka serak.
Hani melihat jam hape nya sejenak.
" Dah jam 8 " jawab Hani polos.
" Hah jam 8 ?" Pekik Reka kaget.
" Iya,makanya aku tanya " Ucap Hani.
" Astaga Han,aku telat " Kata Reka seketika grasak grusuk.
Hani terkekeh geli,ia sudah bisa membayangkan bagaimana panik nya sang sahabat saat ini.
" Dah sana mandi dulu " Ucap Hani ingin tertawa.
" Iya ini mau mandi,matiin aja telfonnya " Pekik Reka terdengar sudah jauh.
Hani tertawa geli,gadis itu pun menutup telfon sepihak..
" Astaga Rekkaaa,kebiasaan deh " ucap Hani menggeleng pelan.
Gadis itu menaruh lagi hapenya di lantai dan diam sejenak.
Mood nya kembali baik,ia tak menyangka mendengar sedikit suara Reka sudah membuat kondisi hatinya menjadi normal.
" Uhh mending aku mandi dulu habis itu baru berpikir lagi mau ngapain " Ucap Hani tegas.
Dengan raut semangat gadis itu melangkah menuju kamar mandinya.
Tak terasa sudah 2 bulan berlalu.
Hubungan Vero dan keluarganya terbilang baik meski sekarang Cila masih cuek bebek.
Wanita itu menerima menantunya tapi untuk bicara banyak Cila belum mantap.
" Mama mau ngapain ?" tanya Yuna baru bangun tidur melihat Cila sudah grasak grusuk.
" Mau beli pelet " jawab Cila merapikan bibirnya yg terkena goresan lipstik.
" Pelet ? buat apa ? Melet cowok ?" tanya Yuna melotot.
Cila memutar mata malas dan kembali menambah gincu.
" Yg benar saja Mama Vero mau meletin orang,kan Papa David udah ganteng " Ucap Yuna pelan.
Cila melongos begitu saja tanpa menghiraukan kegoblokan menantunya..
" Kenapa ?" tanya Vero keluar seraya merapikan baju kemeja yg ia pakai.
" Mama mau pelet orang " jawab Yuna.
" Hah " Pekik Vero melotot.
__ADS_1
" Iya barusan dia bilang gitu " Ucap Yuna ngeri.
Vero mengernyit,pria itu berjalan keluar dan berpapasan dengan ibunya yg sedang berkendara motor dengan daster andalan.
" Astaga " Ucap Vero menghela nafas.
" Tuh bener kan,Aku rasa Mama kamu dah ini deh " kata Yuna merinding.
" Maksud kamu ?" tanya Vero terkejut dengan ucapan istrinya.
" Ya itu,gak waras masa ia dia....
" Yuna !" Bentak Vero keras.
Deg...
Yuna yg ingin bicara seketika terdiam mendengar suara keras sang suami.
" Mama ku tidak gila !" Bentak Vero geram.
" Aku tidak bilang dia gila Ver hanya...
" Mama masih waras !" Ptong Vero keras.
Yuna terdiam,wajah Vero terlihat sangat marah.
Pria itu berlalu begitu saja tanpa bicara lagi.
" Apa salah ku ? aku tidak mengatai Mama nya gila hanya bilang bahwa mungkin dia perlu diperiksa " ucap Yuna merasa tak salah.
Wanita itu terlihat kesal juga dengan sikap Vero yg terlihat kasar.
Tak mau ambil beban,dengan santai ia kembali ke kamar dan bersikap biasa saja.
Didapur,Vero duduk dikursi dengan wajah yg masih esmosi.
" Kamu kenapa ?" tanya David keluar dari kamar mandi.
" Mama mau kemana Pa ?" tanya Vero menoleh.
" Oh " Jawab Vero ketus.
David merasa bingung dengan sikap Vero yg berbeda pagi ini.
" Kamu gak kerja ?" tanya David.
" Kerja bentar lagi,Mama gak masak ?" tanya Vero melihat tak ada menu apapun diatas meja.
David menggeleng pelan.
" Huhh ya udah " kata Vero bangkit dari duduknya.
" Vero " Panggil David tenang.
Vero menoleh melihat David mendekat.
