
Sesampainya dirutan Vero dibawa keruang pemeriksaan,lelaki itu harus menjalani tes terlebih dahulu sebelum bergabung dengan yg lain.
" Selamat atas pernikahan mu " Ucap aparat kepada Vero.
" Hm " Jawab Vero cuek.
" Sepertinya kau mendapat kado besar semalam " Ucap lelaki itu lagi seraya mengulum senyum.
Vero mengernyit sebentar mencoba mencerna ucapan polisi didepannya.
" Ah kau pura2 polos " kata aparat itu menampar lengan Vero.
Vero meringis sakit dan meraba lengannya.
" Wahh garang juga istri mu sampe lebam gitu " kata Aparat kembali mengolok Vero.
" Apa sih " kata Vero heran
Lelaki itu melihat lengannya yg terbuka hingga maniknya terbelalak kaget.
" bekas apa nih ?" tanya vero melihat.kebiruan tersebut.
" Ya mana saya tau,mungkin bekas smalam ehem " Goda Aparat terkekeh.
Vero melotot dan mencoba mengingat kejadian semalam.
Tak ada yg aneh,malam pengantinnya digunakan untuk beres2 rumah.
Flashback On.
" Aaa " Pekik seseorang dari arah kamar mandi.
Vero yg sedang menyapu pun langsung melepas sapunya asal dan berlari kearah kamar mandi.
" Kenapa ?" tanya Vero dengan wajah panik.
" Lantainya licin,aku hampir tergelincir " Jawab Hani ngeri.
" Hati2,mungkin bekas orang keluar masuk tadi " Kata Vero mengambil tangan Hani untuk membawa keluar.
Gadis itu melangkah hati2 dan aaaa....
Teriak Hani menggelegar saat kakinya kembali licin.
Vero langsung menangkap tangan Hani dan gadis itu pun mencengkram bahu Vero dengan kuat untuk bertahan.
" Pelan2 bekas sabunnya sangat licin " Kata Vero memapah gadis itu.
Hani kembali melangkah dengan cengkraman yg makin kuat.
Keduanya pun keluar dengan selamat.
" Sudah " Kata Vero menegur Hani masih memegang bahu nya.
" Ah iya " Jawab Hani tersadar.
Gadis itu dengan cepat melepas lengan Vero dan berdiri dengan tegak.
" Aku akan membersihkan kamar mandinya,kau dan Sofia jangan kesini dulu " Ucap Vero tegas.
Hani mengangguk mengerti,Vero pun masuk kekamar mandi dan mulai menghidupkan shower.
Flashback Off...
Vero tersadar dengan kejadian malam tadi menarik nafas panjang.
" Aku dengar kau menikah dengan polwan kami juga " Kata aparat bicara.
" sekarang tidak lagi " Jawab Vero sambil mengambil bajunya yg sempat terlepas menjalani pemeriksaan.
" Dia berhenti ?" tanya aparat kaget.
" Iya " Jawab Vero bangkit.
__ADS_1
" Kenapa ?" tanya lelaki itu kepo.
" Gaji kalian terlalu kecil " jawab Vero asal sambil berlalu.
" Hah " pekik aparat terbelalak.
Vero tertawa,pria tanpa beban itu pun melangkah masuk keruangan lain.
" Huh dasar,mentang2 dapat malam pertama jadi sombong dia " Gumam aparat itu gemas.
Ditempat lain,seorang wanita parubaya diam melihat 2 anak kecil didepannya saat ini.
Yap hingga kini Cila belum berniat pulang.
Wanita itu mengikuti teman barunya mencari barang bekas untuk dijual lagi.
" Itu Kak disana " Ucap gadis kecil menunjuk kearah bandar.
" Mana Dek ?" tanya sang Kakak laki2 berbalik badan.
" itu Kak " Tunjuk sang adik lagi.
Cila melihat dan ssketika melotot.
" Jangaaann " Pekik Cila menahan bocah lelaki tersebut.
" Kenapa Bi ?" tanya si bocah bernama Rizki tersebut kaget
" Itu kotor banyak kumannya " Jawab Cila tegas
Kedua bocah itu melongo mendengar ucapan Cila barusan.
" maksudnya itu terlalu kotor,jangan diputik " Kata Cila melarat ucapannya.
" Kita memang udah kotor Bi " jawab Rizki polos
Deg...
Mereka sudah 2 hari tidak mandi,Cila hanya berganti baju saja seadanya.
" Hm kalian memang kotor tapi rejeki kalian ngga " Kata Cila menghela nafas.
