Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kutukan


__ADS_3

Malam harinya Justin datang kerumah Laura menggunakan motor barunya.


Justin hanya mengenakan celana sedengkul dan kaos oblong biasa tapi tak merubah kekerenan pria 29 tahun itu.


Laura tersenyum menyambut sang kekasih yang sedang melepas helm dari kepala.


" Cieee motor baru " Olok Laura cekikikan.


" Hehe iya,habis jual mobil " Balas Justin malu.


" Hayuk masuk " Ajak Laura menarik tangan pria itu.


Justin menurut dan masuk kedalam rumah mengucap salam.


Terlihat keluarga kecil David sedang berkumpul bersama menonton drama korea kesukaan Cila.


" Ma " Panggil Laura.


Cila tak menjawab wanita itu fokus melihat lee min ho yang sedang berdarah2 habis terkena tembakan.


Justin mulai terkekeh melihat calon ibu mertuanya yang pecinta drakor.


" Maaf ya Kak,Mama suka ngak sadar kalo dah depan tv " Bisik Laura malu.


" Ngak papa " Jawab Justin tersenyum.


David keluar dari kamar dan kaget melihat Justin duduk disofa rumahnya.


" Kapan datang ?" Tanya David menggulung sarungnya sambil mendekati Justin.


" Barusan Om " Jawab Justin sopan sambil menyalami David.


" Maaa " Panggil David kepada sang istri yang sudah menangis menatap televisi.


Vero yang sedang makan pun hanya bisa menggeleng melihat tingkah ibunya yang pura2 tuli.


" Haistt sih Mama kalo dah nonton korea gak sadar lagi sama dunia nyata " gerutu David.


" Biarin aja Pa,Mama lagi sedih " Kata Laura terkekeh.


" Ampun deh sama Mama kamu,artis kok ditangisin padàhal kan cuma boongan " Kata David tak habis pikir.


Justin mengulum senyum merasa bahagia berada dikeluarga sengklek itu.


" Oh iya Om,mungkin Om udah denger kalo aku sama Laura mau nikah " Kata Justin membuka suara.


" Iya,jadi rencana kamu kapan ?" tanya David tenang.


" Kalo bisa secepatnya Om,tapi...


" Tapi kenapa ?" Tanya David mengernyit.


" Aku ngak bisa ngerayainnya besar2 karna jujur saja keluarga aku lagi jatuh." Kata Justin tak enak.


David menghela nafas merasa ikut iba.


" Om sudah ngomong dulu sama Daddy kamu,ngak usah kasih hartanya sama Laura tapi mereka tetep kekeh " Kata David heran.

__ADS_1


" Iya,itu sudah hak Laura Om,orang tua aku ngak bakal minta karna itu sudah mutlak tak bisa diambil lagi " Kata Justin tenang.


" Terus mau kamu gimana ?" Tanya David.


" Aku sudah jual apartemen dan mobil,itu buat biaya pernikahan dan hidup kami selanjutnya nanti " Kata Justin jujur.


David tersenyum,pria itu cukup takjub dengan keberanian Justin yang mungkin hanya ada 1 diantara 1000 orang di dunia ini mau menukar harta dengan cintanya apalagi sampai menentang kemauan orang tua.


" Maaf,bukannya aku merendahkan Laura dan keluarga Om,tapi hanya segitu yang aku mampu " Kata Justin tenang.


Laura menunduk sedih mengingat perjuangan Justin yang tidak main2 kepadanya.


Kadang terbesit di ingatan Laura rasa penyesalan karna menolak Justin dulu,jika Laura cepat membuka hatinya mungkin kejadian ini tak akan terjadi dalam hidup pria itu tapi nasi sudah menjadi bubur memang sudah nasib gadis malang itu untuk memulai kembali dari awal.


" Om tidak meminta apapun,jika Laura mau menikah sama kamu tanpa adanya paksaan Om terima saja,urusan nanti kalian memulai hidup bersama itu Om serahkan ke kamu sebagai kepala keluarga dan lelaki yang bertanggung jawab " Kata David tenang.


David tersenyum haru,sungguh pria itu tak menyangka orang tua angkat Laura sangatlah pengertian dan berpikir terbuka tidak seperti orang tuanya.


" Dulu Om juga bukan orang berada,semuanya butuh perjuangan,begitu pun Laura,dia anak yatim piatu,saat kecil hidup dijalanan bersama ibunya tapi gadis kecil itu tidak menyerah dengan keadaan " Kata David teringat akan Laura saat masih kecil.


Air mata Laura mulai menetes teringat bagaimana ia hidup susah bersama ibunya,bahkan gadis malang itu pernah memakan nasi sisa disampah saking laparnya dengan keadaan tak punya apapun.


Justin mengambil tangan Laura dan menggenggam nya dengan erat seraya tersenyum penuh keyakinan.


