
Malam hari suasana sedikit ramai.
Keluarga kecil Denis dan Laura menghampiri rumah Kakak nya yg memang menjadi tempat berkumpul.
" Kak Cila mana ?" Tanya Denis kepada David.
" Sakit " Jawab David tenang.
" Hah sakit apa Bang ?" tanya Miska kaget.
" Sakit kepala pundak lutut kaki katanya " Jawab David.
Miska mengernyit,Rania dan Dinda terkekeh geli mendengar jawaban Pamannya yg asal bicara.
" Kenapa Mama bisa sakit Pa ?" tanya Laura.
" Ya namanya juga manusia,pasti ada sakitnya " Jawab David gemas.
" Hehe ya juga sih,tapi kan Mama kuat " Kata Laura terkekeh malu.
David menghela nafas panjang membuat kedua perempuan itu merasa ada sesuatu.
" Oh iya Yuna mana ?" tanya Miska teringat.
" Belum pulang " Jawab David.
" Kemana ?" Tanya Miska mengernyit.
" Gak tau,gak ada bilang " jawab David.
" terus si Vero ?" Tanya Laura.
" Huh itu keluar juga cari ayam sama Bebek Mama kamu " Jawab David menarik nafas.
" memangnya para anak didik pada kemana ?" tanya Miska heran.
" Dilepasin sama Yuna siang tadi,katanya suruh main eh malah gak bisa pulang " Jawab David ingin kesal.
Laura dan Miska melongo mendengar penuturan lelaki dewasa didepannya
" Den " Panggil David.
" Iya Kak kenapa ?" tanya Denis sibuk dengan ponsel.
" Bantuin Vero cari ayam gih " Titah David.
" Hah " pekik Denis melotot.
" Ayo Pa kita cari,kasihan Bibi galau ayamnya gak tau pulang,makanya Bibi sakit " Kata Dinda kasihan.
" Iya Pa,Bibi pasti sedih " Kata Rania memelas.
Denis diam melihat wajah kedua putrinya yg membujuk.
" Gih sana Mas " Titah Miska.
" Huh iya iyaaa " Kata Denis bangkit dari duduknya.
Lelaki itu menaruh hape dimeja dan berjalan keluar.
" Yeeee jangan lupa bawa duit Pa " Ucap Rania semangat.
" Buat apa bawa duit ?" Tanya Denis bingung.
" Ya siapa tau cape dijalan,beli es gitu " Jawab Rania terkekeh.
" Helehhh modusss " Cibir Miska malas.
__ADS_1
" Hahahahaa " Justin tertawa renyah merasa lucu dengan tingkah kedua gadis kembar itu.
Denis melihat Miska dan cengengesan menggaruk kepala.
" Haisttt " Miska berdecak dan mengeluarkan sesuatu di sakunya.
" Nih,sekalian beli makanan " kata Miska menyerahkan uang 100 ribu.
Denis menerima dengan anggukan kecil.
" Ayo anak2 " Ajak Denis merangkul kedua putrinya.
" Lets gooooo " Pekik Dinda dan Rania semangat.
Bapak dan anak itu pun keluar dari rumah.
Justin terkekeh pelan,pria itu kadang merasa iri melihat kebersamaan David yg pandai membuat kedua buah cintanya bahagia.
" Boy nanti ya,masih kecil gak dibolehin keluar malam sama Mama " Ucap Justin kepada putranya yg seolah menganjak pria itu keluar juga.
" Boy temenan sama Adek Chiko aja ya " kata Miska membujuk.
Bocah umur 1 tahun itu mengkrucut membuat semua orang tertawa.
David ikut tersenyum,pria itu merasa bahagia dikelilingi anak dan menantu yg perhatian kepada mereka.
Dijalan,seorang pria sudah berkeringat menyusuri jalanan rumah warga.
" Udah ketemu Ver ?" tanya seorang tetangga.
" Belum Pak,masih tinggal 3 lagi yg belum ketemu " Jawab Vero lesu.
" Duhh kenapa dilepas,pasti Mama kamu ngamuk ya ?" tanya si Bapak ngeri.
" Gak sih Pak,cuma dia bilang cape mau istirahat " Jawab Vero.
" Tapi istirahatnya jauh Pak,di akhirat " Celetuk Vero menghela nafas.
" Apa ! astagaa ya jangan dongg " kata si Bapak terkejut.
" Makanya Pak,mending aku cari ayam aja daripada Mama mau kesana " Kata Vero ngeri.
