
Seorang gadis dengan bibir berdarah tersungkur dilantai setelah di dorong oleh seorang wanita dengan kejinya.
Hani tak bisa melawan,tangan dan kakinya diikat membuat gadis itu tak bisa melakukan apa2.
" Sakit ?" Tanya wanita dewasa didepannya dengan senyum smirk.
Hani diam tak menjawab.
" Itu belum seberapa gadis kotor " Ucap Nial dengan wajah murkanya.
" Lepaskan aku !" kata Hani tegas.
" Hah apa ? lepaskan ?" Ulang Nial pura2 tak dengar.
Hani menatap wanita itu nyalang,sungguh ia tidak bisa bertindak apalagi ia diculik saat sedang tidur.
" Setelah semua yg kau lakukan kepada ku dan kini kau minta lepas ?" tanya Nial mendekat dengan pisau ditangannya.
Glek...
Hani menelan ludah kasar,Nial begitu berbeda dengan yg ia lihat dulu.
Wanita tersebut terlihat sangat buas dan mematikan.
" Kau takut ?" Tanya Nial berjongkok didepan Hani.
" Jauhkan pisau itu " Jawab Hani.
" Hm kau takut ya ? ini tidak tajam " Kata Nial sok imut.
" Kau akan dipenjara jika melakukan itu " kata Hani tajam.
" Hehe benarkah ?" tanya Nial memasang wajah takut.
Hani diam,gadis itu tau Nial sedang mengoloknya saat ini.
" Kau pikir aku takut karna kau seorang aparat ?" tanya Nial lagi.
Hani tetap diam mencoba melepaskan diri.
" Aku bisa saja membuang mu sangat jauh,tapi aku masih punya rasa kasihan karna kau sudah dibuang oleh orang2 disekitar mu " Kata Nial membuat Hani melotot.
Jantung Hani berdegub kencang mendengar ucapan sadis wanita tersebut.
" Kau tau kenapa Ayah mu begitu menbenci mu dan menjual mu dulu ?" Tanya Nial meraba wajah Hani dengan pisau tajamnya.
" Jangan main2 dengan ku !" kata Hani melongos.
" Hm aku ingin bermain2 sedikit " Balas Nial santai.
" Aku heran kenapa Daniel begitu tergila2 pada mu,padahal kau hanya anak haram yg begitu disayangi Ibumu " Kata Nial menghela nafas.
" Hentikan !" Ucap Hani mulai gemetar.
" Kau kecewa sayang ?" tanya Nial kembali mendekat.
" Kau tidak tau apapun tentang masa lalu ku !" Kata Hani tajam.
" Kau pikir aku sebodoh itu ?" Tanya Nial tersenyum smirk.
" Bahkan saat Ayah mu akan menjual mu saja aku tau dimana tempat dan orangnya !" Jawab Nial sendiri.
Hani kembali terdiam,sungguh gadis itu tak mau lagi mengulang masa lalunya yg begitu kelam.
" Masuk " Ucap Nial tiba2.
Hani menoleh kaget,pintu perlahan terbuka dan nampaklah seorang pria yg cukup tua berjalan kearah mereka.
" Astagfirullah " Ucap Hani tersentak dengan mata melotot.
" Akhirnya aku menemukan mu gadis nakal " Ucap pria itu tersenyum smirk.
Hani yg mengenali pria tersebut menyeret tubuhnya kebelakang seolah menghindar dan ingin pergi.
__ADS_1
Pria hidung belang teman alm Ayahnya itu mendekati Hani dan menatap gadis itu dengan tatapan yg sulit dimengerti.
" Ternyata kau ada disini ya ? hahah " Kata pria itu tertawa renyah.
" Mau apa kau ?" Tanya Hani tajam.
" Mau saya ? kau masih bertanya apa mau saya ?" Tanya Pria tersebut makin mendekat.
Hani terperangkap,,gadis itu tak bisa lari kemana pun.
" Pergi dari sini !" Kata Hani menahan emosi.
" Kau harus menyelesaikan hutan Ayah mu yg bajingan itu !" Kata pria tersebut mencengkram pipi Hani dengan kuat.
" Aku tidak ada urusan dengannya " Kata Hani membalas..
Plakkkkkk....
Gadis itu mendapat tamparan keras membuatnya tertoleh kesamping.
" Kau adalah anak sialnya dan kau harus menyelesaikan hutang Ayah mu bahkan ke Neraka !" Kata Pria itu keras.
" Wah2 kau bukan hanya pelakor tapi pelacur juga ternyata " ucap Nial menggeleng pelan.
Tes.....
Air mata Hani mulai turun,sungguh pipi dan dadanya terasa begitu sesak mendengar cemohoan orang2 tak berhati didepannya.
" Aku akan membelinya,dia harus ikut dengan ku malam ini " kata lelaki itu kepada Nial.
