Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertamu


__ADS_3

Diperusahaan seorang lelaki terlihat duduk tak nyaman dibangkunya.


Perasaan Arshad tak menentu,lelaki muda mempesona tersebut terlihat punya masalah dalam hidupnya.


" Aduuhh aku kenapa sih ?" Gumam Arshad mengacak rambutnya pelan.


Dada pria itu terasa berdebar,ia tak tau apa yg sudah terjadi.


" Apa aku lagi sakit ya ?" Gumam Arshad pelan.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang wanita yg membuat Arshad langsung berdiri terkejut.


" Kak " Ucap Arshad pelan


" Hay " Sapa wanita itu dengan senyum hangat


" Kapan sampai ?" Tanya Arshad menghampiri.


" Tadi,keruangan Papa dulu tapi " Jawab wanita itu yg merupakan Azura Kakaknya sendiri.


" Hmm " Jawab Arshad paham.


" Gimana kabar kamu Syad ?" tanya Azura duduk dikursi kebesaran adiknya.


" Baik " Jawab Arshad.


" Oh iya anak mu mana ?" Tanya Arshad lagi.


" Sama Papa " Jawab Azura.


Arshad mengangguk paham.


Lelaki itu duduk disofa melihat tingkah kembarannya tersebut.


Meski sudah punya 1 anak tapi Azura terlihat masih seperti gadis yg lain.


" Kenapa liatin gitu ?" Tanya Azura mengernyit.


" Gak papa " Jawab Arshad tersenyum kecil.


" Aku dengar Sania sudah pulang ya " Ucap Azura bangkit dan duduk disamping sang kembaran.


" Iya " Jawab Arshad.


" Aku belum sempar kesana,tapi bakal kesana " Balas Azura.


" Hm " Balas Arshad lagi.


Hening....


Azura diam melihat wajah sang kembaran yg terihat dingin.


" Kak " Panggil Arshad pelan.


" Duh Syad jangan panggil Kakka,kita beda detik loh !" Kata Azura gemas.


Arshad tersenyum kecil,pria itu memang sudah terbiasa memanggil seseorang dengan sebutan kakak untuk menghormati.


" Menikah itu enak gak Kak?" Tanya Arshad hati2.


" Hah " Kata Azura terkejut.


Arshad diam melihat expresi Azura.


" Menikah itu ibadah Syad,jadi semuanya kudu ikhlas sabar " Balas Azura.


" Ikhlas sabar dalam hal apa ?" Tanya Arshad lagi.


" Semuanya,mulai dari menerima baik buruk pasangan kamu,keluarganya bahkan semua masa lalunya,sampe ekonomi juga "


" Emang Bang Romeo pernah gak kasih nafkah ?" Tanya Arshad mengernyit.


" Hah,ngga la,suami aku selalu ngasih,malah kadang aku yg ngga " Balas Azura.


" Hah,kakak kasih nafkah apa ?" tanya Arshad tak mengerti.

__ADS_1


" Ehhh " Ucap Azura tak sadar keceplosan.


" Bukan apa2 " Kata Azura kelabakan.


Arshad menghela nafas panjang,lelaki itu bisa menebak apa maksud Azura meski masih dalam angan2.


" Ayo keluar Syad " Ajak Azura mengalihkan.


" Kemana ?" Tanya Arshad mengusap rambutnya.


" Kerumah Kak Histy " Jawab Azura


Deg...


Arshad melotot.


" Aku malu kesana sendirian,mumpung adek lagi sama Papa "


" Aku baru kemarin kesana " Blas Arshad


" Ya gak papa,kamu nemenin aku " Kata Azura memelas.


" Kerjaan aku masih banyak Kak "


" Ih tinggal aja sih bentar " Bujuk Azura.


Arshad diam,pekerjaannya memang masih banyak tapi lelaki itu bisa mengerjakan nanti karna hanya laporan harian karyawan.


" Syad Pleaseeee !" Harap Azura.


" Ya udah cepetan,jangan lama ya "


" iyaaaa "


Keduanya pun bangun,Azura terlihat bahagia melihat kembarannya tidak sulit diajak.


Direceptionist terlihat Aktam sedang menganjak cucu perempuannya tersebut bercengkrama dengan para front office.


" Waduuh Paaakk ini mah berby bukan bayi lagi " Kata salah satu wanita penjaga lobi.


" iyaaa mirip banget lagi sama Bapak,pantesan cucunya cantik " Jawab yg lain.


Aktam tersenyum tipis,hampir semua orang bilang bahwa sang cucu mirip dengannya,bahkan Arshad juga demikian.


