Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hari pertama


__ADS_3

Seharian dirumah sakit akhirnya cucu kedua Cila bisa dibawa pulang.


Yuna juga ikut pulang meski masih lesu.


Vero begitu hati2 memapah istrinya untuk berjalan masuk.


" Kau ingin sesuatu ?" Tanya Vero lembut.


" Aku ingin tidur " jawab Yuna.


" Baiklah,habis ini kau istirahat " Ucap Vero mengerti.


Yuna mengangguk,keduanya terus melangkah.


Cila menggendong cucu nya masuk kerumah dengan wajah bahagia.


Terlihat didepan sudah berdiri 2 orang tetangga Cila yg kepo dengan anak pertama Vero tersebut.


" Wah2 selamat datang " Ucap seorang ibu2 dengan senyum mengembang.


" Ini anak Vero ya Jeng ?" tanya ibu satunya mengintip.


" Iya,masuk kedalam yuk " Jawab Cila.


Kedua ibu itu mengangguk,mereka pun berjalan bersama.


David dan Boy sudah hilang ntah kemana,memang jika David sudah mengasuh cucu lelakinya itu jarang bisa pulang cepat karna Boy tak menyianyiakan moment langka tersebut.


Tak jarang bocah kecil itu memporoti duit Kakeknya hingga menipis,tapi Cila tak masalah karna ia pun sayang dengan anak Laura dan Justin.


Bayi mungil dibaringkan di kasur yg telah disiapkan oleh Cila diruang tengah.


" Kalian berdua mau kemana ?" tanya Cila melihat Vero dan Yuna ingin membuka pintu kamar.


" Tidur Ma,Yuna ngantuk " Jawab Vero.


" Lah terus nih bocah ?" tanya Cila mengernyit.


" Kalo dia nangis kasih susu aja Ma dulu,aku mau tidur cape " jawab Yuna dengan wajah malasnya.


Cila melongo begitupun tetangga yg masih belum puas melihat cucu wanita tersebut.


Vero tak berbicara lagi,lelaki itu melangkah masuk kekamar.


Cila menghela nafas dan melihat cucunya.


" Gak papa ya anak manis,kamu sama Nenek dulu Mama mau istirahat " Ucap Cila kepada bayi mungil tersebut.


Cila membaringkan bayi itu dengan hati2 diranjang.


Kedua tetangga yg masih disana saling melihat.


" Kenapa Yuna begitu ya,kan bisa tiduran disini " Kata ibu2 bernama Nia.


" Iya,disini juga luas bisa buat berbaring " Sahut wanita bernama Marina.


Cila yg mendengar hanya diam saja,ia tak mau berisik karna takut membangunkan cucunya.


Ketiga wanita dewasa menjaga bayi yg belum diberi nama tersebut.


" Maaf ya gak bisa suguhin yg banyak2 " kata Cila membuka suara saat merasa cucunya sudah aman.


" Iya Cil gak papa,santai aja " Jawab Marina tersenyum.


" iya,apa Laura gak kesini ?" tanya Nia basa basi.


" Oh nanti kesini kok,lagi bantu mertuanya juga mau keluar kota " Jawa Cila.

__ADS_1


Marina dan Nia mengangguk paham.


Tak lama Justin sampai,lelaki itu masuk membawa tas yg cukup besar.


" Ini Ma susunya " Ucap Justin menegur.


" Iya Tin,taruh disitu aja biar enak ambil nya " kata Cila tersenyum.


" Tadi Dokter pesen,kalo masih baru gini kudu harus dikasih Asi yg banyak " Kata Justin mengingatkan.


" Iya,tapi sekarang Yuna lagi tidur " kata Cila tenang.


Justin diam,lelaki itu melirik tetangga mertuanya yg mendengar mereka.


" Oh ya sudah,aku pergi dulu ya Ma,mau lanjut ngantor " Kata Justin pamit.


" Iya hati2 " Jawab Cila paham.


Justin keluar dari rumah,lelaki itu terlihat begitu tenang dan berwibawa.


" Huh kamu beruntung banget Cil,dapat menantu kayak Justin,udah ganteng,perhatian,baik dan sayang keluarga lagi " Kata Marina takjub.


" Iya,beruntung banget Cila mah,aku juga kalo masih ada stock yg gitu mau lah satu " Sahut Nia terkekeh.


" Hehe alhamdulillah Jeng,dikasih yg baik dan sayang sama Laura " Kata Cila tersenyum.


" Iya walaupun Laura muda banget dari dia tapi pinter ngimbang juga anak angkat kamu itu " kata Nia tak percaya.


