Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Panik


__ADS_3

Ridho dan temannya mendengar curhatan hati Sofia yg paling dalam.


Bisa para lelaki itu dapatkan bahwa Sofia merasa sendiri dan gadis itu butuh teman sebayanya bukan orang2 yg lebih dewasa.


Gadis itu kesepian setelah ditinggal Vero serta Yuna yg saat ini berada dipenjara.


Ridho hanya bisa menghela nafas,tak bisa dipungkiri hati lelaki itu merasa sakit saat Sofia begitu menginginkan Vero kembali,padahal ayah kandung Sofia berada didepan mata.


" Jadi sekarang kamu mau kemana ?" Tanya teman Ridho bernama Panji.


" Aku gak mau pulang Om,Tante masih marah sama aku " Jawab Sofia.


" Tapi nanti kasihan sama dia,dia pasti nyariin kamu " Kata Panji khwatir.


" Aku gak tau Tante kenapa gak pulang2 dari rumah,padahal dia punya rumah sendiri " Kata Sofia polos.


" Mungkin dia ada hubungannya sama Papa atau Mama kamu,biar bisa jagain kamu gitu " Ucap teman Vero bernama Bagas.


" Itu ibu tirinya " Celetuk Ridho.


" Apa !" Pekik Bagas dan Panji terbelalak.


" Apa Om ? Ibu tiri ?" Pekik Sofia tak kalah kaget.


" Loh kamu gak tau ?" Tanya Ridho balik.


Semua orang terdiam,Bagas dan Panji makin kebingungan dengan obrolan mereka.


" Jadi Tant Hani itu Ibu tiri aku begitu ?" tanya Sofia syok.


Ridho diam,lelaki itu melirik temannya dan naas semua mata terfokus kepadanya.


Ridho mengangguk pelan.


" Itu ibu sambung kamu,kan kamu hadir saat pernikahan mereka " kata Ridho polos.


Sofia diam,gadis kecil itu mencoba mengulang masa dimana terjadinya acara.


" Jadi bapaknya nikah lagi ?" Tanya Panji antusias.


Ridho mengerjapkan mata memberi peringatan untuk diam.


" Terus ibunya gimana ?" tanya Bagas yg tak ngeh.


Lelaki itu mendapat sikutan dari Panji yg memilih diam.


Bagas bingung sendiri,gadis kecil itu datang kepada mereka dengan membawa beribu pertanyaan.


" Kamu gak tau ?" tanya Ridho hati2.


" Papa gak bilang " Jawab Sofia.


" Terus Ibu kamu eh maksudnya Tante kamu ?" tanya Ridho lagi.


Sofia menggeleng pelan.


" Tunggu2 " Kata Bagas menyetop Ridho.


" Kamu datang kesini naik apa ?" tanya Bagas serius


" Naik Taxi " Jawab Sofia.


" Punya duit ?" Tanya Bagas lagi.


" Ada,aku banyak duitnya " Jawab Sofia.


Panji terkekeh pelan,lelaki itu ingin tertawa dengan pertanyaan Konyol Bagas.


" Ohhh banyak ya " kata Bagas menggaruk kepala.


Ridho menarik nafas,lelaki itu tak heran lagi dengan kegoblokan temannya yg menganggap anak kecil jaman sekarang kere2.


" Terus kamu tau alamat sini dari mana ?" Tanya Bagas masih penasaran.


" Dulu aku pernah kesini sama Om " Jawab Sofia menunjuk Ridho.


" Lo Do ?" tanya Panji.


Ridho diam tak menjawab

__ADS_1


" Udah berapa kali ?" tanya Bagas lagi.


" 2x "


" Astagaaa,lo kenal anak ini dari mana Do ?" Tanya Bagas mengintrogasi Ridho yg pasrah.


" Iya,lo kan gak punya banyak sodara,lagian lo juga gak suka anak kecil kan ?" Tanya Panji heran.


Ridho melihat Sofia,memang lelaki itu terkenal tak punya hati kepada anak kecil,tapi sejak ada Sofia,Ridho menjadi sangat peka bahkan Zini keponakannya pun dirawat seperti anak sendiri.


" Jangan bilang kalo ini....." Kata Bagas menggantung.


" Apa ?" Tanya Sofia penasaran.


Panji dan Bagas saling melihat Ridho membuat lelaki itu menelan ludah kasar.


" Apaan lo !" kata Ridho mengibas tangannya.


" Gue coba inget2 lagi,terakhir lo sama siapa ya ?" Gumam Bagas memegang dagunya.


Siapa yg tak kenal Ridho,lelaki itu dulu merupakan pria bebas dengan banyak wanita yg mengelilinginya apalagi Ridho fhotografer terkenal dengan nama yg sudah dikantongi banyak perusahaan kosmetik hingga elektronik tak lupa para selegram hingga selebritis pernah memakai jasa lelaki itu.


" Dah ah gak usah bahas itu " Kata Ridho malas.


Panji masih diam,lelaki itu terus mengingat siapa terakhir yg memanasi ranjang temannya.


