
David langsung berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun,melihat kepergian sang Papa Laura semakin terisak,Laura tau David mungkin kecewa kepadanya,tapi rasa cintanya kepada Vero siapa yang bisa menahan,Tuhan dengan mudah membolak balikkan hati umatnya.
Jika bisa Luara pun akan menolak perasaan yang mencul dihatinya,tapi gadis itu sungguh tak kuasa atas dirinya sendiri.
" Ayo bangun Nak " Kata Cila mengangkat bahu gadis itu.
Laura tetap menunduk dengan air mata terus berjatuhan.
" Maaf Mama tidak bisa menolong,tolong jangan buat Papa mu marah lagi " kata Cila menghela nafas dan berlalu dari sana.
Laura menatap nanar wanita itu hingga Cila hilang dari kamarnya.
" Hiks hiks maafkan aku Ma,Pa aku sungguh ngak bisa " kata Laura sangat sedih.
Gadis itu bangkit dari lesehannya dan berjalan gontai ke kasur.
Gadis itu melihat sebuah foto usang dirinya dengan sang ibu saat masih kecil.
Senyum ceria kedua perempuan itu menyayahat hati Laura.
" Ibu hiks maafkan Laura,laura mengecewakan mereka" Kata Laura menatap wanita muda dengan pakaian lusuh dan wajah dekil sedang memegang tangan seorang gadis kecil yang juga tak kalah dekil dan baju yang compang camping.
" Laura merasa ngak berguna Bu,hiks hiks maafin Laura Bu,Laura mengecewakan malaikat baik kita " Kata Laura terisak dalam.
Gadis itu sangat merindukan ibunya,meski hanya sedikit kenangan yang teringat tapi Laura begitu tau bagaimana perlakuan wanita itu dulu kepadanya meski mereka selalu mendapat cemooh dimana pun.
" Aku akan kembali Bu,aku akan menjadi diriku sendiri,aku ingin bertahan dengan cara ku Bu,aku bukannya tidak tau terima kasih,aku sangat menyayangi majikan kita,tapi aku terlalu banyak menorehkan luka dihati mereka Bu,aku tidak mau lagi menambah beban mereka hiks hiks " Curhat Laura sangat pilu.
Tapi sayang wanita di foto hanya tersenyum menanggapi curhatan gadis itu.
Laura berbaring dan berusaha untuk melupakan semuanya.
3 hari sudah berlalu,selama itu juga sifat David sangat dingin kepadanya ditambah Vero yang juga tidak menegur dirinya sama sekali.
Pria itu terlihat sangat membenci Laura dan merasa risih dengannya.
Laura hanya diam menunduk saat mereka berpapasan dijalan.
" Aku berangkat dulu " Kata David menyelesaikan sarapannya.
" iya Mas,hati2 " kata Cila bangkit dan menyalami lelaki itu.
" Hati2 Pa " kata Laura canggung.
David melihat sejenak dan langsung berlalu dari sana.
" Aku juga udah selesai Ma " Kata Vero ikut bangkit merapikan bajunya.
" Kamu kerja hari ini ?" Tanya Cila.
" Ngak,aku mau jalan sama Resti " kata Vero santai.
Deg..
__ADS_1
Laura sedikit terkejut tapi gadis itu berusaha tenang,Cila melirik Laura yang hanya diam saja.
" Emang libur ?" tanya Cila berusaha tenang.
" Iya,soalnya harus keluar kota ikut Papa 2 hari lagi " kata Vero tersenyum.
" Ya udah,hati2 " kata Cila mengangguk paham.
Vero langsung berlalu tanpa melihat Laura yang sedang melihatnya.
Setelah 2 pria itu tak ada lagi didapur,Laura langsung merapikan piring bekas mereka makan.
" Kamu ngak papa ?" tanya Cila khawatir.
" Ngak papa Ma " Jawab Laura tersenyum getir.
" Maa..
" Aku cuci piring dulu Ma " Potong Laura.
Cila menghela nafas dan mengangguk kecil.
Laura langsung berlalu dari sana membawa piring bekas mereka ke wastafel.
Hati Laura kembali sakit saat Vero menyebut nama gadis lain didepannya,Vero memang sudah memberitau bahwa dirinya sudah punya pacar,tapi Laura yang belum bisa menerima kenyataan itu merasa tak percaya dengan Vero yang mudah mengganti perasaannya.