Lelaki itu merasa bahagia,tapi disisi lain ia juga merasa sedih lantaran kemiripan itu juga mengingatkannya kepada sang kembaran yg sudah lama meninggal.


" Eeh itu Mama nya udah datang " Ucap satpam menunjuk kearah lift.


Aktam menoleh dan benar saja Azura dan Arshad mendekat kearah mereka.


" Paaa " Panggil Azura.


" Mau kemana ?" tanya Aktam.


" Pa,aku sama Arshad mau kerumah Kak Histi liatin kabar Sania " Jawab Azura.


" Terus anak ini ?" tanya Aktam


" Hehe dia sama Papa dulu ya,kalo nangis bawa pulang aja dan susu,popok udah aku siapin ditas " Jawab Azura seraya cengengesan.


" wah2 jadi baby sitter maksudnya " tanya Aktam melenyeh.


" hehe hari ini aja Paaa,adek juga gak rewel kan " Bujuk Azura.


" Nangis Dek " Ucap Aktam kepada Cucunya.


" Hahaha " Gadis cilik itu malah tertawa.


" eeeh ni anak " Kata Aktam kaget.


" hahah tu liat,Adek juga seneng sama Kakeknya " Kata Azura ikut tertawa.


" Curang ihhh,Deeekk cepetan nangis " Kata rengek Aktam.


" Jangan Dek " tahan Azura


Gadis cilik itu melihat kakek dan Mamanya secara bergantian.

__ADS_1


" Gak mau ikut Mama kan ?" tanya Azura


Dengan cepat gadis itu menggeleng.


" Nah pinterrr " Kata Azura semangat.


" Astaga " kata Arshad mulai jengah.


" Eeh bocah,ikut emak mu sana " Kata Aktam kesal.


Gadis itu merentangkan tangannya minta digendong Aktam.


" Waahhh wahh,ini mah nempel sama Kakeknya bukan Mamanya haha " Ucap receptionist tertawa ngakak.


" Udah ah,makin lama nih,ayok Syad " kata Azura menggandeng lengan Arshad.


Arshad mengangguk,keduanya pun berlalu dengan Azura bergelayutan dilengan sang adik.


Tak menunggu lama mereka langsung meluncur menuju lokasi.


Dirumah Serkan,seorang wanita dengan hati2 menyuapi makan sang anak angkat yg syukurnya sudah bisa membuka mata.


Tangis tak henti Histi tahan saat pertama kali Sania memanggil namanya dengan sebutan Mama.


" Masih mau Nak ?" Tanya Histi semangat.


Gadis dengan perban diwajah dan seluruh badan itu menggeleng pelan.


" Yaaahhh padahal buburnya masih banyak " Kata Histi melemah.


Sania menatap ibunya yg begitu perhatian.


Hanya ada mereka berdua dikamar karna Serkan dengan Kakak Sania sedang bekerja dan Sutar sekolah sedangkan Kakak ipar Sania sedang membantu menyuapkan makanan kepada sang putri diluar rumah.


Sania mengangkat tangannya perlahan,Histi yg peka langsung menangkap tangan gadis itu hati2.


" Iya sayang,kamu mau apa ?" Tanya Histi.


Sania mengusap lembut tangan Histi dan membawa nya untuk dicium.


" Sania " Ucap Histi terharu.


" Ma ma " Ucap Sania lagi.


" aaahhkhhh " Ringis gadis itu merasa kesakitan.


" Aduhh jangan banyak gerak Nak " kata Histi ngeri.


Tangan Sania terlepas dan kembali ke posisi awal.


" Mau lagi ?" Tanya Histi mencoba tenang.


Sania mengangguk,gadis itu terlihat tak tega jika tidak menghabiskan makanan yg sudah susah payah dibuat.


Histi tersenyum dan kembali menyuapkan bubur yg masih banyak.


Sania makan dengan lahap,gadis itu tak mau mengecewakan ibunya yg baik hati.


Diluar rumah,Kakak ipar Sania mengernyit saat melihat 1 buah mobil masuk kepekarangan rumah.


" Ada tamu Dek " Ucap wanita hamil itu kepada anak Histi.


Gadis yg sedang bermain kuda tersebut melihat kedepan dan mengernyit.


" Kamu kenal mereka ?" Tanya Kakak ipar Sania lagi.


Gadis itu mengangguk pelan.


Pintu mobil terbuka,keluar lah sepasang anak manusia dengan membawa bucket buah dan paperbag.


" Assalamualaikum " Sapa wanita cantik berkrudung pink.


" Waalaikumsalam " Balas Kakak Sania hangat.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2