
Kebesokan paginya,Vero kelabakan terbangun saat matahari sudah meninggi.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang,Vero bangun terlambat karna baru tidur jam 5 pagi.
Lelaki itu langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Hari ini Vero bertekad akan mencari lagi gadis itu hingga ketemu.
waktunya sudah tidak banyak,besok sore Vero harus pulang kerumah.
Setelah sarapan digabung makan siang lelaki itu kembali berangkat.
Beruntung Vero punya uang lebih hasil kerja kerasnya semalam jadi lelaki itu bisa membayar sewa motor tanpa mengeluarkan uang pribadi.
Kali ini Vero akan mencari disudut2 kota saja,Vero yakin gadis itu tidak jauh mengingat Hani tak ada uang untuk berpergian jauh kecuali gadis itu tertangkap.
Berbekal 2 botol minuman,lelaki itu mulai tancap gas,maniknya sudah siap untuk menandai gadis itu.
Vero sangat ingat wajah Hani meski mereka kenal tak lama..
Beberapa orang gadis terlihat ingin menyebrang jalan,Vero menatap mereka satu persatu.
" Ngapain lo,ngintip ya !" tuduh seorang wanita mengenakan rok mini.
" Eh enak aja,siapa yang ngintip " Balas Vero kaget.
" Ngapai liat2 kesini,mata tuh liatnya kedepan bukan kesamping " Hujat gadis itu keras.
Vero melototkan matanya membuat si gadis melepas sandal.
Vero kaget lalu langsung tancap gas ngeri2 sandal gadis itu mendarat dikepalanya.
" Dasar pria mesum " Teriak Wanita itu emosi.
Vero sudah menjauh.
" dasar gadis gila,dia pikir dia siapa,seenaknya nuduh orang,kalo gak mau dlihat kenapa pake rok pendek,heh mancing emosi aja " Kesal Vero sejalan2.
Baru permulaan saja lelaki itu sudah diuji lagi,Vero benar2 harus punya stok sabar yang luar biasa dalam pencarian Hani kali ini.
Vero terus membawa motor itu melaju dengan pelan,matanya mulai beroperasi lehernya pun ikut membantu berbelok sana sini,hingga menjelang sore belum ada titik terang.
Vero berhenti disebuah warung makan untuk mengisi perutnya yang sudah demo dari tadi.
Berkendara disiang bolong sungguh melelahkan,Vero sampai tau rasanya menjadi tukang ojek yang mencari penumpang demi selembar uang kertas.
" Bu kopi " Kata Vero menegur wanita yang memberi pelanggan lain air putih.
" Sama nasi ?" tanya ibu2 itu mendekat.
" Ya lauknya juga,dipisah ya jangan dicampurin kopi " kata Vero ngeri2.
" Iya hahaha emang saya gak waras nyampurin nasi ke gelas kopi " Kata wanita itu tertawa.
" Hehe " Vero cengengesan menggaruk kepalanya gatal.
__ADS_1
Lelaki itu mulai bersantai merenggangkan pinggang nya yang terasa kaku duduk seharian.
Panas mendeking membuat kulit lelaki itu belang seketika.
" Haduh Hani,kamu dimana ? susah amat nyarinya,nongol napa " Gumam Vero gemas.
" Kira2 dia dimana ya ? kenapa gue deg degan banget gak ketemu dia " Lanjut pria itu.
Tak lama si ibu datang membawa secangkir kopi dan nasi sepiring beserta lauk pauknya.
" Banyak amat Bu,saya bukan kuli " Kata Vero kaget melihat nasi yang membumbung tinggi.
" Gak papa Den,biar kuat cari orderannya " jawab si ibu tersenyum.
" Lah saya bukan tukang ojek juga,saya pengusaha Bu " Kata Vero tak terima.
" Iya,saya tau usaha cari nafkah kan,udah dimakan aja saya ikhlas " ucap si ibu tenang.
Vero melongo,pria itu mengeluarkan hapenya dan bercermin dilayar camera.
" Emang tampang gue mirip tukang ojek ya ?" Gumam lelaki itu memainkan rambutnya.