Kedua bocah itu tersenyum kecil,mereka tak menyangka dikala banyaknya orang2 dijalan,hanya Cila yg bicara jujur.
" Ayo kesana saja " kata Cila menarik tangan keduanya.
Bocah2 itu mengikuti langkah Cila yg ntah mau kemana.
Cila terpaksa ikut mengumpuli barang bekas karna ibu kedua bocah itu sedang sakit.
Cila tak tega jika harus membiarkan kedua anak malang itu memulung sendirian tanpa pengawasan.
" disana banyak " kata Cila menujuk trotoar.
Keduanya langsung berlari seperti melihat bongkahan emas yg begitu banyak.
" Ya Tuhan,betapa tidak bersyukurnya aku selama ini " Gumam Cila pelan.
" Mungkin ini yg dirasakan Laura saat masih kecil dulu " Lanjut Cila sedih.
Wanita itu tiba2 mengingat masa lalu Laura yg kurang beruntung juga,gadis itu ia adopsi dengan segala keterbatasan hingga kini Laura bisa hidup dengan layak dan punya keluarga yg begitu menyayangi dirinya.
" Bibiiii " Pekik bocah perempuan bernama Santi.
" Iya bentar " Pekik Cila balik
Wanita itu pun berlari mendekati keduanya dan ikut memungut sampah botol bekas pinggir jalan.
Saat asik2nya memulung tiba2 langkah Cila terhenti saat maniknya mengenali seseorang.
" Astaga itu anak buahnya Mas David " Ucap Cila pelan.
" Kenapa Te ?" tanya Rizky sambil mengayun tangan Cila.
__ADS_1
" em kalian tunggu disini ya,Bibi mau sembunyi dulu " Jawab Cila melepas tangannya.
" Kenapa ?" tanya Santi mendongak.
" Em pokoknya kalian jangan kemana2 Oke " kata Cila buru2.
Wanita parubaya itu pun langsung berlari dan bersembunyi dideretan mobil2 terparkir dijalan.
" Mengapa mereka bisa sampai disini ?" Gumam Cila kesal.
Wanita itu mengintai lagi dan kembali sembunyi.
2 orang pria terlihat sibuk kesana kemari,sambil memainkan hapenya.
Terlihat sekali wajah serius membuat Cila yakin bahwa ia sedang diincar.
" Tante Intan " Pekik Santi memanggil Cila.
Cila yg sedang asik langsung panik mendengar suara gadis kecil itu.
Yap Cila mengganti namanya menjadi Intan agar identitasnya terjaga.
Wanita itu tau David sangat pintar dalam hal mencari,dan Cila takut jika ia memberi nama benar,kedua bocah itu dan ibunya akan mengenali Cila.
" Tante kenapa disini,ayo cari lagi " Kata Santi polos.
" Iya tapi nanti,kamu kesana dulu " Kata Cila sambil mengintai takut.
" Kardus kita masih sedikit Te,gak bisa beli obat ibu " kata gadis itu menunduk.
" Ya Tuhannn " Ucap Cila frustasi.
Disatu sisi ia ingin menolong kedua bocah tersebut tapi disisi lain Cila takut keluar karna tak mau anak buah suaminya menemukan mereka.
Manik Cila sontak terbelalak saat para bodyguard mendekati Rizky yg berdiri diam dijalan.
" Kenapa Om ?" tanya Rizky polos.
" Jangan ditengah jalan nanti ditabrak orang " Ucap salah satu bodyguard.
" Aku gak ditengah " jawab Rizky merasa aneh.
Bodyguard tersebut memperhatikan Rizky dari ujung kaki hingga kepala.
" Nih,main jauh2 jangan kejalan " Kata Bodyguard itu memberi uang merah kepada Rizky.
" Hah " pekik Rizky kaget.
" Ambil aja buat jajan " Kata Bodyguard itu datar.
" Makasih Om,alhamdulillah bisa beli obat Emak " Ucap Rizky penuh haru.
" Rumah kamu dimana ?" tanya pria itu prihatin.
Jedeeerrr....
Cila terbelalak kaget,wanita itu sontak panik mendengar jawaban Bodyguar.
Rizky diam sejenak mencoba berpikir.
" Disana Om " kata Rizky menunjuk.
" Waduhh gawat kalo Rizky kasih tau " Gumam Cila panik sendiri.
" Kakak ngomong sama siapa ?" gumam Santi penasaran.
Gadis kecil itu pun melompat keluar dari persembunyian membuat Cila kembali panik.
" Aduhh nih anak " ucap Cila menepuk jidat.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1