Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Fakta2


__ADS_3

Disebuah mobil 2 orang pria keluar dengan tergesa.


Daniel langsung berlari masuk kedalam rumah meninggalkan mertuanya.


" Niallll " Teriak Daniel penuh dengan amarah.


Hening....


Tak ada jawaban.


" Niaaalllll " Teriak Daniel pagi.


" Nial " Panggil Surya mengetuk pintu.


Daniel terlihat tak tenang,sungguh perasaan nya dibuat tergoncang dengan kejadian ini.


" Dimana dia Pa ?" Tanya Daniel tak sabaran.


" Papa rasa masih dirumah,dia berangkat siang " Jawab Surya mengingat.


Ketukan pintu terus dikumandangkan hingga pintu rumah itu terbuka.


" Cari si...


" Mana Nial ?" Potong Daniel cepat.


" Bu Nial udah pergi Pak " Jawab pembantu Nial mengenali Daniel.


" Kemana ?" tanya Surya.


" Gak tau Pak,Bu Nial gak memberitahu " jawab Wanita parubaya itu.


Surya melihat gelagat aneh,wanita itu terlihat menyembunyikan sesuatu dari raut wajahnya.


" Apa Nial melakukan sesuatu yg jahat ?" Tanya Surya menyelisik.


" Hah " Kata Wanita itu terkejut.


Daniel menoleh dan menatap wanita itu tajam.


" Jawab Bi " Pinta Surya tenang.


" Saya gak tau Pak " Jawab wanita itu takut.


" Jujur Bi,apa ada sesuatu dirumah ?" tanya Surya lagi.


Daniel menerobos masuk membuat wanita itu kelabakan.


" Jangan Pak " tahan Wanita itu kepada Daniel.


" Dimana Nial ! " Kata Daniel kesal.


" Bu Nial sudah pergi dan tak ada apa2 dirumah ini " kata Wanita itu pucat pasi.


Daniel mengibas tangannya dan kembali berjalan.


Lelaki itu membuka setiap pintu kamar dan tak mendapati Nial disana.


" Papa coba telfon dulu " kata Surya menyerahkan Zini kepada Irt tersebut.


" Huaaaaaaaa " Zini langsung menangis tida mau dilepas.


" Bentar sayang " kata Surya mengambil hapenya dan mencari nama sang anak.


Zini terus mengamuk,gadis kecil itu seolah tak ingin jauh dari Kakeknya.


" Bawa dulu Bi " kata Surya tak bisa fokus.


Irt itu mengangguk dan berjalan kearah lain seraya menenangkan Zini.


Surya terus berusaha menelfon tapi nomor anaknya tak diangkat.


" Kemana anak ini ?" Gumam Surya kesal.


Daniel asik sibuk sendiri hingga 1 ruangan terkunci.


" Pa " Panggil Daniel berbalik badan.


" Kau menemukan sesuatu ?" Tanya Surya mendekati lelaki itu.


" Ini ruangan apa ?" Tanya Daniel mengernyit.


" Ini gudang " Jawab Surya


" Mana kuncinya ?" Tanya Daniel lagi.


Pria tua itu melihat kiri kanan dan maniknya melihat seorang pria berjalan mengendap diluar.

__ADS_1


" Heiiii " Teriak Surya kencang.


Lelaki itu terkejut dan melihat kearah dalam.


" Jangan lari " Teriak Surya mengejar.


Daniel ikut mengejar keluar dan naas lelaki asing itu berhasil kabur.


" Biiiiii " Teriak Daniel kencang.


Irt itu tak menjawab,Daniel berlari kebelakang dan kaget melihat Zini duduk sendirian di kursi mainannya.


" Zini " Pekik Daniel langsung mendekati bocah itu.


Zini terkejut dan menatap Daniel heran.


" Astaga mana Ibu tadi ?" tanya Daniel melihat kiri kanan.


Pria itu mengendong anaknya keluar dari kursi mainan dan mendekati sang mertua..


" Sepertinya Irt dan orang itu kabur Pa,Zini ditinggal sendiri " Ucap Daniel geram.


" Apa !" Ucap Surya terkejut.


" Zini sendirian didapur dan irt itu gak ada lagi " Balas Daniel.


" Astaga ada apa ini ?" Gumam Surya meremas rambutnya.


Daniel menaruh bocah itu dilantai dan mendekati gudang.


" Niel kamu ngapain ?" tanya Surya mengernyit.


" Aku akan menobrak pintu ini " Jawab Daniel.


Surya terdiam,Daniel mengambil posisi dan....


Brakkkk....


Tak tunggu lama pintu itu pun terbuka lebar.


Daniel langsung masuk kedalam dan menghidupkan lampu.


" Kotor sekali " Ucap Surya juga masuk melihat2 gudang.


Daniel terus menyelisik hingga ia melihat banyaknya potongan rambut disana.


Pria itu merabanya dan menyelisik tajam.


" Ada bekas Darah " kata Surya melihat kearah lain.


Daniel menoleh dan bangkit mendekati mertuanya.


Pria itu menyelisik hingga ia melihat potongan kain.


