Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Berenang


__ADS_3

Triplet sedang asik mandi di kolam renang,ditemani David.


Ana selalu mengintili pria itu,sedangkan sang istri duduk bertopang dagu melihat suaminya menggendong Ana dibelakang sambil mengejar Aktam dan Andrew berenang ke tengah.


" Ayo Bang serang mereka " Pekik Ana heboh meloncat2 di punggung David.


" Iya,tunggu sebentar Abang ngumpulin tenaga dulu " Kata David menghela nafas.


Dirinya sudah lelah harus meladeni ketiga bocah itu.


" Aaaaaaakhhhh ada buaya " Pekik Ana heboh melihat Andrew meliuk2 bagaikan buaya yang sedang mengintai mangsanya.


David yang kaget pun langsung berenang cepat kearah arah daratan.


Cila yang tadinya merengut langsung tertawa geli melihat Ana ketakutan bersama suaminya.


Tanpa mereka sadari seorang gadis kecil mengintai dibalik tembok.


Laura terbangun saat mendengar teriakan melengking Ana yang sudah biasa test vokal dirumah itu,ditambah dentuman kaki berlari dan suara mobil2an yang melaju didalam rumah.


" Wah enak banget bisa mandi kayak gitu " Gumam Laura pelan.


" Coba aja Ayah masih ada,mungkin aku dan ibu pasti punya lumah besal kayak gini,banyak makanan,kolam lenang dan taman "Kata Laura menunduk sedih.


Gadis itu terus mengintai keceriaan triplet.


Tak lama datang seorang pria berseragam sekolah lengkap dengan jaket hitam dan tas sekolahnya.


" Abang itu siapa ya ?" Gumam Laura bingung.


" Abaaaang " Pekik Ana girang melihat Bara berjalan santai kearah mereka.


" Hay adikku sayang " Pekik Bara tak kalah girangnya.


" Uuuu tayang2 adik aku yang tantik ini " Kata Bara lebay.


" Yoyoyo Abang ku bisa aja gombalin adiknya yang unyu2 gini " Sahut Ana ikut lebay.


Aktam dan Andew ingin sekali muntah melihat drama adik kakak itu.


" Hay the boys " Sapa Bara kepada Andrew dan Aktam yang santai bermain air.


" Hm,Abang baru pulang ngedate ya " Tuduh Aktam.


" Enak aja,habis pulang sekolah nih " kata Bara tak terima.


" Kok masih klimis gitu,pasti habis ketemuan sama cewek " Kata Andrew menelisik.


" Ngak,abang kan emang selalu ganteng,makanya mau pagi siang malam,abang tetap kece badai kayak gini " Kata Bara sombong.


" Tapi sayang pernah diputusin cewek ciiiiiaaaaaaaahhh " Celetuk Ana langsung tertawa keras.


Bara menatap datar adiknya dan berlalu dari sana.


" Eh itu siapa ?" Pekik Bara kaget melihat seorang gadis bersembunyi dibalik tembok.


Cila yang sedang mengelap badan suaminya pun menoleh.


" Eh ada Laura,sini sayang " Kata Cila memanggil gadis itu.


Laura yang sudah terciduk pun menunduk takut.


" Ayo sini ngak papa,kenalan sama anak2 sengklek ini " Kata Cila tersenyum.


Laura mengangguk dan melangkah pelan kesana.


Triplet dan Bara masih diam melihat gadis kecil itu berjalan menunduk.


" Hay " Sapa Bara tersenyum.


Laura menunduk malu memainkan tangannya.


" Halo,nama aku Ana kamu siapa ?" Sapa Ana ramah.

__ADS_1


" Aku Laula Kak " Kata Laura pelan.


" Hah Paula ?" Pekik Ana tak kedengaran.


" Laula bukan Paula " Kata Aktam memperbaiki.


" Oh Laula " Kata Ana mengangguk.


" Bukan Laula,tapi Laura " Kata Cila memperbaiki.


" Oh Laura " Kata Triplet bersamaan.


Laura mengangguk kecil seraya meremas bajunya.


" Kamu udah mandi belum,yuk gabung sini " Ajak Ana melambaikan tangannya.


" Iya,mandi aja mumpung panas " Kata Aktam menimpali.


" Ya udah Abang mau keatas dulu ganti baju " Kata Bara membuka kancing bajunya.


Laura menatap Bara tak berkedip.


Bara memberikan senyum manisnya kepada gadis kecil itu.


Andrew mendehem keras,hingga membuat Laura kembali menunduk.


" Aku udah selesai " Kata Andrew bangkit dari duduknya.


" Yah nanti dong Bang,aku belum puas nih berenang,mumpung Bunda lagi tidur " Kata Aktam kesal.


" Aku mau tidur juga,capek " Kata Andrew cuek mengambil handuk.


