
Setelah sampai dikediaman Cila dan David,triplet menganga lebar begitu pun Nisa yang kaget melihat rumah kecil itu.
" Ya Tuhan " Gumam Nisa lirih.
" Ini rumah kontrakan yang selama ini David tinggali " Kata Reno menjawab kebingungan mereka semua.
" Mas,tapi apa ini layak ? " Tanya Nisa pelan.
" Kita lihat aja kedalam dulu " Kata Reno mengangkat bahu.
Keluarga konglemerat itu pun turun dari mobil,Ana mengangkat celana nya saat berjalan kedepan,gadis itu seketika takut jalan mereka di hadang segerombolan ayam dan itik.
" Wah ada ayam " Pekik Aktam girang.
" Jangan ditangkap,punya orang !! " Kata Nisa memberi peringatan.
" Hehe Bunda tau aja " Kata Aktam cengengesan.
" Aku Off ya,kepala aku pusing " Kata Andrew pelan.
" Yah ngak seru dong " Kata Aktam lesu.
Andrew cuek saja dan bergidik ngeri melihat tatapan ayam kampung itu melihatnya nyalang.
Ana yang ditinggal pun menelan ludahnya kasar,melihat ayam membuang hajat sembarangan.
" Eh ayam kalo mau boker itu ke toilet napa,jangan lah boker sembarangan,jorok banget sih " Gerutu Ana berkacak pinggang didepan 2 ekor ayam jantan.
kok kokokoooookkkkk...
Ayam pun menyahut omongan Ana barusan,seolah ikut protes dengan gadis itu.
" Ihhhh Abaaaang tungguin " Pekik Ana langsung kabur ketakutan.
Aktam dan Andrew tertawa geli melihat adiknya.
" Permisi Mba,kami keluarganya Cila dan David " Kata Nisa ramah saat Reno berusaha membuka kunci.
Para tetangga yang aneh melihat keluarga kaya itu pun seketika tersenyum hangat.
Para warga mulai berbisik bisik melihat mereka karna jarang ada mobil mewah masuk pekarangan gang rumah itu.
" Ah iya,ini rumah David " Kata tetangga Cila.
" Iya,kami numpang disini sampai mereka pulang kerja " Kata Nisa tersenyum.
" Biasa istri nya ada dirumah,tapi ntah mengapa hampir berapa minggu ini istri David sering keluar " Lapor tetangga itu.
" Iya dia ada urusan " Kata Reno menyahuti.
Wanita itu langsung terdiam takut melihat aura Reno yang tegas.
Triplet tersenyum ramah menyapa anak wanita itu,meski anak itu takut melihat mereka yang wajahnya sama.
" Bang,kok dia takut sama kita ya ? " Tanya Aktam bingung.
" Ngak tau tuh,mungkin Abang kegantengan kali " Jawab Andrew pede.
" idihhh sok ganteng " Hujat Ana.
" Kalo Abang ganteng,aku juga ganteng dong soalnya kan wajah kita sama hahahah " Kata Aktam dengan polos nya.
" Iya juga ya " Kata Andrew ikut tertawa geli.
" Terus aku nya ??? Aku kan kembar juga sama kalian " Kata Ana menunjuk dirinya bingung.
__ADS_1
" Ya kamu juga ikutan ganteng " Kata Andrew tertawa ngakak.
" Macho dong Bang hahaha " Kata Ana langsung tertawa terpingkal pingkal.
Triplet saling tertawa memuji mereka sendiri,sedangkan bocah didepan mereka semakin ketakutan apalagi melihat kuku Ana warna warni dan tajam belum sempat di potong dan dibersihkan sisa semalam.
" Hus ketawa nya jangan gede2 " Tegur Reno.
Triplet langsung mingkem dan menunduk hormat kepada para tetangga itu.
" Anaknya ganteng ya,mirip bapak nya " Bisik2 tetangga mulai terdengar.
Ana yang sempat mendengar pun tersenyum malu dan merapikan anak rambutnya.
Nisa berdecak malas,selalu saja saat mereka jalan bersama ke suatu tempat, ketika anak2 nya di puji orang pasti Reno yang disebut sebagai bibit yang unggul sedangkan dirinya tak pernah dianggap.
" Hehehe bukan aku loh yang ngomong " Bisik Reno cekikikan.
" Huh males aku sama kalian " Kata Nisa kesal dan masuk kedalam rumah.
Reno terkekeh pelan dan ikut masuk kedalam membujuk istrinya yang sedang merajuk.
" Kami masuk dulu ya " Kata Andrew sopan kepada para tetangga yang heboh melihat mereka.
" Iya anak ganteng " Kata ibu2 mencolek dagu Andrew.
Bocah itu langsung menegang kaget,lalu berlari masuk kdalam rumah.
" Huh gila,aku di nodai " Kata Andrew mengelap wajahnya dengan tangan.
Mereka semua memperhatikan isi dalam rumah Cila,tak seburuk penampilan luar tadi.
Tak banyak barang disana,dan Nisa pun paham bahwa adik nya baru mau memulai berhidup,jadi wajar saja bagi Nisa,Clara dulu juga begitu semua dimulai dari nol.
