Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perlahan


__ADS_3

Kesehatan Vero masih begitu2 saja,tak ada perubahan yang benar2 menyembuhkan pria itu,tapi David dan Cila berusaha bahagia menerima kekurangan anaknya.


Vero sudah mau keluar rumah dan bersosialisasi meski banyak diam.


" Ma " Panggil Vero mencari Cila.


" Iya sayang,Mama lagi boker " Teriak Cila dari kamar mandi.


" Iya " Jawab Vero mengerti dan duduk di kursi makan.


Hari ini Vero home schooling untuk melanjutkan pendidikannya yang sebentar lagi akan selesai.


Mustahil memang Vero akan bisa,tapi puji syukur Vero bisa melewati itu dengan lancar dibantu oleh Dokter dan Psikiater yang membimbing Vero.


Setelah semua orang pulang,pria itu merasa lapar dan seperti biasa andalannya hanya Cila,karna Laura tak bisa menemani 24 jam.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka,keluar lah Cila dengan wajah pucat.


" Mama sakit ?" Tanya Vero mengernyit melihat Cila memegang perutnya.


" Masuk angin palingan,kamu mau apa Nak ?" Tanya Cila tersenyum.


" Mama istirahat aja,aku bisa sendiri " Kata Vero serius.


" Hah beneran,kamu mau makan ya ?" Tebak Cila.


Vero mengangguk.


" Wah Mama belum masak Nak,lauk yang tadi udah habis " Kata Cila bingung.


" Ngak papa,aku bisa masak sendiri Mama istirahat gih " Suruh Vero.


" Bentar " Pria itu bangkit dari duduk nya menuju kamar.


Cila terlihat bingung dengan anak satu2nya itu,terkadang Vero sangat perduli,kadang juga pria itu seperti manusia tanpa jiwa,jangan kan perduli,dipanggil saja tak nyahut.


" Pake ini " Kata Vero memberikan obat angin.


" Punya siapa ini ?" Tanya Cila menerimanya.


" Punya Laura,dia sering ngusapin itu ke perut aku kalo lagi ngak enakan " kata Vero tersenyum.


Cila ikut tersenyum mengangguk.


Kini Vero tak ada lagi embel2 Kakak memanggil Laura,karna dirinya merasa sepantaran dan tak harus formal.


" Mau Mama bantuin ?" tanya Cila setelah mengusap minyak angin ke perutnya.


" Boleh " Kata Vero tersenyum.


" Mau masak apa ?" tanya Cila semangat.


" Em masak apa ya? sekalian buat Papa " Kata Vero girang.


Deg...


Cila tersentak dan langsung mematung.


Diumur Vero yang sekarang,baru kali ini pria itu perduli akan David yang bekerja diluaran sana.


" Bu uat Papa ?" Tanya Cila sekali lagi.

__ADS_1


" Iya,kasihan tadi Papa makannya dikit pasti nanti laper " Kata Vero polos.


Jantung Cila berasa berdegub kencang,perempuan itu tak menyangka Vero memikirkan perut Ayahnya,bahkan saat Vero sadar dulu jangankan dibuatkan makanan,tinggal mengantar saja banyak kali alasan pria itu.


" Mama kok nangis ? aku salah omong ya ?" tanya Vero bingung melihat Cila mengeluarkan air mata.


" Putra ku " Gumam Cila langsung menghambur memeluk pria itu.


Vero seketika kaget mendapat serangan tiba2.


" Makasih Nak huhu " Kata Cila bingung antara sedih atau bahagia.


" Cuma gitu aja nangis,lemah banget sih " Cibir Vero.


" Hehe maaf,efek sakit perut kali ya jadi bawaannya mewek " Kata Cila salah tingkah.


Vero mengangkat bahu dan berjalan membuka kulkas.


" Aku mau masak ikan ini sama sayur capcay " Kata Vero semangat.


Cila mengangguk mengerti dan meminta Vero mengeluarkan apa yang ia inginkan..


Ibu dan anak itu pun memasak bersama,Cila tak henti2 nya bersyukur.


Perempuan itu percaya setiap musibah ada hikmahnya.


Mereka benar2 diuji oleh Tuhan,David yang biasanya masih sering ninggalin solat,kini selalu memasang alarm agar dirinya tak melupakan kewajiban itu,mereka pun selalu berdoà dimalam hari agar Vero segera diberi kesembuhan.


Keringat bercucuran diwajah tampan Vero tapi semangat pria itu tak luntur,maklum baru pertama turun tangan masuk dapur setelah belasan tahun lamanya.


" Kalo cape istirahat aja " Kata Cila kasihan melihat Vero menyeka keringat.


" Ngak papa kok Ma,masa gini aja lemah " kata Vero menggeleng.


Cila tersenyum mengangguk,hampir 1 jam berlalu berbagai jenis makanan pun terjadi dengan rapi diatas meja.


" Kakak kamu sibuk hari ini,jadi susah ketemu sama dia " kata Cila takut.