" Bawa saja,aku jiji melihatnya " Balas Nial santai.
Hani menggeleng cepat dengan air mata kembali berderai.
" Kau yakin ?" tanya Lelaki itu ikut terkejut.
" Ya,tapi dia seorang polisi,em gak masalah juga sih nanti bisa diurus " Jawab Nial lagi.
" Wawwwww kau menjadi aparat ?? wah2 hebat sekali " kata Pria hidung belang tersebut kembali terkejut.
" Tidak usah lama2,kami akan pergi sekarang " kata pria itu pamit.
" Iya " Jawab Nial setuju.
Hani terus menggeleng,sungguh gadis itu tak bisa melakukan apapun saat ini.
" Cepat bangun !"
" Gak !" Kata Hani menolak.
" Cepat !" teriak lelaki itu lagi.
" Gak mau ! lepaskan aku !" teriak Hani mengamuk.
Tarik paksa terjadi,Hani kekeh tidak mau bangkit tapi lelaki itu terus memaksanya.
Plakkkkkkk.....
Tamparan kembali melayang diwajah gadis tersebut.
Nial yg juga kesal menarik rambut Hani membuat gadis itu mendongak dengan paksaan.
" Nikmati dunia yg kau pilih gadis bodoh !" Ucap Nial tajam.
" Lepaskan aku " kata Hani menahan tangis dan sakitnya.
" Hahaha itu hanya mimpi !" Balas Nial terus menarik rambut Hani.
Pria itu diam melihat raut wajah Nial yg penuh dengan dendam kepada Hani.
Gadis malang itu pun diseret,Hani terayun2 keluar dengan tubuh berontak.
Gadis itu mencoba melepaskan diri tapi pria didepannya bergitu brutal membuat tenaganya kalah saing.
__ADS_1
Hani dimasukkan kedalam mobil,gadis itu begitu kasar menerima perlakuan dari orang2 jahat tersebut.
Mobil langsung pergi,Nial melihat dari rumahnya tanpa rasa kasihan sedikit pun.
" Hilangkan jejak " Ucap Nial kepada anak buahnya ditelfon.
"......"
" Ya saya akan berangakt sekarang,kita tinggalkan rumah ini " Balas Nial lagi.
Tut.
Panggilan terputus,wanita itu kembali masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.
Dijalan,mulut Hani dibekap.
Gadis itu tak bisa melawan apalagi pria hidung belang tadi berada disampingnya.
" Kau akan bahagia setelah ini gadis nakal " Ucap Lelaki itu tersenyum smirk.
" Ya Tuhan tolong aku,aku tidak mau ikut pria ini " Batin Hani meminta.
Mobil terus melaju hingga mereka tiba dilampu merah.
Hani melihat kiri kanan mencoba mencari pertolongan.
Naas dilampu merah belum ada mobil atau motor terparkir bersama mereka.
" Aku harus bagaimana ?" Batin Hani bingunh.
Gadis itu melirik sang supir dan melirik lagi keluar.
Hani begitu berharap ada seseorang yg akan menolongnya kali ini.
" Kak Daniel tolong aku " Batin Hani teringat akan satu nama.
Ia tak tau harus berharap kepada siapa,Reka keluar kota untuk beberapa hari kedepan sedangkan Daniel sedang mencari Angel semalaman tadi.
Lampu kuning mulai menyala tanda akan hidupnya lampu hijau dan secara bersamaan Hani melihat seorang wanita dimobil sebelah yg sedang membuka kaca.
" Bi Miska " Batin Hani mengenali wanita yg sedang menghirup udara tersebut..
" Eeemmmmm Biieeeemmmmm " Teriak Hani menggedor kaca dengan tangannya.
Wanita disamping itu belum melihat.
" Eh apa yg kau lakukan ?" tanya Pria hidung belang kaget dengan aksi Hani.
" Biiiiieheee Miskaaaaaahhh Biiiiieh miskaaaa " Teriak Hani sekencang mungkin.
Pria disamping Hani kelabakan dengan aksi gadis tersebut.
Lampu hijau menyala..
Hani terus berteriak meminta bantuan hingga wanita itu menoleh melihat sekeliling.
Mobil Hani melaju dengan kencang sebelum lampu hijau menyala.
" Mas seperti ada yg manggil aku deh tadi " Ucap Miska kepada Denis yg fokus menyetir.
" Siapa ?" tanya Denis mengernyit.
" Gak tau Mas,dari mobil sebelah tadi deh " Jawab Miska mengingat.
" Mobil ?" Ulang Denis mengernyit.
Miska dan Denis melihat kedepan,mobil yg Miska maksud melaju dengan cepat seolah sedang buru2.
" Mas jangan2....." Ucap Miska melotot.
Denis diam hingga tangannya megganti gigi mobil dan membuat Miska terhempas kebelakang karna terkejut..
" Ngueengggggggg......
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.