
Pagi ini disebuah rumah dikejutkan oleh kedatangan seseorang.
Matahari belum menampakkan sinar tapi rumah Hani sudah diketuk berulang2.
" Duh siapa sih ?" Gumam Hani merasa terganggu.
Gadis itu terlihat sedang menanak nasi dengan alat seadanya untuk sarapan.
Hari ini Hani berencana untuk melamar pekerjaan lagi dan melupakan tekadnya kemarin untuk menjadi seorang polwan.
Hani tak ada uang untuk memenuhi persyaratan berkas2.
Untuk foto kopi dan cek kesehatan saja gadis itu harus menghabiskan uang 300 ribu yg mana uang sgitu bisa menganjal perutnya 1 minggu bahkan lebih.
Tok tok...
Pintu kembali diketuk,gadis itu melepas sendok nya dan bergegas keluar.
dengan wajah kesal Hani mengintip dari jendela dan..
Deg...
Manik gadis tersebut seketika melotot melihat seorang pria dengan topi hitam berdiri didepan rumahnya.
" Heii " Sapa lelaki itu melihat Hani dari jendela.
Bunyi ketukan kembali terdengar,Hani membuka pintu dan memperhatikan pria asing tersebut.
" Selamat pagi " Sapa pria itu hangat.
" Siapa ya ?" tanya Hani bingung.
" Kau melupakan aku ?" Tanya si pria mengkrucut.
Hani mengernyit tak mengenali lelaki dengan masker kesehatan tersebut.
" Ini aku Daniel " Ucap pria itu terkekeh.
" Daniel ?" ulang Hani mengingat.
Daniel membuka maskernya dan tersenyum kecil.
" oh bapak ini " Ucap Hani teringat.
" Hehe iya,kamu lagi ngapain ? joging yuk " Ajak si pria semangat.
" Hah " Pekik Hani terkejut.
" Kan mau daftar polwan,harus banyak olahraga " Ucap si pria.
" Gak jadi Pak,saya mau cari kerja yg lain aja " Jawab Hani menggaruk kepala.
" Kenapa ?" tanya Daniel kaget.
" Saya gak mampu,gak ada uang " Jawab Hani.
Pria itu diam sejenak melihat raut wajah Hani yg terlihat serius.
" Gak dipungut biaya " Ucap Daniel.
" Ya emang sih,tapi kan buat fotocopy dan semuanya butuh uang,aku gak ada simpanan " Ucap Hani menghela nafas.
" Orang tua kamu ?" Tanya Daniel.
" Hm mereka udah gak ada " Jawab Hani tersenyum canggung.
Daniel sedikit terkejut mengetahui fakta tersebut.
Keduanya diam sejenak hingga Hani tersadar sesuatu.
" Bau apa ini ?" Ucap Daniel mengendus.
Hani ikut mengendus mencari sumber bau.
" Kayak bau gosong ya ?" tanya Daniel pelan.
__ADS_1
" Astagfirullah " ucap Hani terbelalak.
Tanpa tunggu lama,gadis itu berlari kedapur dan..
" Waduhhh " Pekik Hani terbelalak melihat pancinya sudah menghitam.
Daniel yg berada diluar sontak berlari masuk.
" Astaga api " Ucap lelaki itu melotot.
Hani terlihat panik apa yg harus ia lakukan.
Daniel berlari kekamar mandi dan mengambil secentong air.
" Matikan kompornya " Ucap Daniel tegas.
Hani tersadar dan langsung mematikan kompor.
Byurrrrr.....
Air dicentong pun melesat sempurna membasahi panci yg sempat mengeluarkan api tersebut.
Asap mengepul seketika,pria itu menyeret Hani keluar dari sana.
" Duhh gara2 bapak nih nasinya gosong " Kata Hani kesal.
" Kok saya ?" Tanya Daniel terkejut.
" Ya karna Bapak ketuk2 pintu bikin saya lupa matiin kompor " Jawab Hani gemas.
Daniel diam,memang salahnya mengganggu gadis itu dipagi hari.
" Ya udah terus gimana ?" tanya Daniel menggaruk kepala.
" Saya gak bisa sarapan Pak huh " Kata Hani kesal.
" Eem ya udah,kita keluar aja cari sarapan " Kata Daniel menemukan ide.
" Gak usah Pak,saya masak lagi aja " Tolak Hani.
Hani menggaruk kepala,gadis itu sudah lapar dari tadi.
Ia bangun cepat pun karna perutnya meminta diisikan sedikit asupan.
" Dah ayok ikut saya " Ucap lelaki itu menarik Hani keluar.
