
Malam tiba,semua keluarga mulai berkumpul diruang makan.
Seperti biasa,para penghuni rumah Salder sedikit heboh dan rusuh dengan tempat mereka masing2.
" Ma " Panggil Arshad memanggil ibunya.
" Iya " Jawab Lulu menoleh.
" Mama sakit ?" tanya Arshad mengernyit.
Lulu diam sejenak melihat wajah putranya yg begitu tampan.
" Ngga " Jawab Lulu tersenyum.
" Mama pucat " Balas Arshad.
Lulu membalas dengan senyuman,wanita itu duduk menarik satu kursi untuk dirinya dan kursi bayi dibelakang.
Lulu memang menantu yg paling tak banyak bicara,perawakannya memang lebih diam daripada Ana.
Tak lama semua hampir berkumpul,begitupun para pria seperti Aktam dan Prito.
" Ayo mulai makan " Ajak Reno.
Salah satu pembantu mulai menaruhkan beberapa menu diatas meja dengan senyum ramah melayani keluarga Salders tersebut.
" Non ga papa ?" tanya salah satu bibi kepada Lulu.
Lulu menggeleng pelan dengan senyum kecil.
" Aku baik Bi " Jawab Lulu lirih
Arshad melirik ibunya,lelaki itu merasa ada yg aneh dengan bidadari surga tersebut.
" Azura kapan kesini ya ?" Gumam Lulu pelan.
" Mama " Panggil adik bungsu Arshad yg kini bisa makan sendiri.
" Iya sayang " Jawab Lulu menoleh.
Bayi kecil itu diam sambil menunjuk piringnya yg masih kosong.
" Adek udah laper ya ?" tanya Arshad terkekeh.
Bayi itu melihat sang Kakak dan menutup wajahnya malu.
Arshad tersenyum dan mengusap lembut pipi bocil itu..
Lulu mulai mengambilkan makanan khusus untuk sang buah hati.
Aktam diam saja mengambil sendiri makanannya,lelaki itu memang terbiasa mandiri meski Lulu sering melayani.
" Syad " panggil Reno membuka suara.
Arshad mengangkat kepalanya dan melihat sang ketua genk.
" iya Kek " Jawab Arshad.
" Kamu beneran ga mau sama gadis itu ?" tanya Reno membuat semua orang kaget dan melirik Arshad..
Angel yg tadinya mengunyah juga melihat respon Arshad yg terlihat datar.
" Hm kalo mau ya Kakek lanjutin,tapi kalo ga mau.." Ucap Reno menggantung.
" Apa ?" tanya Angel menunggu.
Reno melihat cucu perempuannya itu dengan wajah aneh.
" Jangan ngomong setengah2 Kek,nanti nasi aku ga turun ke perut " Lanjut Angel.
__ADS_1
Nisa hampir tersedak,sedangkan Prito melototkan matanya kaget dengan ucapan lantang Angel yg tak kenal takut.
" Haissst nih anak !" Ucap Reno gemas.
Angel kembali diam dan mengunyah.
" huhhh,jadi kalo ga mau ya,Kakek sama Nenek bakal tinggal dikampung " Ujar Reno mantap.
" Apa !" Pekik semua orang terbelakak.
" Papa udah gila !??" Tanya Ana syok berat.
" hah " Ucap Reno dan Nisa terbelalak.
" Yank " Tegur Prito tak kalah syok.
" Tinggal dikampung mana Pa ? Emangnya Papa punya kampung ?" Tanya Ana masih dengan keterkejutannya.
Nisa menelan ludah,sungguh Ana diluar expetasi dan wanita itu juga tak menyangka Reno akan mengatakan disaat tak tepat.
Semua orang berhenti makan dan melihat pasangan tua tersebut.
" Biasa aja lihatnya,kayak kita buronan aja " cibir Reno.
Prito mengalihkan pandangannya dan kembali makan untuk menghindar.
" Jadi ceritanya Kakek ngambek ?" tanya Arshad polos.
" Ehh " Ucap Lulu kaget dengan ucapan Arshad.
Arshad memasang wajah datarnya menatap Reno.
" Hmm gimana ya ??" Kata Reno bingung juga
" Ngga bukan gitu " Kata Nisa membuka suara.
" Terus gimana ?" tanya Ana.
" Mau honeymoon ?" Tebak Angel.
