
Jarum jam terus berdetak,beberapa wanita berkumpul diruang tamu menunggu kabar baik dari para suaminya.
Histi juga sampai disana setelah mendengar kabar Angel hilang,wanita itu tak bisa berdiam diri dirumah rasa khawatirnya begitu tinggi kepada sang sepupu.
" Tidur aja His kalo ngantuk " Ucap Lulu kasihan melihat Histi duduk diam disofa.
" Gak ngantuk Bi " jawab Histi membesarkan matanya.
" Gak ngantuk tapi merem itu apa ?" tanya Lulu lagi.
" Heheh dikit doang " Jawab Histi terkekeh.
" Tidur aja didalam,kasihan Adek tidur disini " Kata Zaiva iba melihat cucunya meringkuk di kasur depan mereka.
" Iya nanti kedinginan " Sahut Lulu.
Histi diam melihat bayi kecilnya memang tidur disana diselimuti selimut tipis.
" Sutar mana ya ?" tanya Histi teringat satu anaknya.
" Udah kekamar Jack " Jawab Lulu.
" Jack pasti sedih banget ya Bi " kata Histi sedih.
" Iya,walaupun mereka sering berantem tapi aslinya tetap sayang kok " Kata Lulu tersenyum.
Histi mengangguk tersenyum.
Tak lama suara mobil terdengar,semua orang langsung berdiri.
Zaiva berjalan keluar berharap mendapatkan kabar baik.
" Romeo " Ucap Zaiva kaget melihat seorang lelaki dewasa.
" Bi,gimana udah dapat kabar ?" tanya Romeo mendekat.
" Belum Rom " Jawab Zaiva menghela nafas.
Pintu mobil satunya terbuka,nampaklah seorang wanita keluar bersama anaknya yg tertidur dalam gendongan.
" Loh,Azura ikut juga ?" tanya Zaiva kaget.
" Iya Bi,dia mau ikut " Jawab Romeo.
" Assalamualaikum Bi " Sapa Azura menyalami Zaiva.
" Waalaikumsalam,kenapa kamu ikut kesini ? udah mau pagi loh " kata Zaiva menggeleng tak percaya
" Gak bisa diem aku Bi denger Angel di culik " Kata Azura sedih.
" Iya Bi,Zura nangis2 dirumah,bahaya juga kalo gak dibawa kesini " Balas Romeo melihat istri kecilnya.
" Ya udah ayo masuk dulu " Ajak Zaiva.
Pasangan muda itu pun masuk kerumah dan membuat warganya kaget apalagi Lulu yg tak menyangka.
" Kenapa kalian kesini ?" tanya Lulu langsung mengambil alih cucunya yg belum genap 1 tahun.
" Aku gak tenang Ma,makanya maksa kesini " Jawab Azura menunduk.
Lulu melihat Romeo,lelaki itu menggaruk kepala takut dengan tatapan mertuanya.
" Gak papa,Zura ayo sini " Kata Histi melerai.
Wanita itu mendekati Histi dan mereka berpelukan sesaat melepas rindu.
" Aku khawatir banget sama Angel Kak " Kata Azura sedih.
" Iya Kakak juga " Balas Histi.
" Apa belum ada kabar kalo Angel sudah ditemukan ?" tanya Azura berharap.
Histi menggeleng pelan.
" Kakek sama yg lainnya lagi cari dan belum kasih kabar kerumah " Balas histi.
" Pasti Angel ketakutan diluar sana " Kata Azura nanar.
Histi menghela nafas panjang.
Romeo mengambil hapenya dan menelfon seseorang.
" Ditempat kemarin Bang ?" tanya Romeo.
__ADS_1
"......."
" Hah i ya Bang,aku kesana " Jawab Romeo terlihat terkejut.
" Ada apa Rom ?" tanya Ana yg dari tadi diam.
" Baiklah Bang " Ucap Romeo lagi.
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu melihat para bibinya dan menarik nafas panjang.
" Bang Aktam bilang mereka akan kehutan,karna posisi Angel mungkin berada disana " Ucap Romeo hati2.
" Apa ! Hutan !" Pekik Ana dan Zaiva terbelalak.
" Iya,tapi gak papa Bi,kalian jangan khawatir,mereka akan menemukan Angel secepatnya " Balas Romeo yakin.
" Ya Tuhannnnn,Angeeellll " kata Ana kembali histeris.
" Tenang Na,jangan panik " kata Zaiva menenangkan sang ipar.
" Angel dihutan Kak dan ini malam ! dia pasti takut mana gelap " Kata Ana frustasi.
Zaiva ingin menangis,wanita itu juga tak bisa membayangkan apa yg akan terjadi kepada keponakannya satu itu.
Ana kembali ditenangkan,Romeo mendekati Azura yg mematung ditempat.
" Aku pergi dulu ya,kamu jaga anak kita !" Ucap Romeo kepada sang istri.
" Kak " Ucap Azura gemetar.
" Gak papa,semua akan aman2 saja kamu tunggu disini " Balas Romeo lembut.
Azura mengangguk pasrah dengan tatapan nanar melihat pria yg sudah memberikan seorang buah hati tersebut.
" Kamu mau kesana Rom ?" tanya Lulu berusaha tenang.
