Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
OTW


__ADS_3

Mereka sudah tiba dirumah sakit,Cila di bawa langsung menggunakan brangkar.


David dan Denis sudah tak karuan lagi,baju David sobek rambut acak2an dan wajah bekas cakaran,sama halnya dengan Denis baju pria itu juga ikut sobek dengan wajah merah bekas tamparan maut sang Kakak tadi karna kesakitan saat ditaxi.


" Maaf Pak,tidak boleh masuk dulu " Tahan Perawat didepan David.


" Tapi itu istri saya mau melahirkan Dok " Kata David panik.


" Dokter akan memeriksanya dulu Pak,jadi tunggulah diluar " Kata Perawat itu tegas.


" Udah Bang,tenang dulu " Kata Denis menarik tangan David.


" Istri saya harus selamat ya Sus,anak saya juga ini perdana ngak ada duanya,saya ngak mau nanti disuruh milih2 " Kata David tak tenang.


" Iya Pak,kami usahakan yang terbaik " Kata Perempuan itu tersenyum.


Dengan gerakan cepat perawat itu menutup pintu meninggalkan David yang berdiri bersama Denis dengan baju layaknya orang gila miring ke kanan.


" Aduh Nis gimana nih ?" Tanya David mondar mandir tak tenang.


" Kalo Abang panik gini aku juga ikutan panik Bang " Gerutu Denis kesal seraya mengusap wajahnya.


Orang2 yang melewati mereka terlihat bingung dengan 2 pria itu,bagaimana tidak penampilan mereka benar2 acak2an,bahkan wajah tampan David mempunyai tato merah merona bergaris2,begitu pun Denis yang tak kalah ambyarnya dengan wajah cap 5 jari sang Kakak menempel sempurna di pipi sebelah kirinya.


" Telepon Bunda Nis " Pekik David baru teringat akan mertuanya.


" Kejauhan Kak,mending telepon Kak Nisa aja yang deket dulu " Usul Denis.


" Kenapa kamu ngak lakuin dari tadi kalo dah tau ?" Gerutu David gemas.


" Mana sempat nelfon,nanganin Kak Cila aja kayak nanganin gajah melahirkan " Kata Denis kesal.


David mengacak acak rambutnya frustasi,melihat Cila kesakitan seperti tadi membuat otak pria itu tersendat,yang hanya bisa David lakukan adalah menangani istrinya,jangankan untuk menelpon keluarga,lepas dari jambakan Cila saja David sudah sangat bersyukur.


" Ya udah sekarang telepon " Titah David berusaha tenang.


" Oke " Kata Denis semangat.


Pria itu mengambil gawai dikantong dan langsung menelpon nomor Nisa.


Tuttttt......


Panggilan mulai berdering,Denis menggigit jarinya khawatir..


Tuttttttt.......


Panggilan masih berdering...


" Halo " Sapa seseorang diseberang.


" Halo siapa ini ?" Sapa Denis mengernyit.


" Ini siapa ?" Tanya seorang bocah disana.


" Kamu siapa ?" Tanya Denis lagi.


" Lah kamu yang nelfon kok malah nanya balik ?" Hujat bocah itu.


" Gimana ?" Tanya David mengernyit heran.


" Ngak tau Bang,dia ngak bilang namanya siapa ?" kata Denis polos.


" Ck,sini hp nya " Rebut David.

__ADS_1


Denis hanya diam saja melihat Hp nya berpindah tangan.


" Halo " Sapa David.


" Ini siapa sih,aduhhh kalo ngak penting jangan telepon2 mau nntn yutub nih " Gerutu bocah itu.


" Andrew ?" Panggil David mengenali suara bocah itu.


" Bukan,aku Aktam " Kata bocah itu kesal.


" Oh,suaranya sama " Gumam David terkekeh pelan.


" Kami kembar " Kata bocah itu malas.


David mengulum senyum geli.


" Aktam Bunda kamu mana,bilangin sama Bunda Kak Cila mau melahirkan " Kata David kembali panik.


" Apa!! Kak Cila mau melahirkan ??" Pekik Aktam kaget.


" Iya,bilangin sekarang ya,kami dirumah sakit X " Kata David tenang.


" Oke Bang,dari tadi kek bilangin nya " Kata Aktam kesal.


" Iya2,cepetan ya,Abang ngak tau nih cara nya gimana "


" Oke siap " Kata Aktam mengerti.


Tut.


