
Disebuah mobil 2 orang pria keluar dengan tergesa.
Daniel langsung berlari masuk kedalam rumah meninggalkan mertuanya.
" Niallll " Teriak Daniel penuh dengan amarah.
Hening....
Tak ada jawaban.
" Niaaalllll " Teriak Daniel pagi.
" Nial " Panggil Surya mengetuk pintu.
Daniel terlihat tak tenang,sungguh perasaan nya dibuat tergoncang dengan kejadian ini.
" Dimana dia Pa ?" Tanya Daniel tak sabaran.
" Papa rasa masih dirumah,dia berangkat siang " Jawab Surya mengingat.
Ketukan pintu terus dikumandangkan hingga pintu rumah itu terbuka.
" Cari si...
" Mana Nial ?" Potong Daniel cepat.
" Bu Nial udah pergi Pak " Jawab pembantu Nial mengenali Daniel.
" Kemana ?" tanya Surya.
" Gak tau Pak,Bu Nial gak memberitahu " jawab Wanita parubaya itu.
Surya melihat gelagat aneh,wanita itu terlihat menyembunyikan sesuatu dari raut wajahnya.
" Apa Nial melakukan sesuatu yg jahat ?" Tanya Surya menyelisik.
" Hah " Kata Wanita itu terkejut.
Daniel menoleh dan menatap wanita itu tajam.
" Jawab Bi " Pinta Surya tenang.
" Saya gak tau Pak " Jawab wanita itu takut.
" Jujur Bi,apa ada sesuatu dirumah ?" tanya Surya lagi.
Daniel menerobos masuk membuat wanita itu kelabakan.
" Jangan Pak " tahan Wanita itu kepada Daniel.
" Dimana Nial ! " Kata Daniel kesal.
" Bu Nial sudah pergi dan tak ada apa2 dirumah ini " kata Wanita itu pucat pasi.
Daniel mengibas tangannya dan kembali berjalan.
Lelaki itu membuka setiap pintu kamar dan tak mendapati Nial disana.
" Papa coba telfon dulu " kata Surya menyerahkan Zini kepada Irt tersebut.
" Huaaaaaaaa " Zini langsung menangis tida mau dilepas.
" Bentar sayang " kata Surya mengambil hapenya dan mencari nama sang anak.
Zini terus mengamuk,gadis kecil itu seolah tak ingin jauh dari Kakeknya.
" Bawa dulu Bi " kata Surya tak bisa fokus.
Irt itu mengangguk dan berjalan kearah lain seraya menenangkan Zini.
Surya terus berusaha menelfon tapi nomor anaknya tak diangkat.
" Kemana anak ini ?" Gumam Surya kesal.
Daniel asik sibuk sendiri hingga 1 ruangan terkunci.
" Pa " Panggil Daniel berbalik badan.
" Kau menemukan sesuatu ?" Tanya Surya mendekati lelaki itu.
" Ini ruangan apa ?" Tanya Daniel mengernyit.
" Ini gudang " Jawab Surya
" Mana kuncinya ?" Tanya Daniel lagi.
Pria tua itu melihat kiri kanan dan maniknya melihat seorang pria berjalan mengendap diluar.
__ADS_1
" Heiiii " Teriak Surya kencang.
Lelaki itu terkejut dan melihat kearah dalam.
" Jangan lari " Teriak Surya mengejar.
Daniel ikut mengejar keluar dan naas lelaki asing itu berhasil kabur.
" Biiiiii " Teriak Daniel kencang.
Irt itu tak menjawab,Daniel berlari kebelakang dan kaget melihat Zini duduk sendirian di kursi mainannya.
" Zini " Pekik Daniel langsung mendekati bocah itu.
Zini terkejut dan menatap Daniel heran.
" Astaga mana Ibu tadi ?" tanya Daniel melihat kiri kanan.
Pria itu mengendong anaknya keluar dari kursi mainan dan mendekati sang mertua..
" Sepertinya Irt dan orang itu kabur Pa,Zini ditinggal sendiri " Ucap Daniel geram.
" Apa !" Ucap Surya terkejut.
" Zini sendirian didapur dan irt itu gak ada lagi " Balas Daniel.
" Astaga ada apa ini ?" Gumam Surya meremas rambutnya.
Daniel menaruh bocah itu dilantai dan mendekati gudang.
" Niel kamu ngapain ?" tanya Surya mengernyit.
" Aku akan menobrak pintu ini " Jawab Daniel.
Surya terdiam,Daniel mengambil posisi dan....
Brakkkk....
Tak tunggu lama pintu itu pun terbuka lebar.
Daniel langsung masuk kedalam dan menghidupkan lampu.
" Kotor sekali " Ucap Surya juga masuk melihat2 gudang.
Daniel terus menyelisik hingga ia melihat banyaknya potongan rambut disana.
Pria itu merabanya dan menyelisik tajam.
" Ada bekas Darah " kata Surya melihat kearah lain.
Daniel menoleh dan bangkit mendekati mertuanya.
Pria itu menyelisik hingga ia melihat potongan kain.