" Ehh mau kemana ?" Tanya Hani terbelalak.
" Cari makan,saya juga belum sarapan " Jawab Daniel.
Hani diam sejenak memperhatikan lelaki itu.
Secara tampang,lelaki dewasa itu memang tak ada wajah jahatnya,tapi Hani tak boleh percaya begitu saja karna ia berada dilingkungan asing.
" Ck saya ini dari kepolisian,gak usah takut " Kata Daniel tau isi kepala gadis polos didepannya.
" Beneran ya ?" tanya Hani ngeri.
" Iya " Jawab Daniel gemas.
Gadis itu pun mengangguk dan berjalan keluar.
" Ayo cepetan " Kata Hani heran melihat lelaki itu masih betah didalam.
" Hah em iya " Jawab Daniel tersadar.
Pria itu berlari keluar dengan senyum geli.
Hani mengunci pintu dan menaruh anak kunci dibawah karpet.
" Kamu gak takut dirampok ?" Tanya Daniel mengernyit.
" Gak ada harta berharga hehe " Jawab Hani terkekeh.
Daniel ikut terkekeh geli,keduanya pun berjalan kedepan gang.
__ADS_1
Hani banyak diam begitupun Daniel,sesekali mereka saling melihat dan tertawa.
" Kenapa kamu berani tinggal dikota ini sendirian ?" tanya Daniel disela jalannya.
" Hm ya berani gak berani " Jawab Hani ambigu.
" Maksud nya ?" tanya Daniel bingung.
Hani tersenyum miris,ia kembali mengingat bagaimana ia datang tanpa tau apapun.
" Kamu lari dari rumah ?" tanya Daniel.
" Aku gak punya rumah " Jawab Hani.
" Terus selama ini tinggal sama siapa ?" tanya Daniel makin penasaran.
" Kita mau cari sarapan apa mengintrogasi aku ?" Tanya Hani mendongak.
" Heheh cari sarapan " Jawab Daniel menggaruk kepala..
Hani memasang wajah datar dan kembali berjalan.
Beberapa pasang mata melihat kearah mereka,bagaimana tidak Hani mengenakan baju tidur lengkap dengan sandal biasa sedangkan pria disampingnya memakai pakaian olahraga lengkap dengan earphone dan handuk kecil dileher ditambah topi hitam khas orang joging.
Mereka menyusuri jalan raya dan mendapati tukang bubur yg parkir didepan taman.
" kita kesana aja " Ucap Daniel menunjuk.
Hani mengangguk,keduanya siap menyebrang.
Daniel menarik pinggang Hani mendekat kearahnya membuat gadis itu kaget.
" Ayo cepat nanti ketabrak " Kata Daniel serius melihat kiri kanan.
Hani mengangguk,gadis itu bersembunyi ditubuh Daniel ikut melihat arus lalu lintas.
Setelah sampai,Hani mendekati tukang bubur.
" Satu aja Pak " ucap Daniel melewati gadis tersebut.
" Loh kamu gak makan ?" tanya Hani terkejut.
" Tadi dirumah udah,kamu makan aja aku mau olahraga sedikit " Ucap Daniel tersenyum.
" Tadi bapak bilang bel..." Ucap Hani menggantung melihat lelaki itu berlari menjauh.
" Wah2 dia membohongi ku " Gumam Hani kesal.
" Berapa neng ?" tanya si tukang bubur.
" Satu aja Pak,saya makan disana " Jawab Hani menunjuk kursi taman yg persis didepan Daniel meloncat dengan tali yg ia bawa.
Gadis itu duduk melihat pria tersebut berolahraga.
Hani menghela nafas,ia tak kenal lelaki didepannya tapi pria tersebut seolah bersikap bahwa mereka sudah kenal lama.
" Oh iya gak ada minum " Ucap Hani teringat.
Gadis itu kembali bangkit dan mencari orang menjual minuman.
Daniel tak perduli meski maniknya memperhatikan gadis polos itu.
" Dia seperti anak2 " Ucap Daniel terkekeh.
Tak lama Hani kembali,gadis itu mulai menikmati sarapan tertundanya sambil melihat Daniel berolaharaga dengan banyak gaya.
" Gila tuh cwek mimpi apa semalam,bisa sarapan sambil mandangin ayank push up " Ucap seorang gadis kepada temannya.
" iya mana santai lagi makannya apa gak keselek itu si cewek mana cowoknya ganteng banget lagi" Sahut teman gadis tersebut takjub.
Hani dan Daniel tak perduli,keduanya masih sibuk masing2 tanpa mendengar cuat2 netizen.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1