" Ehhhhh " pekik Semua orang syok.
Art menahan tawa dengan celetukan Angel yg asal ceplos membuat wajah Reno dan Nisa memerah seketika.
" Idiiiihhh " lanjut Angel merinding.
" haisssttt,kalo iya emangnya kenapa ?" Kata Reno kesal dengan respon cucu sengkleknya tersebut.
" ga sadar tua " Cibir Angel lagi.
" hahahah,ga gitu Njel " Kata Nisa tertawa geli.
Semua orang diam,Nisa menarik nafas panjang sebelum memulai bicara.
Nasi mereka masih utuh diatas meja,hanya Prito yg hampir habis karna tak mau terlalu ikut campur.
Lelaki itu ibaratkan air tenang yg mengitu arus.
" Dah lah,makan aja dulu " kata Reno memutuskan.
" ckkk,tanggung Pa " Balas Angel.
Reno tak perduli,lelaki itu tetap makan membuat Angel berdecak kesal
Setelah beberapa menit,mereka semua pun selesai.
Ana meminta orang tuanya untuk menjelaskan apa planing keduanya kedepan.
Semua hening...
__ADS_1
Para bocil2 disuruh ke kamar masing2 untuk belajar terutama Jack yg harus memperbaiki nilai.
" Dimulai " ucap Ana sudah siap mendengarkan.
" Kamu aja " Kata Reno menyenggol nisa
" Kamu aja " Balas Nisa
" Kan kamu emaknya " Kata Reno
" lah kamu bapaknýa,kamu aja " Balas Nisa.
Keduanya pun main singgung2an membuat Ana dan Lainnya mulai bingung dengan tingkah orang tua mereka.
" Jadi siapa nih yg mau ngomong ?" Tanya Angel jengah.
" Iya,singgungan mùlu heran " Celetuk Aktam.
Nisa dan Reno diam sambil menggaruk kepala.
Hanya Bara yg tak ada disana karna lelaki itu beda rumah.
" Jadi gini " Kata Reno sambil menelan ludah.
Ternyata mengungkapkan keinginan untuk pisah rumah dengan putra putrinya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Reno memang punya kuasa atas pilihan,tapi anak2nya ternyata sangatlah bar2 hingga membuat keputusan lelaki itu goyah.
Dengan hati2 Reno mulai menjelaskan apa yg ingin ia dan istri lakukan untuk kedepannya.
Ditempat lain,seorang gadis kecil menangis terisak saat mendengar keputusan kakek neneknya.
Yap,ternyta Romi dan Yuni juga melakukan hal yg sama.
Kedua lelaki itu kompak untuk keluar dari rumah dan ingin hidup dikampung yg sederhana.
" Kakek ga pergi jauh kok sayang " Ucap Romi membujuk anak Alexi yg masih terisak.
" Itu jauh,aku gak bisa ketemu Kakek tiap hari huhuhu " Jawab Suci terisak2.
Romi menghela nafas panjang,ternyata gadis kecil itu paham akan keputusan besar tersebut.
" Untuk apa Ayah dan Ibu pergi kesana,disini udah enak " Kata Salsa hati2.
" Bener,disini memanģ enak,tapi Ayah dan Ibu mau hidup tenang ga berisik kayak dikota " Balas Romi.
" Iya Sa,,Ibu juga bosen dengerin suara motor mobil terus tiap hari,belum tetangga kita sering cekcok,ibu cape " Balas Yuni.
Glek...
Salsa menelan ludah sambil melirik Alexi.
Lelaki itu hanya diam tidak peka dengan kode suaminya,Yuni antara menyindir tetangga dan dirinya pikir Salsa.
" Bakal lama ?" Tanya Alexi.
" Kak Serkan udah tau ?" Lanjut Alexi.
Romi diam,putra pertamanya belum tau apapun tentang planing mendadak tersebut.
" Jadi rumah ini gimana ? Dijual ?" teter Alexi dengan macam pertanyaan.
" Ya nggak lah,rumah ini jadi milik kalian,ntar Papa juga bakal pulang kesini kalo masih panjang umur " Kata Romi serius.
" Yah !" Tegur Alexi tak suka dengan akhir kalimat Romi.
Romi tersenyum,ia tau kata2 itu akan menyinggung batin Alexi.
" Pokoknya Kakek ga boleh pergi kemana ! Titik !" teriak Suci lantang.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.