" Iya Bi,tadi aku mau sekalian bawa polisi tapi Bang Aktam bilang gak usah " Jawab Romeo merasa aneh.
Deg.....
Semua orang tersentak dan seketika melihat pria tersebut.
Glek....
Lulu menelan ludah kasar begitupun Ana dan Zaiva yg tau apa yg akan direncanakan suami mereka.
" Bi ada apa ?" tanya Azura merasa aneh.
" Gak papa " Jawab Zaiva menarik nafas.
" Kalo gak lapor polisi gimana mau nangkap pelakunya ?" Tanya Romeo kembali heran.
" Kamu nurut aja sama perintah mereka " Jawab Ana tegas.
" Na !" Tegur Lulu melotot.
" Papa dan Bang Aktam tau apa yg harus mereka lakukan " Lanjut Ana tajam.
Romeo mengernyit dan menatap satu persatu para wanita didepannya saat ini.
Romeo merasa masih banyak rahasia yg tersimpan dirumah besar tersebut.
Setiap ia bertanya kepada Azura,istrinya selalu bilang tidak tau dan tidak ada yg mencurigkan selama tinggal dirumah gedong itu.
Tak memperoleh jawaban,lelaki itu pun pergi menyusul para tetua.
Ditempat lain,seorang lelaki membuka pintu rumah dengan wajah mengantuk.
" Cari siapa ?" Tanya Vero serak.
" Apa Pak David ada dirumah ?" Tanya lelaki dengan pakaian serba hitam itu tenang.
" Lagi tidur " jawab Vero seraya menguap.
" Bisa bicara dengannya sebentar ?" Tanya lelaki itu lagi.
" Bicara apa ? kamu gak lihat ini jam berapa ?" tanya Vero gemas.
" Ini perintah Pak Reno " Jawab pria itu masih tenang.
Deg....
__ADS_1
Vero seketika membuka matanya saat mendengar nama keramat tersebut.
" Om Reno ?" Ulang Vero memastikan.
" Iya,dan saya harus bertemu Pak David sekarang " jawab Pria tersebut.
" Ada apa ? apa yg terjadi ?" Tanya Vero penasaran.
Lelaki itu diam tak menjawab,Vero yg merasa dikacangin berdecak kesal dan masuk kedalam rumah.
" Kenapa Om Reno nyariin Papa jam segini ?" Gumam Vero merasa aneh.
Pria itu melihat jam dan naas jarum menunjuk angka 2 pagi.
Vero mengetuk pintu dan bersamaan dengan seseorang membuka dari dalam.
" Vero " Ucap David kaget.
" Papa mau kemana ?" tanya Vero mengernyit melihat David memegang senjata.
David diam melihat putranya
" Apa Papa...? Astaga !" ucap Vero melotot dan membuka lebar pintu kamar.
" Uhhhhm..." Ucap Vero menghela nafas lega.
Cletakkkkkkkk.....
David menampol kepala anaknya dengan keras membuat Vero kesakitan.
" Kamu gila apa nuduh Papa celakain Mama kamu !" Cibir David kesal.
" Aku kira Papa habis nembak Mama " Kata Vero mengkrucut.
" Tuh Mama mu tidur ngiler !" Kata David menunjuk Cila dengan seribu gaya tidurnya.
" Hehe elapin dulu napa Pa sebelum pergi " kata Vero cengengesan.
" Ogah !" kata David merinding.
Vero terkekeh geli dan menutup lagi pintu kamar orang tuanya..
Kedua pria itu berjalan kedepan dan pria asing tadi masih menunggu diluar.
" Mereka sudah ke lokasi " Ucap Dàvid tenang.
" Baiklah,ayo ikut saya Pak " Balas lelaki asing itu sopan.
David mengangguk kecil.
" Jaga Mama mu,kalo lecet dikit awas !" Kata David mengancam Vero.
" Lah ente suaminya kok saya yg disuruh jagain " Kata Vero merasa ogahan.
" Berani kamu ya !" Kata David ancang2 mengambil pistol yg ia selipkan dicelana tadi.
" Eeh eh iya2,aduhh baperan banget sihhh " Ucap Vero kelabakan..
David langsung melongos pergi.
Vero diam mematung dengan pertanyaan dikepalanya.
" Mereka mau kemana ya ? kok kayaknya serius ?" Gumam Vero pelan.
" Kakekkkkkkkk ikuuuuuuttttt " Teriak Seorang gadis tiba2 berlari keluar.
" Eeehhh Sofiaaaa jangann " Pekik Vero terkejut gadis kecil itu bangun dari tidur.
David yg mendengar suara cempreng sang cucu langsung berlari masuk kedalam mobil.
" Ayo cepetan nanti cucu saya mau ikut " Kata David kepada pria asing yg malah diam melihat Sofia ditangkap Vero.
" Ha iya Pak " balas pria itu mengangguk dengan kekehan geli.
" Kakeeekkkkkkkkkk " Teriak Sofia menjal2 ingin ikut pria parubaya tersebut.
" Ayo2 kita tidur lagi,mimpi Papa baru setengah jalan " kata Vero menyeret Sofia masuk kerumah.
" Via mau ikut Kakek Pa " Ucap Sofia mengkrucut.
" Jangan,Kakek mau berburu " Balas Vero asal.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.