
Suasana sangat heboh dengan kedatangan Sofia.
Justin langsung berlari kedepan mengecek siapa yg mengantar gadis itu pulang.
Cila yg sedang menangis langsung berhenti setelah cucunya menampakkan wajah.
" Kau kembali sayang " Ucap Cila meraba wajah gadis tersebut.
Sofia diam melihat semua orang menatap kearahnya.
" Papa mana ?" tanya Sofia tak melihat Vero.
" Papa kamu sakit " Jawab Laura sedih.
" Sakit ?" Ulang Sofia terkejut.
Laura mengangguk kecil.
Sofia langsung berlari kearah kamar sambil memanggil nama Vero.
Gadis kecil itu terlihat khawatir dengan keadaan orang tuanya.
" Kasihan sekali mereka Ma,Yuna tak berperasaan " Ucap Laura geram
" Gak ada siapa2 didepan " Celetuk Justin tiba2 masuk lagi.
" Beneran ? coba cek cctv rumah ini " Titah David.
" Aku gak tau ngecek dimana " Kata Justin .
" Minta sama Vero " Lanjut David.
Justin mengangguk dan duduk tenang berpikir sejenak.
David dan Cila diam,pasangan itu mencoba berpikir tentang kejadian hari ini.
Flashback..
Siang tadi Cila datang kerumah Vero karna perasaannya tidak enak,seperti ibu lainnya Cila juga punya naluri batin yg kuat.
Sesampai dirumah Vero alangkah kaget wanita itu melihat anaknya pingsan didapur dengan ditemani beberapa botol minuma beralkohol.
Rasa terkejutnya bertambah saat ia tak menemukan Sofia dimana pun bahkan saat Cila sampai disekolah ternyata gadis itu tidak masuk.
Cila begitu panik hingga akhirnya menghubungi David dan Laura yg sibuk dengan pekerjaan masing2.
Laura langsung menghubungi Justin dan semuanya langsung bergerak cepat.
Cila sangat kesal dengan sang menantu yg ternyata sudah meninggalkan rumah dalam keadaan kacau,rasa bencinya kembali menggelora jika mengingat Yuna yg tak tau diri.
Flashback Off.
Dikamar,Vero menangis sedih memeluk sang putri yg kini sudah kembali.
Rasa takut kehilangan sungguh ia rasakan,Sofia yg merasa bersalah juga memeluk Vero dengan erat seraya menangis.
" Jangan tinggalin Papa Nak " Ucap Vero meneteskan air mata.
" Iya Pa " jawab Sofia tersedu.
Keduanya saling berpelukan,Sofia meraba kening Vero dan merasa panas.
Lelaki itu jatuh sakit,hanya sehari ia tak pulang sudah membuat Vero lemah,Sofia tak bisa membayangkan jika ia tinggal diluar lebih lama apa yg akan terjadi kepada cinta pertamanya tersebut.
" Mama mana Pa ?" tanya Sofia tak melihat Yuna.
__ADS_1
" Mama sudah pergi Nak,Sofia sama Papa ya,Papa janji akan jaga Sofia dengan sekuat hati Papa " Jawab Vero jujur.
" Mama ninggalin kita ya ?" Tanya Sofia berkaca kaca.
Vero mengangguk dan mengecup lama kening sang putri.
" Gak papa,Sofia masih punya Papa " Kata Vero tersenyum getir.
Sofia mengangguk,gadis itu mencoba tenang meski ia ingin sekali menangis.
Vero merasa sangat kasihan,belum genap anaknya berusia 7 tahun tapi gadis sekecil itu harus merasakan kesakitan yg mungkin orang dewasa saja pasti akan mengeluh.
" Aku gak boleh lemah,Sofia anak ku " Ucap Vero dalam hati.
Lelaki itu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar berkumpul bersama keluarga.
Justin sedang menghubungi polisi memberitahu bahwa keponakannya sudah kembali.
Sebenarnya lelaki itu merasa malu,tapi apa daya mereka memang sedang membutuhkan bantuan.
Senyum Vero merekah sambil menggendong anaknya.
Cila merasa terharu dan ingin menangis.
Sungguh ia merasa bahagia dengan kembalinya sang cucu.
" Kamu sudah makan ?" tanya David mengusap kepala Sofia.
" Sudah Kek,aku makan ayam goreng,sate sama em apa ya namanya ?" Jawab Sofia mengingat.
" Hah ?" Pekik David kaget.
