
Disebuah kantor seorang pria terlihat sibuk bercengkrama dengan beberapa orang.
David masih mencari cara agar putranya cepat keluar.
Lelaki itu sudah bosan dengan masalah anakny yg tak kunjung selesai.
" Bagaimana pun caranya Putra saya harus segera bebas !" Ucap David tegas.
" Kita sudah melakukan Banding Pak,sepertinya akan mudah karna korban itu juga bersalah " Jwab lelaki yg di sebut2 sebagai pengacara.
" Iya makanya,setelah ini urus semua dan balikin nama anak saya seperti semula " Balas David.
Pengacara diam,permintaan David kali ini tak main2.
Biasanya lelaki itu bisa mengobrol santai,tapi kali ini berbeda.
David seolah mengeluarkan jati dirinya yg telah lama disembunyikan.
Beberapa obrolan penting pun di utarakan,setiap point dicatat dengan seksama.
Hampir 3 jam akhirnya para pengacara tersebut bisa keluar dari ruangan yg membuat kepala mereka migran..
David keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift.
" Paa " Panggil Justin menegur.
" Urus semuanya Justin " ucap David tenang.
" Papa mau kemana ?" tanya Justin mengernyit.
David tak menjawab,pintu Lift sudah tertutup rapat.
" Apalagi yg akan dilakukan Papa kali ini ?" gumam Justin menerka.
Lelaki dewasa itu menatap sesuatu yg aneh dari cara pandang David.
Urusan rumah yg belum selesai membuat Dampak jelas diperusahaan.
Beberapa karyawan yg melanggar aturan penting pun dipecat begitu saja oleh lelaki itu,padahal sbelumnya David orang yg murah hati.
Justin langsung melaksanakan tugasnya.
Dijalan,David berkendara dengan tenang.
Lelaki tua itu harus tetap tenang dan tak boleh buru2.
Ia harus mengerjakan segalanya dengan porsi yg telah ditentukan.
Sesampainya dirumah,David menarik nafas panjang.
Lelaki itu turun dari mobil dan membawa sesuatu dari kursi belakang.
" Ehm semoga dia gak marah lagi " Gumam David pelan.
Lelaki itu mulai melangkah,pintu rumah tertutup rapat bedahal dengan hari biasa yg selalu terbuka lebar.
Tok tok...
Pintu rumah mulai diketuk,jantung David berdegub kencang.
Hening...
" Kok gak ada jwaban sih ?" Gumam David pelan.
" Tok tok....
Pintu rumah kembali diketuk,David kembali menunggu dibukakan pintu.
Cekrek...
Pintu rumah terbuka,keluarkan seorang wanita dengan daster yg diikat kepinggang dan rambut cepol asal2an.
" Suprieeeesssss " Pekik David sambil berjongkok menyerahkan beberapa tangkai bunga mawar merah
Wanita didepannya mengernyit bingung dengan tingkah sang suami.
" Kamu kenapa ?" tanya Cila dengan wajah anehnya.
__ADS_1
" Supriess Yank buat kamu " jawab David masih berjongkok.
" Dah basi " Balas Cila sombong dan berbalik badan menuju dapur.
David melongo masih dengan posisi gentlenya.
" Yankkk " Panggil David.
Cila tak menoleh dan terus berjalan.
" Huh astagaaa,aku mau romantisan loh sama kamu " Rengek David bangun dengan mulut mengkruvut.
Cila menghilang dibalik tabir,,wanita itu tak punya tenaga untuk meladeni suaminya yg tiba2 alai.
David masuk kedalam seraya menyeret bunga mawar tersebut.
Didapur,Cila membelakangi dirinya seraya mengupas bawang.
" Kamu masak ?" tanya David syok.
" Hm " Jawab Cila cuek.
" Masak apa ?" tanya David mendekat.
Pria itu mengintip sambil memegang pinggang Cila.
" Gak usah sentuh2 " kata Cila mengibas tangan David..
" Pegang dikit doang " Kata David manja.
Cila mendengus dan menarik bungkus bawangnya dengan kasar tanda ia sedang marah.
" Waah masak cumi ya,kamu tau banget kesukaan aku " Kata David girang.
" Cih,ini buat Sofia " Balas Cila.
Deg....
David tersentak mendengar nama bocah tersebut.
