
Kebesokan paginya Hani terbangun.
Gadis itu terkejut mendapati dirinya tidur dikasur dengan selimut dan kaus kaki terpasang.
Gadis itu mengusap matanya,di pojokan Hani juga melihat adanya racun nyamuk menyala yg tinggal sedikit.
" Kak Daniel mana ?" Ucap gadis itu serak.
Ia ingat malam tadi mereka berada diruang tamu bercerita hingga ketiduran.
Tapi pagi ini seolah gadis itu hanya bermimpi saja.
Hani bangun dari tidurnya dan melihat sekeliling.
Tak ada yg berubah semua seperti semula.
Gadis itu melihat tubuhnya,ia memakai baju lengkap bahkan saking lengkapnya Hani memakai kaus kaki yg tak pernah ia pakai saat tidur.
Kipas angin masih menyala,gadis itu mencoba mengingat sejenak.
" Apa Kak Daniel yg melakukan semua ini ?" Gumam Hani bingung.
Ia tak ingat sama sekali,bahkan Hani sempat tak sadar dirinya sudah berada dikamar.
Jam menunjukkan pukul 6.45,ia bangun dari tidurannya dan berjalan kedepan.
Pintu tertutup rapat,Hani mengecek dan ternyata dikunci.
Gadis itu kembali bingung,Hani celingak celinguk mencari kunci rumahnya dan terkejut saat anak kunci hilang 1.
" Apa dia yg membawa dan mengunci pintu dari luar ?" Gumam Hani menggaruk kepala.
gadis itu membuka pintu rumah dan bertepatan dengan seorang pria dengan jaket hijau mendekati rumahnya.
" Mba Hani ya ?" tanya pria tersebut tersenyum.
" Iya Mas,kenapa ?" tanya Hani merpaikan rambut.
" Oh ini ada pesanan makanan Mba,saya disuruh antar " Jawab pria tersebut.
" Hah saya gak pesen " Kata Hani kaget.
" Iya memang Mba gak pesen tapi ada yg pesenin lewat saya,tenang aja Mba ini gak ada racunnya saya beli dikedai langsung " Ucap pria tersebut tersenyum.
Hani diam sejenak,otaknya masih konslet mengingat kejadian semalam.
" Diterima mba " kata pria itu menyodorkan plastik.
" Eh iya Mas makasih banyak " kata Hani menerima.
Lelaki itu mengangguk dan berlalu dari sana.
Hani menatap makanan tersebut dengan wajah bingung.
Terlihat sebungkus bubur dan susu hangat tersaji disana.
Karna makin bingung Hani pun masuk kerumah.
Gadis itu mengambil hapenya dan diam melihat adanya pesan masuk.
" Aku mengirimkan sarapan untuk mu,dimakan ya dan jangan lupa jaga kesehatan @Daniel " Tulis pesan singkat tersebut.
Hani diam dengan helaan nafas panjang.
" Ternyata kamu " Ucap Hani menggeleng pelan.
Senyum kecil terbit diwajah polos gadis tersebut.
__ADS_1
" Dia pulang gak bilang2 " Kata Hani heran.
Sambil menggerutu gadis tersebut membuka menu sarapannya dan memakan dengan lahap.
Ia percaya Daniel tak akan mencelakai dirinya apalagi sebelumnya lelaki itu begitu perduli.
Hani pikir semalam Daniel akan berbuat lebih,tapi ternyata lelaki itu masih seperti dulu menjaga dirinya agar tetap utuh.
" Ahh Kak Danieell gimana aku bisa melupakan pria baik ini " Gumam Hani gemas.
Ditempat lain,seorang lelaki terbangun dari tidurnya.
Vero bangkit dan berjalan kekamar mandi seperti biasa.
Sang istri tidak pulang sama sekali,bahkan tak memberi kabar sedang berada dimana.
Vero juga terlihat cuek saja meski awalnya sempat khawatir.
Setelah selesai berbenah,lelaki itu keluar dari kamar menuju dapur.
Terlihat seorang gadis menaiki meja membelakangi dirinya.
" Sofia " panggil Vero mengernyit.
Gadis cilik itu berbalik dan terkejut melihat Papanya.
" Kenapa naik meja ?" Tanya Vero mendekat.
" Maaf Pa,Via mau bikin susu " Jawab Sofia menunduk.
" Mama gak pulang juga ?" tanya Vero mengambil alih gelas putrinya.
Sofia menggeleng pelan.