Cila datang dan menggeser bokong suaminya agar ia bisa duduk.


" Jadi gimana ? tertarik sama produk kami ?" Tanya Cila meniru Laura jualan.


" Ihh Mama " Kata Laura malu.


" Iya Te,pengen cepat halalin " Kata David menggoda.


Laura bersemu merah.


" Jadi bener lu bangkrut ?" Tanya Vero ikut nimbrung membuat David terpepet ditengah.


" Iya " Jawab Justin tersenyum.


" Makanya bilang sama Emak lo ngak usah banyak gaya,jatuh kan akhirnya " Kata Vero mencibir.


" Vero ngak boleh gitu " Tegur David tegas.


" Banyak gaya Pa aku gemesh lihatnya " Kata Vero santai.


" Hustt nih anak mulutnya mau Mama lakban hah " Kata Cila menjewer telinga Vero.


Vero meringis kesakitan dan mengkrucut melihat Cila bertanduk.


" Pasti mereka ngak setuju kan sama Kakak aku ?" Tebak Vero sambil mengusap telinganya.


Cila dan David melihat kearah Justin yang menunduk.


" Iya tapi tanpa restu mereka aku akan tetap menikahi Laura " Kata Justin mengangkat kepalanya yakin.


" Justin,pernikahan itu bukan hanya antara kamu dan Laura saja,tapi 2 pihak keluarga besar " Kata Cila menasehati.


" Mereka tidak akan mendengarkan aku Tante,Mama sangat egois mereka seolah menjual aku untuk mengembalikan harta mereka " kata Justin curhat.

__ADS_1


Cila menghela nafas,sebenarnya Cila juga kesal kepada orang tua Justin tapi melihat Justin yang serius dengan putrinya membuat Cila banyak bersabar.


" Terserah kamu aja,pesan Tante jangan bawa Laura ke urusan yang rumit,dia sudah cukup menderita selama ini " Kata Cila tegas.


" Iya Te " Jawab Justin mengangguk tegas.


Semuanya pun setuju,Justin mulai merencanakan kapan pernikahannya dilaksanakan.


Cila dan David ikut membantu memberi nasehat semampu mereka.


Setelah semuanya sepakat,Cila mulai bergerak.


Seperti hari ini perempuan itu sudah cantik dengan pakaian modisnya.


" Maaaa " Teriak Vero dari luar rumah.


" Bentarrrrrr Mama mau pipis dulu " Teriak Cila dalam kamar.


" Aduh gawat,Vero bakal ngamuk kalo aku ngak keluar juga " kata Cila kelabakan mencari lipstiknya.


Perempuan itu terpaksa berbohong agar ia selamat dari amukan putranya.


Diluar rumah Vero hampir meledak karna daritadi Cila terus beralasan ingin ini dan itu padahal wanita itu sendiri yang memintanya untuk cepat2.


Rencananya Cila akan mulai memberitahu keluarga tentang hari bahagia Laura dan rumah yang akan ia tuju adalah rumah Nisa dan Reno,Bos terbesar mereka selama ini,karna semalam Cila menelfon orang tuanya dan bilang Sintia dan Beni akan tidur dirumah Denis sang adik.


" Aduhh Mama ngapain sih " Gerutu Vero benar2 dongkol.


Hanya mereka berdua yang ada dirumah karna Laura bekerja sedangkan David keluar kota bersama sahabatnya Rehan.


" Mamaaaaaaa " Teriak Vero lagi.


Cila didalam kamar sudah kalang kabut,ntah apa yang selalu membuat Cila tak tepat waktu padahal wanita itu bangun paling depan dari semua anggota keluarga.


Vero masuk kedalam rumah sudah menggunakan sepatu mahalnya,pria itu tak perduli lantai sudah bersih dan kinclong.


" Ma...


" Im comiiiiinggg " Teriak Cila membuka pintu dan hampir menabrak anaknya yang menjulang tinggi didepan pintu kamar.


" Mama ngapai....astagaaaa ini kamar apa kapal pecah ?" Pekik Vero kaget melihat kamar kebanggaan David sudah acak adul.


" Shuuttt nanti Mama bereskan ayo berangkat " Kata Cila menutup bibir anak itu dengan jarinya dan menarik Vero keluar.


" Aku aduin Papa nih biar Mama diusir dari kamar " Ancam Vero tersenyum jahat.


" Eh jangan jadi anak durjana kamu ya,nanti Mama kutuk jadi centong nasi mau !" Ancam Cila balik.


" Jelek banget sih ngutuknya,masa ia centong nasi !" Protes Vero tak terima.


" hahaha " Cila tertawa dan berjalan cepat keluar dari rumah.


Vero menghela nafas untuk keseribu kalinya dengan tingkah sang Mama yang sangat ajaib.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2