Sofia dibawa pergi,tak baik bagi gadis itu mendengar hal2 aneh dari keduanya temannya tersebut.


Sampai sekarang Ridho belum berani mengakui siapa dirinya meski awalnya lelaki itu sangat ingin.


Melihat Sofia yg terkejut mengetahui Hani ibu tirinya membuat nyali Ridho menciut,lelaki itu takut nanti Sofia menjauh dan tak mau bertemu dengannya.


" Kamu sudah makan ?" Tanya Ridho sambil mencari baju ganti.


" Belum " Jawab Sofia tenang.


Ridho mengangguk paham,lelaki itu mengambil satu kaos dan memberikannya kepada Sofia.


" Pake disana " kata Ridho menunjuk sebuah ruangan.


" Disini gak boleh ?" Tanya Sofia polos.


Sofia mengkrucut,dengan langkah gontai gadis itu menyeret baju tersebut masuk kesebuah ruangan.


" Astagaaaa " Gumam Ridho menyugar wajahnya.


Sungguh Ridho tak menyangka hari ini ia bisa bertemu dengan Sofia dengan cara tak terduga.


Ada rasa bahagia dan sedih diwajah lelaki itu,ia tak tau harus bagaimana mengexpresikannya.


Tak lama Sofia keluar lagi dan menyerahkan baju yg sempat ia pakai.


Senyum Ridho mengembang tak kala gadis itu seperti boneka lucu yg dibalut baju kebesaran..


" Ayo kita cari makan " kata Ridho memegang tangan Sofia.


Sofia mengangguk keduanya pun berjalan beriringan.


Bagas dan Panji kembali dibuat terperangah dengan kedekatan keduanya.


" Lo ngerasa aneh gak sih sama tuh anak ?" tanya Bagas heran.


" Iya,kayaknya ada sesuatu deh sama mereka " Jawab Panji yakin.


" maksud lo itu anaknya Ridho ?" tanya Bagas.


" Ya siapa yg tau " Jawab Bagas ambigu.


" Tapi dilihat2 mereka memang ada miripnya juga sih " Kata Bagas memegang dagu.


" Hm,tapi emaknya siapa ? Apa iya si Tantenya itu ?'" Kata Panji asal.


" Ntah lah " Balas Bagas mengangkat bahu.


Kedua lelaki itu ikut berjalan keluar mengintip Ridho akan membawa kemana gadis kecil tadi.


Dirumah,Hani tak bisa diam lagi.


Dibawah guyuran hujan,ia datang kerumah Cila.

__ADS_1


Hani tak perduli jika ia harus mendapati Cila atau David akan marah nanti yg penting Sofia harus ketemu dulu pikir Hani..


Hampir setengah jam perjalanan akhirnya sampai,wajah gadis itu sudah basah lecep.


Hani berjalan cepat menaiki anak tangga dan mengetuk pintu.


Heningg...


Tak ada jawaban.


Tok tok tok.


Hani terus mengetuk dengan kuat hingga terdengar jawaban.


Jantung gadis itu mulai deg degan


" Siap....aa " Ucap Cila terkejut.


" Ma " Panggil Hani sedikit ragu.


" Kenapa kamu disini ?" Tanya Cila mengernyit.


" Siapa Yank ?" Tanya David dibelakang.


Hani menelan ludah kasar,gadis itu melihat kiri kanan siapa tau ada anaknya disana.


" Loh Hani " Ucap David terkejut.


" Kamu sendirian ? Sofia mana ?" tanya David polos.


Deg....


Manik Hani membulat seketika..


" Jadi Sofia gak ada disini ?" Tanya Hani syok.


Cila tak kalah terkejutnya dengan pertanyaan sang menantu.


" Gak ada,kita baru pulang keluar kota Han,baru tadi nyampe dijemput Justin sama Laura " Kata David tenang.


" Apa ? "


"Astaga pantesan Kak Laura gak ada dirumah " Batin Hani.


" Kemana Sofia ?" Tanya Cila serius.


Glek...


Hani menelan ludah kasar.


" S sofia...." Ucap Hani gemetar.


" Kemana Cucu saya Hani ?" Bentak Cila geram.


" Maa " Tegur David.


" Sofia hilang Ma " Jawab Hani menunduk.


Brugh....


Seketika Hani jatuh didorong Cila dengan keras.


" Ma !" Teriak David syok.


" Kemana Sofia Hani,kamu gak becus jagaain dia !" Bentak Cila emosi dan terus mendorong Hani.


Hani berusaha bangun tapi belum kuat kakinya menatap,Cila kembali mendorongnya hingga Jas hujan yg belum terlepas dan air bergenang dilantai membuat gadis itu terpeleset hingga terjtuh dari tangga.


Brugghhh brakkk.


Hani mendarat dilantai dan tertimpa motor yg terparkir didepan.


" Haniiiiiii " Teriak David heboh.


" Ya tuhannn " Ucap Cila menutup mulut tak percaya dengan mata melotot.


Hani pingsan ditempat dibawah guyuran air hujan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2