
David keluar rumah dan mengernyit melihat Cila seperti mencari sesuatu.
" Ada apa Yank ?" tanya David heran.
" Mas,ada Laura Mas Laura pulang Mas " kata Cila heboh.
" Apa Laura ?" Ulang David kaget.
" Iya Mas,tadi aku liat Laura " Kata Cila yakin.
" Kamu salah lihat mungkin " Kata David tak percaya.
" Beneran Mas,itu Laura aku yakin Vero juga lagi ngejar ini " Kata Cila berapi api.
" Apa dia beneran pulang ?? tapi kenapa dia lari ?" Tanya David bingung.
" Ngak tau kita liat aja ntar Vero dapat apa ngak ngejar Laura " Kata Cila semangat.
David langsung masuk kedalam rumah,pria itu terlihat tak begitu semangat karna kemungkinan Laura akan pulang sangat lah tipis karna sudah hilang berbulan bulan.
Ditengah jalan Vero dan Laura tarik tarikan tangan,Laura ingin berlari tapi pria itu menahan tangannya.
Mereka pun langsung menjadi pusat perhatian warga yang melintas.
" Lepasin aku Vero " Kata Laura berontak.
" Ngak ! Kakak harus ikut aku pulang sekarang " Kata Vero tegas.
" Ngak mau,aku ngak mau pulang " Kata Laura menggeleng tegas.
" Ikut aku sekarang " Bentak Vero emosi.
" Ngak mau,lepasin Vero " pekik Laura kesal.
Vero terus menarik tangan Laura hingga ketengah jalan.
Pria itu seolah tak perduli nyawa mereka menjadi taruhan saat ini.
" Vero aku mohon lepasin aku Vero,aku janji aku ngak bakal ganggu kalian lagi,aku mohon " Kata Laura menahan tangan lelaki itu.
" Sudah cukup berkeliarannya,sekarang waktu nya pulang " kata Vero dingin.
" Ngak,aku ngak bisa Vero aku sudah meninggalkan kalian,Papa dan Mama pasti menolak aku " Kata Laura terus berontak
" Tidak ada yang menolak mu kak,semua orang mencari mu " Bentak Vero geram.
Deg...
Laura terdiam sejenak melihat wajah garang adiknya.
" Cepat ikut aku " Teriak Vero kembali emosi.
" Aku ngak bisa Vero aku mohon jangan paksa aku " kata Laura mulai menangis.
Plakkkkkk.....
Vero dengan berani menampar wajah gadis itu dengan tangannya.
Laura tertoleh kesamping dan terkejut dengan perlakuan kasar pria itu.
" Jangan menjadi gadis yang tak tau diri,kami sudah menerima kamu apa adanya,Papa dan Mama sampai berkelahi membela kamu dan Papa juga jatuh sakit mikirin kamu Kak!" Bentak Vero emosi.
" Vero " Gumam Laura masih syok.
Nafas pria itu terlihat memburu apalagi Vero tak mengenakan baju hingga perut sixpack nya terpampang jelas.
" Maafkan Kakak Vero huhuhhu " Laura menangis terjatuh keaspal.
Vero menghela nafas hingga pria itu melotot kaget saat sebuah motor melaju kencang kearah mereka.
" Awaaaaaasssss " Teriak Vero langsung mendekap Laura dan meloncat kesamping.
Tin tin.......
__ADS_1
" Akkhhhhhh " Pekik Laura saat tubuhnya menghantam batu dijalanan saat ditarik Veron dengan kuat.
Vero berada diatas gadis itu masih mendekap Laura.
Laura meringis kesakitan merasa punggungnya menghantam sesuatu.
" Kamu ngak papa ?" Tanya Vero langsung bangun dan melihat kondisi Laura.
" Kalian ngak papa ?" tanya Pengguna jalan seketika heboh melihat mereka berdua yang hampir terlindas motor.
" ngak papa " kata Vero cepat.
Laura berusaha bangun meski rasa sakit mulai menyergap.
" Sepertinya pacar mu terluka " ucap bapak2 kasihan melihat Laura.
" Dia Kakak saya " ucap Vero tegas.
Laura menunduk dalam mendengar ucapan Vero barusan.
" oh baiklah,kalian harus segera periksa mungkin ada yang terluka " Ujar lelaki itu ramah.
" iya terima kasih,kami akan pulang " Kata Vero mengangguk.
Pejalan kaki itu pun berlalu dari sana,Vero membantu Laura berdiri dan memegang tangan gadis itu.
" Siku mu berdarah " Kata Vero meringis melihat luka di tangan Laura.
" Biarkan saja " Ucap Laura dingin
" Ayo pulang,ini sangat berbahaya " Kata Vero tenang.
" Aku ngak ma...
" Ayo,aku tidak ingin berlaku kasar Mama dan Papa sudah menunggu " Potong Vero lembut.
