Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Curhat


__ADS_3

Sesampai dirumah,Daniel pulang dengan wajah super datar dan dingin membuat ibunya mengernyit.


" Kamu kenapa ?" Tanya wanita tua itu mendekat.


" Gak papa Bu " Jawab Daniel.


Pria itu berlalu masuk kekamar.


Kini mereka tak tinggal diapartemen lagi,Daniel juga kehabisan uang untuk beli rumah baru.


Mereka terpaksa ngontrak dirumah layak huni meski sedikit jauh dari kota.


" Ada apa lagi sama Daniel ?" Gumam wanita tua itu menghela nafas.


Kini Ridho yg bekerja sedikit keras untuk menghidupi keluarganya,Ridho tak bisa egois.


Pria itu memahami kondisi Daniel yg sedang berantakan.


" Halo Do " Sapa sang ibu.


" Iya Bu,ada apa ?" tanya Ridho diruangan yg sedikit berisik.


" Kamu jadi bawa Sofia kesini ?"


" Iya Bu,Bang Daniel yg bawa nanti " Jawab Ridho.


" Bu ya udah ya aku lagi sibuk " Kata Ridho buru2.


Tut.


Panggilan terputus.


Sang Ibu menghela nafas panjang.


" Uhhh semoga dengan adanya Sofia,Daniel bisa terhibur dan Ridho bisa menenangkan hatinya " Doa wanita itu berharap.


Dikamar,Daniel menatap dirinya didepan cermin.


Wajahnya terlihat berbeda seperti menahan emosi yg membuncah.


Pyaaaarrrr.....


Cermin itu pun pecah seribu membuat tangannya seketika berdarah.


" Bajingan !" Umpat Daniel geram


Pria itu kembali menghajar cermin dan tangannya dibanjiri darah segar.


" Danieelll " Teriak sang Ibu terbelakak didepan pintu.


Daniel menoleh dan seketika diam.


" Ya Tuhann Danieeell,apa yg kamu lakukan !" Pekik wanita itu mendekati putranya.


Daniel diam dan mundur selangkah.


" Kenapa kamu melukai dirimu sendiri Nak ?' Tanya sang ibu begitu sedih.


Daniel masih diam.


" Jangan seperti ini Daniel hiks hiks "


" Aku gak papa Bu " Balas Daniel tenang.


" Kamu cerita kalo ada masalah,jangan menyakiti diri seperti ini "


Ibunya terus menangis menangisi nasib putranya yg begitu malang.


" Ayah nikah lagi Bu " Ucap Daniel pelan.


Deg...

__ADS_1


Wanita itu tersentak kaget melihat wajah tenang Daniel.


" Dan dia butuh uang untuk persalinan istrinya " Balas Daniel lagi.


Hening...


Sang ibu membeku ditempat begitupun Daniel yg juga diam melihat respon.


" Aku harus gimana Bu ?" tanya Daniel lirih.


" Biarkan saja " Jawab Ibu Daniel tajam


" wanita itu juga sedang sakit dan persalinannya beresiko "


" Ya Tuhan " Ucap Ibu Daniel menutup mulut tak percaya.


" Kenapa keluarga kita menjadi pecundang semua ?" tanya Daniel heran.


" kamu dan Ridho nggak,kalian bertanggung jawab " jawab ibu Daniel tegas.


" aku juga gagal menjadi Ayah " Balas Daniel terkekeh.


" Daniel,itu terjadi karna kehendak bukan kita yg mau " Kata wanita itu marah dengan ucapan Putranya.


" Ntahh lah Bu " Balas Daniel lelah.


" Baiklah,kamu tenang dulu biar Ibu bersihin lukanya " Kata wanita itu bangkit dan berlalu.


Wanita itu pergi keluar meninggalkan putranya yg masih depresi.


Daniel sulit mengontrol diri,mendapat kabar dari ayahnya tadi membuat emosi pria itu naik seketika apalagi mengetahui bahwa sang ayah sudah menikah lagi.


" **** !" umpat Daniel geram


Sang ibu datang lagi dengan semangkuk air dan perban.


Dengan hati2 wanita tak bersayap itu merawat luka anaknya.


Ditempat lain,seorang wanita dan pria terlihat makan bersama.


" Masa sih ?" Tanya Arshad sambil menguyah.


" Iya,gemes deh sama cewek itu,pengen aku tendang rasanya " jawab Angel dengan wajah kesal.


" Haha tendang dari perusahaan maksudnya ?" Goda Arshad.