Cila membalas dengan senyuman,ia memang beruntung punya menantu seperti Justin yg sangat perhatian kepada mereka sekeluarga.


Tapi jika mengenang masa lalu,kadang Cila merasa sedih karna berada dititik saat ini begitu banyak kirikil yg harus mereka lewati dengan lapang dada.


Mulai dari Laura yg tersakiti anaknya,Justin yg narkoba sampai pria itu terpuruk dengan kebangkrutan,tapi Tuhan masih menolong mereka semua hingga keluarga kecil itu berubah drastis menjadi sangat harmonis.


Lama bercerita akhirnya tetangga Cila pulang.


Kini tinggallah Cila dan Bayi mungil itu diruang tengah.


Saat malam tiba,semua berkumpul.


Cila sibuk didapur memasak makanan yg enak dan baik untuk keluarganya.


Bunyi tangis terdengar nyaring,wanita yg sedang menggoreng ayam itu menghela nafas panjang.


" Ma " Panggil Vero mendakati Cila.


" Dia kenapa lagi ?" tanya Cila menoleh.


" Gak tau Ma,rewel banget " Jawab Vero dengan keringat dijidat.


" Coba suruh Yuna tetein " Kata Cila gemas.


" Udah Ma,tapi gak mau " Balas Vero mengkrucut.


" Haisttttt " Cila mendekati Vero dan memberi benda untuk membalik ayam.


" Apa ini ?" tanya Vero mengernyit.


" Lanjutin,Mama urus anak kamu dulu " Jawab Cila ketus.


" Hah " Pekik Vero kaget.


Cila berlalu,Vero melongo menatap benda yg sering menjadi senjata ibunya tersebut.


" Kenapa jadi aku yg harus goreng ayam ?" Tanya Vero bingung.


David dan Boy masuk kedapur,melihat Vero diam didepan kompor membuat lelaki itu memutar badan cucunya berlawanan arah.

__ADS_1


" Kenapa balik Kek ?" tanya Boy bingung.


" Minumnya disana " Jawab David bergegas menarik bocah itu berjalan.


Boy kebingungan tapi langkahnya tetap mengikuti kaki David.


Vero melihat kedua pria itu dengan wajah kesal.


Ia tau David tak akan mau membantunya.


" Huhh ya udah lah,sesekali goreng ayam " Ucap Vero lesu.


Pria itu mendekati kompor lagi dan mulai menyodorkan tangannya untuk membalik ayam dengan gagang.


Didepan,bunyi tangisan makin menggelegar.


Cila melihat Yuna yg mendiamkan bocah itu terlihat sangat gemas.


" Mau kamu pake bahasa spanyol juga tuh anak gak bakal diem " Kata Cila mendekat.


Yuna mendongak,wanita baru melahirkan itu terlihat sangat berkeringat.


" Gimana Ma,dia nangis terus bingung aku maunya apa " Kata Yuna kesal.


" Ck,dia lapar mungkin " Kata Cila melihat wajah cucunya yg berubah merah.


" Tadi udah minum susu banyak " kata Yuna heran.


Cila melihat2 dan meraba tubuh bocah tersebut.


" Huh ternyata ini penyebabnya " kata Cila menggeleng pelan.


" Kenapa Ma ?" tanya Yuna penasaran.


" Anak kamu Poop Yunaa " Jawab Cila gemas.


" Hah masa poop lagi ? tadi udah " kata Yuna kaget.


" Ya ini " kata Cila membuka bedongan.


" Ihh kok sering poop sih ?" tanya Yuna heran.


Cila menggeleng,wanita itu harus sabar menghadapi menantunya yg belum tau apapun tentang merawat bayi.


" Dah sana bersihin " Kata Cila tenang.


" Gimana caranya Ma,aku gendong aja gak bisa " kata Yuna bingung.


" Ya belajar dong,masa gendong anak sendiri gak bisa " Kata Cila heran.


" Ck,suruh Vero aja Ma " Kata Yuna santai.


Cila diam,wanita itu menatap Yuna dengan mata elangnya.


Yuna yg tau ditatap nyalang langsung merubah posisi duduknya.


" Em ya udah,ini gimana caranya ?" Tanya Yuna takut.


Cila menghela nafas dan...


Jetaaaakkkkkkkk....


Satu jitakan keras mendarat dikepala sang menantu.


Yuna mengkrcut sambil mengusap kepalanya yg sakit.


" Mertua killer !" Cibir Yuna kecil.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2