
Sepulang dari pantai,Hani melanjutkan hari liburnya untuk pergi ke mall.
Gadis itu baru menerima gajian dan sudah berjanji akan membelikan Reka sesuatu.
" Gak usah Han,aku malu " kata Reka menarik gadis itu mundur.
" Malu kenapa ? ayo cepetan " kata Hani memaksa.
" gak mau ah,malu diliatin orang masa iya kamu yg bayarin " Jawab Reka menggeleng.
" Ck emang peduli orang sama kita hm ?" tanya Hani.
Deg...
Reka langsung terdiam,ucapan Hani berapa kali menampar pipinya bolak balik.
Hani yg melihat Reka melunak langsung menarik paksa lelaki itu masuk.
Mereka pergi ke butik pria untuk mencari sesuatu.
" Nih tali pinggangnya bagus " Kata Hani mengambil satu.
" iya,bagus coba cek harganya " kata Reka terkekeh.
Hani mengecek,manik gadis itu langsung melotot saat melihat nominal.
" Aduhh sakit peruttt,ayo keluar tempat kita bukan disini " Ucap Reka menyeret gadis itu keluar.
Hani mengikut,keduanya keluar dari butik ternama tersebut.
" Daripada beli ikat pinggang mending beli kambing buat akikahan " kata Reka tak habis pikir.
" Iya,orang pada mau naik haji semua apa gimana,masa iya ikat pinggang harganya 2 juta " Celetuk Hani tak kalah heran.
Keduanya berjalan menjauh sambil mengobrol perihal harga yg tak bersahabat.
" Coba kesana " Ucap Hani menunjuk ruko lain.
Reka mengangguk,keduanya berjalan cepat memasuki butik tersebut.
Terlihat sedikit sepi dari sebelumnya.
Reka mulai melihat2 begitupun Hani.
Meski sekarang sudah punya gaji lumayan tapi Hani tak mau terlalu boros karna ia sudah terbiasa hidup sederhana.
" Yg ini bagus Rek " Ucap Hani menemukan satu.
" Iya coba lihat harganya " Balas Reka masih sibuk sendjri.
Hani mengangguk lalu melihat harga.
Gadis itu tersenyum kecil karna nominal yg tertera disana tak terlalu menguras kantong.
" Gimana Han ?" tanya Reka.
" Msih bisa dibeli " Jawab Hani.
Reka mendekati gadis itu dan ikut memperhatikan tali pinggang tersebut.
" Ya udah ini aja " kata Reka tersenyum.
" Gak mau lihat yg lain ?" tanya Hani.
" Gak,ini aja udah " jawab Reka.
" Ya udah ayo bayar " balas Hani setuju.
Keduanya berjalan mendekati kasir.
Hani membayar sejumlah uang untuk mendapatkan ikat pinggang yg Reka mau.
Sederhana tapi bagi keduanya itu merupakan kado yg luar biasa apalagi mereka dulu tak pernah memberi barang atau hadiah kecil.
Selesai belanja,Hani dan Reka berjalan lagi mengitari mall.
Keduanya terlihat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama.
" Ayo ke lantai 3 " Ucap Reka menunjuk atas.
" Ayo " Kata Hani mengangguk.
__ADS_1
Mereka menuju lokasi,terlihat suasana sedikit ramai.
Saat sampai disana,Hani mengernyit melihat seorang bocah kecil berada ditengah eskalator berjalan tersebut.
" Han coba lihat,itu orang tuanya mana ?" Tanya Reka menegur Hani.
" Iya,kenapa dia sendiri tanpa pengawasan ya ?" Tanya Hani lagi.
Keduanya diam didepan eskalator hingga mereka menyadari sesuatu.
" Astaga Rek,ini bahaya " Ucap Hani melotot.
" Iya Han,ayo kita kejar " kata Reka langsung panik.
Hani mengangguk,keduanya pun langsung berlari menaiki mesin yg terus berjalan tersebut.
Si bocah yg merasa grasak grusuk dari belakang berbalik badan..
Bocah itu kebingungan melihat sepasang kekasih berlari kearahnya.
" Rek udah dekatt " pekik Hani panik.
Jarak mereka cukup jauh sedangkan eskalator terus bergonta ganti naik tanpa henti.
" Ya Tuhannn " Pekik Hani meloncat anak tangga lift.
Bocah itu berbalik badan dan...
Greb.....
Brugh......
Kaki Hani hampir terjepit tangga jika tak cepat ia meloncat.
" Aduhhhhh " Ringis bocah tadi kesakitan menghantai lantai.
" Haniii " Pekik Reka tiba diatas.
Para pengunjung melihat mereka dengan wajah terkejut dan heran.
" Kamu gak papa ?" Tanya Hani melihat bocah dalam pelukannya.
Hani melihat ke eskalator dan sandal bocah itu terjepit masuk kedalam.