" Cih ngapain ? Gak diterima " Jawab Cila ketus.
" Terus tau dari mana Sofia mau kesini ?" Tanya David mengernyit.
" Sofia nelfon sendiri " Jawab Cila.
" Terus Hani gimana ?" tanya David serius.
Cila diam tak menjawab.
" Yankk,Hani itu...
" Udah ya,aku gak mau bahas orang asing !" Kata Cila cepat.
" Hani bukan orang asing Yank,dia menantu kita " Kata David tak suka dengan ucapan istrinya.
" Cih menantu mu bukan aku " Balas Cila berdecih.
David menjauh dan menghela nafas panjang.
Cila masih memendam rasa marahnya,memang itu hal yg wajar tapi David berhadap sang istri bisa berdamai dengan keadaan.
" Mau makan lauknya diatas meja " Kata Cila tenang.
" Iya " jawab David pelan.
Lelaki itu berjalan gontai keluar meninggalkan istrinya sendirian didapur.
" Ck apa sih yg dibanggain dari Hani,,bikin masalah iya,sampe Vero masuk perjara 2x juga karna dia " Gerutu Cila kesal..
Cila masih tak terima putra semata wayangnya berada dipenjara,sebenarnya semua ibu mungkin akan merasakan apa yg saat ini Cila rasakan.
Ia hanya butuh waktu untuk memahami keadaan dan berdamai dengan masalah yg ada.
Cila terus melakukan aktifitasnya hingga selesai dan membiarkan David yg mendiamkannya.
Sore hari menjelang,semua menu sudah tersaji.
__ADS_1
Cila mengambil hapenya dikamar dan mendapati David tidur diatas ranjang.
" Loh gak balik kerja ?" Gumam Cila kaget.
Wanita itu berjalan mengendap dan mencari hapenya disana.
" Itu dia " Gumam Cila membidik benda multifungsi tersebut.
Dengan cepat Cila mengambilnya dan mencari nama sang Cucu.
Manik Cila sambil mencuri pandang David yg masih terpejam,ia pikir sang suami balik kantor ternyata David asik molor.
" Halo " sapa seseorang diseberang.
" Halo,Sofia " panggil Cila melihat hapenya sudah tersambung.
" Mama " ucap Seseorang pelan.
Deg...
Cila tersentak mengenali suara tersebut.
" Maaf,Ma Sofia belum pulang les " Ucap Hani sopan.
Cila diam tak membalas.
" em nanti jam 5an aku jemput " Ucap Hani lagi.
Cila lagi2 diam tak menjawab.
" Mama udah janjian sama Sofia ya ?" tanya Hani terus.
" Hm " Jawab Cila ketus.
" Nanti aku anter Sofia kesana Ma,dia juga mau nginep katanya " Balas Hani dengan bahagia.
" Sendiri " Ucap Cila cepat.
" Hm ya aku gak ikut " kata Hani tak enak.
Tut.
Panggilan terputus sepihak,Cila menaruh lagi hapenya dinakas dengan raut kesal.
" kau pikir aku akan luluh begitu saja hanya karna kau merawat Sofia,cihhh tak sudi aku !" Hujat Cila hampir meludah
Wanita dewasa itu terlihat begitu tak menyukai menantunya bahkan mendengar suara Hani saja ssmpat membuat Cila enek.
Rasa bencinya benar2 sudah tak tertolong lagi.
David yg sedang tertidur perlahan mulai terganggu dengan gerutuan sang istri.
" Kenapa Yank ?" tanya David membuka matanya.
Cila tak menjawab,wanita itu berjalan kearah gantungan dan mengambil handuk.
" Mandi sana,habis itu makan " Ucap Cila tegas.
" hah ?" ulang David kaget.
" Kamu belum makan siang Mas,nanti sakit siapa yg repot hah ?" Kata Cila kesal.
David diam sejenak menatap wajah emosi istrinya.
" Kan ada kamu " Ucap David mengulum senyum.
" Cih,kalo aku gak ada siapa yg bakal urus kalian,Vero dilepas dikit aja masuk penjara " Kata Cila mulai mengungkit.
Senyum David perlahan sirna mendengar ucapan sang istri..
" Iya aku mandi,siapin kopi " Ucap David bangun dari duduknya.
Cila mengangguk dan berjalan menuju lemari mengeluarkan baju ganti David.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1