" Astaga dia kemana sih " Batin Vero heran.
" Kamu belum makan ya ?" Tanya Vero lemah.
Sofia menggeleng pelan.
Vero menghela nafas dan mengangkat anaknya turun dari meja..
Biasanya jika ada Yuna,gadis itu tak terlalu lapar karna Yuna akan membuatkan sesuatu untuk mengganjal perut anaknya meski hanya septong roti selai.
" Kamu mau makan apa ?" tanya Vero mengusap kepala sang putri.
" Terserah Pa,oh iya Mama kemana Pa kenapa belum pulang juga ?" tanya Sofia teringat.
Vero diam sejenak bingung mau jawab apa.
" Biasanya kalo Mama pergi main selalu pulang,ini kenapa gak pulang ?" tanya Sofia lagi.
" Mama ada kerjaan " Jawab Vero asal.
" Memangnya Papa gak kasih uang jajan ya sama Mama sampe mama kerja gak tau waktu ?" tanya Sofia polos.
Deg...
Vero tersentak,mulut anaknya sangat lah judes dan aktif.
Kadang ia juga kelabakan menjawab pertanyaan nyeleneh gadis tersebut.
" Kasih kok,mana mungkin Papa gak kasih Mama jajan " kata Vero terkekeh.
" Atau karna Mama sering dimarahin Nenek ya jadi sampe pergi ?" tanya Sofia lagi.
" Gak sayang,bukan gitu " Jawab Vero mulai serius..
__ADS_1
" Mama sedih Pa,Papa juga sering bentak Mama " Kata Sofia teringat.
Vero menghela nafas,memang pasangan itu sering berkelahi saat dirumah tak jarang Vero juga mengeluarkan suara tinggi tanpa menyadari putrinya merekam apa yg terjadi.
" Sofia " Panggil Vero lembut.
" Kalo Mama gak pulang gimana Pa ?" tanya Sofia berkaca kaca
" Nanti Papa cari " jawab Vero lembut.
" Janji ya Pa ?"Ucap Sofia meminta kepastian.
Vero mengangguk,gadis itu berubah ceria lagi dan meminta Vero mengisi air hangat untuk susunya.
Lelaki itu mengambil peran sang istri,hari ini ia sibuk mengurus Sofia untuk bersekolah.
Sesampainya disekolah,gadis tersebut berlari menemui temannya yg sudah berkumpul..
Vero menatap nanar,ia merasa kasihan dengan nasib putri semata wayangnya.
" Kemana kamu Yuna,apa kamu gak mikir Sofia butuh kamu !" Gumam Vero geram.
Sampai detik ini nomor Hape Yuna masih tidak aktif..
Lelaki itu tak tau harus mencari kemana.
Vero ingin cuek saja tapi permintaan anaknya tak bisa ditolak.
Dengan wajah lesu pria itu masuk kedalam mobil dan meninggalkan pekarangan sekolah.
Disebuah apartemen,seorang wanita dan pria duduk berhadapan.
Wanita itu mengeluarkan beberapa foto anaknya dari kecil hingga sekarang.
" Apa dia benar anak ku ?" tanya si pria mengernyit.
" Iya,dia anak kita " Jawab si wanita tenang.
" Bagaimana kau bisa yakin ?" tanya pria tersebut.
" Kau lupa dulu hah !" bentak wanita itu kesal.
" Wowowow tenang Yuna sayang " Ucap lelaki itu terkekeh.
Yuna bersedekap dada melihat kesal lelaki didepannya.
" Dia mirip suami mu makanya aku gak percaya " Ucap pria itu mulai serius.
" Gak ada,Sofia bukan anak Vero " Jawab Yuna tegas.
" Lalu apa yg akan kau lakukan sekarang ?" tanya pria bernama Bimo tersebut..
" Aku tidak tau,aku ingin membawanya pergi tapi aku rasa Vero tak akan melepaskan begitu saja " Jawab Yuna kesal.
" Ya karna dia menganggap Sofia anaknya " Jawab Bimo..
" Makanya,Vero itu sangat bodoh " Kata Yuna geram.
" Sudah banyak yg kau dapat dari dia ?" tanya Bimo sambil menyesap rokok.
" Hm,setengah hartanya sudah menjadi nama ku dan Sofia " Jawab Yuna mengingat.
" Bagus,lalu apa sekarang kau ingin berpisah dengannya ?" tanya lelaki itu lagi.
Yuna diam tak menjawab.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.