" Iya Ver,mending cari aja,tanyain sama warga lain siapa tau tidur dirumah mereka " kata Si bapak memberi nasehat.
Vero mengangguk,sejak sore tadi pria itu terus mencari.
Ada 8 ekor yg keluar,5 ekor sudah tertangkap dibantu warga kampung.
Meski rumah mereka sedikit jauh dari tetangga,tapi warga disana mengenali Cila dengan pribadi yg hangat,makanya tak jarang para warga sering membantu dan nongkrong didepan rumah.
Vero terus mencari hingga manik lelaki itu melihat seekor hewan yg terlihat linglung berjalan sendirian.
" Nah itu satu " Ucap Vero berhenti berjalan.
Lelaki itu menyelisik bulu dan ciri2 hingga ia menemukan bahwa hewan berbulu itu milik ibunya.
" Ommmmmmm " pekik seseorang dari kejauhan.
Vero yg berjalan mengendap sontak menoleh kebelakang dan mendapati 2 orang gadis berlari kencang kearahnya.
" Eeeehhh " pekik Vero menahan gadis itu agar tak lewat batas.
Ayam jago yg merasa terancam sontak mundur dari peradaban.
" Hah huh hah huh" Nafas kedua ponaannya terdengar kasar.
" Om dah dapet belum ?" tanya Rania.
__ADS_1
" Ck tadinya mau dapet,tapi ada kalian malah kabur lagi " Kata Vero gemas.
" yaahh kok gitu sih " kata Dinda lesu.
" Ya udah ayo cari lagi,kalian gak usah berisik " kata Vero sabar.
Kedua kembar itu mengangguk,tak lama Denis datang dengan menenteng plastik kecil ditangannya.
" Pake ini Ver " ucap Denis menunjukkan makanan kesukaan para anak didik.
" Iya Om,ini aku dah bawa " jawab Vero menunjuk plastik dibelakang sakunya.
Denis mengangguk,mereka pun mulai melangkah.
Tak sulit mendapatkan ayam Cila karna Vero punya jurus tersendiri.
Ayam yg sudah lelah dan mengantuk pun menurut saja saat digendong Rania menuju rumah kediamannya.
" kamu baik2 disini ya,gak usah keluar lagi kalo gak mau jadi gulai besok " Ucap Rania sedikit mengancam.
Si ayam jago memutar mata melihat kedua gadis itu..
Tak ada rasa takut,anak Denis begitu pemberani masuk kandang tanpa senter lampu.
Pintu gerbang pun ditutup,si jago mencari tempat ternyamannya untuk tidur.
Dilokasi,suara gaduh terdengar keras.
Bebek Cila tak mau pulang,hewan satu itu betah berada diatap rumah seorang warga.
" Yok pulang Nak,kasihan Mama dirumah lagi nangis nungguin kamu " ucap Vero membujuk.
Bebek putih dengan corak hitam itu diam melihat Vero membujuknya..
Denis terkekeh geli,pria itu ingin tertawa melihat salah satu jurus Vero yg begitu menggelikan..
" Kasih makan aja Ver " Kata Denis mengulum senyum..
" Gimana kasihnya Bang,dia diatas sana " Kata Vero gemas.
" Tunggu besok aja nanti cape turun sendiri " Kata Denis terkekeh.
" Huh Mama pasti tau kalo mereka kurang nanti " Kata Vero sedih.
" Ya mau gimana lagi,gak mungkin kita manjat rumah orang,iya kalo bebeknya mau turun kalo dia terbang lagi gimana ?" Tanya Denis.
Vero diam sejenak mencoba berpikir.
Masih 2 lagi yg belum tertangkap,tapi yg satunya sudah diamankan warga karna ternyata ayam jago Cila masuk kandang ayam betina dikarenakan jatuh cinta pandangan pertama.
Dengan terpaksa Vero menyudahi pencariannya malam ini.
Kedua lelaki itu berjalan beriringan dengan keringat membutir..
Sesampainya dirumah,terlihat seorang wanita turun dari mobil.
Vero diam mengernyit begitupun David.
" Yuna " Ucap Denis mengenali wanita itu.
" Dia darimana Ver ?" tanya Denis melihat anak Kakaknya.
Vero diam dengan manik yg tajam menatap wanita itu menaiki anak tangga.
Mobil melewati mereka begitu saja,Denis melihat plat dan diam dengan reaksi Vero..
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.