" Seperti bekas sobekan " Ucap Surya juga melihat kain tersebut.
" Ini...." kata Daniel mengingat.
" Ada apa ?" tanya Surya mengernyit.
Daniel memejamkan matanya sesaat mencoba mengingat ingat.
" Astaga,ini baju tidur Hani " kata Daniel syok.
" Baju tidur ?" ulang Surya kaget.
" Ya ini baju tidur Hani,dia sering memakainya " jawab Daniel yakin.
" Bagaimana bisa kau tau ini baju tidur Hani ? kau sering tidur dengannya ?" tanya Surya menuduh.
" Gak Pa ! aku gak pernah tidur sama Hani " Jawab Daniel kaget.
" Beneran ?" Tanya Surya tak percaya
" Iya Pa,Hani masih Suci dan aku gak pernah macem2 sama dia " Jawab Daniel.
Deg...
Manik Surya terbelalak,sungguh ia tak percaya dengan ucapan mantan menantunya.
" Tapi kata Nial...." Ucap Surya menggantung.
" Dia berkata apa ?" tanya Daniel menyelisik.
Surya mengambil hapenya dan mencari nama sang anak.
" Astaga ini gak benar Pa ! aku gak pernah bawa Hani ketempat gini " Kata Daniel syok..
__ADS_1
" Kalo bukan kalian lalu siapa ini ?" Tanya Surya geram.
" Sumpah Pa,ini bukan kami lagian Hani mana pernah pake Rok mini " Jawab Daniel yakin.
Surya terdiam sesaat,sungguh ia mengira itu adalah Daniel dan Hani yg sedang bercumbu mesra di sebuah club malam.
" Nial sudah merekayasa semuanya,ini tidak seperti yg Papa pikirkan " Kata Daniel geram.
" Kenapa dia melakukannya ?" Tanya Surya nanar.
" Nial begitu membenci ku Pa,dan mungkin dia melakukan itu agar Papa juga benci sama aku dan Hani " Jawab Daniel.
" Niel " Kata Surya pelan.
" Iya Pa " Jawab Daniel.
" Foto ini sudah menyebar di grup aparat,dan Papa yg melakukannya " Jawab Surya jujur.
" Apa !" Pekik Daniel terbelalak.
" Maafkan Papa Daniel,Papa sungguh gak tau kalo itu editan " Kata Surya menjambak rambutnya.
" Kenapa Papa lakukan itu ?" Tanya Daniel frustasi.
" Karna Papa pikir dia memang gadis seperti itu dan Papa juga kasihan kepada Nial dan sakit hati kepada Hani " Jawab Surya.
" Ya Tuhaaaannnn,,,Paaaa Hani gak gitu ! dia gadis baik2,aku yg gak baikkkk !" kata Daniel ingin mengamuk.
" Maafin Papa Daniel,Papa melakukan kesalahan besar !" kata Surya ikut frustasi.
Keduanya sama2 diam,tak lama suara tangis Zini terdengar.
Keduanya langsung berlari keluar dan mendapati Zini sudah mangal dilantai.
" Cup cup sayang " kata Daniel menggendong anak itu.
" Ada panggilan dari Nial " kata Surya melihat hapenya berdering.
" Halo,kamu dimana ?" tanya Surya kesal.
" Papa dirumah ya ?" Tanya Nial diseberang.
" Kamu dimana ?"
" Pa,titip Zini ya,aku gak mau pulang lagi " Jawab Nial tenang.
" Kenapa gak pulang ?" Tanya Surya terkejut.
" Gak Pa,aku gak mau pulang dan ketemu Zini,aku takut mencelakai anak itu " Jawab Nial.
" Apa maksud mu ?" Tanya Surya emosi.
" Pokoknya Nial gak mau pulang Pa,Nial mau lupakan semuanya,kalo Papa mau rawat Zini rawat saja,tapi kalo gak mau taruh saja dia dipanti asuhan " Jawab Nial tanpa dosa.
" Apa ! kau gila ya !" Teriak Surya emosi.
" Nial !" Bentak Daniel mengambil alih hape Surya.
" Kau mencari ku ?" Tanya Nial terkekeh.
" Dimana Hani ?" tanya Daniel menahan emosi.
" Masih mencari Hani ?" Tanya Nial terkekeh.
" Brengsek ! Dimana kau menyembunyikan dia ?" tanya Daniel geram.
" Dia sudah kembali ke habitat aslinya,aku baik bukan,aku mengembalikan hewan liar agar dia hidup bebas tanpa kekangan " Jawab Nial santai.
Deg....
Daniel terbelalak kaget mendengar ucapan wanita itu.
" Ambil anak mu,aku merasa tidak sudi lagi ada hubungan dengan kalian !" Lanjut Nial tanpa perasaaan.
" Kau !" Bentak Nial.
" Nial " Ucap Surya melemah.
Lelaki itu terduduk dilantai mendengar ucapan anaknya yg begitu menyakitkan.
" Kekk " Panggil Zini merangkak mendekati Surya.
Lelaki tua itu langsung menangis dan memeluk cucu semata wayangnya dengan tubuh gemetar.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1