" Gak papa nanti beli lagi " Kata Hani memeluk lagi bocah itu.
" Kalian gak ppa ?" tanya Reka mendekat.
" Gak papa " Jawab Hani bangun.
Reka menghela nafas panjang dengan senyum kecil.
" Kemana orang tua mu ?" tanya Reka kesal.
" Gak tau " Jawab bocah perempuan itu menggeleng.
" Kamu kesini sama siapa ?" Tanya Hani.
" Sama Mama " Jawab Bocah itu menunduk.
Reka dan Hani saling melihat,keduanya melihat2 sekeliling dan naas tak ada siapapun yg terlihat kebingungan mencari orang.
" Gimana ini Han ?" tanya Reka bingung.
" Kita bawa kekantor polisi aja " Jawab Hani.
" Beneran ? kalo orang tuanya disini gimana ?" Tanya Reka kaget.
" Setidaknya kita tidak dituduh bawa anak orang sembarangan " Jawab Hani gemas.
Reka cengengesan,mereka pun sepakat membawa gadis itu pergi.
" Aku mau dibawa kemana Om ?" tanya si gadis melihat Reka.
" Ketemu Mama kamu " Jawab Reka asal.
" Sama Nenek aja Om " Ucap bocah itu melas.
" Tadi kamu sama Nenek kamu ?" Tanya Reka lagi.
Hani terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya,gadis itu menghubungi rekan untuk meminta bantuan.
__ADS_1
" Gak tadi sama Mama tapi Ma...
" Ayo mereka akan menemukan orang tuanya " Celetuk Hani tiba2.
Reka mengangguk,lelaki itu menggandong si gadis mungil munurini anak tangga.
Mereka terpaksa gandeng 3 menuju kantor polisi.
Bocah itu duduk didepan,tak ada suara apapun.
Reka sesekali melirik si bocah dan terkekeh geli.
Jika dilihat sekilas,mereka seperti keluarga kecil yg baru pulang bermain.
" Kamu gak kedinginan ?" tanya Reka hati2.
" Gak Om suasananya seger,kayak aku sama Kakek sering lakuin " Jawab si gadis mendongak.
" Oh sering jalan2 pake motor?" tanya Reka kepo.
" Ia,kalo sama Papa dan Mama naik mobil mulu,aku gak suka " Jawab bocah itu.
" Bearti anak ini orang kaya " Batin Reka menebak.
" Rek ayo,ini udah mau larut kasian anaknya kalo lama dijemput " Tegur Hani dari belakang.
" Iya Han " Jawab Reka mengerti.
Lelaki itu pun tancap gas lagi agar mereka cepat sampai.
Beberapa menit kemudian,mereka tiba dilokasi.
Hani langsung turun melaporkan apa yg mereka alami.
" Ayo " Ajak Reka menyodorkan tangannya.
" Tante itu siapa Om ?" tanya si bocah menunjuk Hani yg berjalan cepat masuk.
" Itu teman Om,namanya Hani " Jawab Reka jujur.
" Oh galak ya Om ?" tanya bocah itu takut.
" Hah hahah gak kok,tampangnya aja galak tapi hatinya baik " Jawab Reka mengusap kepala bocah itu.
" Dah ayo nanti keburu kamu ngantuk " Kata Reka menyudahi obrolan.
Bocah itu mengangguk dan mengikuti langkah lebar pria yg menolongnya..
Hani berbicara dengan aparat lain,Reka dan si bocah asing tersebut duduk menunggu.
" Jadi kamu gak tau ini anak siapa ?" tanya rekan kerja Hani.
" Gak tau Bang,kami ketemu di mall dan dia sendirian tanpa identitas " Jawab Hani jujur.
" Ck gimana sih orang tuanya gak merhatiin anak banget " Cibir lelaki dengan seragam coklat tersebut.
Hani diam tak menjawab,ia pun merasa kesal dengan orangtua gadis itu tapi Hani tak mau menunjukkan sikap krisisnya takut membuat anak tadi tidak nyaman.
Berbagai pertanyaan pun diajukan kepada gadis itu.
" Kalo sama Mama emang sering gitu Om aku dibiarin main " Ucap bocah berambut sebahu tersebut.
" Tapi kamu naik eskalator dan itu bahaya bangetn " kata pria yg bertugas introgasi.
Bocah itu diam menampilkan wajah polosnya.
" Kita tunggu saja anak ini bakal dicari orangtua nya atau tidak " Ucap aparat memutuskan.
Deg...
Manik Hani melotot begitupun Reka.
Si bocah turun dari kursi dan duduk dibangku tunggu lainnya seraya menyenderkan kepala.
" ini sudah larut,kasihan dia mau tidur " Ucap Hani kepada Reka.
" Iyaa,kalo ketemu emak bapaknya bakal aku tonjok nanti !" Balas Reka geram.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1