Aktam dan Andrew pun kepo lalu berjalan kearah adik nya.
" Kok pecah ? " Gumam Ana bingung.
" Kenapa Dek ? " Tanya Andrew mendekat.
" Foto pernikahan Kak Cila pecah " Kata Ana mengangkat bingkai gambar itu.
" Iya,kok pecah ? " Tanya Andrew heran.
" Eh jangan diganggu " Tegur Reno.
" Pa,foto pernikahan Kak Cila pecah " Lapor Andrew.
Reno melihatnya dan benar saja kaca bingkai itu sudah pecah tak berbentuk.
" Apa mereka sempat berkelahi ya ?" Gumam Reno pelan.
" Kenapa Mas ? Tanya Nisà keluar dari kamar membawa medali David.
" Waaahhhhh apa tuh Bunda " Pekik triplet langsung heboh melihat banyak medali ditangan Nisa.
" Hati2 jangan sampai rusak " Kata Nisa memberi peringatan.
Triplet mengangguk dan duduk dilantai melihat medali milik David.
" Foto nya pecah,apa mereka sering berkelahi ? " Tanya Reno lirih.
" Ngak tau,Cila ngak pernah cerita sama aku kalo dia dikasari David " Kata Nisa
" Mungkin ngak sengaja jatuh "
__ADS_1
" Iya,mungkin aja nanti aku perbaiki " Kata Nisa tersenyum.
Reno mengangguk dan menyimpan lagi foto itu kedalam kardus.
" Mas,apa perlu kita turun tangan bantuin mereka ?" Tanya Nisa pelan.
" Jangan,nanti David tersinggung biarkan saja mereka hidup dengan cara mereka "
" Tapi liat Mas,bahkan Cila ngak bisa nyimpan bajunya kedalam lemari,karna ngak muat " Kata Nisa iba menunjuk lemari borok milik David,bahkan pintunya sudah lepas satu meski baju didalam nya tertata rapi.
Reno menghela nafas dan merangkul pundak istrinya.
" Cila sudah bekerja,selain untuk membantu melunaskan hutang David,dia juga bilang sama aku buat bikin rumah agar mereka ngak ngontrak lagi,tanah nya udah dikasih Bang Beni sepetak samaan dengan Clara,tapi David ngak tau apapun " Kata Reno tenang.
" Kok David ngak tau Mas ?"
" Jika David tau apa kamu pikir dia bisa terima ?? "Tanya Reno balik.
Nisa terdiam,dirinya cukup tau dengan David yang keras kepala,pria itu pantang untuk dikasihani,dan Nisa tau mau mempersulit hubungan Cila dengan David yang hingga saat ini belum juga jelas,apakah David mencintai Cila atau tidak.
" Ya udah deh,terserah mereka aja kita juga ngak ada hak buat campur rumah tangga Cila maupun Clara " Kata Nisa tenang.
" Iya,kalo udah ngak bener baru kita luruskan " Kata Reno manja.
" Mas,ada anak2 loh ngak usah ngusel2 " Kata Nisa menjauhkan kepala lelaki itu.
" Hehe kiss dikit Yank " Pinta Reno memelas.
" Huh kamu ini kebangetan banget sih,ngak tau tempat " Kata Nisa terkekeh.
" Cepetan,nanti triplet tau " Kata Reno sedikit memaksa.
Nisa pun menghela nafas dan mengangguk kecil.
Reno bersorak ria dan mencium bibir istrinya dengan lembut,Nisa mengalungkan tangannya di leher sang suami saat Reno mendekap dirinya dengan erat.
Manik Nisa sesekali melihat ketiga anak nya yang berkosplay menjadi pembasket handal dengan memegang angkuh medali milik David.
" Ah Mas " Lenguh Nisa saat tangan Pria itu merayap merem*s dada nya,sedangkan wajah Reno sudah menempel dileher Nisa,memberi tanda cintanya disana.
Tak lama reno mengeluarkan kepalanya lagi dan mengusap bibir nya yang basah.
" Enak Yank,aku pengen lagi tapi yang itu " Kata Reno menunjuk dada Nisa dengan wajah mesumnya.
Plak...
Nisa menampar bibir lelaki itu pelan.
" Dirumah aja napa,ngak tau tempat kamu mah " Kata Nisa kesal.
" Hehe abisnya menggugah selera " Kata Reno mengaruk tengkuk nya gatal.
" Indomie kali menggugah selera " Kata Nisa kesal mencubit lengan pria itu.
Reno tertawa terpingkal pingkal dan memeluk Nisa dengan gemas.
Hingga kini cinta pria itu kepada istrinya tak pernah luntur,Nisa selalu bisa membuat Reno happy diusia merangkak tua.
❤❤❤
Hay guyssss, selalu stay disini ya,terus dukung author dengan cara VOTE,LIKE,COMENT.
Dan jangan lupa juga masukin cerita ini ke FAVORIT kalian agar author semangat buat lanjutin cerita.
Harap bersabar disetiap episode nya ya
__ADS_1