" Ah si ibu,ntar ketahuan Mama pasti diomelin nuduhin anak nya tukang ojek " Kata Vero merinding mengingat kebar baran ibunya.
" Tapi gak papa lah,mumpung laper juga hihi " Ucap lelaki itu terkekeh.
Dengan cepat Vero pun mengambil sendok lalu memulai acara makanya.
Saat lelaki itu asik2nya makan tanpa terduga seorang gadis masuk dan menemui ibu warung yang berjaga didepan.
" Oh ada tunggu bentar Neng " Jawab si Ibu berjalan kearah dalam.
Gadis itu menunggu dengan sabar sambil melihat orang2 yang ramai diwarung ibu tersebut.
Hani mengusap perutnya pelan,gadis hanya makan sepotong roti pemberian wanita asing saat bertemu dijalan pagi tadi.
" huh sabar ya perut,nanti kita beli makanan kalo udah terkumpul semua " Gumam Hani tersenyum melihat perut datarnya.
Tak lama ibu tadi datang lagi dengan beberapa botol bekas dan plastik hitam.
" ini Neng " Ucap si ibu memberi semua kepada Hani.
" Makasih Bu,ini apa ?" tanya Hani bingung.
" Ini ada rejeki buat Nengnya makan sore,maaf cuma seadanya " Jawab si ibu malu.
" Hah beneran Bu ?" tanya Hani kaget.
Wanita baik hati itu mengangguk dengan senyum hangatnya.
" Terima kasih banyak Bu " Ucap Hani penuh syukur.
" iya,hati2 dijalan ya moga banyak barang bekas didepan sana " Doa si ibu tulus.
" Iya Bu " Jawab Hani tersenyum haru.
__ADS_1
Gadis malang itu pun berjalan menjauh dengan senyum hangatnya.
Hani tak pernah mengemis kepada orang lain agar ditolong,gadis itu berusaha sendiri tapi Hani tak pernah menolak jika ada orang baik yang mau memberinya rejeki meski hanya sesuap nasi itu pun jika orang tersebut tidak mencurigakan.
" Kasihan sekali anak itu,masih muda tapi terpaksa harus hidup dijalanan " Ucap si ibu iba melihat Hani yang memikul karung bekasnya.
Disebuah meja seorang pria sudah selesai makan dengan perut begah telah menghabiskan nasi dipiring yang sangat banyak.
" Bu " panggil Vero melambaikan tangan.
Si ibu menyahut dan mendekati lelaki itu.
" Udah Den ?" tanya si ibu sopan.
" Udah Bu,makanannya enak " jawab Vero tersenyum.
" Alhamdulillah,totalnya 20 ribu Den udah sama kopi " Jawab si ibu terkekeh.
" Haha si ibu mah,kode mulu " Kata Vero tertawa geli.
Si ibu ikut tertawa dan menerima uang 50 ribu dari Vero.
" Kembaliannya buat ibu aja " Kata Vero menepuk pundak wanita itu saat mau memberi kembalian.
" beneran Den ?" tanya si ibu kaget.
" iya,sedekah hari jum'at " kata Vero terkekeh.
" waduhh makasih ya Den,moga urusannya lancar " kata si Ibu tulus.
" Iya,doain ya biar saya cepet ketemu jodoh " Balas Vero terkekeh.
" Lagi cari jodoh ya Den ?" tanya si Ibu serius.
" iya " Jawab Vero tersenyum malu.
" Kebetulan Den,ibu punya anak gadis cakep,baik hati juga kayak ibu " Tawar wanita itu semangat.
" Namanya Hani gak ?" tanya Vero tenang.
" Hah namanya Maryam Den,ya walaupun namanya kampungan tapi anak saya style kota " jawab si Ibu terkekeh.
" Yaah,saya cari jodoh yang namanya Hani Bu " Kata Vero lesu.
" Lah kenapa begitu ?" tanya Si ibu bingung.
Vero hanya tersenyum dan mendekati motor sewanya.
Lelaki itu pun pergi kembali mencari gadis yang ia inginkan.
" Masa ia aku harus gantiin nama anak ku dari Maryam ke Hani sih ? harus potong kambing lagi dong,huh kambing kan mahal " Gumam wanita itu bimbang.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1