Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Cengkrama


__ADS_3

Histi menyambut tamunya dengan penuh kehangatan.


Kedatangan Azura dan Arshad membuat wanita itu sedikit terhibur.


" Oh iya Kak,Sania udah sadar kan ?" tanya Azura penasaran.


" Sudah,baru malam tadi sadarnya " Jawab Histi.


" Waah suatu keajaiban banget ya Kak " Balas Azura takjub.


Histi mengangguk pelan,Arshad hanya diam mendengarkan kedua wanita itu bicara.


" Boleh aku lihat dia Kak ?" Tanya Azura.


" Hm boleh,tapi jangan berisik ya " Jawab Histi tak enak.


" Siap Kak " Jawab Azura semangat.


" Ayo Syad " Ajak Azura menegur sang adik.


" Hm " Jawab Arshad mengangguk.


Mereka pun dipimpin Histi kesebuah ruangan.


Tiba saat pintu dibuka,terlihat seorang gadis berbaring ditempat tidur dilengkapi berbagai mesin disebelahnya.


" Stril dulu " Ucap Histi.


" Oh iya Kak " Jawab Azura.


Kedua wanita itu disemprot ntah dengan cairan apa oleh Histi.


Setelah selesai barulah mereka bisa mendekati Sania.


" Dia Tidur ?" tanya Azura.


Histi mengangkat bahu.


" Saniaa " Panggil azura pelan.


Hening...


Sania masih menutup matanya.


Azura melihat sang adik,Arshad hanya diam saja memperhatikan.


Histi mendekat dan mencoba menegur Sania.


Perlahan manik gadis itu terbuka dan langsung melotot.


" Ada apa sayang ?" tanya Histi ikut kaget.


Manik Sania melirik Arshad,terlihat sekali Sania begitu kaget dengan kedatangan lelaki itu.


" Hay " sapa Azura hangat.


Glek...


Sania menelan ludah kasar dan Histi mengetahui kemana manik sang putri.


Arshad mendekat lalu tersenyum tipis.


" Kau baik2 saja ?" tanya Azura.


Sania mengangguk pelan.


" Dia bisa merespon Kak ?" Tanya Azura kembali takjub


" Bisa,tapi ngomong belum terlalu bisa " Jawab Histi.


Azura mengangguk paham,wajar saja Sania belum bisa bergerak banyak lantaran kondisiny memang sangat memprihatinkan.


" Kakak tinggal dulu ya,mau lihat adek udah selesai apa belum " Kata Histi pamit.


" Iya Kak " jawab Azura.


Histi pun meninggalkan Sania bersama dengan Azura dan Arshad dikamar tersebut.


Heningggg....


Arshad terus diam menatap Sania.

__ADS_1


Sania yg tau dirinya menjadi pusat perhatian begitu malu apalagi keadaan sekarang begitu tak baik2 saja..


" Bukannya Sania mau dibawa keluar negeri ya Syad ?" tanya Azura pelan.


" Iya " Jawab Arshad.


" Kapan ?" tanya Azura penasaran.


" belum tau,dia juga baru bangun " Jawab Arshad tenang.


Azura mengangguk pelan,tak lama ponsel wanita itu berdering.


" Waduhhh suami aku nelfon " Ucap Azura panik sendiri.


" Angkat aja " Balas Arshad.


" Aku keluar dulu ya " Pamit Azura.


Arshad mengangguk lagi.


Kini tinggal Sania dan Arshad yg berada dikamar besar tersebut.


Lelaki itu mendekat dan menarik kursi lalu duduk menghadap Sania.


Jantung Sania berasa ingin keluar dari tempatnya,sungguh gadis itu tak kuat berhadapan dengan lelaki tampan tersebut.


Perlahan tangan Arshad terangkat dan memegang dengan lembut tangan Sania.


Deg....


Sania kembali melotot.


" Ya Tuhan apa ini ?" Batin Sania syok.


" Aku bersyukur kau sudah sembuh " Ucap Arshad pelan.


Tangan Sania terus dipegang dan tiba2 saja Arshad menciumnya dengan lembut.


" Hmpl..." Ucap Sania ingin berteriak kaget.


" Kau sangat wangi " Ucap Arshad terkekeh.


" Apa kau mandi ? Tapi bagaimana caranya kau mandi ?" Tanya Arshad bingung.


Sania menggeleng pelan sebagai jawaban.


" Bicara " Ucap Arshad.


Sania menggeleng lagi.


" Mulut mu tidak terkena ledakan,harusnya suara mu tidak hilang " Ucap Arshad menyindir.


" Duhh ni laki kok rese sih " Batin Sania kesal.


