Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ngamuk


__ADS_3

" Lepasin akuuuuuuuuuuu " Teriak Sofia heboh ditengah jalan.


" Sofiaa kamu kenapa ?" tanya Hani heran.


" Lepasinnnn !!" Teriak Sofia mengibas tangannya hingga terlepas.


Hani terkejut dan heran bukan main,wanita itu bingung apa yg telah terjadi kepada anak angkatnya.


Tintinnnn....


Suara klakson terdengar ramai,Hani menoleh dan terkejut dengan banyaknya mobil antri didepan mereka.


" Sofia ayo kepinggir dulu " Bujuk Hani.


Sofia tak menjawab,gadis itu menunduk sangat dalam dengan wajah menahan emosi dan tangan terkepal.


" ada apa ini Bu ?" tanya satpam sekolah mendekati mereka.


" Gak tau Pak,Sofia tiba2 gini " jawab Hani bingung.


Satpam melihat Sofia,gadis kecil itu seperti kerasukan setan mematung dengan dada naik turun.


" Ayo kepinggir ini berbahaya " ucap Satpam lembut.


" Lepas !" Sargas Sofia kesal.


Satpam menghela nafas dan melambaikan tangan kepada para supir mobil yg asik memainkan klakson.


" Ya Tuhan ada apa ini ?" gumam Hani merasa takut.


Satu persatu mobil kembali bisa melaju,salah satu mobil membuka kaca dan melihat Sofia.


" Jangan lari kejalan bahaya " Ucap bapak itu tegas.


Sofia melirik dengan wajah tajamnya.


" Dikasih tau malah ngenyel !" Hujat lelaki itu lagi.


Hani langsung mendekat dan melindungi gadis kecil itu dari tatapan orang2 disekitar mereka.


" Maaf Pak,silahkan lewat " Kata Hani sopan kepada Bapak tersebut.


Sofia masih berdiri mematung dan mendorong perut Hani membuat wanita itu sedikit terhuyung.


Sofia kembali berlari dan langsung dikejar Satpam.


" Ya Tuhan gadis itu kenapa ?" gumam Hani panik.


" Lepasinnn huaaa lepasin akuuuuuu !" Teriak Sofia sambil menangis digendongan Satpam.


" Bawa ke taxi itu Pak " Ucap Hani menunjuk taxi yg tadi ia pesan.


Satpam mengangguk dan tetap membawa paksa Sofia dengan segala perlawanan.


" Duduk disini dan diam !" Ucap Satpam sedikit membentak gadis itu.


Sofia yg sesegukkan langsung terdiam melihat manik tajam Satpam sekolahnya.


Hani masuk kedalam dan meminta supir mengunci pintu.


" Huhhhhh " Hani menghela nafas panjang.


" Jalan Pak " Titah Hani tenang.


Supir mengangguk meski merasa aneh dengan customernya saat ini.


Sofia diam dengan sisa tangis segukan yg tak bisa ia hentikan.


Hani melihat gadis itu dengan wajah bingung,Hani tak tau apa yg sudah terjadi kepada anak tirinya.


Sungguh gadis kecil itu membuat orang2 kewalahan apalagi dengan aksi nekad yg tak kenal takut.


15 menit kemudian mereka sampai,Sofia langsung membuka pintu dan berlari masuk.


" Ini Pak,ambil aja kembaliannya " Ucap Hani memberi ongkos.


Gadis itu keluar dengan cepat dan berlari masuk kerumah,tak lupa Hani mengunci pintu takut2 Sofia nekad lagi.

__ADS_1


Braaaakkkkk....


Pintu kamar Sofia terbanting dengan keras,Hani yg tak sempat masuk terkejut dan nyaring pintu itu menghantam dirinya.


" Sofiaaa sayang,kamu kenapa Nak ?" tanya Hani mengetuk pintu kamar.


Hening tak ada jawaban.


Hani mencoba membuka pintu tersebut tapi naas terkunci dari dalam.


" astagaaaa dia mengunci pintunya " gumam Hani melotot.


Hani mencoba mengetuk lagi dan tetap tak ada sahutan.


" Apa yg sebenarnya terjadi ? Kenapa jadi Gini ?" Gumam Hani heran.


Tak mau kehabisan akal,gadis itu menelfon Laura.


Hanya iparnya yg bisa ia mintai tolong karna jika ia menelfon David sama saja Hani bunuh diri.


" angkat dong Kak " ucap Hani menunggu jawaban.


Tuttt....


Panggilan terus berdering tapi tak ada jawaban.


" Halo " sapa seseorang diseberang.


" Halo Kak Laura " sapa Hani cepat.


" Laura lagi tidur,kenapa Han ?" tanya Justin yg mengangkat telfon.