Dengan cepat Laura mencuci semua piring dan gelas kotor dan langsung berlalu kekamar.
Hari ini sudah Laura tekadkan,gadis itu akan angkat kaki dari rumah orang tuanya.
Gadis itu menunggu keadaan sepi dan beruntung Cila keluar rumah pergi kepasar untuk belanja mingguan sedangkan Vero sudah lebih dulu keluar.
" ini saatnya " Gumam Laura yakin.
Gadis itu mengeluarkan kopernya dengan cepat,sebelumnya Laura juga sudah memesan taksi diujung jalan.
" Maafin Laura Pa,Ma,Vero,terima kasih karna kalian sudah baik banget sama aku selama ini,maaf aku mengecewakan kalian,Laura pamit Pa,Laura sayang kalian semua hiks " Kata Laura menatap foto keluarga didinding rumah.
Gadis itu perlahan meninggalkan rumah yang sudah memberinya kehangatan keluarga selama ini.
Deraian air mata terus menetes tapi tekad gadis itu sudah bulat,Laura ingin menentukan hidupnya dan mencari kebahagiaan.
Ditempat lain,seorang pria sudah sibuk berkutat dengan pekerjaannya,sore ini Justin akan keluar negeri.
Pria itu harus kembali segera karna perusahaannya belum selesai ditangani,Justin terpaksa harus berhenti memantau Laura,Justin juga bingung bagaimana harus memulai semuanya kembali lagi.
Daddy Justin belum bergerak,membuat Justin makin pusing kepala memikirkan pekerjaannya.
Tak terasa hari pun mulai sore,pria itu harus segera berangkat kebandara.
" Kamu hati2 disana ya Nak " kata Mama Justin lembut seraya membelai wajah anaknya.
" Iya Ma doain Justin biar sukses " kata Justin mencium pipi wanita itu.
__ADS_1
Mama Justin tersenyum mengangguk.
" Daddy,tolong aku please " kata Justin menghadap Daddynya.
" Iya,Daddy usahakan " Kata Pria tua itu mengangguk.
Justin tersenyum dan pria itu pun menarik kopernya keluar.
Pria itu harus kebandara sekarang,30 menit menuju lapangan terbang itu Justin pun sampai,bersamaan dengan sebuah mobil taxi yang juga berhenti didepannya.
" Hati2 Tuan " kata supir Justin hormat.
Justin mengangguk dengan kaca mata hitam bertengger dihidungnya.
Seorang gadis keluar dengan terburu2 dari taxi,melihat keriwehan supir taxi itu membuat Justin menoleh.
" Laura " Gumam Justin terbelalak saat ia mengenali gadis berbaju hitam dengan topi dikepala itu,bahkan Laura juga mengenakan kaca mata hitam untuk menghindari orang2 mengenalnya.
" Makasih ya Pak " kata Laura memberi uang merah.
" ini kembaliannya Neng " kata pria tua merogoh kantong celananya.
" Ngak papa,buat Bapak aja beli mainan anak " kata Laura tersenyum.
" Hehe beneran Neng ?" tanya pria itu girang.
" Iya,ya udah ya saya buru2 " kata Laura pamit.
Pria itu mengangguk dan langsung mengitari mobilnya.
Laura menarik nafas panjang,gadis itu tak tau seseorang melihatnya dari tadi.
" Huh semoga ini yang terbaik,go go Laura,kamu bisa kembali lah dalam keadaan lebih baik " Gumam Laura kepada dirinya sendiri.
Laura tersenyum kecil dan mulai menarik kopernya berjalan cepat kearah pintu masuk.
Gadis itu sudah memutuskan untuk pindah kota,meski dirinya tau bisa saja orang tuanya menemukan dirinya nanti,tapi untuk saat ini Laura hanya butuh tenang dan kembali waras dengan perasaannya.
Laura tak bisa pindah negara,karna dirinya kurang mengerti bahasa luar.
Setelah Laura cukup jauh,Justin tersentak dan melihat jam mewah ditangannya.
" Masih ada satu jam " Gumam Justin pelan.
" Maaf Tuan,apa ada yang ketinggalan ?" tanya supir Justin heran melihat pria itu masih diam.
" Tidak,kembalilah pulang " Titah Justin tegas.
Supir mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil.
" Pucuk di cinta Laura pun tiba" Gumam Justin tersenyum misterius.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya