Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Keduanya tiba dirumah sakit dan membuat beberapa perawat yg berjaga sedikit kaget.


Angel dengan santai berjalan sambil membawa bungkusan hitam ditangannya yg baru terbeli tadi.


" Ck jadi pusat perhatian " Decak Daniel malas.


Pria itu mencoba berjalan santai sama ssperti Angel yg tak tau tempat.


Gadis itu benar2 membuat Daniel sakit kepala,ia sedikit menyesal mengapa tadi menghampiri gadis sengklek itu.


" Om Tembok " Ucap Angel menegur.


Daniel terus berjalan hingga Durrr....


Pria itu menabrak dinding didepannya.


" Apa aku bilang,ada tembok didepan malah ditabrak " ucap Angel menggeleng pelan.


Daniel meringis pelan,pria itu melihat kiri kanan dan beruntung tak ada siapapun.


" Kenapa gak bilang,ada lorong " kata Daniel kesal.


" Ck yg punya kaki siapa ?" tanya Angel memutar mata.


Daniel diam,gara2 terus melihat tingkah Angel membuat lelaki itu oleng.


" Kamarnya dimana ?" tanya Angel serius.


" Disana " Jawab Daniel ikut serius.


Gadis itu berjalan duluan,tak ada rasa getir sedikit pun meski keadaan rumah sakit begitu sepi dan senyap.


Daniel terus diam memperhatikan langkah Angel yg begitu tegas.


" Nih anak bener2 dah,katanya tadi takut tidur sendiri tapi berjalan dilorong rumah sakit yg gelap gak ada takutnya " Gumam Daniel heran.


Masih teringat akan ucapan Angel dimobil saat mereka akan memesan kamar hotel,gadis itu mengadu masih tidur dengan adiknya karna takut tidur sendiri.


Angel terus melangkah hingga tersadar sosok Daniel tak ada disampingnya.


" loh Om Daniel mana ?" Gumam Angel panik.


Gadis itu berbalik badan dan terbelakak melihat Daniel ketinggalan jauh.


" ommmm " Teriak Angel berlari ketakutan.


Daniel terkekeh geli,Angel terus berlari hingga akan menabrak dirinya.


" ishh Om kenapa gak jalan ?" tanya Angel menampar lengan pria itu.


" Habisnya kamu semangat banget " Jawab Daniel menahan tawa.


" aku takut Om,rumah sakitnya gelap " Kata Angel bersengayut dilengan Daniel.


Pletakkk....


Kepala gadis itu dijitak gemas oleh pria tersebut,Angel mengkrucut dan menampar Daniel lagi.


" Males aku Njel,kamu suka berubah2 " kata Daniel menggeleng pelan.


" Ishh aku beneran takut Om " kata Angel manja.


Daniel melangkah dan melepas tangan Angel dari lengannya.


Gadis itu kembali mengkrucut dan berlari berjalan sejajar dengan langkah Daniel yg mulai cepat.


" Tungguin Om " kata Angel mulai tak seimbang.


Bukannya memelan,Daniel makin cepat hingga lelaki itu berlari membuat Angel kelabakan.


" Ommmm tungguiiiiinnnn " teriak Angel mengejar.

__ADS_1


" Hahah " Daniel tertawa girang.


Ditengah sepinya rumah sakit,tawa dan teriakan kedua anak manusia itu menggelegar.


Setibanya diruangan,Daniel kembali menjadi pria normal.


Lelaki itu masuk dengan hati2.


Terlihat seorang wanita tua tidur disofa menunggu Cucunya yg terbaring lemah di brangkar.


" Bu " Tegur Daniel pelan.


Wanita itu tak bergerak,Daniel mencoba lagi hingga mendapat jawaban.


" Kamu sudah sampai ?" Ucap si Ibu serak.


" Iya Bu,maaf Daniel lama tadi cari baju dlu buat Zini " Jawab Daniel.


" Ah iya,sini Ibu gantiin dulu baju dia,kasihan dia pake baju pagi tadi,karna malam ini muntah2 " Jawab Sang ibu lesu.


Daniel menghela nafas panjang,pria itu mendekati brangkar dan menatap putri tercintanya terbaring tak berdaya dengan jarum suntik menancap di punggung tangan.


" Anak Papa yg kuat ya,Papa janji bakal selalu ada buat Zini dan jagain Zini hingga akhir " Ucap Daniel mengusap lembut kepala gadis itu.


Manik Zini tertutup rapat,terlihat raut tak sehat dari wajah mungil tersebut.


" Apa kata Dokter Bu ?" tanya Daniel memeriksa keadaan sang putri.