" Bilang sama Yuna,bantuin Mama dirumah,kasihan juga Mama kamu ngerjain semuanya sendiri " Kata David menepuk bahu sang putra.
" Emang Yuna gak pernah bantu beresin rumah ?" tanya Vero mengernyit.
" Papa gak tau,cuma Mama sering curhat " Jawab David menghela nafas.
" Kamu tau kan Mama mu itu beda dari yg lain,nanti kalo dia udah bersuara takutnya istri kamu gak terima " ucap David menasehati.
Vero diam,pria itu tak tau bahwa istrinya tak membantu Cila dirumah.
" Ya udah nanti aku tanyain dulu " Kata Vero mengangguk.
David setuju dan membiarkan putranya berlalu..
Pria itu menarik nafas panjang.
Sejak Vero menikah keadaan rumah sedikit berbeda.
__ADS_1
Biasanya Cila sangat bersemangat membuat menu sarapan tapi sekarang wanita itu terlihat cuek saja.
Kadang Cila hanya membeli nasi uduk atau bubur saja untuk David sarapan.
" Sangat disayangkan kalo istri ku harus iri2an sama menantunya " Gumam David pelan..
Pria itu mengeratkan handuk dan berjalan menuju kamar.
Di toko penjual makanan hewan seorang wanita duduk diam melihat antrian yg cukup panjang.
" Eh Mba Cila,beli pelet Mba " Sapa seorang warga mengenali wanita itu.
Cila menoleh dengan anggukan kecil.
" Kenapa lesu Mba ? biasanya semangat " Ucap ibu2 itu menggoda.
" Gak mood " Jawab Cila ketus.
" Kenapa ? gak dikasih yayank David jatah ya ?" Goda ibu itu terkekeh.
" Ya gak lah,tiap hari dikasih " Jawab Cila ketus.
" Terus kenapa hm ?" tanya ibu itu kepo dengan kegalauan bestinya yg sama2 peternak.
" Menantu kamu gimana sih kalo lagi dirumah ?" Tanya Cila menghadap wanita sebayanya tersebut.
" Menantu ku ?" tanya si Ibu balik.
Cila mengangguk.
" Dia sangat rajin kalo lagi dirumah,aku aja gak diizin buat cuci piring atau nyapu rumah " Jawab ibu bernama Santi itu semangat.
" Masa sih ?" tanya Cila terkejut.
" Iya,kalo mereka krumah nih sama anak2nya beh bawa makanan banyak banget,belum lagi dia masak " Jawab Santi.
Cila melongo tak percaya
" Memangnya menantu mu gimana ? rajin juga kan ?" Tanya Santi tersenyum.
Cila diam sejenak mendengar pertanyaan membanggokan tersebut.
" Jangan bilang dia cuma makan tidur " tebak Santi ngeri.
Cila terus diam tak menjawab.
" Aku kalo dapat menantu malas beh dah aku tendang dari rumah dan pasti gak aku restuin tuh buat nikah sama anak bujang " Kata Santi tegas.
Cila menghela nafas dan bangkit dari duduknya.
" Eh Mba Cil mau kemana ?" tanya Santi ikut bangun.
" Mau pulang,anak didik dah kelaperan " Jawab Cila membayar sejumlah uang.
" Yaahh kita belum selesai ceritanya " Kata Santi lesu.
" Nanti kerumah aja,rujakan " Kata Cila siap dengan sepeda motor.
Seorang lelaki mengangkat karung pelet yg diletakkan dijok motor.
" Asikk,kamu yg buat ya " Ucap Santi semangat.
" Iya aku bikinin tapi kamu beli buahnya " Jawab Cila terkekeh.
" Hah " Pekik Santi melotot.
Cila terkekeh dan tancap gas meninggalkan Santi yg masih syok.
" Bener2 dah tuh emak satu,pelit amattt padahal suaminya punya gudang duit !" Ucap Santi kesal.
" Tapi gak papa deh,kayaknya seru juga temenan ama Cila " Kata Santi mengesampingkan ego.
Wanita paru baya itu pun pulang untuk memberi para member yg pasti sudah mengamuk menunggu Tuan mereka.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,like,Coment ya.