Semua orang saling melihat begitupun Justin yg berhenti bicara dan mengakhiri teleponnya.
" Makan ayam ?" tanya Justin mendekat.
" Siapa yg kasih ?" tanya Laura penasaran.
" Iya,siapa yg kasih ?" Tanya Cila juģa.
Sofia melihat semuanya dengan wajah tertekan.
Gadis itu tiba2 gugup dipertanyakan sebegitunya.
" Sofia " Panggil Vero lembut.
" Hm anu Pa,Oom yg kasih " Kata Sofia mengakui.
" Oom ? kamu diculik sama siapa ?" tanya Vero langsung murka.
Sofia mundur merasa takut dengan reaksi bapaknya.
" Ck jangan gitu " Tegur David menampar lengan Vero.
" Dia sama pria Pa " kata Vero takut.
" Ya kita cari dulu orangnya siapa,jangan main emosi terus dong " kata Cila heran.
Vero menghela nafas dan kembali diam.
" Oom nya baik sama kamu ?" tanya Justin mulai mengintorgasi dengan cara lemah.
" Iya,aku digoncengin naik motor keliling kota " Jawab Sofia dengan polosnya.
" Dia sama siapa ? sendiri atau sama yg lain ?" tanya Laura cepat.
__ADS_1
Sofia kembali mundur,Laura pun mendapat tamparan gemas dari Ibu angkatnya.
" Aku khawatir Ma " Kata Laura mengkrucut.
Justin terkekeh geli,pria itu ingin tertawa dengan expresi sang istri.
" Gak tau,Via gak boleh bongkar siapa mereka " Kata Sofia teringat.
" Hah kenapa ?" tanya Cila terkejut.
" Nanti Via gak dibolehin lagi ketemu sama mereka " Jawab Sofia mengkrucut.
Semua orang dibuat terkejut dengan ucapan gadis cilik tersebut.
" Kenapa gitu ?" Tanya Laura bingung.
Sofia tak menjawab,gadis itu bangkit dari duduknya dan berlari kearah kamar.
Sofia tak banyak bicara,ia ingat tadi sebelum masuk kerumah Reka dan Hani memberi banyak peringatan termasuk tak memberitahu siapa yg menyelamatkan dirinya,karna jika Sofia melanggar maka Hani dan Reka tidak akan mau membantu dan bertemu gadis itu lagi.
" Aku sudah janji,aku gak boleh ingkar " Ucap Sofia setelah masuk kamar.
Gadis itu meraba saku bajunya dan mengambil sapu tangan yg masih baru tersebut.
" Aku akan mencuci ini dan bertemu Om Reka " Ucap Sofia semangat.
Gadis itu berjalan kearah kamar mandi dan mulai mengambil sabun.
Semua orang diruang keluarga bertanya2 siapa yg dimaksud oleh Sofia.
Vero banyak diam,pria itu mencoba mengingat anaknya dekat dengan siapa saja.
" Mungkin tetangga mu Vero " Kata Laura menebak.
" Gak mungkin Ka,semua orang disini jarang keluar " Jawab Vero.
" Terus siapa dong ? apa temannya Yuna ?" tanya Laura lagi.
Vero kembali diam dan mengenang lagi.
Vero memang kurang tau dengan teman2 Yuna karna mereka tak sedekat dulu lagi,tapi Vero merasa bukan teman istrinya yg menyelamatkan sang anak.
" Ya udah gak papa,siapapun yg menolong Sofia kita patut bersyukur karna gadis itu sudah kembali " Kata David menengahi
Justin mengangguk setuju dengan ucapan sang mertua tg sangat bijak.
Hari semakin larut,Laura dan Justin pulang kerumah mereka karna Sang anak sudah menunggu.
Sebelum pulang,Cila menepuk bahu Vero dan tersenyum kecil.
" Mama gak tau harus bersyukur atau kesal sekarang tapi kini kau sudah melihat secara jelas bagaimana sikap istri mu " kata Cila lembut.
" Demi kebaikan kamu dan Sofia,Mama minta kamu lepaskan wanita itu " Pinta Cila.
Deg....
Vero tersentak dengan ucapan ibunya.
" Papa terserah kamu aja Ver,kalo mau lanjut juga kamu yg tanggung,kita sebagai orang tua hanya berharap kamu bahagia " Celetuk David.
Vero menghela nafas panjang,baru kali ini Cila meminta sesuatu yg membuat dirinya bimbang.
Psangan sengklek itu pulang membiarkan sang anak berpikir keras.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.