" Nanti lah Bang,ngak seru ih Laura baru mau gabung loh " Kata Ana kesal.


" Ck,samaan Aktam aja " Kata Andrew berjalan menjauh dari sana.


Laura menunduk takut melihat Andrew menatapnya tajam.


" Ayo sini La kita mandi " Ajak Ana tersenyum.


" Udah,ada Bang Bara nanti yang ajarin kamu berenang " Kata Aktam serius.


Laura yang mendengar nama Bara pun langsung tersenyum cerah dan mengangguk kecil,meski hanya menebak bahwa pria tampan tadi adalah sang empu nama.


Tak lama Bara pun muncul dengan celana bokser dan telanjang dada.


David menggeleng pelan melihat tubuh proposional Bara.


" Gila Yank,Bara gitu aja badannya udah kebentuk" Kata David takjub.


" Iya,dia sekarang udah sering ngikutin Kak Reno olahraga " Kata Cila tersenyum.


" Pantesan aja badannya bagus gitu,mana wajah nya mirip banget sama Bang Reno,bener2 duplikat bapak nya "


" Iya,sama mirip alm.Mama nya "Kata Cila menimpali.


David mengangguk meski dia tak tau bagaimana wajah Mama Bara yang dulu.


" Aku yakin pasti Mama nya Bara sangat cantik " Gumam David yakin.


" Iya Mama nya model dulu "


David mengangguk paham.


" Yok kekamar aku dah kedinginan nih minta pelukan hangat " Kata David mencolek dagu Cila.


" Ngak mau nambah ?" Tanya Cila mengedipkan matanya.


" Iya mau nya gitu Yank " Rengek David manja.


" Hehe dasar ya kamu " Kata Cila terkekeh pelan.


" Heheh hayuk cepetan nanti Ana tau,bisa batal acara uwu2an kita " Ajak David tak sabaran.

__ADS_1


" Ayo kuy cepetan " Kata Cila bangkit dari duduknya.


Sepasang suami istri itu pun mengendap ngendap pergi dari sana.


" Ayo sini turun " Ajak Ana memegang tangan gadis itu.


" Aku ngak bisa belenang Kak " Kata Laura takut.


" Ngak papa,ada Abang aku yang pegangin " Kata Ana yakin.


Bara mendekati mereka dan mengambil alih.


" Ayo sini sama Abang " Kata Bara memegang tangan Laura.


" Aku takut " Rengek Laura ingin menangis.


" Ngak papa,santai aja Abang pegangi " Kata Bara serius.


Dengan sedikit takut,Laura perlahan menurunkan kakinya ke air dan langsung meloncat kearah Bara.


" Ayo kaki nya di gerakin " Ajar Bara memegang Laura.


" Aku ngak bisa belenangggggg !! " Pekik Laura heboh.


Ana mulai tertawa melihat wajah panik Laura.


" Pegangan sini " Kata Bara menarik Laura mendekat.


Bocah itu dengan gesit melingkarkan tangannya di leher Bara.


" Huaaaaa huhu Lala takut " Kata Laura menangis.


Ana semakin kencang tertawa hingga hampir tenggelam dibawa air.


Bara terkekeh pelan melihat raut ketakutan Laura.


" Lepasin Bang,biar dia berenang " Kata Ana heboh.


" Jangaaaaaaaaannnn " Teriak Laura kencang.


" Ayo Bang,lepasin aja Bang " Kata Ana semangat.


Laura menggeleng memelas menghadap Bara.


Bara dengan lembut mengambil tangan Laura,tapi gadis itu semakin merengkuh Bara dengan erat.


" Eekk jangan dicekek dong " Pekik Bara kaget lehernya di peluk erat.


" Ngak mau dilepas huhu " Kata Laura menangis terisak.


Bersamaan dengan tangisan Laura,Nisa turun dari tangga dan kaget melihat Laura menangis.


Perempuan itu dengan kekuatan super menghampiri mereka,terlihat Ana tak henti tertawa meminta Bara melepaskan Laura di air.


" Kenapa Laura nangis nih ?" Tanya Nisa berkacak pinggang.


Mereka langsung menoleh,dan kaget melihat Nisa memasang tanduk disana.


" Hehe mau ajarin Laura berenang Bun " Kata Bara cengengesan.


Laura sudah terisak memeluk leher Bara.


Ana saat tau Nisa akan menyemburkan amarahnya,bocah itu dengan cepat menyelam kedalam air menyelamatkan diri.


" Bang,bilangin Bunda,aku udah berubah jadi putri duyung " Kata Ana menyembulkan wajahnya diair.


" Andreanaaaaaaaaa " Pekik Nisa membara.


" Gawat,aku harus kembali ke kerajaan " kata Ana panik dan kembali menyelam.


❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


Maaf Up nya sedikit2,lagi banyak kerjaan guysss tapi aku usahakan up terus kok😊


__ADS_2