" iya,aku bisa kan lakuin itu kalo aku mau " Kata Angel menatap Arshad tjam.


Arshad mengangkat bahu tidak tau,saat ini keduanya berada diruangan yg cukup rahasia.


Tak tanggung,Angel dan Arshad bersantai ria di ruangan sang pemilik perusahaan yg bukan lain adalah ruangan kerja Reno.


Tak sembarangan orang bisa masuk kesana,bahkan naik kelantai sana pun harus punya Id card,tapi tak berlaku untuk kedua bersaudara tersebut.


" Oh iya Syad,kamu beneran mau dijodohin Kakek ya ?" tanya Angel teringat.


" Gak tau " Jawab Arshad santai.


" Kok gak tau sih,kan kamu yg dijodohin " Ucap Angel heran


" Aku gak tau siapa gadis itu dan apa hubungannya sama Kakek " Balas Arshad.


" Iya sih,aku juga gak tau,tanya Mama,Mama gak tau " Jawab Angel.


" Makanya,biarin aja nanti pas hari H aku tolak " Kata Arshad gampang.


" Haha kamu yakin bisa menolak dengan wajah tenang,kamu gak tau Kakek siapa ?" tanya Angel lagi


Arshad terdiam,memang tak gampang menolak sesuatu yg sudah Reno tetapkan.


" terus aku harus gimana ?" tanya Arshad ragu.

__ADS_1


" Hahaha kamu takut ya ?" tanya Angel menggoda.


" Aku gak mau di jodohin Njel,gak musim " Balas Arshad.


" iya sih,cuma ya mau gimana " Kata Angel ikut bingung.


" Emang kamu mau ya ?" tanya Arshad balik


" Ih ogah,aku dah punya pilihan sendiri " Jawab Angel menggeleng.


" Siapa ?" tanya Arshad penasaran


Angel diam menyedot esnya dengan tatapan kedepan.


" Om Daniel ?" Tebak Arshad.


Deg...


Angel tersentak dan langsung menoleh.


" Njel,itu hal yg mustahil " Kata Arshad serius.


" Kenapa ?"


" Om Daniel itu sepantaran Papa kita loh,masa iya kamu mau sama Om2 ?" Tanya Arshad heran.


Angel kembali diam menatal saudaranya dengan wajah sedih.


" Aku tau kamu suka sama Om Daniel,kalo diliat2 Om Daniel juga baik dan lumayan ganteng " Kata Arshad mengingat.


" Aku keliatan ya sukanya ?" Tanya Angel menggaruk kepala.


" Hm,gak tau sih kalo yg lainnya cuma aku udah nebak diawal " Jawab Arshad.


Hanya lelaki itu yg tau kisah percintaan Angel karna mereka memang sering curhat,apalagi sekarang 1 kerjaan meski beda devisi.


" Menurut kamu gimana dong ?" Tanya Angel mulai galau.


" Gak tau,Om Daniel juga pasti belum mau Njel,dia baru kehilangan anaknya " Jawab Daniel.


" Iya,aku ikut sedih tau,pengen bantu tapi gak tau caranya " Balas Angel mengkrucut.


Arshad terkekeh geli,sejak Angel kenal Daniel gadis itu sering sekali galau dan kadang bersikap sangat dewasa dari umurnya.


Asik bercerita,tiba2 pintu ruangan terbuka.


" Astagaa " Ucap seorang pria kaget.


" Kakek " Ucap Angel dan Arshad sama kagetnya


" Kalian ngapain disini ?" tanya pria tua itu mendekat.


Bungkus makanan dan minuman bertebaran dimeja kerjanya.


Reno menggeleng tak percaya dengan apa yg ia lihat.


" Numpang ngadem Kek,diluar panas " Kata Angel menggaruk kepala.


" kamu ikut2an juga ?" Tanya Reno meliht Arshad.


" Hehe iya Kek,kasihan Angel gabut sendiri " Jawab Arshad ikut menggaruk kepala.


" Oh my God,ini cucu ku apa bukan ?" Tanya Reno melihat kelangit2.


" Ck,cucu lah,emang siapa lagi,orang asing mana berani " Decak Angel gemas.


Reno menghela nafas panjang,lelaki itu mengambil berkasnya dilaci dan keluar lagi.


" ishh ganggu aja si Kakek,ayo Syad kita curhat lagi " Kata Angel kembali ke laptop.


Dengan polos Arshad mengangguk dan kembali mengobrol.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2