
Sintia dan Beni sudah sampai dirumah besar Reno,triplet sangat antusias saat kedatangan pasangan itu karna Sintia selalu membawa oleh2 untuk mereka semua.
" Bi,Bang Denis mana kenapa ngak ikut ?" Tanya Aktam seraya menguyah kue kering yang dibawa Sintia.
" Dia lagi sibuk buat jadi polisi " Kata Sintia terkekeh pelan.
" Bang Denis hebat ya,aku juga mau jadi polisi nanti " Kata Andrew menimpali.
" Kamu kok ubah2 sih cita2 nya,kadang jadi tentara kadang jadi polisi,fokus satu2 dong " Protes Aktam.
" Ya ngak papa namanya juga masih kecil iyakan Bi " Kata Andrew meminta pendapat.
" Iya mau jadi apapun boleh asal baik dan membanggakan orang tua " Timbal Sintia.
Andrew menepuk dadanya bangga,sedangkan Aktam hanya mengangguk paham.
" Oh iya Bunda kalian mana ?" Tanya Sintia dari tadi tak melihat Nisa.
" Ngak tau Bi,tadi Bunda ngak jemput kita pulang sekolah " Kata Andrew mengangkat bahu.
" Oh ya sudah kalo gitu kalian makan yang banyak ya,Bibi bikin makan siang " Kata Sintia bangkit.
" Bi bikinin bakso dong " Rengek Aktam.
Sintia terkekeh pelan,jika dirinya sudah berada disana pasti anak2 Nisa selalu minta dibuatkan sesuatu.
" Kenapa ngak beli aja ?" Tanya Sintia tersenyum.
" Ngak dikasih Papa lagi gara2 Ana beli bakso cuma sebungkus buat dia aja,terus kita cuma dikasih mie doang " Kata Andrew berubah kesal.
Sintia tertawa geli,dirinya sudah sangat paham dengan watak anak bungsu Reno itu.
" Ya sudah nanti Bibi bikinin yang banyak buat kalian "
" Beneran Bi,jangan kasih Ana ya " Kata Aktam semangat.
" Ngak boleh gitu dong,jadi saudara itu harus saling berbagi " Nasehat Sintia.
" Tapi Ana pelit Bi,dia sering ngumpetin makanan" Kata Aktam tak terima.
" Hahaha kalian ini ada2 aja tingkahnya " Kata Sintia menggeleng pelan.
Sintia tak bisa membayangkan bagaimana pusingnya Nisa dan Reno biasa menangani anak2 kembar yang terkenal dengan kesengklekannya itu.
Sintia pun berlalu dari sana,Aktam dan Andrew duduk berdua saling melihat.
" Kamu ngerasa ngak sih Citra sering liatin kita ?" Tanya Aktam menganjak saudaranya ngobrol.
" Ngak tau tuh aku ngak pernah liatin dia " Kata Andrew cuek seraya menggigit kerupuk.
" Kayak nya dia suka kita deh " Tebak Aktam.
Uhuk uhukkkk...
Andrew langsung terbatuk batuk mendengar celotehan saudara nya barusan.
" Jangan sampe lah dia suka sama kita aku ngak mau nikah muda " Kata Andrew ngeri.
Aktam langsung tertawa geli.
" Kayaknya pacaran enak deh,bisa telfonan manja2an tiap hari kayak Bunda dan Papa " Kata Aktam menghayal.
" Kamu ngak lihat gimana Papa kalo Bunda udah marah ?" Tanya Andrew serius.
__ADS_1
Deg...
Aktam terdiam,otak kecilnya mulai mengumpul memori tentang pasangan itu.
Aktam teringat bagaimana berusahanya Reno membujuk Bunda mereka biasanya,apalagi jika Nisa sudah memilih mode diam.
" Ihhhhhh ngeri,ngak mau ah,Bunda sering pake jurus kenjuksu." Kata Aktam gemetar.
" Makanya liat Papa aja aku dah mual apalagi kalo aku yang begitu,bisa2 diare aku " Kata Andrew ngeri.
Aktam mengangguk setuju dan mengambil lagi kue di meja.
2 kembar itu pun terus bercerita pendapat mereka tentang orang tuanya.
Ditempat lain,seorang gadis kecil sedang mendengar curhatan seorang gadis remaja.
Ana bertopang dagu melihat Hanin yang bersedih hati,sang asisten ikut mendengar meski masih tak mengerti kemana jalur ceritanya.
" Ngak tau deh ya aku tuh sedih gitu liat Bang Rifki sama Bu Rima " Kata Hanin lesu.
" Bu Rim siapa sih ?" Tanya Ana belum masuk.
