
Selama berada dihotel Hani hanya diam termenung menatap jalanan raya yang sangat padat.
gadis polos itu berusaha melupakan apa yang terjadi kepada dirinya selama ini.
Saat membuka lemari pakaian,Hani melihat beberapa helai baju dan celana Vero yang sudah rapi.
Gadis itu mengambil satu dan tersenyum hangat.
Meski tak keluar dari kamar gadis itu tak merasa terkurung karna suasana sangat sunyi membuat dirinya bisa bernafas dengan tenang.
Ditempat lain,Vero mulai bekerja dengan Papanya,Cila hanya menemani saja tak mengeluarkan suara.
" Jadi proyek ini saya harap bapak bisa mengisinya dengan hasil karya kalian " Ucap teman bisnis David.
" Ya anda bisa bicarakan dengan anak saya konsep seperi apa yang kalian inginkan " Balas David.
" Siap Pak David,saya sudah percaya dengan hasil desain anak bapak karna banyak perusahaan lain yang memakai karyanya juga " ucap lelaki dengan dasi hitam itu.
Vero menunduk sopan sebagai penghormatannya.
Cila tersenyum menyolek paha Vero,meski Vero sering membuat nya kesal tapi lelaki itu juga yang membuatnya bangga.
" Mama ih pegang2 " Cibir Vero pelan.
" Hehe " Balas Cila cengengesan.
" Baiklah Pak David,saya kira kita bisa langsung mengerjakan proyek ini " Ucap pria berdasi itu tersenyum.
" Ya,Vero akan langsung menggambarkan nya untuk anda " Ucap David menepuk pundak putranya.
" Saya siap membantu " Ucap Vero tersenyum.
Vero dan lelaki itu pun langsung menjalankan bisnis mereka.
" Papa akan pergi untuk menemui klain yang lain " Ucap David kepada Vero.
" Iya Pa,aku akan menyusul " Balas Vero.
" Baek2 ya " Kata Cila menampar bokong anaknya.
Vero mengangguk meski maniknya melotot melihat wanita itu.
" Udah ih kamu jahil banget sama Vero " Tegur David.
" Suka aja liat wajahnya ngambek kek cwek " Kata Cila cekikikan.
" Dasar emak2 mesum " Cibir Vero pelan.
Cila ingin sekali tertawa tapi melihat manik suaminya yang akan keluar perempuan itu hanya bisa menahan saja.
Pasangan sengklek itu pun keluar dari gedung satu ke gedung lainnya.
Begitulah David saat keluar kota,lelaki itu harus pindah2 tempat karna dirinya memang harus sambil mempromosikan pabriknya.
Hingga malam hari Vero masih bekerja,sudah tak terhitung berapa kali ia menggambar hari ini.
Beruntung Vero punya otak yang cukup cerdas meski awalnya sulit tapi pria itu menunjukkan kepada David bahwa ia bisa menjadi pria sukses suatu hari nanti.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,Vero baru pulang ke hotel dengan kondisi badan cukup lelah bahkan tangannya terasa kebas menggambar dan menjelaskan dengan detail.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,lelaki itu masuk menghidupkan lampu.
Saat Vero menaruh tasnya diranjang alangkah kagetnya lelaki itu melihat seorang gadis berdiri disamping gorden.
" astaga kamu siapa !" Pekik Vero kaget.
Gadis itu menoleh dan mengernyit.
" Aku Hani " Jawab gadis itu pelan.
" Hani ?" Ulang Vero bingung.
" Iya Tuan sudah lupa ?" tanya Hani takut.
Vero diam mencoba mengingat hingga ingatannya pagi tadi kembali berputar.
" Oh,kenapa kau tidak menghidupkan lampu ?" Tanya Vero benar2 ingat.
" Aku menyukai gelap " Jawab Gadis itu pelan.
" Kenapa begitu ?" Tanya Vero mendekat dan duduk disofa.
__ADS_1
Hani hanya tersenyum kecil.
" Kau sudah makan ?" Tanya Vero seraya membuka kancing kemejanya.
Hani menggeleng pelan.
" Ini sudah tengah malam kenapa kamu tidak makan ?" Tanya Vero heran.
" Aku tidak lapar " Jawab Hani menunduk.
Vero menghela nafas dan melihat bekas piring makanan pagi tadi sudah bersih dinakas.
" Baiklah,aku akan pesankan makanan " Ucap Vero bangun dari duduknya.
Gadis itu hanya diam,Vero memesan room service lagi.
" Aku akan mandi,jika ada yang mengetuk pintu jangan membukanya langsung panggil aku dulu oke " Kata Vero kepada Hani.
" Iya " Jawab Hani patuh.
Vero mengangguk,lelaki itu pun masuk ke kamar mandi menyegarkan tubuhnya.
Hani mengambil baju kemeja Vero yang teronggok di kasur dan menggantungkannya di lemari.
Saat gadis itu ingin memindahkan sepatu Vero tiba2 pintu diketuk dari luar.
Hani terdiam ditengah ruangan seraya memegang sepatu Vero.
Ketukan semakin kuat,Hani mendekat gadis itu mengintip di lingkaran kecil ditengah pintu.
Terlihat samar seorang wanita bersedekap dada disana.
" Itu siapa ?" Gumam Hani berbalik badan.
Terdengar suara pintu akan terbuka,Hani langsung kalang kabut mencari tempat untuk bersembunyi.
Gadis itu masuk kedalam lemari dan menutupnya dengan cepat.
