
Diperusahaan besar,3 orang pria duduk tenang disofa mahal dengan disuguhi minuman serta camilan berkelas.
Yap,Reno n the genk bersama2 menemui pihak yg menjadi tersangka cucu nya tersebut.
" Ada apa gerangan bos2 ini mau datang ke gubuk saya ?" ucap salah satu pria baru masuk dengan kursi rodanya.
Ketiga pria perkasa itu menoleh dan mendapati seorang pria tua mendekati mereka.
" Selamat siang " Sapa Reno membungkuk sopan.
" Siang " Balas lelaki itu tersenyum.
Aktam diam begitupun Bara,keduanya saling memberi jeda membiarkan Reno yg menyampaikan pesan.
" Maaf kedatangan kami kemari terkesan dadakan " Ucap Reno tak enak.
" Haha tidak masalah Pak Salders,saya sangat senang anda mau datang kemari " Jawab lelaki bermarga Robert tersebut.
Reno membalas senyum,pria itu mencoba bersikap sangat tenang meski ia tau sedang berhadapan dengan siapa.
Perusahaan Robert bergerak di bidang pertambangan dan industri skincare,jadi tidak heran ia sangat disegangi banyak khalayak.
" Begini Pak,apa anda tau apa yg telah terjadi ?" tanya Reno mulai membuka kasus.
" apa ?" Tanya Robert mengernyit.
" Sepertinya pria tua ini tidak tau tingkah keturunannya " Batin Reno.
" Hm begini,kami terkena sedikit musibah " Ucap Reno.
" Musibah apa ? anda bangkrut ?" Tanya Robert asal.
" Ehh " Ucap Aktam terbelalak.
Bara juga sama terkejutnya,tapi pria itu masih bersikap tenang.
" Tidak,haha " Jawab Reno tertawa sumbang.
" Uhhh syukurlah " Balas Robert menghela nafas.
" Jadi begini,kemarin lusa,cucu ku Arshad dipukuli oleh anak buah kalian " Kata Reno tenang.
" Apa !" Pekik Robert kaget.
" ya dan itu ulah cucu anda juga " Sambung Aktam mulai terpancing.
" hah " Kata Robert makin terkejut.
" Biar Papa saja " Tegur Reno.
" Kenapa cucu ku ? Apa dia membuat kegaduhan ?" Tanya Robert serius.
" ya,dia datang keperusahaan pagi itu dan mengkroyok Arshad hingga menyebabkan cucu saya tersebut sulit berjalan dan wajahnya terluka " Jawab Reno kesal mengingat kondisi Arshad.
Robert diam,detik berikutnya lelaki itu meminta anak buahnya untuk menghubungi seseorang.
" Datang sekarang !" Ucap Robert tegas.
Tut.
Panggilan terputus,Reno masih diam begitupun 2 putranya.
__ADS_1
" Apa kalian punya bukti ?" tanya Robert datar.
" Ya kami punya rekaman cctv kedtangan mereka,tapi untuk pengkroyokan itu di ruangan Arshad tidak dipasang jadi tidak ada bukti nyata " Jawab Reno jujur.
" Bagaimana kalian yakin kalau itu ulah cucu ku ?" Tanya Robert mulai ragu.
" Maaf Paman,Arshad sendiri yg memberitahu dan sebelumnya juga cucu paman menganjak paksa anak saya sarapan bersama " Jawab Aktam tegas.
" Yang benar saja " Ucap lelaki tua itu seperti mendengar lelucon.
" Kami datang kemari meminta pertanggung jawaban yg adil untuk Arshad " Lanjut Aktam.
" tanggung jawab yg bagaimana kalian mau ?" Tanya Robert malah menantang.
Aktam melihat Reno,sang Papa diam berpkir mencari cara.
" Begini Tuan,kami sebenarnya tidak ingin membuat kegaduhan,tapi karna ini berurusan dengan nyawa dan keselamatan keluarga,jadi kami meminta anda untuk lebih tegas lagi kepada cucu anda tersebut " Kata Bara membuka suara.
" Bukan hanya keluarga,tapi semua karyawan kami juga,akses untuk anda dan keluarga anda kami buka selebarnya,tapi bukan untuk menyakiti seperti yg sudah terjadi " Lanjut Bara.
" Mereka sudah dewasa,mungkin ada kata2 Arshad juga yg menyinggung cucu saya sehingga berbuat demikian " Balas Robert.
Aktam mengernyit begitupun Bara yg kurang paham dengan maksud lelaki tua didepannya.
" Ya,karna anak saya sudah dewasa dia memilih diam dan tidak ingin berlanjut !" Kata Aktam mulai emosi.