" Tidur ?" ulang Hani mengernyit.


" iya em tidur siang " jawab Justin mencurigakan.


Hani makin mengernyit dan melihat jam didinding.


" Siapa Yank ?" tanya Laura dengan suara serak.


" dia kenapa ?" tanya Laura lagi.


" Halo Han " Sapa Laura.


" halo Kak,Kakak dimana ?" tanya Hani menerima angin segar mendengar suara Laura.


" Dikantor " Jawab Laura.


" kantor ? Bukannya Kakak tidur tadi ?" tanya Hani bingung.


" Em maksudnya Kakak tidur dikantor Kak Justin " Jawab Laura sedikit panik.


Terdengar tawa Justin seolah jawaban istrinya melucu.


Hani yg tak paham langsung menceritakan apa yg terjadi.


Laura yg tadinya lesu langsung terdengar kaget dengan cerita Hani.


" Jadi sekarang Sofia dimana ?" tanya Laura ikutan panik.


" dikamar Kak,dia gak mau keluar,aku panggil juga gak nyahut " jawab Hani bingung.


" Astaga Sofia kenapa ya ? Apa tadi dia dibully temannya ?" tanya Laura.


" hah Bully ?" Ulang Hani kaget.


" iya,siapa tau dia dibully temannya makanya gitu " Jawab Laura.


Hani diam sejenak,memang tadi pas ia datang ada beberapa bocah lain yg terlihat sedang bicara didekat Sofia tapi wanita itu tak tau apa yg sedang diucapkan bocah2 tersebut.


" Nanti kakak kesana " Kata Laura menenangkan.


" Iya Kak,mohon bantuannya aku belum ngerti bagaimana menenangkan Sofia " kata Hani berharap.


" Iya Han " Balas Laura mengerti.


Tut.

__ADS_1


Panggilan terputus,Hani menghela nafas panjang dan mencoba membujuk Sofia lagi.


Dikantor Justin,lelaki itu terlihat berbaring disamping istrinya.


" Kenapa Yank ?" tanya Justin sambil memainkan rambut Laura.


" Sofia ngamuk disekolah " Jawab Laura.


" Kenapa ?" tanya Justin mengernyit.


" Gak tau,gak biasanya Sofia gitu " jawab Laura heran.


" Terus gimana ?" tanya Justin lagi.


" Udah dibawa paksa pulang tapi pintu kamar Sofia dikunci jadi Hani gak bisa masuk " Jawab Laura.


Justin mangut mengerti,tangan lelaki itu kembali merayap meraba dada Laura.


" Udah ah cape,nanti adek bangun " kata Laura menjauhkan tangan Justin.


" Belum,tuh masih tidur " Kata Justin menunjuk keranjang anaknya yg masih anteng.


Laura memutar mata malas,sedikit rasa kesal karna dirinya dibohongi Justin hari ini.


Lelaki itu merengek lapar kepada Laura untuk dibawakan makanan,tapi setelah sampai disana bukannya nasi yg dimakan malah dirinya.


Dengan wajah kesal membludak,Laura pun pasrah dan memberi kepuasan batin bagi lelaki tersebut.


" Sekali lagi ya " Ucap Justin memasang puppy eyes.


" Sekali ya !" Ucap Laura tajam.


" iya " Jawab Justin tersenyum lebar.


Adegan hot ditengah teriknya panas dan dingin Ac pun berlanjut.


Justin terlihat begitu rakus dan memangsa habis2an istri tercintanya.


Sore hari,Laura datang.


Terlihat Hani sedang duduk disofa sambil bermain ponsel.


" Dimana Sofia ?" tanya Laura tanpa basa basi.


" Masih dikamar Kak,dia belum makan " jawab Hani menghela nafas.


Laura mengangguk paham dan mendekati kamar sang ponaan.


" Sofiaaaaaa " Panggil Laura lembut.


Hening...


Tak ada jawaban.


" Sofiaaa ini Bibi Laura sayang,ayo buka pintuny " Kata Laura lagi.


Masih belum dijawab.


" Gimana ini Kak ? dari tadi pintunya gak terbuka aku gak tau harus gimana,kalo didobrak nanti dia makin marah " kata Hani frustasi.


" Ada ada kunci serep ?" tanya Laura tenang.


Hani menggeleng tidak tau.


Laura diam sejenak,tak lama pintu kamar terbuka membuat kedua wanita itu melotot.


" Sofia " ucap Laura terkejut dengan keadaan ponaannya.


" Bibi huhuhuhu " Ucap Sofia dengan tangisan berderai.


" kamu kenapa sayang ?" tanya Laura langsung memeluk gadis kecil tersebut.


Tangis Sofia makin pecah,Hani yg tak tau apa yg sebenarnya terjadi memilih diam.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2