" Seperti bekas sobekan " Ucap Surya juga melihat kain tersebut.


" Ini...." kata Daniel mengingat.


" Ada apa ?" tanya Surya mengernyit.


Daniel memejamkan matanya sesaat mencoba mengingat ingat.


" Astaga,ini baju tidur Hani " kata Daniel syok.


" Baju tidur ?" ulang Surya kaget.


" Ya ini baju tidur Hani,dia sering memakainya " jawab Daniel yakin.


" Bagaimana bisa kau tau ini baju tidur Hani ? kau sering tidur dengannya ?" tanya Surya menuduh.


" Gak Pa ! aku gak pernah tidur sama Hani " Jawab Daniel kaget.


" Beneran ?" Tanya Surya tak percaya


" Iya Pa,Hani masih Suci dan aku gak pernah macem2 sama dia " Jawab Daniel.


Deg...


Manik Surya terbelalak,sungguh ia tak percaya dengan ucapan mantan menantunya.


" Tapi kata Nial...." Ucap Surya menggantung.


" Dia berkata apa ?" tanya Daniel menyelisik.


Surya mengambil hapenya dan mencari nama sang anak.


" Astaga ini gak benar Pa ! aku gak pernah bawa Hani ketempat gini " Kata Daniel syok..

__ADS_1


" Kalo bukan kalian lalu siapa ini ?" Tanya Surya geram.


" Sumpah Pa,ini bukan kami lagian Hani mana pernah pake Rok mini " Jawab Daniel yakin.


Surya terdiam sesaat,sungguh ia mengira itu adalah Daniel dan Hani yg sedang bercumbu mesra di sebuah club malam.


" Nial sudah merekayasa semuanya,ini tidak seperti yg Papa pikirkan " Kata Daniel geram.


" Kenapa dia melakukannya ?" Tanya Surya nanar.


" Nial begitu membenci ku Pa,dan mungkin dia melakukan itu agar Papa juga benci sama aku dan Hani " Jawab Daniel.


" Niel " Kata Surya pelan.


" Iya Pa " Jawab Daniel.


" Foto ini sudah menyebar di grup aparat,dan Papa yg melakukannya " Jawab Surya jujur.


" Apa !" Pekik Daniel terbelalak.


" Maafkan Papa Daniel,Papa sungguh gak tau kalo itu editan " Kata Surya menjambak rambutnya.


" Kenapa Papa lakukan itu ?" Tanya Daniel frustasi.


" Karna Papa pikir dia memang gadis seperti itu dan Papa juga kasihan kepada Nial dan sakit hati kepada Hani " Jawab Surya.


" Ya Tuhaaaannnn,,,Paaaa Hani gak gitu ! dia gadis baik2,aku yg gak baikkkk !" kata Daniel ingin mengamuk.


" Maafin Papa Daniel,Papa melakukan kesalahan besar !" kata Surya ikut frustasi.


Keduanya sama2 diam,tak lama suara tangis Zini terdengar.


Keduanya langsung berlari keluar dan mendapati Zini sudah mangal dilantai.


" Cup cup sayang " kata Daniel menggendong anak itu.


" Ada panggilan dari Nial " kata Surya melihat hapenya berdering.


" Halo,kamu dimana ?" tanya Surya kesal.


" Papa dirumah ya ?" Tanya Nial diseberang.


" Kamu dimana ?"


" Pa,titip Zini ya,aku gak mau pulang lagi " Jawab Nial tenang.


" Kenapa gak pulang ?" Tanya Surya terkejut.


" Gak Pa,aku gak mau pulang dan ketemu Zini,aku takut mencelakai anak itu " Jawab Nial.


" Apa maksud mu ?" Tanya Surya emosi.


" Pokoknya Nial gak mau pulang Pa,Nial mau lupakan semuanya,kalo Papa mau rawat Zini rawat saja,tapi kalo gak mau taruh saja dia dipanti asuhan " Jawab Nial tanpa dosa.


" Apa ! kau gila ya !" Teriak Surya emosi.


" Nial !" Bentak Daniel mengambil alih hape Surya.


" Kau mencari ku ?" Tanya Nial terkekeh.


" Dimana Hani ?" tanya Daniel menahan emosi.


" Masih mencari Hani ?" Tanya Nial terkekeh.


" Brengsek ! Dimana kau menyembunyikan dia ?" tanya Daniel geram.


" Dia sudah kembali ke habitat aslinya,aku baik bukan,aku mengembalikan hewan liar agar dia hidup bebas tanpa kekangan " Jawab Nial santai.


Deg....


Daniel terbelalak kaget mendengar ucapan wanita itu.


" Ambil anak mu,aku merasa tidak sudi lagi ada hubungan dengan kalian !" Lanjut Nial tanpa perasaaan.


" Kau !" Bentak Nial.


" Nial " Ucap Surya melemah.


Lelaki itu terduduk dilantai mendengar ucapan anaknya yg begitu menyakitkan.


" Kekk " Panggil Zini merangkak mendekati Surya.


Lelaki tua itu langsung menangis dan memeluk cucu semata wayangnya dengan tubuh gemetar.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2