" Bu Rima itu guru les aku,dia sering tau jalan sama cowok lain,aku tuh ngak terima kalo Bang Rifki diduakan !" Kata Hanin kesal.
" Apa !! jadi paman tentara aku di diduakan begitu ?" Tanya Ana garang.
Hanin mengangguk.
Laura mengerjap ngerjapkan matanya bingung.
" Bos ini masalah nya tentang apa ya ?" Tanya Laura menggaruk kepalanya gatal.
" Ini masalah percintaan,kamu cukup catet yang aku suruh aja oke !" Titah Ana.
Hanin terkekeh pelan melihat 2 bocah itu,meski tak tau apa yang harus dilakukan tapi Laura dan Ana 2 manusia yang sangat kocak.
" Kita harus bikin strategi Kak " Kata Ana tajam.
" Starategi apa,aku ngak dekat sama Bang Rifki aku juga malu sama dia " Kata Hanin lesu.
" Emmm " Ana berpikir keras.
Bocah itu melihat sang asisten,sang asisten memasang tampang lugu nya disana.
" Nanti aku pikirkan,sekarang aku harus isi tenaga dulu " Kata Ana cengengesan.
Hanin yang sudah berharap harap pun langsung melemas,dirinya pikir Ana akan berpikir cepat nyatanya bocah itu lapar.
" Bayarin ya Kak " Kata Ana cengengesan.
" Iya aku bayarin,tadi dikasih uang banyak sama Daddy " Kata Hanin malas.
" Aku gimana bos ?" Tanya Laura mengkrucut.
" Tenang,apa yang aku makan kamu juga harus makan yang sama " Kata Ana mengusap rambut gadis itu.
" Oke Bos " Kata Laura semangat.
Hanin kembali tertawa dan memanggil pelayan.
Ketiga bocah itu pun makan dengan tenang,saat mereka asik makan pizza manik tajam Ana melihat seseorang yang dia kenal.
" Kak bukannya itu Kak Yuni ya ?" Tanya Ana menelisik.
__ADS_1
Hanin yang sedang makan pizza pun melihat kearah tangan Ana.
Terlihat seorang gadis baru saja masuk cafe bersama seorang pria tinggi yang menggandeng tangannya.
" Iya kayaknya itu bener kak Yuni deh " Kata Hanin mengangguk.
" Apa itu cowoknya ?" Tanya Hanin menelisik pria itu.
Ana bangkit dari duduknya dan berjalan mengendap kearah dinding.
Laura dan Hanin hanya diam melihat aksi gadis itu.
" Wah2 siapa ya cowok itu kayak nya keren,apa aku berubah haluan aja ya " Gumam Ana masih melihat mereka berdua.
Sang pria membelakangi Ana karna sedang memesan.
" Duh,apa aku samperin aja ya,kaki ku dah gatal ini " Kata Ana geregetan.
Saat Ana berbalik,gadis itu langsung meloncat kaget melihat Hanin dan Laura ikut mengintip.
" Alamak kaget aku " Kata Ana mengusap dadanya.
" Ngak keliatan dari sana makanya aku kesini ikut ngintip " Kata Hanin tertawa.
" Bilang2 dong Kak,untung jantung aku made in God,coba kalo made in China udah bengek aku " Gerutu Ana kesal..
Hanin tertawa terpingkal pingkal,Laura kembali memasang wajah bodohnya karna tak tau bahasa inggris.
" Ntar kamu les ya sama aku biar pinter " Kata Ana paham.
" Siap Bos,telima kasih " Kata Laura berdiri tegap sambil hormat.
Orang2 disekitar mereka tertawa renyah melihat aksi ketiga bocah itu apalagi Laura yang sangat menggemaskan.
" Ngintipin apa Dek ?" Tanya seorang ibu2 bersama suaminya.
" Ngintipin masa depan Bu " Kata Ana tertawa.
Pasangan itu langsung ikut tertawa mendengar celetukan Ana.
Ketiga gadis itu kembali mengintai saat Laura bilang target mereka akan pulang.
Saat Ana mengintai kembali gadis itu tak sengaja melihat manik perempuan itu yang juga melihatnya.
Deg...
Ana kembali melotot kaget melihat pria yang berdiri menjulang menghadap dirinya,karna melihat sang wanita mematung.
" Waw hot news " Gumam Ana tersenyum penuh makna.
Wanita yang melihat Ana itu langsung kelabakan,dan menarik tangan pria nya keluar dari sana.
" Siapa Na kamu kenal cowok nya ?" Tanya Hanin kepo.
" Siap2 makan besar kita Dek " kata Ana merangkul Laura.
" Wah asikkk " Pekik Laura meloncat girang.
Hanin mengernyit bingung dengan perkataan Ana barusan yang memiliki arti besar.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1