
Menjelang sore hari,seorang pria pulang menggunakan sepeda motornya.
Lelaki itu terlihat membawa bekal untuk dirinya masak malam ini.
Meski hidup sendiri,Reka jarang membeli makan diluar,pria itu sering masak dan menyimpan makanan dikulkas bahkan sering berbagi untuk sahabatnya juga.
Saat berhenti didepan teras,Reka mengernyit melihat seorang gadis duduk membungkuk menutupi wajah.
" Siapa itu ?" gumam Reka bingung.
Pria itu melihat kiri kanan dan mengernyit tak ada siapa2.
" Siapa orang ini ?" gumam Reka heran.
Lelaki itu memarkirkan motornya dan mendekati orang asing tersebut.
" Apa ini ?" gumam Reka melihat bekas darah dilantai.
Gadis didepannya masih membungkukan badan.
Karna penasaran,Reka pun menegur.
Saat gadis itu mendongak alangkah terkejutnya Reka.
" Tania " ucap Reka syok.
Tania yg dimaksud pun mengangkat kepalanya dan menampilkan wajah sembab.
" Kamu kenapa disini,bukannya tadi....?" Ucap Reka mencoba mengingat.
" Astaga kamu...." Lanjut Reka tersadar.
" Aku Rania,bukan Tania " Ujar Rania serak.
Glekkk....
Reka menelan ludah kasar.
" Kamu kenapa ada disini ?" Tanya Reka bingung.
Rania diam melihat wajah lelaki itu.
Reka menatap sekeliling dan fokus kepada darah yg berada dilantai hampir mengering.
" Tangan mu " Ucap Reka melihat perban Rania basah.
Rania menyembunyikan tangannya agar tak terlihat.
" Kau terluka ?" Tanya Reka.
Rania tersenyum kecil.
Deg...
Jantung Reka seolah berhenti berdetak melihat gadis itu sesaat.
" Ayo masuk " Ajak Reka.
Suara azan terdengar,Rania menghela nafas panjang dan melihat sekeliling.
" Gak papa ayo masuk udah magrib " Kata Reka membujuk.
Rania mengangguk,gadis itu pun bangun serta meringis saat tangannya terangkat.
Reka membukakan pintu rumah dan menutupnya saat Rania sudah masuk kedalam.
Gadis itu melihat sekeliling,rumah yg pernah ia masuki dulu bersama Sofia tak ada yg berubah.
Kondisi rumah itu cukup berantakan mungkin karna ditinggalkan pemiliknya saat bekerja.
" kau baik2 saja ?" tanya Reka khawatir.
Maniknya masih berfokus kepada lengan Rania.
" Hm " Jawab Rania tenang.
" Mau aku obati ?" Tanya Reka hati2.
Rania diam tak menjawab.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban,Reka pergi kedapur mengambil sesuatu.
Rania duduk diruang tamu yg tak mempunyai kursi.
Hanya ada karpet cukup tebal membentang disana.
Tak lama Reka kembali lagi.
Lelaki itu membawa kotak p3k dan air hangat.
" Sini tangan mu " Ucap Reka pelan.
Rania tanpa pikir panjang menyerahkan tangannya yg terluka.
Reka menyambut dan menatap gadis itu sejenak.
Wajah sembab dan bibir pucat,itu lah yg menggambarkan kondisi Rania saat ini.
" Kau kehabisan banyak darah " Ucap Reka menghela nafas.
Rania diam dengan senyum tipisnya.
" Kenapa kau tersenyum ?" tanya Reka bingung.
Rania menggeleng.
Reka diam lagi,lelaki itu mulai membuka perban dengan hati2.
" Sssttttt " Desis Rania merasa kesakitan.
" Tenang,akan sakìt sedikit tapi gak papa " Kata Reka meyakinkan
" Kau yakin hanya sedikit sakit ?" Tanya Rania.
Reka mengangguk tanpa melihat wajah gadis itu.
Rania kembali tersenyum,sikap lembut Reka saat ini menggetarkan hati kecilnya.
Ntah mengapa dirinya bisa gila ingin menemui Reka walau harus bertarung nyawa.
" Kenapa kau bisa ada disini ?" tanya Reka sambil mengobati.
Rania diam tak menjawab.
" Auuu " Ringis Rania pura2 kesakitan.
Reka kembali menunduk dan bersikap lembut.
Rania lagi2 tersenyum manis,ia tak suka dipandang tapi dirinya ingin melihat Reka saat ini.