Laura menunduk dalam,dirinya merasa sangat malu jika harus kembali kerumah itu.
Mereka berjalan pulang kerumah,Laura merasa punggungnya sangat sakit.
Setelah sampai didepan rumah Laura berhenti melangkah dan berbalik badan.
Vero menghela nafas dan melepaskan koper gadis itu.
" Jangan takut,mereka masih seperti dulu " Ujar Vero tenang.
" Kau tak tau apa yang aku rasakan Vero,aku anak yang tak tau berterima kasih " Kata Laura gemetar.
" Ya aku tau,tapi kau masih anggota keluarga kami,Papa dan Mama masih menyayangi mu dan berharap kamu kembali " Balas Vero.
" Maafkan aku Vero hiks hiks " Laura kembali menangis menutup wajahnya merasa sangat menyesal.
Vero memeluk Kakak angkat nya dan menyadari punggung Laura berdarah.
Laura memeluk lelaki itu dengan erat mencurahkan rasa rindu terdalamnya.
" Laura " Panggil seseorang dari arah belakang.
Laura tersentak mendengar suara yang tak pernah lagi ia dengar memanggil namanya.
Gadis itu berbalik dan menegang melihat Cila dan David berdiri menatap dirinya.
" Laura ? itu benar Laura ?" tanya David syok.
" Mama,Papa " Ucap Laura berkaca kaca.
David berjalan pelan,Laura langsung menunduk dalam takut menatap manik mereka berdua.
" Laura anak ku " Ucap David memegang pundak Laura.
" Papa huhu maafin Laura Pa,ampuni Laura Pa " kata Laura langsung bersimpuh dikaki David bahkan mencium ibu kaki lelaki itu.
" Laura "
__ADS_1
" Kakak "
Gumam Vero dan Cila syok melihat aksi Laura.
David menitikkan air mata dan menggangkat pelan tubuh anaknya.
Laura menggeleng dan terus mencium kaki David.
" Maafin Laura Pa,Hukum Laura Pa Laura memang anak yang durhaka sama Papa dan Mama hiks " Kata Laura terisak.
David tersenyum dan berjongkok didepan putrinya.
" Kamu ngak bersalah Nak " Ucap David lembut.
" Ini salah Laura Pa,Laura pergi tanpa mengabari kalian Laura memang egois Pa,maafin Laura Pa huhuh " Kata Laura terus menyalahkan dirinya.
David mengusap lembut kepala anak itu dan mengecup pelan kening Laura.
" Ayo kita pulang sayang,rumah Papa masih terbuka lebar untuk kamu " Ucap David penuh kasih sayang.
" Iya Laura,jangan menyalahkan diri sendiri kamu juga korban Nak " Kata Cila mendekati anak itu.
" Mama huaaaaaa Mamaaaa " Panggil Laura kembali menangis menghambur memeluk wanita itu.
" Maafkan Mama Nak,,keegoisan kami membuat kamu begitu menderita " Kata Cila membalas pelukan anaknya.
" Laura mau melakukan apapun demi kalian Ma,Laura sayang kalian maafkan kesalahan Laura huhu "
" Iya sayang " Ucap Cila mengusap punggung anaknya.
" Hmmppttt " Pekik Laura menahan sakit.
" Ada apa Nak ?" Tanya Cila kaget.
" Punggung Laura luka Ma tadi jatuh diaspal " Kata Vero teringat.
" Astaga yang bener ? ayo masuk krumah " Kata Cila panik menarik tangan Laura.
" Aku ngak papa Ma " Kata Laura berusaha tersenyum.
Cila tak perduli dan menarik Laura cepat masuk kedalam rumahnya.
Mau tak mau Laura pun masuk mengikuti langkah ibu angkatnya.
Gadis itu langsung masuk kamar,Cila membuka baju Laura dari belakang dan melotot melihat darah menetes dari sana.
" Astaga ini parah " Kata Cila panik
" Aku ngak papa Ma " Kata Laura tenang.
" Tunggu disini Mama ambilin obat " Kata Cila menutup punggung anaknya dan berjalan keluar.
" Ini Ma " Kata David memberi kotak p3k.
Cila mengambil dengan cepat dan bergegas mengobati punggung gadis itu.
David duduk didepan nya dan mengusap pipi anaknya yang sudah lama tak ia sentuh.
" Apa kamu mengalami hal buruk ?" Tanya David lembut.
" Papa " Panggil Laura tak kuasa.
" Menangislah sayang jika itu membuat mu lebih tenang " Ujar David tersenyum.
" Hiks hiks Paaaaaa "Laura langsung menghambur memeluk lelaki itu mencurahkan rasa yang ia pendam selama ini.
Cila menghela nafas dan kembali mengobati punggung anak angkatnya.
" Menangislah sayang,curahkan semuanya dan setelah itu kamu harus kembali ceria seperti dulu lagi " Ucap David mengusap rambut Laura.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1