" Karna masih baru dan bisa dideteksi,dokter menyarankan agar kita segera bertindak cepat " Jawab Sang ibu.


" Harus bawa keluar negeri ?" tanya Daniel.


" Iya,tadi teman Ridho datang dan mau urus segala berkasnya " Jawab sang Ibu lagi.


" Iya Bu,kita harus cepat bawa Zini " Balas Daniel menghela nafas.


" tapi Ridho bilang biayanya gak sedikit Nak,tabungan kita mungkin gak cukup " Kata Ibu Daniel khwatir.


" Aku akan usaha Bu,yg penting Zini harus sehat " Balas Daniel tenang.


Daniel mundur dan melihat kiri kanan.


Pria itu baru tersadar bahwa Angel tak mengikuti dirinya masuk kedalam ruangan.


" Dia kemana ?" Gumam Daniel pelan.


" Siapa ?" tanya ibu Daniel kedengeran.


" hm bukan siapa2 " Jawab Daniel tenang.


Daniel melihat kepintu lagi dan ada celah disana.


Ibu Daniel meminta lelaki itu untuk melakukan sesuatu,Daniel mendengarnya dengan seksama.


Diluar,Angel terdiam dengan wajah terkejutnya.


" Jadi Om Daniel udah punya anak ?" Gumam Angel pelan.


" Anaknya sakit apa ? Kedengarannya mereka sangat serius ?"


Angel mengintip lagi dan kaget maniknya dan manik Daniel bertemu.


" Duh bakal kena omel nih " Gumam Angel langsung mundur dan duduk dibangku tunggu.


Hampir 20 menit menunggu,akhirnya Daniel keluar.


Seperti saat pertama mereka bertemu,lelaki itu terlihat begitu tenang dan damai seperti tak ada beban sama sekali..


" Ayo pulang " Ucap Daniel pelan.


" Udah selesai ?" tanya Angel.

__ADS_1


" Hm,ini udah mau pagi,kamu belum tidur " Jawab Daniel.


Angel melihat hapenya dan jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi.


" Om gak tidur disini ?" tanya Angel sedikit berbisik.


" Gak,besok saya kesini pagi2 " Jawab Daniel tenang.


Angel mengangguk paham,lelaki itu berjalan duluan sedangkan Angel masih dengan wajah bingungnya.


" Mau pulang gak ?" Tanya Daniel menghela nafas panjang.


" Iya Om " Jawab Angel langsung bangun dan bergegas.


Keduanya pun berjalan beriringan keluar dari area rumah sakit.


Selama diperjalanan,Daniel banyak diam.


Hanya ada keheningan diantara keduanya.


" Om " panggil Hani pelan.


" Bentar lagi kita sampe,nanti kamu tidur dikamar Ibu saya aja ya " Ucap Daniel mengalihkan.


" Emang mau tidur dikamar siapa ?" tanya Angel terkekeh.


Daniel menoleh dan deg....


Manik keduanya bertemu,Angel yg tadinya ingin mengolok langsung menciut menatap manik langka lelaki itu.


" Hehe kidding Om " Kata Angel takut.


Daniel tersenyum dan mengacak gemas rambut gadis tersebut.


Tak lama mereka pun sampai,Angel diam mengikuti lelaki dewasa itu.


Ntah mengapa ia tak takut kepada Daniel,padahal Angel tau Daniel pria normal yg mungkin akan memangsa dirinya,tapi ia begitu yakin bahwa lelaki itu bukan tipe pria sangean.


Daniel membuka unitnya dan taraa....


Keduanya disambut keheningan lagi.


" Kamar nya disana,gih sana cuci kaki terus tidur,besok Om antar pulang " Kata Daniel lembut.


" Om gak keluar lagi kan ?" Tanya Angel hati2.


" Ngga,saya juga mau tidur dikamar " Jawab Daniel tersenyum.


" Kamar kamu jangan lupa dikunci " Kata Daniel tegas.


" Kenapa ?" tanya Angel polos.


" Ck nanti kamu merayap ke kamar saya !" Kata Daniel ngeri.


" Eehh apa gak terbalik anda ?" Goda Angel menyelisik.


Daniel melotot dan Angel pun sudah berlari kabur.


" Good morning Om,semoga mimpi indah " Ucap Angel mengolok..


Daniel menggeleng pelan dengan senyum tipisnya.


" bocah edan " Cibir lelaki itu gemas.


Kretek kretekkk .


Kunci kamar pun terdengar tanda Angel sudah membentengi dirinya.


" Good girl " Ucap Daniel menghela nafas lega.


Pria itu pun melangkah masuk kekamarnya yg kebetulan tidak jauh dari gadis tersebut.

__ADS_1


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2