" Apa yg aku pikirkan,apakah aku sudah gila ?" Batin Rania mencoba menyadarkan dirinya.
" Kau sudah makan ?" tanya Reka lagi.
Tangannya terus bergerak hingga lelaki itu berhasil mengganti perban baru dan menghentika n pendarahan.
" Belum " Jawab Rania jujur.
Reka membereskan sisa2 kotor dan berlalu.
Rania mengernyit,pertanyaan Reka seperti menyesatkan dirinya.
" Dasar lelaki aneh " Cibir Rania.
Gadis itu menatap tangannya yg sudah membaik meski masih terasa perih.
" Aku akan memasak,tapi aku akan mandi dulu " Ucap Reka mendekat.
Rania mengangguk pelan menatap lelaki itu tanpa kedip.
Reka berlalu lagi,dirinya masuk kamar dan tak keluar.
Rania terus menunggu beberapa saat,tak ada yg bisa ia lakukan.
" rasanya aku ingin tinggal disni " Ucap Rania terkekeh.
Meski rumah itu sangat keci dan sederhana tapi Rania merasa nyaman,apalagi ia diperlakukan Reka sangat baik.
Hampir setengah jam akhirnya Reka keluar dengan tampilan baru yg membuat Rania kepelek2.
__ADS_1
" Kau sudah lapar ?" tanya Reka datar.
" Hm " Jawab Rania.
" Bisa membantu ku memasak ?" tanya Reka lagi.
Rania kembali mengangguk.
Gadis itu bangun dan ikut Reka kedapur.
Keduanya pun saling membantu membuatkan menu sederhana untuk disantap malam ini.
Dirumah,keadaan mulai panas.
Miska kembali marah2 tak mendapati Rania pulang kerumah.
" Kamu ga ada ketemu dia ?" tanya Miska kepada Tania.
" Ngga ada Ma,kan aku kerja dan kakak sama Papa tadi siang " Jawab Tania.
" Duhhh kemana anak itu,Papa bilang Rania pulang sendiri " Ucap Miska khwatir.
" Mungkin kerumah temennya Ma,coba telfon aja " Balas Tania positif.
Miska mengangguk setuju,wanita itu pun langsung menelfon teman dekat yg sering main krrumah.
" huuhhh Kak Rania kemana sih,udah tau sakit masih aja keluyuran " Gumam Tania kesal.
" Nih Kak Reka juga,kenapa Wa aku gak dibalas2 " Lanjut gadis itu makin kesal.
Miska terlihat serius menanyakan anak pertamanya tersebut kepada teman Rania,tapi nihil tidak ada yg tau Rania kemana.
" Papa pulang bentar lagi Ma " Ucap Tania kepada Miska.
" Aduhhh gawatttt,kalo Papa pulang Rania belum ada dirumah,bisa rame nih malam " Kata Miska ngeri.
" Kak Ran,makin kesini makin keterlaluan deh Ma,kesel aku " Kata Tania emosi.
" Iya,Kakak kamu itu bingung mau digimanain " Balas Miska.
Tania ngomel2 begitupun Miska yg mencoba tenang walaupun hati nya dag dig dug takut Denis ngamuk.
Dirumah Reka,terlihat gadis yg diharapkan pulang makan dengan lahap.
Reka sesekali membantu Rania makan karna tidak tega.
" Kau ini sudah dewasa tapi makan saja belepotan " Ucap Reka memungut nasi yg tumpah kelantai.
" Maaf hehe " Jawab Rania terkekeh.
" Jadi kau kakaknya Tania ?" Tanya Reka memastikan.
" Hm " Jawab Rania tenang.
Reka mangut2 mengerti,jika dilihat Rania memang seperti Rania,tapi jika diperhatikan lagi sifat keduanya tak sama.
Rania gadis ceroboh dan tak takut mati,sedangkan Tania gadis modis dan berwibawa.
" Bolehkan aku menginap disini ?" tanya Rania tanpa dosa.
" Apa !" Pekik Reka terbelalak.
" Hehe aku bercanda " Balas Rania ingin tertawa.
" Jangan gila,nanti kita dinikahi warga " Balas Reka ngeri.
" Tak apa " Jawab Rania santai.
" Eeehhh " Pekik Reka lagi.
Rania tertawa renyah,gadis itu sangat suka melihat expresi wajah terkejut Reka.
" Apa kau menyukai adik ku ?" tanya Rania.
" Hah ?" Ulang Reka.
" Tania,apa kau menyukainya ?" Tanya Rania lagi dengan wajah serius.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.