Orang tua mana yg tidak marah jika anaknya yg menjadi korban harus diputarbalikkan fakta menjadi tersngka.
" Panggil saja anak itu,kami ingin penjelasan darinya " Sambung Bara.
" Ya sebentar lagi " Balas Robert.
Mereka semua diam hingga beberapa menit,pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang wanita.
Semuanya menoleh dan mendapati seorang wanita dewasa dengan tampilan glamor,kaca mata hitam dan tas mewah.
" apa gadis itu setua ini ?" Ucap Aktam polos dan mendapat sigungan dari Reno.
" Ini Ibunya Ratu " Jawab Robert.
Wanita highclass tersebut melihat ketiga pria tampan itu dan diam.
" Ada apa Papi ?" Tanya wanita itu kepada Robert.
" Mana Ratu ?" Tanya Robert.
" Sedang perawatan " Jawab sang anak santai.
" Perawatan ? Gadis itu penyakitan ?" Tanya Aktam lagi dan mendapat pijakan kaki dari Bara.
" Aku salah apa Bang ?" Tanya Aktam kesal.
" Ck,diem napa ngocos mulu " Oceh Bara.
" Ishhh,bukan penyakitann,tapi perawatan kecantikan,lagi spaa " Ujar wanita tersebut memutar mata dengan kebodohan Aktam.
Aktam diam dengan wajah kesal tak terima.
" Jadi apa ini Papi ?" Tanya wanita bernama Rosa tersebut.
" Begini,menurut laporan mereka,Ratu menganjak para bodyguardnya untuk menghajar Arshad " Jawab Robert.
__ADS_1
" Arshad siapa ?" Tanya Rosa mengernyit.
" Cucu saya " Jawab Reno.
Rosa melihat Reno sejenak dan berpikir keras.
" Ohhh pria yg akan dijodohkan itu ?" Tanya Rosa teringat.
" Ya " Jawab Robert.
" Mana mungkin Pap,Ratu itu perempuan,mana bisa lawan laki2 " Kata Rosa terkekeh.
" Emang bukan dia,tapi anak buahnya yg hajar " Celetuk Aktam gemas
" Ya Bu Rosa,kami datang untuk memberitahu ini agar tidak terulang lagi " Kata Reno masih bersikap tenang.
" Begini Pak Salders,mungkin benar yg kalian katakan,tapi karna tidak ada bukti kuat jadi kami tidak 100 persen percaya " Ujar Robert.
" Itu udah jelas2 gadis tersebut yg salah !" Sahut Aktam emosi.
" Tam,tenang " Tegur Bara.
" Gimana bisa tenang Kak,daritadi kita koar2 mereka ga percaya !" Kata Aktam lepas kendali.
" Begini Pak,jika tidak percaya anda bisa langsung tanyakan anak tersebut " Kata Bara mengengahi.
" Ya tunggu sampai dia selesai perawatan " Sahut Rosa.
Bara diam menggeleng pelan,sungguh emosinya sedang ditarik ulur oleh keluarga kaya tersebut.
" Jika emang anak saya salah,lalu kalian ingin tanggung jawab apa ?" Tanya Rosa mengangat kepalanya.
" Minimal kalian minta maaf dan mengajari gadis itu untuk bersikap baik serta sopan !" Jawab Aktam tegas.
Robert diam melihat Aktam yg terlihat sangat kesal.
" Jika tidak ada itikad baik juga,kami akan bawa ini kejalur hukum " Sahut Bara.
" Mau main penjara ?" Tanya Rosa terkekeh.
Bara diam,melirik Reno yg masih diam.
Mereka tau menggunakan hukum juga akan sia2 mengingat kuatnya pertahanan keluarga tersebut.
" Kita masih punya kontrak panjang Pak Salders,jangan cuma gara2 ini kerja sama kita selesai " Ucap Robert.
" Ya saya tau,hanya saja jika keluarga saya direndahkan,saya harus mengakhirinya dengan alasan apapun " Balas Reno..
Keduanya saling melihat dengan isi pikiran masing2,Reno tau akan berdampak sangat besar jika mengakhiri kerja sama,tapi melihat Aktam yg begitu membela hak putranya membuat hati Reno terluka sebagai orang ayah dan kakek.
" Ayo pulang Pa,aku muak !" Ucap Aktam bangkit dan berjalan keluar.
Bara menyusul setelah memberi bungkukan pelan sebagai penghormatan.
" Saya permisi " Ucap Reno sopan.
Keluarga Salders pun pulang kekandang mereka.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1