" Oh gitu,ya udah Papa aja " Jawab Vero ramah.


Cila tersenyum mengangguk.


Pria itu pun bersiap2 mengantar makanan untuk sang Papa.


" Kamu beneran tau alamatnya ?" Tanya Cila khawatir.


" Hm,kan udah Mama kasih tau lokasi Papa dimana " kata Vero memasukkan rantang ke plastik.


" Ya Mama takut aja nanti kamu kesasar " kata Cila khawatir.


" Aku udah gede Ma,walaupun aku ngak ingat masa lalu tapi hari2 yang aku lalui sekarang aku masih ingat kok " Kata Vero menenangkan.


" Pinjam motor ya " Kata Vero memainkan alisnya.


" Em naik taxi aja ya,Mama masih trauma kamu pake motor " pinta Cila memelas.


" Ya udah " Kata Vero pasrah.


Lelaki itu mulai memahami kekhawatiran Cila,bahkan motor nya dulu setelah diperbaiki langsung masuk gudang dan tak pernah dihidupkan sama sekali.


Awalnya Cila ingin menjual saja motor itu,tapi David menahannya takut nanti Vero setelah sadar menanyakan motor itu dan malah mengamuk karna itu motor kesayangan Vero.


Vero berpamitan,Cila memberi uang lebih untuk ongkos,perempuan itu benar2 takut anaknya salah jalan atau di jahili orang2.

__ADS_1


Vero berjalan riang membawa rantang makanan.


Disebuah ruangan seorang pria terlihat begitu serius,David sedang berdiskusi dengan pengrajin yang membawa membesarkan pabriknya.


Rehan sebagai asisten masih setia mendampingin David hingga sekarang.


Pria itu merangkup jadi tangan kedua David,karna David dilarang mempunyai sekretaris apalagi itu perempuan,Cila bahkan sampai mengharamkannya,karna perempuan itu takut sang suami tergoda seperti film2 yang ia tonton sehari2.


" Han,kamu udah catat point2 pentingnya ?" Tanya David serius.


" Udah Vid,nanti gue konfirmasi lagi sama pengrajin yang lain "Jawab Rehan.


" Bagus,kalau bisa kita harus meningkatkan kualitas karna kali ini perusahaan Bara lagi berkembang pesat dibidang itu,dia minta yang terbaik dan jangan ada kesalahan "


" Siap,lo tenang aja kejadian2 kayak kemarin ngak bakal terulang lagi kok,kali ini gue langsung turun buat mantau " Kata Rehan serius.


" Baguslah,nama baik pabrik kita harus lebih diutamakan, lo tau sendiri kan pesaing kita bukan hanya satu dan mereka semua juga ahli2 dibidang ini "


" Hm,Pak nanti minta waktunya ya kita diskusikan ini bagaimana baiknya " Pinta Rehan kepada pengrajin.


" Siap Pak,saya akan melakukan yang terbaik,soal anak buah saya kemarin saya benar2 minta maaf, itu diluar kendali saya sebagai leader " Kata si pengrajin menunduk hormat.


" Iya,kali ini saya maafkan " Kata David tersenyum.


" Terima kasih Pak David,anda benar2 baik " kata Si pengrajin tersenyum hangat.


" Kebaikan saya jangan disalah gunakan ya " Pinta David serius.


" Siap Pak !" Kata pria tua itu mengangguk mengerti.


Si pengrajin pun keluar dari ruangan.


Beberapa hari yang lalu terjadi kesalahan yang cukup fatal bagi David,bagaimana tidak proyek yang diusungkan perusahaan lain dibuat dengan cuma2,bahkan bahan2 berkualitas baik diganti dengan kualitas rendah hingga membuat pihak perusahaan mengamuk dan minta ganti rugi.


David yang baru menerima laporan tak mengenakan itu pun langsung bergerak cepat,untung Rehan lebih cepat bertindak hingga perusahaan tersebut tak jadi menindak lanjuti kasus.


Jadilah anak buah David banyak yang dipecat melalui pengrajin mereka masing2,karna David sudah memberi arahan agar pengrajin mendidik sendiri anak muridnya.


Setelah semua orang keluar David bangkit dari duduknya.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,muncullah seseorang dengan membawa rantang makanan.


" Assalamualaikum Pa " Sapa Vero tersenyum diambang pintu.


" Vero " Gumam David terbelalak melihat anaknya berada disana.


" Kok kamu kesini,sama siapa ?" tanya David panik.


Vero terkekeh pelan dan masuk kedalam duduk disofa.


" Sendiri,nih aku bikinin makan siang buat Papa " Kata Vero semangat.


Deg...


David terbelalak kaget dengan sikap pria itu.


" Jangan gitu Pa,aku malu " Kata Vero menggaruk kepala.


David mengkatupkan mulutnya yang menganga lebar.


" Hehe iya2 " Kata David tersenyum canggung.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote Like Coment.


__ADS_2