Panggilan terputus,David menghela nafas dan menelpon nomor Sintia.


" Halo " Sapa seseorang diseberang.


Dirinya sudah tak karuan lagi,mendengar suara Sintia membuat hatinya terenyuh,David sangat membutuhkan sosok orang tua saat ini,ditambah Cila sedang berjuang untuk anaknya.


" Apa !!! aduh kenapa baru bilangnya sekarang sih " Gerutu Sintia kesal diseberang.


" Mendadak Bunda,bayi nya ngak sabar lagi mau keluar " Kata David merasa bersalah.


" Ya udah,kamu yang tenang,temani Cila berjuang untuk anak kalian,doa jangan putus2 " Titah Sintia tegas.


" Aku takut Bunda hiks " Kata David lemah.


" Hei anak Bunda ngak boleh lemah,kalian harus kuat,kamu harus dampingin Cila beri dia semangat " Kata Sintia ikut bersedih.


" Bunda cepetan kesini ya,aku ngak punya siapa2 lagi Bunda,aku hanya punya kalian " Kata David menangis.


Denis terenyuh sangat kasihan melihat pria yang menjadi Kakak iparnya itu,Denis tau bagaimana riwayat David,dan Denis juga merasakan kesedihan pria sebatang kara itu sekarang.


" Iya,tunggu Bunda Nak " Kata Sintia lembut.


" Iya Bunda,mohon doakan istri dan anak ku Bunda hiks " Kata David lirih.


" Iya,Bunda siap2 dulu "


Tut..


Panggilan pun terputus,David mengusap wajahnya seraya menghela nafas.


Dokter belum juga keluar,ntah apa yang dilakukan mereka didalam sana.


" Bang,aku tau Abang sedih tapi percayalah setelah ini Abang akan hidup bahagia bersama kakak ku dan anak kalian " Kata Denis menepuk pundak pria itu.

__ADS_1


" Abang ngak punya siapa2 lagi Nis,selain Kakak kamu dan calon ponaan kamu,abang ngak tau Abang akan sekuat ini setelah bersama Kakak kamu " Kata David lemah.


Tak terasa air matanya jatuh,David benar2 merasa sendirian,tak ada orang tua yang bisa menenangkannya,memberi kekuatan untuk istrinya.


David belum tau apapun tentang ini semua,yang David tau melahirkan sangatlah luar biasa,bertaruh nyawa demi lahirnya seorang anak melihat dunia.


Ini perdana untuknya,jadi sekecil apapun yang dirasakan Cila,pria itu pun dapat merasakannya juga.


Ceklekk....


Pintu ruangan terbuka,nampaklah seorang perawat keluar dari sana.


" Suami Ibu Cila " Panggil wanita itu.


David yang sedang menunduk pun langsung mendongak berdiri.


" Saya Dok " Kata David menghampiri wanita itu.


" Sudah waktunya Pak,mari ikut saya " Kata Perawat itu tenang.


Deg...


Jantung David berdegub kencang,kakinya serasa lemas.


" Abang bisa,ayo Bang bantu Kakak ku berjuang,selamatkan Kakak ku Bang " Kata Denis langsung menangis.


David masih diam,melihat ruangan itu terbuka.


" Bang,aku mohon Kak Cila butuh Abang sekarang " Kata Denis memegang tangan David.


" Ayo Pak,waktu kita tak banyak " Kata perawat itu tegas.


Glek..


David menelan ludah kasar melihat Denis yang sudah berderai air mata.


Belum ada tanda2 kedatangan Nisa mau pun Sintia,karna memang butuh waktu untuk datang kerumah sakit.


" Masss " Panggil Cila dari dalam.


David menoleh,dan air matanya langsung turun melihat tatapan sendu wanita itu.


" Masss hiks " Kata Cila menangis.


Terlihat Dokter mengusap air mata wanita yang terbaring lemah dibrangkar.


" Cila " Panggil David bergetar.


" Bang,aku mohon lakukan " Kata Denis hampir frustasi.


David menghapus air matanya dengan cepat,dan mengangguk tegas kepada perawat.


" Ayo Sus,saya harus melihat langsung anak saya meluncur kedunia " Tekad David.


Perawat itu tersenyum mengangguk dan mempersilahkan David masuk.


" Doakan Kakak mu dan juga keponaan mu " Kata David menepuk pundak Denis.


Denis mengangguk semangat langsung menghapus air matanya.


David pun berlalu meninggalkan Denis yang berjalan menjauh.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2