" Apa ? Kenapa kau memplototi ku ?" Tanya Arshad datar.


" Heii siapa yg melihat mu !" Batin Sania menjawab.


" Bicara,jangan menghujat ku dalam hati " Sindir Arshad lagi.


Sania menggigit bibirnya kesal dan Arshad memperhatikan respon gadis tersebut.


" Apa ? Ingin marah ?" Tanya Arshad memancing.


Sania diam mengalihkan pandangannya.


" Kau tidak bosan terus berbaring seperti ini ?" Tanya Arshad melihat dari ujung kaki hingga kepala.


" Kau pikir apa yg bisa aku lakukan dengan kondisi seperti ini Kak Arshaddddd ?" Batin Sania gemas.


" Cepat lah sembuh,jangan menyusahkan orang terus " lanjut Arshad.


" heeeeiiiii pria tampaaannn mulut mu sangat luar biasaaa !" Teriak Sania dalam hatinya.


Arshad tau mungkin ucapannya akan menyakiti Sania,tapi lelaki itu bersikap tak perduli.


Ia hanya ingin Sania merespon saja.


Tangan gadis itu terangkat,Arshad diam memperhatikan.


" Kenapa ? Kau tidak ingin aku sentuh ? Bukankah kau menyukai ku ?" Ucap Arshad dengan Pede.

__ADS_1


" Eeehhh " Ucap Sania mengelurkan suara terkejutnya.


Arshad tersenyum smirk,lelaki itu terlihat puas dengan expresi Sania sekarang.


" Aku akan menikah sebentar lagi,jadi cepat lah sembuh untuk menghadiri pestanya " Kata Arshad tenang.


Deg....


Jantung Sania berhenti berdetak sejenak.


" Memenikah ?" Batin Sania syok.


" Kak Arshad akan menikah dengan siapa ?" Lanjut gadis itu bingung.


" Jangan terkejut,itu biasa terjadi dikalangan anak orang kaya " Kata Arshad tenang.


Sania diam melihat wajah Arshad yg tak berexpresi.


" Aku tidak bisa menolak,semua sudah diatur sedemikian rupa " Ujar Arshad lagi.


" Kenapa wajahnya sedih ?" Batin Sania bingung.


Arshad terlihat punya beban,lelaki itu berubah tak semangat beda dengan yg pertama tadi saat lelaki itu menjahilinya.


" Cepatlah sembuh,kasihan Kak Histi dan suaminya mengurus mu " Kata Arshad kembali kesetelan awal.


" D deng an siapa ?" tanya Sania memaksakan suaranya keluar meski terdengar begitu lemah.


Arshad yg menunduk langsung mendongak menatap gadis itu.


Dengan senyum tipis,lelaki itu mengambil tangan Sania lagi untuk digenggam.


" Aku tidak kenal dia siapa ? Tapi kakek bilang dia gadis yg baik " Jawab Arshad seraya mencium tangan Sania.


Sania diam mematung,gadis itu tak protes tangannya dimainkan lelaki yg ia sukai tersebut.


" Jika aku menikah apa kau tetap menyukai ku ?" tanya Arshad menatap manik Sania.


" T ti dak " Jawab Sania yg bertentangan dengan kepalanya yg malah mengangguk.


" Hei jawaban seperti apa ini ?" Tanya Arshad terkekeh.


" Duh kenapa aku ngangguk sih ?" Batin Sania bingung sendiri.


" Kau gadis yg cantik Sania,banyak orang menyukai mu " Ujar Arshad lembut.


Sania menunduk sedih.


" Mana ada lagi orang yg mau sama aku,apalagi aku udah begini " Batin Sania.


" Aku juga sebenarnya.....


" Ceklek....


Ucapan Arshad menggantung saat pintu kamar tiba2 terbuka dan masuklah Histi serta Azura dari luar.


Arshad melepas tangan Sania dan bangun dari duduknya.


Histi yg jeli tak sengaja melihat moment tersebut.


" Ayo Syad pulang " Ajak Azura.


" Hah udah ?" Tanya Arshad balik.


" Udah,Bang Romeo mau jalan kerumah Kakek,ntar aku dimarahin ninggalin anaknya sama Papa " Kata Azura ngeri.


" Baiklah " Balas Arshad paham.


Histi tersenyum dan mendekati Sania yg memperhatikan percakapan.


" Cepat sembuh ya San,aku doain pòkoknya yg terbaik buat kamu " Ucap Azura kepada Sania.


Sania mengangguk pelan berusaha tersenyum.


Arshad langsung keluar tanpa melihat gadis itu lagi.


" Ada apa sama mereka ?" Batin Histi merasa ada yg aneh.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2