
Hari kian berlalu,keadaan Laura kian membaik,Cila dan David benar2 mengurus anak itu dengan sepenuh hati begitu pun Laura yang tak seenaknya tinggal bersama pasangan baik itu.
Jika pagi menjelang Laura sudah berberes rumah seperti pagi ini habis subuh Laura mencuci piring bekas makan semalam.
Bahkan Cila dan David pun belum bangun.
Dengan hati2 Laura duduk dibangku didalam kamar mandi dan mulai mencuci gelas dan piring satu persatu.
" Lalalala...." Laura bersenandung ria bermain dengan buih2 sabun.
Didalam kamar,Cila baru terbangun saat Vero menepuk wajah nya,ternyata bocah itu sudah bangun duluan dari orang tuanya.
" Mama cucu " Kata Vero menarik baju Cila.
" Iya,tunggu bentar " Kata Cila serak.
Perempuan itu kembali memejamkan mata bersama suaminya.
Vero yang melihat sang Mama kembali tidur pun kembali menarik baju Cila.
" Em,iya iya " Kata Cila merasa terganggu.
Perempuan itu membuka bajunya dan membiarkan Vero menyusu sambil berbaring.
Matahari mulai terang,Laura sudah mandi dan rapi gadis itu bersiap untuk sekolah.
Kini Laura benar2 sudah menjadi anak angkat Pasangan itu,bahkan David sudah menyiapkan kamar pribadi untuk dirinya.
" Tante udah bangun belum ya ?" Gumam Laura mondar mandir.
Gadis itu sudah rapi,Laura merasa lapar tapi tak enak hati jika langsung mengambil tanpa sepengetahuan Cila dan David.
Bocah itu benar2 diajarkan tata krama oleh ibunya,meski mereka selalu kekurangan tapi masalah adab,Laura tak kurang apapun.
Ceklek...
Pintu kamar tiba2 terbuka,Laura yang duduk lesehan di karpet pun langsung bangkit saat David keluar dari sana.
" Loh udah siap sekolah ?'' Tanya David kaget.
" Iya Om,hari ini aku ada ulangan harian " Kata Laura semangat.
" Udah belajar belum ?" Tanya David menggoda..
" Udah dong " Kata Laura bangga.
" Oke,tunggu Vero dan Mama nya bentar ya,Om mau boker dulu " Kata David cengengesan.
Laura mengangguk mengerti dan kembali duduk.
Perut gadis itu sudah keroncongan,bagaimana tidak Laura sudah membersihkan rumah sederhana itu dari pagi buta tanpa makan apapun.
Tak lama Cila keluar dengan menenten Vero.
" Loh udah siap ?" Tanya Cila kaget.
" Iya Tante,aku ada ulangan hari ini " Jelas Laura.
" Udah makan ?" Tanya Cila menguap.
Laura menggeleng pelan..
Cila tersenyum dan mendekati anak itu.
__ADS_1
" Kan Tante udah bilang,kalo mau makan atau minum ambil aja didapur,apa yang kami makan kamu pun boleh memakannya " Jelas Cila lembut.
" Tapi Ibu ngak suka Tante,Ibu bilang harus sopan dirumah orang " Kata Laura menunduk sedih.
Cila mengusap kepala gadis itu pelan.
" Ini rumah Laura juga,kan sekarang Laura udah jadi anak Tante " Kata Cila tersenyum.
" Tapi Tante ak...
" Udah,sekarang ayo ikut Tante,kita sarapan " Potong Cila cepat.
Laura mengangguk setuju dan mengikuti langkah perempuan itu.
Vero menarik tangan Laura agar berjalan beriringan bersama nya,Laura pun tersenyum bahagia diterima dengan baik disana.
Karna makanan semalam masih banyak,Cila tak memasak lagi untuk sarapan mereka makan sisa semalam setelah Cila panaskan.
David sudah bersiap siap,pria itu akan berangkat bekerja pagi ini,tapi sekarang David punya tugas lain yaitu mengantar Laura sekolah.
Meskipun jarak sekolah tak jauh,tapi David berusaha memberi perhatian kepada gadis malang yang tak pernah merasa kasih sayang seorang ayah kepada dirinya.
David ingin Laura masih merasa punya orang tua dan tak minder kepada teman2nya..
" Udah belum ?" Tanya David merapikan kemeja.
" Bentar " Pekik Cila mengkuncir 2 rambut Laura.
" Nah,sekarang dah cantik " Kata Cila tersenyum cerah dengan hasil karyanya.
Laura ikut tersenyum dan meraba rambutnya.
" Aku udah cantik belum Dek ?" Tanya Laura kepada Vero.
" Dan ini bekalnya,maaf ya lauknya cuma telur dadar sama sop " Kata Cila cengengesan.
" Ngak papa kok Tante,ini juga aku dah bahagia " Kata Laura penuh syukur.
" Ya udah,yuk berangkat " Ajak David semangat.