Ceklek...
Pintu kamar benar2 terbuka,masuklah seorang wanita mengenakan baju tidur doraemon kedalam kamar lelaki itu.
Hani membekap mulutnya sendiri takut ketahuan.
perempuan itu berjalan hingga sepasang sepatu menghalangi jalannya.
" Kenapa sepatu Vero ada ditengah ruangan gini ?" Gumam Cila mengernyit.
" Vero " Panggil Cila lagi.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka,keluarlah seorang pria dengan handuk sepinggang serta handuk kecil di kepalanya.
Pria itu mendongak dan..
" Mama !" Pekik Vero terbelalak.
Cila bersedekap dada menendang sepatu anaknya itu.
" Kenap a Mam a ada disini ?" Tanya Vero gugup melirik kiri kanan.
" Papa yang suruh " jawab Cila duduk diranjang.
" Papa udah pulang ?" Tanya Vero basa basi.
" Hm " Jawab Cila.
Vero menelan ludah kasar,manik lelaki itu terus berputar mencari kemana Hani pergi.
" Astaga jangan sampai Mama tau " Batin Vero berkecamuk.
" kenapa diam ? sepatu itu taruh dikepala jangan di tengah ruangan " Sindir Cila.
Vero mengkrucut lalu menendang sepatunya hingga melesat kesamping pintu.
" Ehhh itu Mama beli mahal jangan asal2an !" Kata Cila bangun dengan wajah kesal.
" Rusak beli lagi " Jawab Vero santai.
" Emang kamu pikir kita punya mesin cetak duit ?" Tanya Cila emosi.
" Jual aja semua anak pungut Mama dirumah biar bisa beli sepatu aku " Jawab Vero santai.
__ADS_1
" Apa kamu bilang !" teriak Cila berkacak pinggang.
" Hehehe piss Ma,udah ah aku mau ganti baju dulu dah sana keluar " Usir Vero.
" Ganti aja,Mama masih mau disini " Jawab Cila kembali berbaring diranjang.
Deg...
Vero tersentak kaget dengan jantung hampir meledak.
" Haduh gimana nih ?" Batin Vero mulai takut.
" Kenapa ? kamu mau masukin cewek kesini ?" Tanya Cila membaca isi kepala anaknya.
" Hah iy eh ngak " Kata Vero hampir kecoplosan.
" Awas aja kamu macem2,Mama coret kamu dari KK kalo hamilin anak orang !" Ancam Cila.
" Istt aku ngak gitu Ma,yang suka rela aja " Kata Vero ingin menjahili Cila agar tidak betah dikamar.
Hani sudah banjir keringat didalam lemari,bahkan gadis itu tak bisa bernafas dengan benar saking pengapnya.
" Uhuk " Gadis itu terbatuk pelan.
Hani melotot kaget dan langsung mendekap mulutnya sendiri..
" Suara apa itu Vero ?" Tanya Cila langsung bangun dan duduk diranjang mengangkat kakinya.
Glek....
Vero menelan ludah kasar,pria itu yakin Hani berada dikamar itu tapi Vero tak bisa memastikan dimana gadis itu bersembunyi.
" Uhukk uhukkk akkkhhh gara2 Mama sih aku jadi batuk nih " Kata Vero mulai acting.
" Loh kok salah Mama tadi kamu baik2 aja kok " Kata Cila tak terima.
" Udah sana keluar,ntar aku masuk angin telanjang gini " kata Vero pura2 kedinginan.
" Ck,Mama juga males liat punya kamu kecil kek upil " Cibir Cila.
" Ehh enak aja,udah gede sekarang dalam masa pertumbuhan " Kata Vero tak terima.
" Heleh,paling nambah sesenti " Kata Cila berdecih.
Vero menarik nafas sabar menghadapi ibunya yang selalu mencibir.
" Iya2 punya Papa yang gede dah tua " Kata Vero malas.
" Hahahaha punya Papa kamu udah bengkok kek aki2 " kata Cila tertawa ngakak.
" Iyaaa tapi Mama suka kan " Kata Vero memutar mata malas.
" Iya lah hahahaha " Kata Cila tertawa ngakak.
" Hacimm " Suara bersin terdengar.
Vero dan Cila sama2 terdiam dengan mata melotot.
" Aduhh kok aku merinding ya " Kata Vero mendekati ranjang dan mengambil selimut.
" Ihhh Mama juga nih,apa dikamar ini ada makhluknya ?" Tanya Cila mulai takut.
" Kayaknya iya deh Ma soalnya semalam aku rasa kaki aku ditarik gitu " Jawab Vero mengada ada.
" Hah yang bener,duhhh Mama balik aja ah takut " Kata Cila perlahan melangkah keluar.
Vero mengulum senyum,detik kemudian Cila sudah melesat keluar dari kamar pria itu.
" Hahahahahahaha " Vero tertawa ngakak melihat tingkah absurd emaknya yang membuat sakit perut.
Kreerriiiieeeettt....
Suara lemari tiba2 terbuka,Vero menoleh kesamping dan...
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa hantuuuu " Teriak Vero langsung membungkus badannya dengan selimut saat seorang gadis merangkak dengan rambut terurai.
" Huh huh huh panas " Ucap Hani ngos2an.
Hani mendongak dan menatap aneh lelaki itu bergelung dengan selimut.
" Mana hantunya ?" Tanya Hani bingung mengangkat rambutnya hingga rapi kembali.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.