Laura mengangguk dan menyalami Cila dan Vero bergantian.
Laura pun menaiki motor David yang membawanya kesekolah.
Gadis itu tak pernah meminta uang jajan kepada Cila maupun David,Laura seolah tau diri bahwa dirinya hanya menumpang disana.
Cila yang peka pun,tak membiarkan begitu saja anak angkatnya kelaparan,jika Laura tak bawa bekal makanya Cila akan memberi uang jajan 5000 untuk anak itu berbelanja.
" Huh kerjaan 1 selesai,sekarang giliran kamu " Kata Cila menepuk kedua tangannya.
Vero bergidik ngeri melihat wanita itu menatapnya penuh ancaman.
" No Mama no andi " Kata Vero mulai bisa bicara.
" Ngak bisa,kamu harus mandi masa anak tampan Mama bau acem " Kata Cila kekeh.
Vero menggeleng dan ingin kabur,tapi naas perempuan itu sudah membaca gerak gerik anaknya.
Vero berontak tak mau mandi pagi meski tubuhnya sudah kotor bekas nasi dan buah.
Layaknya ibu2 yang lain,Cila menjalani hidupnya penuh dengan keringat,meski begitu Cila merasa bahagia karna hidupnya kini benar2 berwarna.
Hari berlalu dengan cepat hingga tak terasa kini Laura mulai tumbuh besar begitu pun Vero yang sudah bisa bicara dengan benar.
__ADS_1
Malam hari mereka semua bersiap pergi keluar untuk menghadiri pernikahan sahabat David yaitu Rehan.
Kini Rehan sudah bisa menghasilkan pundi2 uang setelah bertahun tahun banting tulang mencari nafkah untuk dirinya sendiri.
Cila dan Laura terlihat begitu semangat,keluarga kecil itu mengenakan baju couple serba hitam mix warna emas,hingga penampilan mereka sangat memukau.
Cila tak mau mempermalukan suaminya yang kini berstatus jadi Bos.
" Mas,pake dulu ini jas nya " Kata Cila membawa gantungan berisi jas yang sudah rapi.
" Ngak mau ah pake begituan,malu kayak orang mau kekantor aja " Kata David menolak..
" Ya enggak lah,ini kan acara formal masa iya sang direktur interior pergi pesta pake kaos oblong " Gerutu Cila mulai kesal.
" Ya ngak papa,mending gini daripada pake begituan " kata David cuek menyesap rokoknya di luar.
" Ya elah nih laki,gak bisa gayaan dikit napa " Cibir Cila geram.
Vero sudah tampan dengan setelan jas kerennya dibantu Laura,kini tinggal David yang masih impak2 tak jelas.
" Mas cepetan ih,ntar telat kamu ngak liat Vero udah klimis gitu " Ujar Cila membujuk David.
David melihat anaknya dan tertawa geli,bagaimana tidak Vero layaknya anak konglemerat mengenakan pakaian formal dari ujung kaki hingga kepala,bahkan minyak rambut bocah itu pun bisa membuat nyamuk terpeleset saking licinnya.
" Aku ganteng kan Pa " Kata Vero bangga mengibas jasnya.
" Iya,tapi masih gantengan Papa haha " Kata David ingin menjahili bocah itu.
Vero mengkrucut dan kembali mendekati Laura yang sedang menyisir rambutnya.
" Kak,aku mau request " Kata Vero bersedekap dada.
" Request apa lagi ?" Tanya Laura heran.
" Aku mau lebih ganteng dari Papa !"
" Hah " Pekik Laura kaget dan melihat kearah David yang masih berdebat dengan Cila.
" Iya,pokoknya Kakak harus ubah aku jadi ganteng,ngalahin Papa " Paksa Vero.
" Mana bisa,emang aku ibu peri apa " Kata Laura tak habis pikir.
Vero seketika mendung tanda akan turun geledek sebentar lagi.
" Eh iya iya,jangan nangis dong " Pekik Laura tak tahan.
Senyum Vero langsung mengembang,bocah itu kini punya jurus jitu untuk membuat Laura patuh kepadanya.
Didepan pintu,Cila juga melakukan hal yang sama,perempuan cantik itu hampir menangis membujuk David yang masih keras kepala tak mau pakai jas.
Menurut David,tak perlu memakai barang2 seperti itu yang penting sopan dan dirinya bisa menghadiri pernikahan,tapi beda hal dengan sang Istri yang menuntut kesempurnaan.
" Ya udah,tapi pakenya nanti kalo dah sampe " Kata David menyerah.
" Nah gitu dong,coba dari tadi kek,kan ngak luntur bedak aku " Kata Cila tersenyum cerah.
David mencibir kesal dan berlalu masuk ke kamar.
" Hahaha enak juga ya kadalin suami " Gumam Cila tertawa jahat.
Perempuan itu pun dengan riang masuk kekamar mendempul lagi bedaknya yang tadi luntur dengan air mata buaya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya